Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : PHARMACON

STUDI IN SILICO SENYAWA EUGENOL CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP RESEPTOR ER-α, ER-β DAN HER-2 PADA KANKER PAYUDARA Mohtar, Khumairah; Fatimawali, Fatimawali; Rumondor, Erladys M.; Datu, Olvie S.; Tallei, Trina E.
PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.35603

Abstract

ABSTRACTBreast cancer is a malignant tumor that can attack the breast tissue which consists of the mammary glands, mammary gland ducts, and the supporting tissues of the breast. Breast cancer develops from normal cells that undergo proliferative changes. Breast cancer is a type of cancer with the greatest prevalence in women in Indonesia. Estrogen receptor alpha (ER-α), estrogen beta (ER-β) and human epidermal growth factor receptor 2 (HER-2) induced by the hormone estrogen will activate genes that play a role in the growth of breast cancer cells. This study aims to determine the potential results of the interaction of the molecular bonding of clove eugenol compounds to the receptor target in breast cancer. The method used is molecular docking using Autodock Vina software. The results showed that eugenol compounds can interact with ER-α, ER-β, and HER-2 and have the potential as breast anticancer with the best binding affinity based on the observed RMSD value. Keywords: ER-α, ER-β, HER-2, Eugenol, docking  ABSTRAKKanker payudara adalah tumor ganas yang dapat menyerang jaringan payudara yang terdiri dari kelenjar susu, saluran kelenjar susu, dan jaringan penunjang payudara. Kanker payudara berkembang dari sel normal yang mengalami perubahan proliferatif. Kanker payudara adalah jenis kanker dengan prevelensi terbesar pada wanita di Indonesia. Reseptor estrogen alfa (ER-α), estrogen beta (ER-β) dan reseptor faktor pertumbuhan manusia-2 (HER-2) yang diinduksi oleh hormon estrogen akan mengaktifkan gen-gen yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil interaksi penambatan molekuler senyawa eugenol cengkeh terhadap target reseptor pada kanker payudara. Metode yang digunakan yaitu penambatan molekuler docking menggunakan perangkat lunak Autodock Vina. Hasil penelitian menunjukan bahwa senyawa eugenol dapat berinteraksi dengan ER-α, ER-β, dan HER-2 dan berpotensi sebagai antikanker payudara dengan binding affinity terbaik didasarkan pada nilai RMSD yang dilihat. Kata kunci: ER-α, ER-β, HER-2, Eugenol, docking
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI SPONS (MYCALE VANSOESTI) YANG DIPEROLEH DARI PULAU MANADO TUA Ira Handayani Puspita Prins; Adithya Yudistira; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan dalam mencegah dampak negatif radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu biota laut yang berpotensi memiliki senyawa bioaktif seperti antioksidan adalah Spons Mycale vansoesti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi dari spons Mycale vansoesti yang diperoleh dari Pulau Manado Tua. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan metode penghambatan radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) terhadap ekstrak dan fraksi pada konsentrasi 100 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi kloroform, dan fraksi metanol memiliki aktivitas antioksidan dengan persen inhibisi yang masing-masing diperoleh adalah 62.31 %, 62.40 %, 49.42 %, dan 56.51 %. Kesimpulan yang didapat yaitu ekstrak dan fraksi spons Mycale vansoesti terbukti memiliki aktivitas antioksidan dengan persen inhibisi tertinggi terdapat pada fraksi n-heksana sebesar 62.40 % dengan konsentrasi 100 ppm. 
