Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Management of basal rot disease ("moler") of shallot with biomanci fertilizer Wiwiek Sri Wahyuni; Ali Wafa; Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti; Dodo Brilliant Priandono
Agrovigor Vol 16, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v16i1.10443

Abstract

Shallots are often infected by fusarium basal rot (local name: Moler disease), generate by the soil borne fungi, Fusarium oxysporum f. sp. cepae. The 35-45 days after planting was vulnerable time for shallot on it disease. However, the infection process can start more early on susceptible seed. Study aim to understand the effectivity of mixture of Indian Bael, Local name Maja fruit (Aegle marmelos) and rabbit urine (Biomanci) were used as organic fertilizer and it capability to control Moler disease. Result showed the biomanci fertilizers on all treatments had no effect on the severity and incidence of plant diseases. Although there was a decrease in severity in biomanci treatment 15 and 20% at 6 week but it was not significant. The increase in disease severity was triggered by favorable weather for the development of the disease, a high rainfall and by the arrival of flooding at the study site. As a result, the AUDPC value which is in the range 250 indicates that the plant was at a vulnerable level of resistance. Disease suppression efficacy was 12-18% means that biomanci was less effective in controlling Moler disease. It was concluded that although biomanci can be used as a biopesticide, in this study biomanci acts more as a fertilizer than as a biopesticide in blue Lancor variety, which is susceptible shallot, with a small disease suppression efficacy value of 12.03%..
Penguatan Sinergi Masyarakat dan Bumdes Sumber Barokah Dalam Upaya Pengembangan Agroedutourism Achmad Djunaedy; Ali Wafa; Insiatun Navila; Arman Adrian Maulana; Aliyatul Najiyah; Oktaviana; Dita Megasari; Syaiful Khoiri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1233

Abstract

BUMDes Sumber Barokah, yang berlokasi di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, memiliki potensi yang mencakup lapangan bola voli, greenhouse, dan beberapa peternakan lokal. Fokus utama BUMDes ini adalah pertanian dan peternakan, terutama pada produksi ternak dengan kandang besar berkapasitas 30 ekor sapi, serta produksi jagung, sayur-sayuran, cabai, dan melon. Media tanam yang digunakan meliputi sekam, cocopeat, kotoran kambing, serasah daun bambu kering, dan sekam. Meskipun memiliki potensi yang beragam, banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari potensi tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi agroedutourism yang dapat meningkatkan perekonomian lokal. Kendala yang dihadapi BUMDes meliputi budidaya tanaman yang belum berkelanjutan dan tingkat adopsi teknologi yang masih rendah di kalangan masyarakat. Program yang dilaksanakan dari Agustus hingga November 2024 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa. Kegiatan ini melibatkan demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi, termasuk pelatihan penanaman tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, terong, dan jeruk, yang diikuti oleh 25 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat, mencapai 80%. Sebagai hasil dari kegiatan ini, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap konsep agroedutourism dan sepakat akan manfaat yang ditawarkan. Program ini berkontribusi dalam membangun sinergi antara masyarakat desa dan BUMDes untuk mengembangkan kawasan agroeduwisata yang berkelanjutan di Desa Kebun