Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN PERAN DIVISI DOKUMEN KONTROL PT. LINTAS SAMUDRA BORNEO LINE DALAM MENANGANI DOKUMEN KAPAL DI KANTOR SYAHBANDAR DAN OTORITAS PELABUHAN (KSOP) BANJARMASIN Jumriani Jumriani; Annisa Rahmah; Muhammad Al Shadril
JURNAL VENUS Vol 7 No 14 (2019): September
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.502 KB) | DOI: 10.48192/vns.v7i14.247

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran divisi dokumen kontrol secara efektif dalam menangani dokumen kapal di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 4 bulan (Agustus 2017 – November 2017) yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin. Adapun populasi penelitian ini adalah keseluruhan sertifikat kapal berjumlah 22 sertifikat pada kapal PT. LINTAS SAMUDRA BORNEO LINE. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data primer melalui pencatatan cermat dan sistematis langsung di lokasi obyek penelitian yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan di perusahaan. Data sekunder diperoleh dengan cara metode penelitian pustaka dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: pada saat proses penanganan sertifikat kapal ada beberapa masalah yang membuat proses penanganan dan penerbitan menjadi lambat diakibatkan karena (1) Belum adanya SDM yang khusus menangani pengurusan sertifikat kapal. (2) Terjadi misscomunication antara pihak kapal dan pihak divisi dokumen kontrol.
IMPLEMENTASI TOL LAUT TERHADAP PENGEMBANGAN PELABUHAN STRATEGIS PELABUHAN (NEW PORT) MAKASSAR DAN BAU-BAU Marthen Makahaube; Hasiah Hasiah; Jumriani Jumriani; Irwan Jaya
JURNAL VENUS Vol 6 No 12 (2018): Desember
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.879 KB)

Abstract

Dengan Kebijakan atau Konsep Pemerintahan Baru Bapak Jokowi yaitu Poros Mairtim dan Pengembangan Tol Laut untuk mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, maka Tol Laut merupakan konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia, yang harus memiliki elemen Tol Laut seperti, Pelabuhan yang Handal, Pelayaran Rutin/berjadwal, Shipping Industry, Kecukupan Muatan Barat ke Timur sebaliknya Timur ke Barat, Integrated Transportasi dan Inland Akses yang efektif. Dalam Konsep Tol Laut telah merencanakan Pembangunan 24 Pelabuhan Strategi, 5 Pelabuhan Hub, dan 19 Pelabuhan Feeder sebagai pendukung Tol Laut. Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan strategis New Port Makassar dan Pelabuhan Bau- Bau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian Survey. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi terhadap pendukung konsep tol laut dapat diukur melalui Pembangunan pelabuhan laut,Implementasi konsep tol laut terhadap pembangunan pelabuhan laut sudah terimplementasikan hal tersebut telihat dari adanya kerja sama pemerintah (Bappenas serta Kementerian Perhubungan) bersama Pelindo danPengembangan armada kapal untuk mendukukung tol laut. Adapun kebijakan yang dibutuhkan agar Tujuan Konsep Tol Laut bisa terwujud di antaranya:Kemenhub perlu memasyarakatkan keberadaan “rumah kita” kepada perusahaan pelayaran, petani dan pemasok produk pertanian, peternakan dan perikanan. Begitupun halnya dengan pengusaha bahan baku industri agar mereka memanfaatkan keberadaan “rumah kita”. Serta Kemenhub perlu melakukan evaluasi pelaksaan program tol laut untuk mengetahui sejauhmana program ini berhasil.
TRACER STUDY LULUSAN JURUSAN ANGKUTAN LAUT DAN KEPELABUHANAN POLITEKNIK ILMU PELAYARAN MAKASSAR Ahmad Fauzi; Agus Sulistiono; Jumriani Jumriani; Yeti Komalasari
JURNAL VENUS Vol 3 No 5 (2015): April
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48192/vns.v3i5.406

