Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENAMBAHAN TEPUNG Spirulina fusiformis PADA PAKAN MENINGKATKAN KUALITAS WARNA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus L.) Desak Made Malini; Elsa Dwi Fauzany; Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 20, No 1 (2022): BIOTIKA JUNI 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v20i1.39097

Abstract

Ikan mas koki (Carasiuss auratus L.) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak dipelihara karena memiliki bentuk dan warna yang sangat menarik. Peningkatan kecerahan warna pada ikan mas koki dapat dilakukan dengan cara menambahkan karotenoid ke dalam pakan. Salah satu sumber senyawa karotenoid adalah mikroalga Spirulina fusiformis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung S. fusiformis pada pakan dalam meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah pemberian tepung S. fusiformis dengan konsentrasi 0, 1, 3, dan 5%. Tingkat kecerahan warna diamati dengan menggunakan Toca Color Finder (TCF).  Data yang diperoleh dianalisis ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kecerahan warna pada ikan mas koki yang diberi tepung S. fusiformis. Peningkatan kecerahan warna ikan mas koki yang paling tinggi tampak pada perlakuan P2 (S. fusiformis 3%) dan berbeda secara signifikan dengan perlakuan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan 3% tepung S. fusiformis pada pakan dapat meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki (C. auratus L.) secara optimal.
Preferensi dan Variasi Pakan Echinodermata (Ophiocoma dentata dan Holothuria atra) terhadap Lamun dan Makroalga Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi; Vessa Ramadhani; Kartiawati Alipin
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 20, No 2 (2022): BIOTIKA DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v20i2.44974

Abstract

Echinodermata memiliki peran penting dalam ekosistem pesisir, khususnya ekosistem padang lamun karena membantu proses penguraian serasah pada kolom sedimen. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan preferensi dan variasi pakan dari Echinodermata terhadap lamun dan makroalga, dengan menggunakan hewan uji dari spesies Ophiocoma dentata dan Holothuria atra. Bahan pakan yang disediakan adalah lamun (Thalassia hemprichii) dan makroalga (Padina australis, Sargassum sp., dan Ulva lactuca). Studi ini bersifat eksperimental berdurasi 72 jam, yang dilakukan pada suhu ruang dengan siklus pencahayaan alami. Pengamatan berat basah pakan sebelum dan sesudah eksperimen dilakukan dengan menimbang berat awal dan akhir pakan yang diberikan kepada hewan uji. Analisis isi perut dilakukan untuk melihat variasi pakan hewan uji dengan melakukan pembedahan organ pencernaan hewan uji. Nilai SDR menunjukkan bahwa pakan yang dominan dimakan oleh O. dentata dan H. atra adalah lamun (T. hemprichii). Studi mengenai preferensi dan variasi pakan memberikan informasi penting dalam menjaga siklus makan-memakan di ekosistem padang lamun sebagai salah satu upaya konservasi.
Bioremediation using microbial fuel cell for polluted marine sediment Pribadi, Tri Dewi Kusumaningrum; Rosada, Keukeu Kaniawati; Ihsan, Yudi Nurul; Rossiana, Nia
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v11i2.38765

Abstract

.
The Abundance and Diversity of Plankton in Cidurian River Ecosystem, Bandung, West Java Yuliyana, Adika; Pribadi, Tri Dewi Kusumaningrum
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/biov.11.1.2025.443

Abstract

River pollution is a special concern in environmental studies due to human waste disposal, while the rivers are still the main source for anthropogenic activities of the community. Population growth in Bandung City (2.26% annually) has intensified these activities, contributing to water pollution in the Cidurian River, a vital 24.86 km waterway in West Java. Improper waste management and agricultural runoff have further degraded water quality, affecting aquatic life, including plankton. This study was conducted to analyze the abundance and diversity of plankton as aquatic bioindicators in the Cidurian River. Sampling was conducted at four stations consisting of nine plots selected based on purposive sampling method with three repetitions. The results revealed 26 species of phytoplankton and 11 species of zooplankton. The highest abundance of phytoplankton and zooplankton was found at station 1, with values of 130 cells/L and 56 individuals/L respectively. Chlorophyceae was the most frequently observed class at all stations. Ecological analysis using the Shannon-Wiener Diversity Index showed the highest values at station 1, with phytoplankton H’=2.21 and zooplankton H’=0.79, while the lowest species dominance was observed at stations 3 and 4. Environmental parameters indicated variations among stations. Based on the data, the water quality of the Cidurian
ESTIMASI PRODUKTIVITAS PRIMER FITOPLANKTON DI KAWASAN HUTAN MANGROVE BATUKARAS PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT Nurdiana, Ramdan; Kusumaningrum Pribadi, Tri Dewi; Ihsan, Yudi Nurul
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.11

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sosial, ekonomi, dan ekologi bagi lingkungan sekitar. Layanan ekosistem mangrove melalui pendekatan produktivitas perairan menjadi salah satu indikator untuk melihat fungsi habitat dan ekologinya. Kajian eksplorasi ini bertujuan untuk menentukan tingkat produktivitas perairan dan korelasinya dengan faktor-faktor lingkungan. Pengukuran produktivitas perairan yang diukur secara musiman dilakukan selama satu tahun. Sampel air diperoleh dari 3 titik sampling yang terbagi menjadi tiga zona (perairan tawar, mangrove, estuari) dengan masing – masing 3 kali pengulangan. Pengukuran produktivitas primerd dilakukan dengan metode oksigen gelap terang. Secara kontras dapat diketahui ahwa nilai produktivitas perairan tertinggi terdapat pada daerah estuari di kedua musim (> 1000 mgC.m-3). Walaupun tidak terdapat korelasi yang signifikan antara produktvitas primer dengan parameter lingkungan, perubahan yang terjadi antara musim memberikan informasi terhadap pengaruh masing-masing parameter.
Kebiasaan Makan dan Analisis Isi Lambung (Gut Content Analysis) Ikan Tangkapan di Talaga Jati Taruna, Jatinangor Angellica, Angellica; Pribadi, Tri Dewi Kusumaningrum
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15680

