Enny Fachriyah
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktivitas Senyawa Triterpenoid Rimpang Bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) sebagai Antibakteri Afrezza Lukman Rosyid; Enny Fachriyah; Dewi Kusrini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.867 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.1.1-6

Abstract

Penelitian mengenai isolasi, identifikasi dan uji aktivitas senyawa triterpenoid rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb) sebagai antibakteri telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa golongan triterpenoid dari rimpang bengle serta mengetahui aktivitasnya terhadap bakteri E.coli dan S.aureus. Tahapan penelitian ini meliputi ekstraksi menggunakan etanol 96% dan kemudian dipartisi dengan n-heksana. Ekstrak n-heksana yang telah dipekatkan kemudian dilakukan kromatografi kolom. Identifikasi fraksi kolom yang positif mengandung triterpenoid dilakukan dengan menggunakan pereaksi Liebermann-Burchard. Fraksi positif triterpenoid selanjutnya dipisahkan melalui metode kromatografi preparatif. Isolat yang didapat selanjutnya diuji kemurnian menggunakan metode KLT berbagai eluen dan KLT dua dimensi. Isolat juga dianalisis menggunakan FT-IR dan KG-SM. Hasil analisis FT-IR menunjukkan isolat memiliki vibrasi pada bilangan gelombang 2924 cm-1 yang merupakan vibrasi ulur C-H asimetri, 2862 cm-1 vibrasi ulur C-H simetri, 1720 cm-1 vibrasi ulur C=O, 1465 cm-1 vibrasi tekuk C-H dari CH2, 1395 cm-1 adalah vibrasi gugus gem-dimetil. Hasil analisis KG-SM menunjukkan isolat memiliki waktu retensi 24,5 menit, bobot molekul 426, dengan puncak dasar m/z 69. Berdasarkan database isolat merupakan senyawa friedelen-3-o.
Identifikasi Senyawa Sitotoksik dalam Ekstrak Kloroform Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Menggunakan GC-MS Ayu Ni’mah Azifa; Dewi Kusrini; Enny Fachriyah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 1 (2014): Volume 17 Issue 1 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.588 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.1.23-26

Abstract

Identifikasi senyawa sitotoksik dari ekstrak kloroform daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) menggunakan GC-MS telah dilakukan. Identifikasi ini dilakukan menggunakan metode GC-MS dan uji aktivitas menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Dari uji aktivitas, diperoleh bahwa fraksi B hasil kolom ekstrak kloroform merupakan fraksi yang sangat sitotoksik dengan harga LC50 = 7,862 ppm. Pada identifikasi fraksi B, diperoleh 29 senyawa dan ada 5 senyawa yang teridentifikasi dengan kelimpahan tertinggi yaitu dibutil ftalat dengan waktu retensi 22,265 menit dan luas area 7,71%, asam palmitat dengan waktu retensi 22,626 menit dan luas area 8,49%, 8,11,14-asam eikosatrieonat dengan waktu retensi 24,4 menit dan luas area 6,95, dioktil adipat dengan waktu retensi 26,517 menit dan luas area 7,90%, serta dioktil ftalat dengan waktu retensi 28,983 menit dan luas area 10,61%.
Isolasi, Identifikasi dan Uji Sitotoksik Senyawa Steroid dari Daun Binahong (Anredera Cordifilia (Ten.) Stennis) Yuliana Manik; Enny Fachriyah; Dewi Kusrini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.057 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.1.23-26

