Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan Daya Kinesik Sebagai Keterampilan Guru dalam Pembelajaran Sumarta, I Wayan Ardi; Eko Rusminto, Nurlaksana; Pratama, Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpm-ip.vol.4i.2.1076

Abstract

This community service program aims to improve teachers' skills in applying kinesic power strategies in learning. The main objective of this activity is to help teachers understand the concept of kinesic power, increase their insight into the use of nonverbal communication in teaching, and train them in applying kinesic power strategies effectively in the classroom. With this training, it is hoped that teachers can utilize body movements, facial expressions, and gestures optimally to improve interaction with students and clarify the delivery of learning materials. This training will apply various techniques for using kinesic power, where all participants can learn directly through practical experience so that the planned objectives can be achieved optimally. The methods used in this training include lectures, questions and answers, discussions, demonstrations, and direct practice.
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI ERA KURIKULUM MERDEKA SMP I Wayan Ardi Sumarta; Siti Samhati; Mulyanto Widodo; Rahmat Prayogi; Siska Meirita; Sandika Ali; Andriansyah
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2134

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang berkaitan dengan minat baca siswa di era Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah ceramah , pemodelan, dan diskusi. Kegiatan dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan GLS melalui kegiatan perpustakaan sekolah, literasi rutin, dan pemanfaatan media digital dapat meningkatkan minat baca siswa. Siswa menjadi lebih antusias, terlibat aktif, dan memiliki kebiasaan membaca yang lebih baik. Penguatan GLS terbukti efektif dalam mendukung tujuan Kurikulum Merdeka dan membentuk budaya literasi di sekolah.   This community service program aims to increase the effectiveness of strengthening the School Literacy Movement (GLS) related to student reading interest in the Merdeka Curriculum era. The methods used were lectures, modeling, and discussions. Activities were conducted through observation, questionnaires, and documentation. The results of the community service program indicate that implementing GLS through school library activities, routine literacy activities, and the use of digital media can increase student reading interest. Students become more enthusiastic, actively involved, and develop better reading habits. Strengthening GLS has proven effective in supporting the goals of the Merdeka Curriculum and fostering a culture of literacy in schools.
INTEGRASI METODE PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DENGAN BANTUAN MEDIA LinkedIn SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT LAMARAN KERJA SISWA SMK I Wayan Ardi Sumarta; Muharsyam Dwi Anantama
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2026): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v3i1.2117

Abstract

Currently, many fresh graduates are still struggling to find employment.  The majority of applicants are only able to submit and deliver their application letters without receiving any interview calls. One of the factors that cause job applications to fail is the inability to attract recruiters' attention through effective personal selling and branding. These problems include the use of , disorganized application letter formats, and CVs that do not adequately represent the job seeker's personal branding. The problem faced by students is their inability to write effective job application letters. This study aims to describe one solution to improve job application letter writing skills using the Project-based learning method with the assistance of the LinkedIn application. This study will integrate the Project-based learning method with LinkedIn.   Saat ini masih banyak Fresh graduate yang kesulitan dalam mencari pekerjaan.  Mayoritas para pelamar hanya mampu memberikan dan mengantarkan surat lamaran tanpa mendapatkan panggilan wawancara. Salah satu faktor yang menyebabkan lamaran kerja tidak berhasil adalah kegagalan untuk menarik perhatian perekrut melalui personal selling dan branding yang efektif. Masalah-masalah ini termasuk penggunaan bahasa yang buruk, format surat lamaran yang tidak teratur, dan CV yang tidak cukup mewakili personal branding pencari kerja. Permasalahan yang terjadi pada siswa adalah ketidak mampuan dalam menyusun surat lamaran kerja yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan salah satu solusi untuk meningkatkan keterampilan menulis surat lamaran kerja dengan menggunakan metode pembelajaran Project-based learning dengan bantuan aplikasi Linkendln. Penelitian ini akan mengintegrasikan metode pembelajaran Project-based learning dengan Linkendln.
REPRESENTASI RENDAHNYA LITERASI DI INDONESIA: KAJIAN METAFUNGSI IDEASIONAL, INTERPERSONAL, DAN TEKSTUAL DALAM ARTIKEL BERITA DETIKEDU Oktaviana, Irma Bela; Sumarti, Sumarti; Widodo, Mulyanto; Sumarta, I Wayan Ardi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1452