Abstract

This study aims to examine the feeding habits and analyze the stomach contents of the fish caught in the waters of Talaga Jati Taruna. This study was conducted in an exploratory approach by obtaining fish samples from the fishers, followed by morphometric analysis and identification of natural food types in the digestive tract. The results showed that Nile tilapia (Oreochromis niloticus) had a positive allometric growth pattern with a regression coefficient (b) of 3.15 and a determination value of 0.99, indicating that body weight gain was faster than length gain. The relative gut length (RLG) analysis showed that both species are classified as herbivores, with RLG values greater than 3. Diet composition showed that phytoplankton dominated the stomach contents of both species, with the Cyanobacteriia dominating the Nile tilapia diet (IP% = 73.3%) and the Dinophyceae dominant in Mozambique tilapia (IP% = 70.56%). Abiotic parameters were still within optimal ranges to support aquatic life. These findings emphasize the importance of phytoplankton and zooplankton availability as natural food sources in supporting the growth and ecological balance of the Talaga Jati Taruna aquatic ecosystem.
Struktur Komunitas Fitoplankton pada Berbagai Kedalaman di Pantai Timur Pananjung Pangandaran Rosada, Keukeu Kaniawati; ., Sunardi; Pribadi, Tri Dewi Kusumaningrum; Putri, Selviani Asmara
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1290

Abstract

Struktur komunitas fitoplankton pada suatu ekosistem perairan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Studi mengenai struktur komunitas fitoplankton di Pantai Timur Pananjung Pangandaran pada berbagai kedalaman yang dihubungan dengan faktor fisikokimia lingkungan telah dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Sampel fitoplankton dan air diambil selama tiga hari berturut-turut pada empat kedalaman yang berbeda dengan interval kedalaman masing-masing tiga meter. Faktor fisikokimia yang dianalisis ialah temperatur, pH, transparansi, salinitas, konduktivitas, DO, BOD, CO2 dan HCO3-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Pantai Timur Pananjung Pangandaran ditemukan 15 jenis fitoplankton dari lima kelas yaitu Coleophyceae, Dinophyceae, Oligotrichea, Coscinodiscophyceae, dan Bacillariophyceae. Jenis fitoplankton yang mendominasi bagian permukaan ialah Navicula sp. dari kelas Dinophyceae sedangkan pada kedalaman 3, 6, dan 9 meter didominasi oleh jenis fitoplankton yang sama yaitu Coscinodiscus sp. dari kelas Coscinodiscophyceae. Secara umum, kelimpahan jenis fitoplankton tertinggi ialah pada kedalaman tiga meter yang didukung oleh kondisi lingkungan yang optimal disertai penetrasi cahaya matahari yang cukup. Berdasarkan analisis PCA, kedalaman tersebut dikarakterisasi terutama oleh Coscinodiscus sp. dan DO. Selanjutnya, berdasarkan indeks diversitas Shannon-Wiener Pantai Timur Pananjung Pangandaran termasuk ke dalam perairan tercemar ringan.       
Asosiasi Makroalga dengan Gastropoda pada Zona Intertidal Pantai Pananjung Pangandaran Pribadi, Tri Dewi Kusumaningrum; Nurdiana, Ramdan; Rosada, Keukeu Kaniawati
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1573

Abstract

Interaksi yang terjadi antar organisme dengan lingkungannya merupakan proses yang kompleks, karena setiap komponen lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berhubungan dan saling memengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Keberadaan maupun ketiadaan suatu populasi dalam komunitas tertentu dapat memberikan gambaran tentang kondisi komunitas tersebut. Untuk mengetahui pola interaksi pada komunitas padang lamun di zona intertidal Pantai Pananjung Pangandaran, dilakukan penelitian tentang asosiasi antara populasi makroalga dan gastropoda. Pengukuran indeks ekologis diperoleh melalui observasi kuantitatif populasi makroalga dan gastropoda pada transek garis sepanjang 200 m sejajar garis pantai dengan plot kuadrat, di dua lokasi studi yang memiliki karakteristik biofisik yang berbeda, yaitu Pantai Pasir Putih dan Pantai Batu Nunggul. Hasil menunjukan bahwa di lokasi studi Pantai Pasir Putih terdapat 12 spesies makroalga dan 7 spesies gastropoda. Di lokasi studi Pantai Batu Nunggul terdapat 11 spesies makroalga dan 8 spesies gastropoda. Tutupan Makroalga tertinggi terdapat di kawasan Pantai Batu Nunggul dengan jenis Gracilaria coronopifolia sebesar 57,5%. Kepadatan Gastropoda tertinggi terdapat di lokasi studi Pantai Batu Nunggul, yaitu Cypraea annulus. Asosiasi antara makroalga dengan gastropoda di kedua lokasi studi menunjukkan asosiasi positif namun tidak terjadi ketergantungan antara kedua populasi tersebut.