Abstract

Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) adalah tanaman obat potensial yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit dan berguna sebagai antibakteri, antioksidan dan antiseptik. Steroid diketahui bermanfaat sebagai antibakteri. Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi, identifikasi dan uji sitotoksik terhadap ekstrak n-heksana. Analisis isolat yang berupa kristal putih dengan titik leleh sebesar 154,9-155,3oC dilakukan menggunakan spektrofotometer FT-IR dan LC-MS. Hasil analisis FT-IR menunjukkan isolat memiliki gugus –OH, -C-O, C=C, –CH3 dan –CH2. Sedangkan hasil LC-MS menunjukkan bahwa isolat memiliki berat molekul 351 g/mol. Berat molekul ini diduga dimiliki oleh senyawa stigmasterol (steroid alkohol) yang telah mengalami pemutusan ikatan pada rantai cabang. Hasil uji sitotoksik dengan metode BSLT menunjukkan bahwa hanya fraksi A bersifat toksik dengan harga LC50 sebesar 9,931 ppm sedangkan ekstrak n-heksana, fraksi B, C, dan D tidak bersifat toksik dengan harga LC50 berturut-turut 463,877 ppm, 1664,039 ppm, 1341,507 ppm dan 172,213 ppm.
Isolation of Alkaloid Compounds from Ethanol Extract of Rimpang Galang Merah (Alpinia purpurata (Vielli) K. Schum) and nanoparticle production from its Alkaloid Extract. Comparative Study of Antibacterial Properties on Staphylococcus aureus and Eschericia Vatara Artanta Silalahi; Enny Fachriyah; Pratama Jujur Wibawa
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 21, No 1 (2018): Volume 21 Issue 1 Year 2018
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.952 KB) | DOI: 10.14710/jksa.21.1.1-7

Abstract

Isolation of alkaloid compounds from ethanol extract of red galangal rhizomes to compare their antibacterial properties with extracts formed into nanoparticles has been performed. The isolation of the alkaloid compounds was performed successively by salting using (i) hydrochloric acid (HCl) to pH 3 (when in ethanol) and using (ii) ammonium hydroxide (NH4OH) to pH 10 (when in chloroform). The alkaloid concentrated extract was obtained after chloroform was evaporated using a rotary evaporator. This alkaloid extract was then carried out by TLC silica gel GF254 using chloroform eluent: ethyl acetate (9: 2) to obtain a specific alkaloid type as a single/pure compound. Test of alkaloid purity successfully isolated by one-dimensional or two-dimensional TLC using various types of eluents with varying degrees of polarity, ie acetone, chloroform, ethyl acetate, ethanol and chloroform: ethyl acetate mixture (9: 2). Isolates of pure alkaloids were analyzed using UV-Vis spectrophotometers), FTIR and (LC-MS). The obtained alkaloid isolates were isokuinolin group with UV-visible absorption characteristics at maximum wavelength (λmaks) of 212 nm, 227 nm and 261 nm. The alkaloid isolate also showed the presence of functional groups -OH, -C-H, C = O, C = C, C = N, C-N, and C-O with molecular weight of 262.90 g/mol. The production of ethanol extract nanoparticles containing alkaloid-containing red galangal (EEAlkNPs) was performed using a top-down approach using ultrason (40 kHz, 2x50 watt) for 10 minutes. The EEAlkNPs size was determined by the dynamic light scattering method (DLS) using the Particles size analyzer (PSA) tool and obtained an average particle size of 220.2 nm. The antibacterial properties of EEAlkNPs were tested by disc diffusion method for the culture of S.aureus and E.coli bacteria. It is known that the antibacterial properties of EEAlkNPs are relatively larger than the original ethanol extract at the same concentration, ie, 2000 parts per million (bpj) or g / L.
Isolasi, Identifikasi Senyawa Steroid dari Daun Getih-Getihan (Rivina humilis L.) dan Uji Aktivitas sebagai Antibakteri Wihda Wihdatul Hidayah; Dewi Kusrini; Enny Fachriyah
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.897 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.1.32-37