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI Callyspongia aerizusa YANG DIPEROLEH DARI PULAU MANADO TUA Melisa Oktafiani Makalunsenge; Adithya Yudistira; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak dan fraksi Callyspongia aerizusa yang diperoleh dari pulau Manado Tua. Sampel Callyspongia aerizusa diekstraksi dengan etanol sebagai pelarut dan difraksinasi dengan menggunakan tiga pelarut yaitu methanol, n-heksan, dan kloroform. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazil) dan diukur menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi Callyspongia aerizusa memiliki aktivitas antioksidan pada konsentrasi ekstrak etanol 100 ppm dengan nilai rata-rata 64,8%, konsentrasi fraksi n-heksan 100 ppm dengan nilai rata-rata 66,8%, konsentrasi kloroform 100 ppm dengan nilai rata-rata 60,4%, dan konsentrasi fraksi methanol 100 ppm dengan nilai rata-rata 67,3%. Kadar antioksidan tertinggi terdapat pada fraksi methanol yaitu mencapai 67,3%.
THE POTENCY OF Mycale vansoesti SPONGE EXTRACT AND FRACTIONS FROM MANADO TUA ISLAND WATERS AGAINST THE GROWTH OF Staphylococcus aureus AND Escherichia coli Komang Ayu May Widyani; Defny Wewengkang; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sponges are one of the coral reefs components that have the potential to produce secondary metabolites with antibacterial, antifungal, and anticancer properties that have not been widely used. This study aims to determine the antibacterial activity of the extract and fractions of Mycale vansoesti sponge obtained from Manado Tua Island waters against the growth of Staphylococcus aureus as Gram-positive representatives and Escherichia coli bacteria as Gram-negative representatives. Samples were extracted using the maceration method with 95% ethanol solvent and fractionated with the liquid-liquid method using 3 types of solvents with different polarities, namely n-hexane, chloroform, and methanol. Antibacterial activity test using the Kirby-Bauer disc diffusion method. The test results showed that ethanol extract, n-hexane fraction, chloroform fraction and methanol fraction from Mycale vansoesti sponge sample obtained from Manado Tua Island waters have antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli with moderate bacterial inhibitory power.
POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Liosina paradoxa YANG DIKOLEKSI DARI PERAIRAN PULAU MANADO TUA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli. Brian G. A. Adilan; Defny Wewengkang; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spons atau porifera bisa untuk digunakan sebagai uji antibakteri dikarenakan spons memiliki senyawa metabolit yang ada didalamnya serta dapat menghambat bakteri pathogen yang datang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi spons Liosina paradoxa yang diperoleh dari Perairan Pulau Manado Tua terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% dan metode fraksinasi. Pengujian aktivitas antibakteri yang dilakukan menggunakan metode difusi agar. Hasil yang didapat dari uji aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli memiliki daya hambat bakteri disemua fraksi pada fraksi methanol 8,81mm, fraksi n-Heksan 8,55mm, fraksi kloroform 8,34mm, dan fraki methanol 7,81mm semua fraksi dalam kategori daya hambat sedang, hasil yang sama dengan bakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat kuat pada fraksi n-Heksan dengan daya hambat 10,39mm, dan fraksi methanol 10,23mm, dan daya hambat sedang pada fraksi kloroform 9,69mm dan ekstrak etanol 9,23mm. Ekstrak dan fraksi dari Spons Liosina paradoxa memiliki aktivitas pada bakteri Escherichia coli dan bakteri Staphylococcus aureus.
A SPONGE (Stylissa sp.) ANTIOXIDANT TEST COLLECTED FROM MANADO BAY: UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN (Stylissa sp.) YANG DIPEROLEH DARI TELUK MANADO Billy Arthur Porajow; Adithya Yudistira; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.38357

