Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Pendidik Sebaya melalui Pelatihan Model Pembelajaran JIGSAW dan Penggunaan Modul Seksualitas Berbasis Agama Islam di Pusat Informasi dan Konseling Remaja SMP Kota Padang Alsri Windra Doni; Dewi Susanti; Neni Fitra Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v1i1.19

Abstract

Increasing the abilities of peer educators through jigsaw learning model training and the use of Islamic religion-based sexuality modules at the Padang City Middle School Youth Information and Counseling Center is an activity carried out by implementing the jigsaw cooperative learning model and Islamic religion-based sexual education modules for teenagers. The aim of this activity is to increase the abilities of peer educators through training in the jigsaw learning model using an Islamic religion-based sexuality module at the Youth Information and Counseling Center in Padang City. The method of this activity is to carry out advocacy activities, provide training, carry out monitoring and evaluation and dissemination by providing Islamic religion-based sexual education modules for peer educators in the PIK-R room in Padang City. Based on the results of the activity, it is known that peer educators' knowledge about sexual behavior has increased, especially in terms of knowledge about teenagers, the etiquette of men and women in everyday life according to the Islamic religion. It is hoped that this will continue to be applied in everyday life so that it becomes a habit and avoids sexually transmitted diseases and does not add to our sins as religious people, where adolescence is often associated with myths and stereotypes about deviance and impropriety. Conclusion: it is necessary to apply learning about Islamic religion-based relationships to today's teenagers so that they are not influenced by outside cultures.
Improving Adolescents' Knowledge and Attitudes in Preventing Hypertension Risk Through Emo-Demo Educational Media Rifaatul Mahmudah; Sumihardi; Neni Fitra Hayati; Erick Zicof; John Amos; Doni, Alsri Windra; Ponda, Aprizal
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i1.227

Abstract

Hypertension among adolescents is an important health issue due to the increasing number of cases at a young age and the low level of knowledge regarding its prevention, thus requiring more effective educational strategies. This study aimed to determine the improvement in adolescents’ knowledge and attitudes in preventing hypertension risk through the Emo-Demo educational media. The study employed a mixed-methods design, consisting of an exploratory study for the qualitative component and a quasi-experimental one-group pretest-posttest design for the quantitative component, involving 71 adolescents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and interview guides from January 2024 to June 2025 and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an increase in the median knowledge score from 6.00 to 13.00 and an increase in the median attitude score from 33.00 to 40.00, with a significance value of p=0.0001. These findings indicate that Emo-Demo is effective in enhancing adolescents’ understanding and attitudes toward hypertension prevention. It is concluded that Emo-Demo can serve as a powerful educational media for adolescent health promotion and is recommended to be integrated into public health center educational programs to strengthen early prevention efforts for non-communicable diseases.
Peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dalam Meningkatkan Perilaku Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pariaman: The Role of the Youth Information and Counseling Center (PIK-R) in Improving Compliance Behavior in Consuming Blood Supplement Tablets among Adolescent Girls at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pariaman City Imra’atul Hasanah; Widdefrita; Rapitos Sidiq; Neni Fitra Hayati; John Amos
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.3847

Abstract

Latar belakang: Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani masalah anemia. Remaja putri di Provinsi Sumatera Barat yang sudah mendapatkan TTD di sekolah sebanyak 84,13%, sedangkan yang mengkonsumsi ? 52 butir hanya 1%. Penyebab remaja putri tidak mengkonsumsi TTD karena takut dan lupa, sehingga diperlukan teman sebaya menjadi role model dan membantu mengawasi konsumsi TTD di sekolah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran PIK-R dalam meningkatkan perilaku kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksploratif yang bertujuan untuk menggali informasi mengenai peran pusat informasi dan konseling remaja dalam meningkatkan perilaku kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan telaah dokumen, informan dalam penelitian menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 10 anggota PIK-R sebagai informan utama, 2 orang guru sebagai informan kunci, dan 4 orang siswi sebagai informan tambahan. Hasil: Pengetahuan informan sebelum pemberian edukasi oleh teman sebaya mengenai anemia yaitu kekurangan darah merah, informan belum memahami secara detail mengenai anemia, setelah dilakukannya edukasi didapatkan bahwa adanya perubahan pengetahuan kearah yang lebih baik, informan sudah mengetahui mengenai anemia. Pengetahuan remaja putri terkait TTD sebleum pemberian edukasi menyatakan bahwa TTD obat untuk penyakit anemia. Sikap remaja putri terkait TTD sebelum pemberian edukasi yaitu penting bagi penderita anemia, setelah dilakukannya edukasi melalui teman sebaya adanya perubahan sikap remaja putri yang menyatakan TTD penting unntuk mencegah anemia. Tindakan remaja putri sebelum diberikan edukasi dan pengawasan konsumsi TTD oleh teman sebaya melalui organisasi PIK-R Sebagian besar reaja putri tidak mengkonsumsi TTD, sedangkan setelah dilakukan pemberian edukasi dan pengawasan oleh anggota PIK-R ada perubahan konsumsi TTD disekolah kearah yang lebih baik. Kesimpulan: Ada perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan siswi mengenai konsumsi TTD untuk pencegahan anemia.setelah dilakukannya pemberian edukasi melalui kelompok teman sebaya (PIK-R) dan pengawsan konsumsi TTD.