Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PROBABILITAS KECELAKAAN KAPAL TENGGELAM DI WILAYAH SELAT MAKASSAR Rivai, Haryanti; Mukhtar, Munawir
Jurnal Riset Teknologi Kelautan Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Riset Teknologi Kelautan (JRTK)
Publisher : Jurnal Riset Teknologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.837 KB)

Abstract

Tingginya kasus kecelakaan kapal tenggelam di Indonesia yang terjadi selama ini harus menjadi perhatian semua pihak, terlebih lagi untuk wilayah selat Makassar. Tujuan penelitian ini adalah merancang skenario kegagalan untuk beberapa faktor penyebab kecelakaan kapal tenggelam yang disajikan dalam bentuk Fault Tree. Penelitian ini dilakukan dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). Metode FTA digunakan untuk mengidentifikasi resiko yang berperan terhadap terjadinya kegagalan. Metode ini dilakukan dengan pendekatan yang bersifat top down, yang diawali dengan asumsi kegagalan atau kerugian dari kejadian puncak (top event) kemudian merinci sebab-sebab suatu top event sampai pada suatu kegagalan dasar (root cause) pada level sistem. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan berbahaya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan kapal tenggelam dengan nilai probabilitas 0,146551. Sedangkan nilai probabilitas kecelakaan kapal tenggelam di wilayah perairan selat Makassar dengan metode FTA adalah 0,151461.
Analisa Hazard Navigation Map terhadap Resiko Tubrukan Kapal Rivai, Haryanti; Farapahlefi, Andi Saiyid; Baharuddin, Baharuddin; Zulkifli, Zulkifli; Rahimuddin, Rahimuddin
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 23 No 2 (2019)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.312 KB) | DOI: 10.25042/jpe.112019.01

Abstract

Hazard Navigation Map Analysis on Risk of Ship Collision (Case Study: Water way of Port of Makassar). Accidents in Indonesian Marine Transportation should be a concern of all parties that effect accumulation of dangers score from some factors, based on data from the KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) ship accident investigation report. The collision cases were among the highest in recent years and most collisions occurred in the harbor area. The purpose of this study was to analyze and compile the danger score criteria that affect ship collision risk from several factors consisting of ship condition factors, human factors, environmental factors, machinery factors, and management factors. The research was conducted with the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. AHP method is used to create a model of the problem that has no structure, applying to problems measurable (quantitative), as well as problems that need an opinion from expert or a complex situation or do not have a frame work. AHP stages are decomposition problem, assessment and comparison of the elements of the synthesis in priorities. The result showed that human factor is the highest priority that affects the value of danger score in Makassar Port to the value of 0.395 or 39% and management factors with the lowest priority value of 0.073 or 7.3%. While the total value of danger score in Makassar Port with AHP method is 196.95 which means at the level of a fairly safe.
Sistem Monitoring Energi Surya Jarak Jauh Sammang, Muhammad; Mahmuddin, Faisal; Rivai, Haryanti
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 26 No 2 (2022)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112022.02

Abstract

Renewable energy acts as an alternative to non-renewable energy such as fossil fuels. One of the energy that can be renewed is energy from sunlight. This energy is available every day and spread in all regions on earth. Solar energy received in Indonesia is approximately 4.5 kWh/m2/day in the western region and 5.1 kWh/m2/day for the eastern region. This sunlight will later be converted into electrical energy and used for human needs. One of the tools that can be used to capture solar energy is solar panels, the installation of solar panels is mostly still in a fixed or stationary state. This causes the absorption of solar energy is not optimal. Thus it requires the position of solar panels that are always perpendicular to the direction of incoming sunlight, for this reason a device or automatic system is needed that can move solar panels to always be perpendicular to the direction of incoming sunlight. Solar tracking system is a system that can move the solar panel so that the position of the solar panel always follows the direction of incoming sunlight as it has been set in such a way. By using an Arduino microcontroller, where the monitoring process is based on visual basic which is connected to a wireless system in the form of a transmitter & receiver, the solar panel can be moved according to the angle of incidence of sunlight automatically. With the use of solar tracking system on solar panels can increase the average output voltage to 0,895 % and increase the reception of sunlight intensity up to 29,123 % compared to fixed solar panels.
CFD Simulation of Five Blades Archimedes Screw Turbine as Alternative Power Plant for Traditional Fishing Boat Nikmatullah, Muhammad Iqbal; Muhammad, Andi Haris; Baharuddin; Zulkifli; Rivai, Haryanti
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062024.02