Abstract

Isolasi dan identifikasi senyawa steroid dari daun getih-getihan (Rivina humilis L.) dan uji aktivitasnya sebagai antibakteri telah dilakukan. Isolasi dilakukan dengan maserasi dari 2,708 kg serbuk kering dari daun getih-getihan menggunakan pelarut etanol, kemudian dipartisi dengan pelarut n-heksana yang menghasilkan ekstrak n-heksana sebanyak 2,4 gram. Uji fitokimia menggunakan pereaksi Liebermann-Burchard menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana positif mengandung steroid. Pemisahan ekstrak n-heksana dengan kromatografi kolom menghasilkan 5 fraksi besar (A, B, C, D, E) dan fraksi B yang positif steroid menghasilkan isolat sebanyak 0,3 mg. Isolat steroid diuji kemurnian dengan metode KLT dengan berbagai pelarut. Dari KLT dua dimensi, didapatkan satu noda dan diduga isolat telah murni. Isolat steroid dianalisis menggunakan spektroskopi GC-MS, namum belum dapat ditentukan strukturnya. Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak n-heksana terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menunjukkan penghambatan pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 1000 ppm.
Isolasi, Identifikasi dan Uji Toksisitas Senyawa Steroid dalam Ekstrak Kloroform Daun Ketapang (Terminalia catappa Linn) Candra Dewa Pramana Putra; Enny Fachriyah; Dewi Kusrini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.598 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.1.4-7

Abstract

Telah dilakukan isolasi, identifikasi dan uji toksisitas steroid dari ekstrak kloroform daun ketapang (Terminalia catappa Linn.). Steroid diisolasi dengan metode sokletasi dari daun ketapang yang sudah menguning menggunakan pelarut kloroform. Pemisahan ekstrak kloroform dilakukan dengan metode KLT dan kromatografi kolom. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pemurnian dilakukan menggunakan metode KLT preparatif. Kemurnian diuji menggunakan KLT dengan berbagai pelarut dan KLT 2 dimensi. Analisis senyawa steroid lebih lanjut menggunakan metode GC-MS. Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak kloroform mengandung senyawa golongan steroid, triterpenoid dan flavonoid. Pemisahan dengan metode kromatografi kolom menghasilkan 11 fraksi (fraksi A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dan K). Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak kloroform mempunyai potensi sebagai pestisida dengan nilai LC50 sebesar 775,90 ppm dan hasil fraksi kolom C berpotensi sebagai antibakteri dengan harga LC50 99,43 ppm. Berdasarkan hasil penapisan fitokimia, fraksi C mengandung senyawa steroid. Pemisahan steroid dari fraksi C dilakukan dengan menggunakan KLT preparatif. Data spektrogram massa dari hasil preparatif dari noda pada Rf 0,125 menunjukkan senyawa yang terkandung di dalamnya adalah norethisterone dan drostanolone propionate.
Isolasi dan Uji Antibakteri Senyawa Terpenoid Ekstrak N-Heksana Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata) Fajar Budi Laksono; Enny Fachriyah; Dewi Kusrini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 17, No 2 (2014): Volume 17 Issue 2 Year 2014
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.639 KB) | DOI: 10.14710/jksa.17.2.37-42

Abstract

Tanaman lengkuas merah (Alpinia purpurata) merupakan tanaman obat yang termasuk dalam famili Zingiberacea dan banyak digunakan sebagai tanaman obat untuk penyakit tenggorokan, rematik, dan sakit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi terpenoid dari rimpang lengkuas merah dan menganalisis hasil isolasinya menggunakan spektrofotometer FTIR dan GC-MS serta menguji aktivitas antibakteri senyawa terpenoid dengan menentukan konsentrasi hambat minimum dengan metode difusi cakram. Penelitian ini dimulai dengan cara maserasi serbuk rimpang lengkuas merah dengan pelarut etanol. Ekstrak etanol kemudian dipartisi dengan pelarut n-heksana. Setelah itu, ekstrak n-heksana dianalisis mengguanak KLT dan Kromatografi kolom. Fraksi yang positif terhadap terpenoid kemudian dilakukan KLT preperatif dan uji kemurnian. Dari hasil analisis FTIR dan GC-MS dari isolat terpenoid, disimpulkan bahwa senyawa terpenoid yang diperoleh dari proses isolasi rimpang lengkuas merah adalah senyawa 3,7,11-trimetil-1,6,10-dodekatrien-3-ol atau nerolidol. Isolat terpenoid kemudian diuji aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%, 1%, dan 0,5% dan tidak memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Eschericia coli dan Salmonella typhi.