Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Workshop Capacity Building: Pelatihan Monitoring Terumbu Karang bagi Komunitas Pesisir Farid Kamal Muzaki; Dian Saptarini; Ni Wayan Purnama Sari; Aris Dwi Wicaksono; Reska Pragusta; M Lubab; Dhimas Wildan Humami; Refer Iqbal Tawakkal; Buharianto
Sewagati Vol 7 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9632.841 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i3.503

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang memiliki biodiversitas tinggi dengan produktivitas yang juga tinggi meskipun hanya menempati 1% bagian dari dasar laut. Data mengenai kondisi umum terumbu karang secara nasional tampaknya telah terdokumentasikan dengan baik. Akan tetapi, dalam banyak kasus, data-data dalam skala yang lebih sempit seperti di tingkat kecamatan dan/atau kabupaten tampaknya masih terbatas, termasuk di perairan sekitar pesisir Situbondo. Berdasarkan data dan fakta tersebut, perlu dilakukan upaya pemantauan (monitoring) dengan melibatkan banyak pihak termasuk komunitas pesisir. Akan tetapi umumnya terdapat masalah berupa keterbatasan kapasitas dan kapabilitas dalam pelaksanaan monitoring tersebut. Untuk itu telah dilaksanakan suatu pelatihan atau \textit{workshop} untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelompok masyarakat pesisir dalam upaya monitoring dan rehabilitasi terumbu karang. Dalam kegiatan tersebut, mitra kelompok masyarakat adalah komunitas pesisir Misi Bahari yang merupakan wadah dan penggerak untuk melakukan upaya pencegahan kerusakan terumbu karang; serta perlindungan dan konservasi terumbu karang di perairan laut Situbondo dan sekitarnya. Secara umum, workshop dan kegiatan lanjutan berlangsung dengan baik dan dapat memberikan peran nyata dalam peningkatan kapabilitas komunitas pesisir dalam pemantauan kondisi terumbu karang; ditunjukkan melalui tercapainya kegiatan pasca pelatihan seperti monitoring bersama kondisi terumbu karang serta perakitan dan penenggelaman apartemen ikan (fish apartment) di Pasir Putih, Bungatan, Situbondo.
Faunal Drink Dispenser (FDD): Pemanfaatan Semen Reject untuk Pembuatan Kolam Minum Fauna di Karst Rembang Farid Kamal Muzaki; Kuswandi; Ajiditya Putro Fadhlillah; Endar Drianto; Prasetyo; Yeni Indah Lestari; Refer Iqbal Tawakkal; Iswatul Diah Lutvianti; Dwi Novitasari; Indah Trisnawati; Dian Saptarini; Aunurohim; Iska Desmawati; Mukhammad Muryono
Sewagati Vol 7 No 6 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.652

Abstract

Meskipun berada pada kawasan dengan curah hujan tinggi dan memiliki banyak sungai bawah tanah, namun porositas lahan yang tinggi menyebabkan air sangat mudah masuk kedalam tanah melalui rekahan, retakan atau celah di permukaan tanah; sehingga pada kawasan karst umumnya sangat sulit dijumpai adanya aliran air permukaan. Hal ini menyebabkan sedikitnya sumber air minum bagi fauna khususnya pada saat musim kering. Oleh karena itu, dengan tujuan untuk mempercepat penyediaan fungsi habitat bagi fauna, PT. Semen Gresik Pabrik Rembang berinisiatif membuat kolam-kolam kecil yang berfungsi sebagai sumber air minum bagi fauna khususnya mamalia, reptil dan fauna burung. Kolam dimaksud dibuat dengan memanfaatkan semen reject dari proses produksi dan distribusi semen. Desain kolam dibuat sedemikian rupa sehingga tampak alami dan dapat menjadi atraktan kehadiran fauna. Pembuatan kolam FDD telah menunjukkan hasilnya untuk fungsi habitat bagi fauna, ditunjukkan melalui kehadiran spesies fauna yang sebelumnya tidak ada saat sebelum adanya kolam FDD. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah spesies, kelimpahan dan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) komunitas fauna pasca pembuatan kolam FDD.
Kebun Pohon Buah Langka: Kampanye Konservasi Tanaman Asli Indonesia di Desa Tambak Kalisogo, Jabon, Sidoarjo Muzaki, Farid Kamal; Cahyono, Eko; Prastitianti, Desy; Tawakkal, Refer Iqbal
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.813

Abstract

Sebagai suatu negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki beragam spesies tumbuhan termasuk tanaman buah. Sayangnya, pohon buah asli Indonesia saat ini justru kurang diminati dengan berbagai alasan seperti rasa yang kurang manis, ukuran yang lebih kecil dan sebagainya. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu upaya untuk memperkenalkan kembali keanekaragaman hayati pohon asli Indonesia, khususnya pohon penghasil buah. Upaya yang dimaksud salah satunya adalah dengan membuat atau membangun suatu kebun pohon buah langka di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan telah dilaksanakan pada Juli 2021 hingga Mei 2022; berupa penanaman dan perawatan 13 spesies tanaman penghasil buah asli Indonesia yang telah mulai langka. Dalam jangka waktu tersebut, bibit tanaman menunjukkan pertumbuhan yang bagus dan memiliki tingkat kesintasan tinggi (90%). Kegiatan diharapkan memberikan dampak positif berupa pendapatan ekonomi bagi pengelola juga telah menjadi media edukasi bagi siswa sekolah dasar untuk mengenali keanekaragaman spesies pohon buah khususnya spesies asli dan langka Indonesia. Masyarakat dan perangkat desa memiliki persepsi yang bagus terkait pelaksanaan program dan mengharapkan adanya keberlanjutan dari program yang telah terlaksana.
Soil Insect Diversity and Ecological Roles in Coffee (Coffea sp.) Agroforestry Systems of Purwodadi, Pasuruan Nadiyah, Fatma Aulia; Refer Iqbal Tawakkal
Journal of Coffee and Sustainability Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcs.2025.02.02.03

Abstract

This study aimed to analyze the diversity and ecological roles of soil insect communities in coffee (Coffea sp.) agroforestry systems in Purwodadi, Pasuruan, East Java. The research focused on identifying insect composition, abundance, and functional roles in supporting ecosystem processes. Sampling was conducted in September 2021 using pitfall traps arranged along transects within a one-hectare coffee agroforestry area characterized by diverse shade trees, including Swietenia mahagoni, Ficus benjamina, Mangifera indica, Ceiba pentandra, Leucaena leucocephala, Musa paradisiaca, Syzygium aromaticum, and Magnolia alba. Soil insects collected were identified to genus level, and ecological indices were calculated, including Shannon-Wiener diversity (H’), Simpson dominance (D), evenness (E), and Margalef richness (R). The results recorded 12 genera from 9 families comprising 204 individuals. Formicidae and Gryllidae were the most dominant families, with Brachyponera (73 individuals) and Gryllus (36 individuals) showing the highest abundance. Ecological indices revealed moderate diversity (H’ = 1.868), low dominance (D = 0.203), relatively high evenness (E = 0.752), and low species richness (R = 2.068). These findings highlight the crucial roles of soil insects as decomposers, herbivores, predators, and soil aerators, emphasizing their importance in sustaining nutrient cycles, regulating pest populations, and maintaining soil ecosystem stability in coffee agroforestry systems.