Abstract

Isu literasi di Indonesia sering diberitakan di media massa dan masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan menggunakan informasi secara efektif. Media massa berperan menyampaikan isu ini kepada publik melalui teks berita dengan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional dengan menelaah metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual. Terlebih, penelitian ini berusaha memahami bagaimana bahasa mengonstruksi makna dalam wacana media, mengingat teks berita memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi berdasarkan klausa-klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideasional didominasi oleh proses material yang merepresentasikan tindakan nyata, didukung oleh proses relasional, mental, verbal, dan eksistensial. Pada interpersonal, seluruh klausa berbentuk deklaratif yang menunjukkan bahwa teks berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, dengan penggunaan modalitas yang mencerminkan tingkat kepastian dan sikap penulis. Sementara itu, tekstual menunjukkan pola temma-rema yang konsisten dengan dominasi topical theme berupa subjek, sehingga mendukung keteraturan teks. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dengan menunjukkan bagaimana metafungsi bekerja dalam membangun makna pada teks berita, serta dapat menjadi referensi dalam analisis wacana media. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah data yang hanya berfokus pada satu teks, sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data yang lebih beragam serta mengombinasikan dengan pendekatan lain seperti analisis wacana kritis agar hasil lebih mendalam.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA TAKARIR AKUN INSTAGRAM @PERPUSNAS.GO.ID Safitri, Dwi Rahma; Sumarti, Sumarti; Widodo, Mulyanto; Sumarta, I Wayan Ardi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1455

Abstract

Penggunaan bahasa pada media sosial institusi resmi perlu memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar karena media sosial menjadi sarana komunikasi publik yang bersifat informatif dan edukatif. Salah satu aspek kebahasaan yang penting dalam membangun keterpaduan kalimat adalah penggunaan konjungsi subordinatif. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaktepatan penggunaan konjungsi yang dapat memengaruhi kejelasan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan konjungsi subordinatif pada takarir akun Instagram @perpusnas.go.id. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa takarir yang mengandung konjungsi subordinatif dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penggunaan konjungsi subordinatif seperti untuk, yang, dan kalau telah digunakan dengan tepat sesuai kaidah bahasa Indonesia. Namun, ditemukan beberapa kesalahan, yaitu penggunaan konjungsi karena yang menyebabkan fragmen kalimat serta penggunaan konjungsi biar yang termasuk ragam bahasa informal dan kurang sesuai dalam konteks bahasa resmi. Kesalahan struktur klausa ditemukan pada tiga data, sedangkan ketidaktepatan ragam bahasa ditemukan pada dua data. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan konjungsi subordinatif dalam media sosial institusi sudah cukup baik, tetapi masih perlu perbaikan dalam hal kelengkapan struktur kalimat dan pemilihan ragam bahasa baku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia serta evaluasi penggunaan bahasa pada media sosial resmi.
ETIKA BERBAHASA MAHASISWA PBSI FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG I Wayan Ardi Sumarta; Rena Febriyana; Siti Mahmudah
Jotika Journal in Education Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan santun, terutama di lingkungan akademik. Meningkatnya penggunaan media komunikasi digital turut memengaruhi cara mahasiswa menggunakan bahasa sehingga penerapan etika berbahasa menjadi hal yang perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etika berbahasa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Lampung dalam komunikasi melalui grup WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi terhadap tuturan mahasiswa dalam grup WhatsApp, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 74 data etika berbahasa yang terdiri atas 20 data hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur, 11 data status sosial, 27 data situasi dan konteks komunikasi, serta 16 data latar belakang budaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menerapkan etika berbahasa dengan mempertimbangkan hubungan sosial, status sosial, situasi komunikasi, dan latar belakang budaya dalam interaksi digital.