Abstract

The objectives of this study was to determine how the characteristics of alumni of Port and Shipping Management and The relevance of the curriculum according to the needs of the workforce which incluoes waiting time to get a job, employment status, occupations, income, how to get a job, educational background relevance to the work, and the relevance of the curriculum to the world the work. The location of this research was Makassar Merchant Marine Polytechnic, Shipping Lines and the Port Authority. There were 60 questionnaires returned by the alumni of the 162 alumni who have been sent. The collected data were analyzed using SPSS 13. In analyzing the data, the he used the technique of triangulation. The results of this study are (1) the characteristics of alumni KALK have a job in the shipping company, PT. Pelindo, Lecturer, Department of Transportation , Port Authority , Airport , Freight Forwarding , Syahbandar . (2) Have a GPA between 3:00 - 3.90 (3) the relevance of educational background is very relevant to the type of work (4) the relevance of the curriculum to the world of work needs to be evaluated.
Analisis Proses Proses Bongkar Muat Batu Bara di PT. SURYA BAHAU MANDIRI di TARAKAN Rosliawaty Rosliawaty; Jumriani Jumriani; Muh Irawan Perdana
JURNAL VENUS Vol 9 No 1 (2021): Maret
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8868.873 KB) | DOI: 10.48192/vns.v9i01.436

Abstract

PT. Surya Bahau Mandiri merupakan salah satu perusahaan transhipment yang menengani bongkar muat batu bara di Kalimantan Utara (Indonesia), bergerak dibidang bongkar muat batu bara. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan pada saat proses bongkar muat batu bara di pelabuhan Malundung. Penelitian dilaksanakan di PT. Surya Bahau Mandiri, selama 9bulan mulai tanggal 28 September 2018 hingga 03 Juni 2019. Sumber data diperoleh langsung dari tempat penelitian melalui observasi dan wawancara, serta literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan lambatnya proses penyandaran tongkang ke lambung kapal besar atau ke floating crane dan floating conveyor menyebabkan lambatnya waktu pemuatan batu bara ke kapal besar.Kerusakan alat bongkar muat menjadikan proses pemuatan batu bara dari tongkang ke kapal besar menjadi terlambat.
Analisis Penerbitan Sertifikat Kesehatan Kapal Tugboat PT Pelayaran Kartika Samudra Adijaya di Samarinda Gloria Jelita Maharani Fangidae; Jumriani Jumriani; Abdul Rahman
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2026): MEI 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/avq4nd54

Abstract

Analysis of the Issuance of Health Certificates for Tugboats by PT Pelayaran Kartika Samudra Adijaya in Samarinda (supervised by Jumriani and Abdul Rahman). The purpose of this study was to analyze the factors causing delays in the issuance of tugboat health certificates and the relationship between internal and external factors influencing the delays in the issuance of ship health certificates by the Port Health Office (KKP). The study used a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted over a one-year period, from July 2024 to July 2025, at PT Pelayaran Kartika Samudra Adijaya. The results show that delays in the issuance of ship sanitation certificates are caused by internal and external factors. Internal factors include substandard ship sanitation conditions, such as poor cleanliness of the kitchen and bathrooms, as well as a lack of sanitation supervision by the crew. External factors are related to the inspection process conducted by the Port Health Office, which requires corrective actions and re-inspection when non-compliance is found. The relationship between these factors indicates that low sanitation readiness increases the likelihood of re-inspection, thereby delaying the issuance process of ship sanitation certificates.
Analisis Remain Cargo terhadap Operasional Kapal Tongkang pada PT. Transcoal Pacific Cabang Asam-Asam Nur Alia Putriningsi; Jumriani Jumriani; Gradina Nur Fauziah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9529

Abstract

This research aims to identify the causes, analyze the impacts, and evaluate the handling efforts concerning the remain cargo phenomenon in coal ship-to-ship transfer activities. The ultimate goal is to formulate managerial strategies to minimize cargo residue and ensure the operational smoothness of barges at PT. Transcoal Pacific Asam-Asam Branch. The research method uses a descriptive qualitative approach. Data were collected through field observations, operational document studies for the period of January May 2025, and in-depth interviews with Planners and Port Captains. Data analysis applies an interactive model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show 17 cases of remain cargo (January May 2025) that significantly degraded the barge's operational flow. These impacts are manifested in Turn-Around Time (TAT) prolongation and workload escalation due to re-berthing maneuvers. The primary root cause is identified as planning error resulting from human error in hold capacity calculations and communication asynchronization between shore and ship personnel. In conclusion, the company’s mitigation efforts remain suboptimal due to the absence of cross-verification regulations in the Standard Operating Procedures (SOP). As a research output, the author designed a draft SOP for a Cross-Verification Protocol through a "Final Confirmation Meeting" to guarantee Stowage Plan accuracy before operations commence, thereby systematically eliminating the risk of cargo residue.