Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUKUM JUAL BELI LELE JUMBO SEBAGAI SARANA GALATAMA LELE KOLAM PANCING BATU PERSPEKTIF SADD ADZ-DZARIAH : (STUDI KASUS TEMBUNG PASAR 3 KOTA MEDAN) Ahmad Farhan Zarkawi; Rahmad Efendi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 3 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i3.1322

Abstract

Penelitian ini mengkaji hukum jual beli lele jumbo yang digunakan sebagai sarana galatama dalam perspektif sadd adz-dzarī‘ah. Fenomena jual beli lele jumbo untuk keperluan galatama berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari aktivitas hiburan berhadiah, namun praktik tersebut menimbulkan persoalan hukum karena mengandung unsur perjudian (maisir) dan potensi penganiayaan terhadap hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan transaksi jual beli lele jumbo serta menilai implikasi hukumnya berdasarkan prinsip sadd adz-dzarī‘ah dalam hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan penjual, pembeli, serta pihak penyelenggara galatama di Kolam Pancing Batu Tembung Pasar 3 Kota Medan. Sementara itu, data sekunder bersumber dari literatur fikih muamalah, ekonomi syariah, serta pandangan ulama kontemporer yang relevan dengan kajian perjudian dan perlakuan terhadap hewan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jual beli lele jumbo pada dasarnya merupakan transaksi yang dibolehkan, namun penggunaannya sebagai sarana galatama menyebabkan perubahan status hukum transaksi tersebut. Berdasarkan prinsip sadd adz-dzarī‘ah, jual beli lele jumbo yang secara dominan ditujukan untuk kegiatan galatama dinilai tidak diperbolehkan karena berfungsi sebagai sarana menuju perbuatan yang diharamkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian fikih muamalah kontemporer serta menjadi rujukan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Perlindungan Konsumen dalam Jasa Penyeberangan Menggunakan Perahu Nelayan Ke Pulau Pandang Batu Bara Perspektif Maslahah Mursalah Rima Syahyana; Rahmad Efendi
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 8 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i8.13329

Abstract

This study aims to analyze the implementation of consumer protection in ferry services using fishing boats to Pandang Island, Batu Bara Regency and review it from the perspective of maslahah mursalah. This study uses an empirical juridical method with a statutory, empirical and conceptual approach. Data were obtained through interviews, observations, documentation involving ferry service managers, service users, and related parties and documentation studies by reviewing, examining, and analyzing various documents related to the research object to obtain relevant data. The results of the study indicate that consumer protection has been implemented through the provision of life jackets, safety briefings, fare transparency, and attention to weather conditions. However, the implementation is not optimal due to limited safety facilities, the unavailability of life jackets for all passengers, lack of supervision, and the potential for excess passenger capacity. Viewed from the perspective of maslahah mursalah, this ferry service is basically permissible because it provides benefits to the community and the local economy. However, deficiencies in safety aspects have the potential to cause harm that is contrary to the objectives of sharia, especially hifz al-nafs and hifz al-mal. Therefore, it is necessary to improve safety standards, provide adequate facilities, limit passenger capacity, and have more effective supervision.