Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

Pengembangan Ekowisata Air Terjun Lubuk Hitam Untuk Pelestarian Lingkungan Di Teluk Kabung Utara Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Marganof Marganof
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JULI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4579

Abstract

Ekowisata merupakan bentuk perjalanan wisata ke area alami yang bertujuan untuk mengkonservasi lingkungan, melestarikan kehidupan, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dalam pengembangan ekowisata di Air Terjun Lubuk Hitam. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dengan penerapan Analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pada Ekowisata Air Terjun Lubuk Hitam terdapat keutamaan yakni keindahan alam dan keramahan masyarakat sekitar. Sedangkan kelemahannya berupa kurangnya sarana dan prasarana, minimnya promosi, buruknya menejemen pengelolaan, rendahnya kemauan masyarakat untuk mengelola lokasi ekowisata agar bisa menambah pendapatan masyarakat, serta lokasi yang dekat dari jalan raya, adapun ancamannya berupa kurangnya wawasan masyarakat tentang ekowisata, tingginya premanisme, kurangnya perawatan dan minimnya tenaga profesional. Keyword: Ekowisata,i , d eskriptif-kualitatif, a c cidental s ampling, a nalisis SWOT
Potensi Deforestasi Ekosistem Mangrove Serta Dampaknya Terhadap Nagari Kataping Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Marganof Marganof; Gusmardi Indra; Endri Gustami
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5321

Abstract

AbstrakSaat ini keberadaan hutan di Indonesia semakin hari terus berkurang akibat deforestasi hutan. Pada tahun 2019 tercatat luas mangrove sebesar 3,31 juta hektar dengan kondisi mangrove baik 2,67 juta hektar dan mangrove kritis 0,63 juta hektar. Salah satu penyebab kerusakannya yaitu konversi lahan pembangunan tambak. Di Nagari Kataping saat ini sedang maraknya pembangunan tambak udang sehingga dapat mengancam ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui komposisi dan struktur mangrove, mengetahui luas ekosistem mangrove dan tambak, mengetahui nilai kehilangan mangrove, dan mengetahui dampak yang akibat pembangunan tambak udang terhadap masyarakat. Metode yang digunakan adalah menghitung komposisi dan struktur mangrove, deliniasi citra dari Google Earth tahun 2016-2020 dan wawancara secara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukan komposisi mangrove yang ditemukan sebanyak 19 jenis yaitu 4 mayor, 1 minor dan 14 asosiasi. Terdapat 9 jenis pohon dengan kerapatan 7.220 pohon/Ha. Luas ekosistem mangrove di Nagari Kataping tahun 2016 seluas 62,17 Ha hingga tahun 2020 memiliki luas 58,55 Ha sehingga mangrove yang hilang seluas 3,62 Ha maka didapatkan jumlah pohon yang hilang sebanyak 28.230,2 pohon. Dampak yang ditimbulkan oleh masyarakat akibat pembangunan tambak udang adalah berkurangnya hasil ikan nelayan dan berkurangnya minat masyarakat untuk memanfaatkan hasil mangrove.Kata kunci: Ekosistem, mangrove, deforestasi, tambak udang, komposisi dan struktur
Evaluasi Implementasi Program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Kabupaten Agam Zufren, Zufren; Reza, Muhamad; Marganof, Marganof
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i1.5777

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang cepat kadang tidak diikuti oleh produksi pangan. Alih fungsi lahan adalah penyebab utama berkurangnya lahan pertanian pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi serta menemukan faktor faktor yang mempengaruhi implementasi program perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Agam. Metode yang digunakan  adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus menggunakan sumber data primer dan sekunder. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara  dengan informan kunci dari perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan program ditambah informan pendukung. Analisis data berupa tahapan reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan. Hasil analisis dan pembahasan data menunjukkan bahwa implementasi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Agam belum berjalan maksimal. Adapun penyebabnya karena belum adanya data nama dan alamat  pemilik lahan, koordinasi dan komunikasi antar perangkat daerah yang belum maksimal, program insentif dan sanksi belum terlaksana, belum adanya komunikasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan petani pemilik lahan sebagai sasaran program. Untuk itu disarankan Pemerintah Daerah perlu menetapkan nama dan lokasi yang menjadi sasaran perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan menetapkan peraturan daerah khusus tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan pembentukan kelompok kerja.Kata kunci: pangan, LP2B,kualitatif deskriptif, kelompok kerja
Potensi Wisata Dan Pengembangannya Di Nagari Limau Gadang Lumpo Kecamatan Iv Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Marganof, Marganof; Istiqamah, Lidya Putri; Yumarni, Yumarni
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7559

Abstract

Nagari Limau Gadang Lumpo, Pesisir Selatan Regency, has natural tourism potential such as Batu Biduak River, Sarasah Talang Waterfall, rafting, and camping grounds. This potential supports the development of community-based ecotourism in the buffer zone of Kerinci Seblat National Park. However, tourism management remains limited due to inadequate infrastructure, lack of promotion, and low community capacity in management. This study aims to identify tourism potential and formulate appropriate development strategies in Nagari Limau Gadang Lumpo, IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency. The area possesses various natural tourism assets, such as Sarasah Talang Waterfall, Batu Biduak River, and a camping ground, which have not yet been optimally managed. This research employs a qualitative descriptive method through observation, interviews, and literature review. The analysis refers to the ADO-ODTWA guidelines and uses SWOT analysis. The results indicate that most assessment aspects fall into the "Feasible" and "Highly Feasible" categories for development. The proposed development strategies focus on infrastructure improvement, training for the tourism awareness group (Pokdarwis), and digital-based promotion. This study contributes to the management of community-based and environmentally sustainable tourism. Keywords: Tourism Potential, Development, ADO-ODTWA, SWOT, Ecotourism