Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Tatakelola Pembangunan Jembatan Wae Racang Di Kabupaten Manggarai Provinsi NTT Gon, Kasmir
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1002

Abstract

The Wae Racang Bridge is a node for Road Sections: Golowoi-Meda, Beo Kina-Pau-Wae Racang and Muwur-Bapa-Wae Racang. The bridge was built on the Wae Racang River which is the boundary between West Cibal District and North Rahong, which was built in 2014 and hasnt been used at all by infrastructure users until April 2023. This study aims to find out the causes of the unutilized bridge based on public perceptions and to evaluate the management of regional infrastructure. The research was carried out in several stages, including review of related journal articles, observation of research locations, observations of the PUPR Office as the organizer of the work, surveys of community perceptions, simple statistical data processing to find out the dominant response, discussion, and conclusions. Of the 43 respondents, the dominant response stated that the budget planning wasnt based on a feasibility study on economic feasibility studies, resulting in the Wae Racang Bridge being built not bringing economic benefits to the community, so that the development budget became redundant which describes the performance and management of local regional administrations in the matter of transportation infrastructure development still needs to be improved because it doesnt consider sustainability aspects at all. bridge construction.
Evaluasi Kelayakan Material Gunung Terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Pada Perkerasan Lentur Jalan Raya di Kabupaten Manggarai Timur Gon, Kasmir; Caling, Claudius Lippershey Bright; Rusdi, Erdianto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1136

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan material gunung quary Bondo sebagai timbunan pilihan, agregat kelas A dan agregat kelas B perkerasan lentur jalan raya. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanahnya memiliki batas cair 22%, indeks plastisitas 5%, lolos saringan Nomor 200 5,32% sampai 5,54%, Cu rata-rata 92,68 > 4, Cc rata-rata 5,17 > 3; Berdasarkan USCS dikategorikan sebagai GP-GM atau ML (low plasticity silt), kelompok A-1-a (0) menurut AASHTO. Nilai aktif sebesar 0,90 < 1,25 termasuk tanah normal. Berat isi kering maksimum 1,56 gr/cm3 pada kadar air optimum 22,9%, nilai CBR rendaman 96 jam sebesar 24% dan abrasi sebesar 22,49%, sehingga layak sebagai material timbunan pilihan perkerasan lentur jalan raya, tetapi tidak layak dipergunakan sebagai material agregat kelas B karena nilai CBR rendaman < 60% dan juga tidak layak dipergunakan sebagai agregat kelas A karena persen lolos saringan 1 ½ ˜ kurang dari 100% dan nilai CBR rendamannya < 90%. Kata kunci: laboratorium, layak, agregat, timbunan pilihan Abstract This research aims to evaluate the suitability of Mount Quary Bondo material as the embankment, class A and B aggregate for flexible pavement. Laboratory test results show this type of soil has LL of 22%, PI 5%, 5.32% to 5.54% passing No. 200 sieve, average Cu 92.68, average Cc 5.17 3; It is categorized as GP-GM or ML (USCS), and A-1-a (0) (AASHTO). The active value is 0.90 < 1.25 including normal soil; max dry density 1.56 gr/cm3 at 22.9% wopt, the soaked CBR of 96 hours is 24%, the abrasion is 22.69%; so it is suitable as the embankment for flexible highway pavement, but is not suitable for use as class B aggregate material because the soaked CBR < 60% and it is also not suitable for use as class A aggregate because percentage passing the 1 ½ (38,1 mm) sieve < 100% and the soaked CBR < 90%. Keywords: feasible, aggregate, selected material
KELAYAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN MELALUI SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DAN BADAN USAHA Gon, Kasmir
Rang Teknik Journal Vol 7, No 2 (2024): Vol. 7 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v7i2.4851

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memastikan layak atau tidaknya rencana pembangunan jalan berdasarkan indikator ekonomi NPV, B-C R, dan (EIRR). diikuti dengan analisis kepekaan selama umur rencana konstruksi yang berpotensi mempercepat kerusakan sehingga memperkecil keuntungan. Penelitian ini dilaksanakan pada ruas Jalan Kembur-Metuk berdasarkan kondisi fisik permukaan jalan sebelum dikerjakan dan setelah dikerjakan yang berpengaruh terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK) baik komponen biaya tidak tetap maupun komponen biaya tetap. Untuk menghitung Biaya Operasional Kendaraan yang merupakan komponen biaya tidak tetap meliputi biaya konsumsi bahan bakar minyak, biaya konsumsi oli, biaya konsumsi suku cadang, upah tenaga pemeliharaan, dan biaya konsumsi ban. Ddiperlukan beberapa data terkait seperti harga kendaraan, ban, bahan bakar minyak, dan upah mekanik mengikuti harga berlaku Tahun 2022 (tahun penelitian), demikian juga bunga pinjaman bank sebesar 13,50% Tahun 2022 dan pertumbuhan lalu lintas sebesar 3,50%. Keuntungan yang diperoleh dari Biaya Operasional Kendaraan diperhitungkan selama sisa umur rencana jalan menggunakan faktor diskonto yang dikonversi menjadi keuntungan saat ini. Dari pengolahan data dan analisis ekonomi diketahui bahwa B-C ratio sebesar 0,924 1, menunjukkan proyek tidak layak secara ekonomi, NPV sebesar - Rp. 4.072.545.356,34/km 0 (bernilai negatif) juga tidak layak secara ekonomi, sedangkan EIRR sebesar 16,008% 13,50% (suku bunga pinjaman bank)
Pelatihan Project Based Learning untuk Mendukung Implementasi Teaching Factory Murni, Viviana; Sandi, Patrisius Valdoni; Gon, Kasmir
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19573