Abstract

The need for electrical energy for traditional fishermen has greatly increased, considering that almost all equipment is now powered by electricity. Archimedes screw turbines, which are generally used as micro hydro power plants, especially in rivers or dams that incline, can be used as an alternative power generator for traditional fishing boats. This research aims to determine the performance of a five-blade Archimedes screw turbine using Ansys CFX software. The simulation was carried out with a flow velocity at the inlet boundary of 2.5 m/s using the transient simulation method, in order to obtain information about the flow characteristics around the turbine as the turbine rotates. So that the turbine can rotate during the simulation, the turbine domain is set using a Rigid Body Solution, so that its rotation will be influenced by the flow rate entering the turbine as is done in the laboratory. The results of this research will be used to optimize the performance of the turbine so that it can produce maximum power. From the simulation and analysis carried out, it was obtained that the mechanical power was 0.08 Watts and the hydraulic power was 0.49 Watts with a turbine efficiency of 17.28%. Apart from that, the increase in rotation produced by the turbine due to the hydraulic power of the water is directly proportional to the increase in mechanical power and torque in the turbine. The low value of mechanical power and efficiency obtained in this research is caused by the absence of an inclination angle between the inlet and outlet parts of the turbine.
Desain Sistem Monitoring Pemakaian Bahan Bakar menggunakan LabVIEW Arkaan Yunus, Muhammad Fayyadh; Rivai, Haryanti; Nikmatullah, Muhammad Iqbal
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062024.03

Abstract

Bahan bakar memiliki peran yang sangat penting pada sebuah mesin atau kendaraan baik itu di darat, laut maupun udara. Bahan bakar merupakan suatu aspek yang tidak bisa dihilangkan pada sebuah mesin. Akibat dari pentingnya peranan bahan bakar inilah banyak oknum-oknum yang sengaja memanfaatkan ketidaktelitian pemilik kendaraan, para oknum-oknum sengaja mengambil bahan bakar yang berada didalam tangki dan dimanfaatkan untuk diri sendiri. Dari kasus inilah penelitian ini diadakan dengan cara memonitoring pemakaian bahan bakar menggunakan sensor-sensor yang berkaitan seperti sensor ultrasonik untuk mengukur volume tangki bahan bakar sebagai patokan awal bahan bakar, sensor flowmeter untuk mengukur laju aliran yang keluar dari tangki. Dari sensor-sensor ini dapat terbaca nilai-nilai seperti jumlah pemakaian bahan bakar dan volume bahan bakar yang terdapat di dalam tangki. Maka dapat dilihat apakah ada selisih antara pemakaian bahan bakar dengan sisa bahan bakar yang ada di tangki. Hal ini dapat meminimalisir kecurangan oknum-oknum dalam penggunaan bahan bakar karena hasil dari pembacaan sensor dapat langsung terbaca oleh pemilik kendaraan melalui sofware LabView yang nantinya dapat digunakan sebagai monitoring bahan bakar oleh pemilik kendaraan. Adapun pada penelitian ini peneliti menemukan beberapa nilai konsumsi bahan bakar pada beberapa RPM seperti pada 1000 RPM total konsumsi bahan bakarnya sebanyak 68,34 ml selama 120 detik, pada RPM 1500 total konsumsi bahan bakarnya sebanyak 73,29 ml selama 120 detik, sedangkan pada RPM 2000 total konsumsi bahan bakarnya sebanyak 76,33 selama 120 detik. Hal ini berarti perbandingan antara RPM dan konsumsi bahan bakar adalah berbanding lurus.
Analisa Resiko dengan Job Safety Analysis (JSA) pada Pekerjaan Reparasi Kapal di PT. Afta Tehnik Mandiri Shipyard Makassar Baharuddin; Rivai, Haryanti; Sitepu, Andi Husni; Purba, Tomy Benolexmana
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062023.01

Abstract

Potensi bahaya yang tinggi dan kecelakaan kerja yang terjadi pada PT. Afta Tehnik Mandiri Shipyard Makassar khususnya pada pekerjaan reparasi kapal memerlukan perhatian lebih, beberapa penyebabnya adalah perilaku tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pekerja, kurangnya pengawasan dan pengecekan atau inspeksi peralatan kerja. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahaya dan risiko pada pekerjaan reparasi kapal, menganalisa tingkat risiko pada setiap pekerjaan, dan merumuskan langkah pengendalian risiko pada setiap bahaya yang ada pada pekerjaan reparasi kapal. Dalam mengidentifikasi bahaya dan risiko metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA), untuk mengetahui nilai risiko maka harus menentukan tingkat kemungkinan suatu kejadian (Likelihood) dan tingkat keparahan yang di timbulkan (Severity), setelah itu gunakan tabel matriks untuk mengetahui peringkat risiko, dan pengendalian risiko berdasarkan standar ILO code of practice: safety and health in shipbuilding and ship repair (revised edition). Terdapat 6 jenis pekerjaan pada reparasi kapal yaitu sandblasting dan painting, replating, pemeliharaan rantai dan jangkar kapal, pemeliharaan propeller dan poros propeller, tank cleaning dan pemeliharaan tongkat kemudi, potensi bahaya yang teridentifikasi sejumlah 67 dengan uraian tingkat risiko ekstrim ada 4, tingkat risiko tinggi ada 33, tingkat risiko sedang ada 29, dan tingkat risiko rendah ada 1 pada 6 pekerjaan reparasi kapal.
Identifikasi Risiko Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja Area Sistem Docking di Galangan Kapal dengan Metode JSA melalui Pendekatan HIRADC Hariyanto, Surya; Saputra, Andika; Alwi, M. Rusydi; Baharuddin, Baharuddin; Rivai, Haryanti
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 27 No 2 (2023)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112023.02

