Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK DIGITAL MATERI TOLERANSI DAN KOMPETISI KEBAIKAN Asti Triasih
GURUKU Vol 1 No 1 (2022): Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN) Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.656 KB)

Abstract

The learning of students during the covid-19 pandemic in Islamic Religious Education (PAI) lessons requires teachers to be innovative in using the media to cultivate the value of truth and honesty better. The learning media used by teachers must support digital comics, namely illustrated stories. The purpose of this study is to make the learning outcomes of students better. The research subjects were students of class XI MIPA3 which totaled 35 people. The study was designed as many as two cycles, with data retrieval through pre-cycle observation. Data collection techniques in this study are tests, observations. Tests are used to obtain data on learning achievements. The data collection tool used is a test using question items / question instruments to measure student learning outcomes. And Observation uses observation sheets to measure the participation rate of learners. The results of the observations that have been carried out are analyzed descriptively comparatively, namely by comparing values between cycles and indicators in the study. Observation with descriptive analysis based on the results of observation and reflection of each cycle. The results of this study show that digital comic learning media has a positive impact in improving student learning outcomes. This can be seen from the better student learning outcomes on the material presented by the teacher (learning completion increases from pre-cycle, cycle I, and II, namely 31%, 57%, and 91%, respectively.
Fenomena Rendahnya Kemampuan Membaca Al-Qur’an Murid Sekolah Menengah Atas/Kejuruan di Provinsi Sumatera Selatan: Penelitian Asti Triasih; Feri Irawadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5166

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan fondasi esensial dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang pendidikan menengah, karena menjadi prasyarat bagi penguatan pemahaman ajaran Islam secara komprehensif, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Namun demikian, berbagai temuan empiris menunjukkan masih menguatnya fenomena rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan murid Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi ini menjadi persoalan serius mengingat kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian integral dari tujuan pendidikan Islam yang menekankan pembentukan insan beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut secara kritis dengan menempatkannya dalam kerangka tujuan pendidikan Islam serta praktik pembelajaran PAI di sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi pada sejumlah SMA/SMK. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individual murid, melainkan berkaitan erat dengan keterbatasan integrasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dalam kurikulum sekolah, rendahnya intensitas pembiasaan, serta belum optimalnya strategi pedagogis guru PAI dalam mengakomodasi keberagaman latar belakang kemampuan murid. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tujuan normatif pendidikan Islam dan realitas implementasi pembelajaran Al-Qur’an di sekolah menengah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendekatan pedagogis yang lebih sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan agar pembelajaran Al-Qur’an tidak bersifat simbolik, tetapi benar-benar berkontribusi terhadap pencapaian kompetensi religius murid.
Peran Pengawas dalam Menumbuhkan Relegiusitas Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Musi Banyuasin Asti Triasih
Tarbiya Islamica Vol. 14 No. 01 (2026): Januari - Juni
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ti.v14i01.4864

Abstract

Religiusitas merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena mendukung perkembangan moral, spiritual, etika, sekaligus kompetensi akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pengawas sekolah dalam menumbuhkan religiusitas di SMK di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebagai informan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas sekolah memiliki peran strategis melalui tiga dimensi utama. Pertama, supervisi akademik yang mendorong integrasi nilai-nilai religius dalam setiap mata pelajaran sehingga pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga penguatan karakter spiritual peserta didik. Kedua, fasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, dan pendampingan terkait pengembangan materi pembelajaran yang mengedepankan akhlak dan etika. Ketiga, penguatan komunitas belajar berbasis nilai religius, meliputi pembiasaan kegiatan keagamaan, program mentoring, dan aktivitas ekstrakurikuler yang menanamkan spiritualitas. Peran pengawas ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif bagi pengembangan religiusitas peserta didik, meningkatkan motivasi guru dalam menanamkan nilai moral, serta mendorong kolaborasi warga sekolah dalam membangun budaya religius. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengawas sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pengawas administratif tetapi juga sebagai fasilitator pedagogis dan moral, sehingga memberikan implikasi penting bagi praktik supervisi pendidikan di SMK serta pengembangan karakter peserta didik secara holistik.
Integrating Historical Methodology For The Objective Reconstruction Of Islamic Education Narratives Based On Authoritative Sources Asti Triasih; Ani Maghfiroh; Zuhdiyah; Maryamah; Nyayu Soraya
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 7 No. 1 (2026): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v7i1.5075

Abstract

This study examines the integration of educational historical methodology in reconstructing Islamic education narratives in a more objective and contextually grounded manner. While Islamic educational historiography has often been shaped by normative and descriptive approaches, this research argues that a systematic historical-critical framework is necessary to ensure analytical rigor and epistemological transparency. Employing qualitative library research, the study applies classical stages of historical inquiry heuristics, source criticism, interpretation, and historiographical synthesis combined with hermeneutical and discourse-oriented analysis. The findings reveal that Islamic education constitutes a dynamic historical construction shaped by the interaction of text, authority, institutions, and socio-political transformation. Core elements such as ‘ilm, ulama authority, transmission networks, and the institutionalization of madrasah and pesantren developed through processes of negotiation and adaptation rather than linear progression. By critically verifying sources and situating concepts within their historical horizons, the integrated methodology minimizes ideological bias and avoids normative reductionism. The originality of this study lies in its systematic synthesis of historical criticism, hermeneutics, and discourse analysis into a unified methodological framework for Islamic educational historiography. The research contributes theoretically by strengthening methodological discourse in Islamic education studies and practically by providing a reflective foundation for context-sensitive educational reform in contemporary Muslim societies.