Abstract

Background: SMK N 1 Borong merupakan sekolah yang diharapkan dapat menerapkan Teaching Factory (TEFA). Akan tetapi, sekolah ini belum menjawab satu tuntutan pelaksaanaan TEFA, yaitu Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi 7 (Tujuh) guru DPIB SMK Negeri 1 Borong dalam menerapkan pendekatan PjB pada proses pembelajaran. Metode: kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan yang meliputi observasi dan diskusi, pelatihan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman integrasi PjBL dalam pembalajran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistic deskriptif dengan uji Paired Sampel t-test. Hasil: pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru terhadap PjBL. Kesimpulan: Pemahaman guru meningkat baik teori dan keterampilan praktis yang lebih baik dalam merancang dan melaksanakan proyek berbasis PjBL. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan PjBL untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia industri.
PELATIHAN IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK HASIL PRAKTIK MATA PELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Patrisius Valdoni Sandi; Viviana Murni; Kasmir Gon; Meliana Wulantri Marwan; Yuliana Dewi Juita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35875

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan kapasitas guru dalam mengidentifikasi potensi produk hasil praktik mata pelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Peningkatan kapasitas mencakup hard skill analitis untuk memetakan produk unggulan berbasis kurikulum serta soft skill pedagogis dalam memahami dan menilai hasil praktik siswa. Kegiatan ini bertujuan melatih guru Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMKN 1 Borong agar mampu menyusun peta produk unggulan yang relevan dengan kompetensi kurikulum. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, dan workshop berbasis kurikulum, dengan melibatkan 8 guru DPIB. Evaluasi dilakukan menggunakan lima butir pertanyaan prepost diskusi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan kapasitas guru pada tiga aspek: ketepatan dalam mengidentifikasi produk praktik, kemampuan memetakan produk ke kompetensi kurikulum, serta kemampuan menjelaskan nilai dan potensi pengembangan produk. Peningkatan ini terlihat dari semakin kompleksnya jawaban, kejelasan kategorisasi, dan ketepatan identifikasi. Empat produk unggulan berhasil dipetakan, yaitu desain gambar bangunan rumah, RAB, survei lokasi, dan maket.Abstract: This community service activity is driven by the need to strengthen teachers’ capacity in identifying potential products resulting from practical subjects in vocational high schools (SMK). The capacity-building focus includes analytical hard skills for mapping curriculum-based flagship products and pedagogical soft skills related to understanding and assessing students’ practical work. The activity aims to train Building Information and Modeling Design (DPIB) teachers at SMKN 1 Borong to systematically map flagship curriculum products aligned with targeted competencies. The one-day training consisted of material presentations, group discussions, and curriculum-based workshops, involving 8 DPIB teachers. Evaluation was conducted using five pre–post structured questions. The analysis shows improved teacher capacity in three aspects: accurate identification of practical products, proper mapping of products to curriculum competencies, and the ability to explain product value and development potential. These improvements were reflected in more complex responses, clearer categorization, and more precise identification. Four flagship products were successfully mapped: residential building drawings, cost estimates (RAB), site surveys, and scale model.
PELATIHAN DASAR PENGUKURAN DAN PEMETAAN MENGGUNAKAN WATERPASS BAGI SISWA DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BAGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Claudius L. B. Caling; Kasmir Gon; Patrisius V. Sandi; Yosef V. A. Poleng; Eleonora V. P. Beyan; Viviana Murni; Maria Kalista H. Sabu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29014

Abstract

Abstrak: Pengukuran dan pemetaan merupakan aspek krusial dalam berbagai bidang praktik lapangan, seperti konstruksi, pertanian, kehutanan, pertambangan, dan tata ruang. Hal ini bertujuan mendukung perkembangan Era modern saat ini yang menuntut akan pengukuran dan pemetaan yang akurat. Pelatihan dasar pengukuran dan pemetaan menggunakan waterpass bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi terhadap konsep dan teknik pengukuran ketinggian secara akurat. Kegiatan ini dilakukan di SMK Bina Kusuma Ruteng jurusan DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bagunan) yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas XI. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah dan eksperimen langsung pada siswa dan siswi. Hasil dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan keterampilan siswa dan siswi dalam melakukan pelatihan dasar pengukuran dan pemetaan menggunakan waterpass sebanyak 75% yang diukur melalui evaluasi melalui postest. Pelatihan ini terbukti dapat meningkatkan kompetensi siswa dan siswi DPIB, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja khususnya dalam bidang pengukuran dan konstruksi.Abstract: Measurement and mapping are crucial aspects in various field practices, such as construction, agriculture, forestry, mining, and spatial planning. This aims to support the development of the modern era, which demands accurate measurement and mapping. The basic training of measurement and mapping using waterpass aims to improve students' understanding of the concept and technique of measuring height accurately. This activity was carried out at SMK Bina Kusuma Ruteng majoring in DPIB (Building Modeling and Information Design) which was attended by grade XI students. The method used in this community service is lectures and direct experiments on students. The result of this activity is to be able to improve students' skills in conducting basic training in measurement and mapping using waterpass as much as 75% which is measured through evaluation through postest. This training is proven to improve the competence of DPIB students, preparing them to face challenges in the world of work, especially in the field of measurement and construction.