Abstract

The Stylissa sp. were under the sea, and these sponge contains active compound, wich are more active than the compounds produced by teresterial plants. The purpose of this study was intended to test the antioxidant activity of the stylissa sp. Sample of the stylissa sp sponge was from the territorial of manado bay. This research an experimental laboratory by testing the ethanol extract of Stylissa sp sponge using DPPH method (1.1-diphenil-2- pikrhydrazil) to analyze antioxidant activity using spectrophotometri uv-vis with variations in concentrations 2, 4, 6, 8, and 10mg/ L. Was extracted Stylissa sp, sponge by maceration using ethanol 95% as a solvent. The value results of % inhibisi (2mg/ L); 86.50% (4mg/ L); 90.5% (6mg/L); 90.53% (8mg/ L) and 90,83% (10mg/L). The highest antioxidant activity at 10mg/L concentration with mean precentage 90.83% inhibisi. The result for this study indicate that the extract from ethanol Stylissa sp sponge has highest antioxidant activity. Keywords: Antioxidant, DPPH, Stylissa sp., bay of Manado
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL SPONS Theonella swinhoei TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococus aureus Kevin R. Mengko; Defny S. Wewengkang; Erladys M. Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.39124

Abstract

ABSTRACTSponges are one of the components that compose coral reef which have a potential bioactive substance that has not been utilized. This test attempts to to know the antibacterial compound activity of sponges Theonella swinhoei extracts against the bacterial growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Maceration method is used for this extraction using 95% ethanol as solvent. The antibacterial activity is tested using the disk diffusion agar method kirby-bauer. The results against Staphylococcus aureus is 12,99 mm, 12,98 mm and 12,28 mm. Escherichia coli is 11,83 mm, 11,79 mm and 11,53 mm. The results showed that the extract is effective in inhibiting the bacterias and categorized strong against both bacterias. Keywords: Theonella swinhoei, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Extraction, Antibacterial ABSTRAKSpons merupakan satu biota laut penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak spons Theonellala swinhoei terhadap pertumbuhan bakteri Eschercia coli dan Staphylococus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode disc diffusion kirby-bauer. Hasil yang didapat dari pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccous aureus adalah 12,99 mm, 12,98 mm dan 12,28 mm dan Escherichia coli adalah sebesar 11,83 mm, 11,79 mm dan 11,53 mm.  Hasil uji menunjukan bahwa ekstrak tergolong kuat dalam aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji. Kata Kunci: Theonella swinhoei, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Ekstraksi, Antibakteri
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DARI ORGANISME LAUT Stylissa carteriTERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphyloccus aureus DAN Escherichia coli Viska Fadila Tompunu; Defny S. Wewengkang; Erladys M. Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.39135

Abstract

ABSTRACTSponges are multicellular metazoan animals belonging to the phylum Porifera. Sponges have antibacterial, anticancer and anti-parasitic activity. The purpose of this study was to determine whether Stylissa carteri sponge obtained from the waters of Manado Bay have the potential of antibacterial activity against Staphyloccous aureus and Escherichia coli bacteria. The extraction method used is maceration using 95% ethanol as solvent and the fractionation method used is liquid-liquid fractionation. Testing of antibacterial activity using disk diffusion agar method (kirby-bauer). The results obtained from the antibacterial activity test against Staphylococcus aureus bacteria, the methanol fraction obtained an average yield of 10.21 mm, and the n-hexane fraction obtained an average yield of 6.93 mm. Against Escherichia coli bacteria, the methanol fraction obtained an average yield of 7.96 mm and the n-hexane fraction averaged 8.62 mm, while the ethanol extract and chloroform fraction did not shown antibacterial activity against the two test bacteria. The methanol fraction had strong inhibition against Staphylococcus aureus and moderate inhibition against Escherichia coli, while the n-hexane fraction had moderate inhibition against the two test bacteria.                                                                                               Keywords: Stylissa carteri, antibacterial, Staphylococcous aureus, Escherichia coli.  ABSTRAKSpons merupakan hewan metazoa multiseluler yang tergolong dalam filum porifera. Spons  memiliki aktivitas antibakteri, anti kanker dan anti parasit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah spons Stylissa carteri yang diperoleh dari perairan Teluk Manado memiliki potensi aktivitasi antibakteri terhadap bakteri Staphyloccous aureus dan Escherichia coli. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 95% dan metode fraksinasi yang digunakan yaitu fraksinasi cair-cair. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar (disc diffusion kirby). Hasil yang didapat dari pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphyloccous aureus, fraksi metanol mendapatkan hasil rata-rata 10,21 mm, dan pada fraksi n-hexan hasil rata-rata 6,93 mm. Pada bakteri Escherichia coli, fraksi metanol mendapatkan hasil rata-rata 7,96 mm dan pada fraksi n-hexan hasil rata-rata 8,62 mm, sedangkan ekstrak etanol dan fraksi kloroform tidak memiliki aktivitas antibakteri pada kedua bakteri uji. Fraksi metanol memiliki daya hambat kuat terhadap bakteri Staphyloccous aureus dan daya hambat sedang pada bakteri Escherichia coli, sementara fraksi n hexan memiliki daya hambat sedang terhadap kedua bakteri uji. KataKunci:Stylissa carteri, antibakteri, Staphylococcous aureus, Escherichia coli 
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine americana) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Grafland Langkay; Herny Simbala; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41724

