Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EFEK SAMPING OBAT ANTIDIABETES TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Nurul Insani; Nasiah Nasiah; Eva Kholifah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.7130

Abstract

Diabetes melitus merupakan kondisi jangka panjang akibat kerja insulin yang tidak mencukupi atau aktivitas insulin yang tidak adekuat. Penyakit ini berkembang ketika tubuh memproduksi insulin secara berlebihan, sehingga mengganggu fungsi insulin dan menyebabkan sel-sel dalam tubuh menjadi resisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antar efek samping obat antidiabetes dengan Kualitas Hidup pasien DM. Metode dalam penelitian menggunakan metodologi cross sectional, penelitian observasional dan pengumpulan data kuantitatif. Wawancara langsung dengan responden, kuesioner kualitas hidup dan efek samping digunakan sebagai instrumen dalam pengumpulan data. Subjek penelitian sebanyak 100 pasien DM rawat jalan yang  telah meminum antidiabetik oral serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukan dari 100 responden, 17 orang (17,0%) dengan efek samping obat rendah memiliki kualitas hidup yang rendah 12 orang atau (12,0%), sedang 24 (24,0%) dan dengan kualitas hidup tinggi tidak ada. 41 orang (41,0%) dengan efek samping obat sedang memiliki kualitas hidup rendah 24 (24,0%), sedang 17 (17,0%) dan tinggi tidak ada. Sedangkan efek samping yang tinggi sebanyak 42 ( 42,0 %) dengan kualitas hidup rendah sebanyak 15 (15,0%), sedang 27 (27,0%) dan dengan kualitas hidup tinggi tidak ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa efek samping yang dialami penderita DM baik ringan, sedang maupun berat sangat signifikan menurunkan kualitas hidup pasien DM.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CIMANGGU TAHUN 2022 Agriyaningsih Oktaviana Hadi; Pratiwi Cahya Skania; Eva Kholifah; Selvira Ayustina
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.256

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kekurangan gizi kronis yang didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z- score) kurang dari -2 SD. Stunting berisiko meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan dan kemamuan kognitif pada masa anak-anak, bahkan kematian. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian stunting pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cimanggu tahun 2022. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain case-control. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir pada tahun 2022. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan total 166 orang. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil : Menunjukkan ibu yang mengalami hipertensi saat hamil sebanyak 19 orang (11,4%), anemia 46 orang (27,7%), berisiko KEK 31 orang (18,7%), memiliki tinggi badan <150 cm sebanyak 42 orang (25,3%), dan melahirkan dengan jarak kelahiran ≤ 2tahun sebanyak 21 orang (12,7%). Terdapat faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian stunting yaitu hipertensi dalam kehamilan (p-value = 0,028 (bivariat); 0,064 (multivariat)), anemia (p-value = 0,037 (bivariat); 0,047 (multivariat)), risiko KEK (p-value = 0,028 (bivariat); 0,024 (multivariat)), dan tinggi badan ibu (p-value = 0,000 (bivariat); 0,001 (multivariat). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dalam kehamilan, status anemia, risiko KEK, dan tinggi badan ibu terhadap kejadian stunting pada bayi baru lahir. Saran diperlukannya peningkatan pengetahuan tentang bahayanya stunting, dan cara pencegahannya demi perkembangan bayi yang baik.