Abstract

Identifikasi risiko bahaya merupakan bagian dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) untuk mengetahui bahaya yang ada pada setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan dan memberikan pengendalian yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Area kerja sistem doking di galangan kapal sebagai area yang memiliki jenis pekerjaan pada kegiatan pengedokan yaitu docking dan undocking. Oleh karena pengedokan memiliki jenis tahapan pekerjaan, maka penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisa risiko bahaya apa saja dalam tahapan pekerjaan pengedokan dengan menggunakan metode JSA (Job Safety Analysis) di graving dock, slipway dock, dan airbag dock dan pengendalian risiko melalui analisa pendekatan HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control). Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu dengan metode concurrent mix method yang sumber analisanya berdasarkan ISO 45001 : 2018. Penelitian ini dilakukan di perusahaan galangan kapal PT. Industri kapal Indonesia (IKI) dengan informan berasal dari pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung pada tahapan pekerjaan docking dan undocking yaitu kepala proyek, pengawas K3, dan pekerja-pekerja di dok. Hasil penelitian dari analisa identifikasi risiko diperoleh variabel risiko dengan kategori bahaya yang tinggi diantaranya item B.1.a di slipway dock, item B.4.b di slipway dock, dan item C.5.c di airbag dock dengan masing-masing presentase probabilitas sebesar 45,81%, 30,32%, dan 24,52%. Dan masing-masing presentase konsekuensi sebesar 56,13%, 30,32%, dan 41,94%. Setelah dilakukan pengendalian risiko dengan pendekatan HIRADC, hasil yang diperoleh bahwa terjadi penurunan tingkat risiko menjadi kategori risiko rendah pada tahapan-tahapan pekerjaan pengedokan di area sistem docking galangan kapal PT. IKI Makassar, dan tidak adanya lagi kategori risiko ekstrim, kategori risiko tinggi, maupun kategori risiko sedang.
Fuel efficiency and investment feasibility of marine shaft generator installation: A Case study on a very large gas carrier Riadi, Achmad; Tarigan, Zoe Gladstone; Muzhoffar, Dimas Angga Fakhri; Rivai, Haryanti
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/yt7std05