Abstract

ABSTRAKBawang Hutan (Eleutherine americana) digunakan oleh masyarakat setempat terutama bagian umbinya untuk mengobati penyakit kanker. Pinang Yaki (Areca vestiaria) digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional, biasanya untuk menyembuhkan penyakit seperti diare dan diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran makroskopis kombinasi ekstrak bawang hutan (E. americana) dan pinang yaki (A. vestiaria) terhadap organ hati dan perubahan berat badan yang terjadi pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih berjumlah 15 ekor, ekstrasi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70%, perlakuan dilakukan selama 14 hari, kemudian dilakukan pembedahan.Gambaran makroskopis dari organ hati tikus putih berwarna merah kecoklatan, pada berat badan ditimbang sebelum dan sesudah perlakuan.Peneltian menunjukan bahwa dengan pemberian kombinasi ekstrak bawang hutan dan pinang yaki tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap gambaran makroskopis organ hati dan mengalami penurunan berat badan pada tikus putih.Kata Kunci: Bawang Hutan (Eleutherine americana), Pinang Yaki (Areca vestiaria), makroskopis hati, tikus putih (Rattus norvegicus)ABSTRACTForest Onion (Eleutherine americana) is used by local people especially the tuber to treat cancer. Crownshaft Palm Nut (Areca vestiaria) is used by the community as an ingredient in traditional medicine, usually to cure diseases such as diarrhea and diabetes. The purpose of this study was to determine the macroscopic description of the combination of extract of onion forest (E. americana) and Crownshaft Palm Nut (A. vestiaria) on the liver and change in body weight that occurred in male white rats wistar strain (Rattus norvegicus). This research was conducted using 15 white rats, extraction was carried out by maceration using 70% ethanol, treatment was carried out for 14 days, then surgery. Macroscopic Image of the liver of white rats brownish red, the body weight was weighed before and after treatment. Research shows that the combination of forest onion and crownshaft palm nut extracts did not give a significant change to the macroscopic appearance of the liver and decreased body weight in white rats.Keyword: Forest Onion (Eleutherine americana), Crownshaft Palm Nut (Areca vestiaria), macroscopic liver, white rat (Rattus norvegicus)
PENENTUAN SKRINING FITOKIMIA, PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK UMBI BAWANG HUTAN (Eleutherine americana Merr) Yulien C. Sambode; Herny Simbala; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41726

Abstract

ABSTRAKBawang Hutan (Eleutherine americana Merr) digunakan oleh masyarakat sangihe sebagai obat untuk mengobati kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skrining fitokimia, parameter spesifik dan non spesifik ekstrak umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr) yang mencakup penetapan parameter spesifik (uji identifikasi ekstrak, uji organoleptik dan senyawa yang larut dalam alkohol), parameter non spesifik (Susut pengeringan, Kadar air dan kadar abu). Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Awalnya sampel umbi bawang hutan diekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 95% kemudian dievaporasi hingga didapatkan ekstrak kental. Hasil ekstrak umbi bawang hutan menghasilkan kandungan kimia flavonoid, alkaloid, glikosida, saponin, tanin, dan triterpenoid, ekstrak etanol umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr) berbentuk kental, berwarna merah pekat, bau seperti gula aren, kadar senyawa larut etanol 40,7%, Penetapan susut pengeringan 0,79%, kadar air yang diperoleh 0,616%, kadar abu yang diperoleh 0,684%. Kata kunci: Umbi bawang hutan, skrining fitokimia, parameter spesifik dan non spesifik.  ABSTRACTForest onion (Eleutherine americana Merr) used by society of sangihe as a medicine for cancer. This research aimed to determined phytochemical screening, determination of specific and non-specific parameters forest onion extract that encompass determination of specific parameter (extract identificafion test, organoleptic test and compound that dissolve in alcohol test), non-specific parameters (drying shrinkage, concentration of water and ash content). This research methods is experimental laboratorium. Initially, the sample of forest onion bulbs was extracted by maceration with 95% ethanol solvent and then evaporated to obtain a thick extract. The results of the extract of forest onion bulbs produce chemical content of flavonoids, alkaloids, glycosides, saponins, tannins, and triterpenoids, ethanol extract of forest onion bulbs (Eleutherine americana Merr) is thick, dark red in color, smells like palm sugar, the content of ethanol soluble compounds is 40.7%, the determination of drying shrinkage is 0.79%, the water content obtained is 0.616%, and the ash content obtained is 0.684%. Keywords: Forest onion, phytochemical screening, specific and non-specific parameters