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh instalasi dan penggunaan marine shaft generator (shaft generator) khususnya pada mode Power Take-Off (PTO) terhadap konsumsi bahan bakar kapal tipe Very Large Gas Carrier (VLGC). Analisis kelayakan investasi juga dilakukan untuk menilai potensi investasi sistem shaft generator pada kapal yang sudah beroperasi tetapi belum memiliki sistem tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan data operasional kapal selama satu tahun, dengan mempertimbangkan beberapa skenario penggunaan main engine, auxiliary engine, dan shaft generator pada kondisi PTO aktif (on) maupun nonaktif (off). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengoperasian shaft generator dengan mode PTO on secara signifikan menurunkan konsumsi bahan bakar auxiliary engine, meskipun memberikan dampak penuruan kecepatan yang mempengaruhi sailing days. Secara keseluruhan, efisiensi energi kapal meningkat saat PTO on. Selain itu, analisis kelayakan investasi membuktikan bahwa investasi pada shaft generator layak untuk diterapkan, terutama pada kapal dengan rute pelayaran jarak jauh dan jam operasional tahunan yang tinggi.
Peningkatan Kapasitas Nelayan melalui Pelatihan Perawatan dan Perbaikan Mesin Outboard di Kelurahan Gusung, Makassar Mahmuddin, Faisal; Klara, Syerly; Muhammad, Andi Haris; Alwi, M. Rusydi; Baharuddin, Baharuddin; Rivai, Haryanti; Nikmatullah, Muhammad Iqbal; Ramadhan, Fadel Rezky; Soedarto, Muh. Fadil; Raihansyah, Hilmi
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin outboard merupakan komponen utama penggerak kapal nelayan skala kecil yang berperan penting dalam menentukan efisiensi operasional, keselamatan, dan produktivitas kegiatan melaut. Namun, pada banyak wilayah pesisir, termasuk Kelurahan Gusung, Kota Makassar, nelayan masih menghadapi berbagai permasalahan teknis akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan perawatan serta perbaikan mesin outboard. Kondisi ini menyebabkan tingginya frekuensi kerusakan mesin, meningkatnya biaya operasional, serta ketergantungan terhadap teknisi bengkel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan nelayan dalam melakukan perawatan rutin dan perbaikan dasar mesin outboard secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi yang mencakup penyampaian materi teoritis serta penjelasan praktis mengenai komponen utama mesin outboard, sistem pengapian, sistem pelumasan, sistem pendingin, serta langkah-langkah pencegahan kerusakan akibat lingkungan pesisir yang bersifat korosif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Gusung dengan melibatkan nelayan setempat sebagai peserta utama. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pengamatan tingkat kehadiran, partisipasi aktif peserta selama diskusi, serta pengukuran peningkatan pemahaman menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta yang sangat tinggi serta meningkatnya pemahaman nelayan terhadap pentingnya perawatan mesin outboard yang benar dan terjadwal. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemandirian nelayan, menekan biaya perawatan mesin, serta mendukung keberlanjutan dan keselamatan aktivitas penangkapan ikan di wilayah pesisir.
Simulasi Pencahayaan Buatan pada Ruang Akomodasi Kapal TB Hasnur 21 Menggunakan Pendekatan Zonal Cavity Method (ZCM) Hariyanto, Surya; Fikriah; Rivai, Haryanti; Sitepu, Andi Husni
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap ruang di kapal harus dilengkapi dengan sistem dan instalasi penerangan yang memadai sesuai dengan regulasi dan standar pencahayaan yang berlaku. International Organization for Standardization (ISO) memberikan pedoman mengenai kriteria pencahayaan pada ruang kru maupun penumpang di kapal. Pedoman tersebut bertujuan untuk memastikan kenyamanan, mendukung aktivitas operasional, serta meningkatkan keselamatan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan pencahayaan optimal pada setiap ruang di kapal TB Hasnur 21 sesuai dengan standar pencahayaan yang telah ditetapkan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Zonal Cavity Method (ZCM), yaitu metode perhitungan pencahayaan yang mempertimbangkan distribusi cahaya berdasarkan elemen ruangan seperti langit-langit, dinding, dan lantai. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak DIALux evo sebagai pendekatan analisis pencahayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lampu LED mampu menghasilkan sistem pencahayaan yang lebih efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan operasional kapal. Penghematan daya yang diperoleh pada ruang Chief Engineer, Chief 1, Master, Crew 3 Person, Deck Store, dan Galley Store sebesar 18 watt, pada ruang Galley sebesar 9 watt, pada ruang Toilet, Bathroom, dan Laundry sebesar 3 watt, serta pada area Mess and Gangway sebesar 72 watt. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pencahayaan setelah pergantian lampu. Pada ruang Chief Engineer, tingkat pencahayaan meningkat dari 89,4 lux menjadi 190 lux, sedangkan pada ruang Chief meningkat dari 111 lux menjadi 267 lux. Pada ruang Master, tingkat pencahayaan meningkat dari 91,14 lux menjadi 211 lux. Ruang Crew 4 Person (1) mengalami peningkatan dari 71,16 lux menjadi 161 lux, sedangkan pada ruang Crew 4 Person (2) meningkat dari 72 lux menjadi 163 lux. Ruang Deck Store mengalami peningkatan paling signifikan, yaitu dari 370 lux menjadi 771 lux, diikuti oleh Galley Store dari 327 lux menjadi 674 lux. Pada ruang Galley, tingkat pencahayaan meningkat dari 262 lux menjadi 335 lux. Sementara itu, pada ruang Toilet pencahayaan meningkat dari 494 lux menjadi 566 lux, pada Bathroom dari 491 lux menjadi 567 lux, dan pada ruang Laundry dari 293 lux menjadi 339 lux. Adapun pada area Mess and Gangway, tingkat pencahayaan meningkat dari 132 lux menjadi 285 lux. Untuk menjamin keamanan instalasi, lampu yang digunakan pada ruang indoor memiliki tingkat proteksi minimal IP22, sedangkan lampu yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan spesifikasi IP42, IP44, dan IP65. Berdasarkan hasil simulasi, tingkat pencahayaan yang diperoleh telah memenuhi standar minimum ISO (International Organization for Standardization).