Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Efektifitas Terapi Bermain English Fun untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Prasekolah Dimasa Pandemi Covid-19: The Effectiveness of English Fun Play Therapy to Improve Cognitive Ability of Preschool Children During the Covid-19 Pandemic Eka Adimayanti; Dewi Siyamti; Endang Susilowati; Deya Purnamasari
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.201

Abstract

Preschool-aged children enter the pre-operational stage of development where children have prominent characteristics that combine and transform information. Preschool age is the optimal period for children to start showing interest in health, children experience language development and interact with the social environment. Cognitive abilities that can be developed through play activities include the ability to recognize, remember, think convergently, diverge, and give judgments. This study aims to determine the effectiveness of English Fun play therapy on the cognitive abilities of preschool age children. This research is a Quasi Experimental Design with Pretest-Posttest Non Equivalent Design. Respondents of this study were preschoolers aged 66 months-72 months as 60 students who were observed using the Developmental Pre Screening Questionnaire (KPSP) instrument according to their development when nurses did therapy playing English fun. Based on the results of the study, there was a significant difference between the initial cognitive ability score and the final cognitive ability score of 3.33. It can be concluded that the results of monitoring cognitive abilities in preschool age children increased after playing therapy with the English fun game method. It is hoped that the play therapy method in English can be continued to be included in the additional curriculum or extra curriculum so that it can improve children's cognitive abilities and children's creativity. ABSTRAKAnak Usia prasekolah memasuki tahap perkembangan pra operasional dimana mempunyai karakteristik menonjol anak telah mengkombinasi dan mentransformasi informasi. Usia prasekolah merupakan periode yang optimal bagi anak untuk mulai menunjukkan minat dalam kesehatan, anak mengalami perkembangan bahasa dan berinteraksi terhadap lingkungan sosial. Kemampuan kognitif yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain antara lain adalah kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen, divergen, memberi penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi bermain english Fun terhadap kemampuan kognitif anak usia prasekolan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan Pretest-Posttest Non Equivalent Design. Responden penelitian ini adalah usia prasekolah usia 66 bulan-72 bulan sebanyak 60 siswa yang diobservasi menggunakan instrument Kuesioner Pra Scrining Perkembangan (KPSP) sesuai dengan userkembanganya ketika perawat melakukan terapi bermain english fun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara skor kemampuan kognitif awal terhadap skor kemampuan kognitif akhir sebanyak 3.33. Dapat disimpulkan bahwa hasil pemantauan kemampuan kognitif pada anak usia prasekolah meningkat setelah dilakukan terapi bermain dengan metode permainan english fun. Diharapkan metode terapi bermain dalam bahasa inggris dapat dilanjutkan untuk di masukkan ke kurikulum tambahan atau kurikulum ekstra sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dan kreatifitas anak.
PENGELOLAAN HIPERTERMIA PADA ANAK PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TYPHOID: MANAGEMENT OF HYPERTHERMIA IN PRE-SCHOOL CHILDREN WITH TYPHOID FEVER Ricky Novianto Putra; Eka Adimayanti
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.523 KB)

Abstract

Demam  typhoid  adalah  penyakit  yang  disebabkan  oleh  bakteri  salmonella typhi  yang  mencemari  makanan  atau  minuman  yang  dikonsumsi  manusia. Pasien  yang  mengalami  demam  typhoid  biasanya  disertai  gejala  demam  tinggi  atau  hipertermia  lebih  dari  7 hari. Hipertermia  adalah  peningkatan  suhu  tubuh  melebihi  batas normal. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang pengelolaan  hipertermia  pada  anak  pra sekolah  dengan  riwayat  demam  typhoid  di desa  Kebowan  Suruh. Metode  penulisan  Karya  Tulis  Ilmiah  ini  menggunakan metode deskriptif  dengan  pendekatan asuhan  keperawatan  yang  meliputi  pengkajian, intervensi  keperawatan, implementasi  keperawatan  dan  evaluasi  keperawatan. Pengelolaan hipertermia  selama  3  hari  dengan  melakukan  tindakan  keperawatan  meliputi  mengidentifikasi  penyebab  hipertermia, mengukur suhu tubuh, menyediakan lingkungan yang dingin, memberikan cairan oral, melakukan  pendinginan  eksternal  dan  memberikan  obat  farmakologi. Pengelolaan selama 3 hari dengan tindakan keperawatan berhasil membantu pasien. Pasien mengalami penurunan suhu tubuh hingga batas normal dengan hasil yang didapat 36,6° C, maka dapat disimpulkan bahwa masalah hipertermia dapat teratasi. Saran bagi keluarga agar lebih mengetahui bagaimana cara penanganan demam pada anak dengan riwayat demam typhoid   Typhoid fever is a disease caused by salmonella typhi bacteria that contaminate food or drinks consumed by humans. Patients with typhoid fever are usually experience high fever or hyperthermia for more than 7 days. Hyperthermia is an increase in body temperature beyond normal limits. The purpose of writing this scientific paper is to provide a description of the management of hyperthermia in pre-school children with a history of typhoid fever in the village of Kebowan Suruh. This scientific paper uses a descriptive method with a nursing care approach that includes assessment, nursing intervention, nursing implementation and nursing evaluation. Management of hyperthermia for 3 days by performing nursing actions include identifying the cause of hyperthermia, measuring body temperature, providing a cold environment, given oral fluids, performed external cooled and given pharmacological drugs. The results was a decrease in body temperature to normal limits with the results obtained 36.6° C. Based on the nursing actions taken, it can be concluded that the hyperthermia problem can be solved. Suggestions for families to learn more about how to handle fever in children with a history of typhoid fever
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK REMAJA PUTRI DALAM MENJALANI SIKLUS HAID YANG SEHAT DAN NYAMAN Hapsari Windayanti; Eka Adimayanti; Dewi Siyamti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.573 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.516

Abstract

Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan yang selalu menarik untuk dikaji. Haid merupakan indikator kematangan seksual perempuan. Remaja putri membutuhkan edukasi tentang personal hygiene saat haid karena jika personal hygiene tidak diterapkan dengan benar maka dapat menimbulkan infeksi pada organ reproduksi, infeksi jamur dan bakteri. Keluhan yang sering muncul pada remaja putri adalah nyeri haid. Remaja putri yang dapat menjalani haid dengan nyaman akan berdampak pada aktivitas di sekolah diantaranya ijin sakit karena nyeri haid dapat berkurang sehingga kehadiran di kelas dapat meningkat Selama siklus haid remaja putri ada hal lain yg juga menjadi perhatian, deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan SADARI yang dapat dilakukan setiap bulan oleh remaja. Pemeriksaan SADARI menjadi penting karena usia muda bukan jaminan aman dari kanker payudara. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja putri tentang personal hygine selama haid, Metode yang dilakukan mencakup pendidikan kesehatan dan demonstrasi. Kegiatan akan dilakukan dalam kelompok remaja putri kepada siswi SMK pada 3 jurusan di kelas X yaitu jurusan MM (Multi Media), TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan), dan TEI (Teknik Elektronika Industri). Jumlah siswi yang bergabung dalam kegiatan sebanyak 76 siswi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan peningkatan pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene selama haid dan peningkatan dalam mengatasi nyeri haid dengan akupresure serta peningkatan SADARI. Kata Kunci : haid, personal hiegine, akupresure, SADARI 
PENGELOLAAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI DESA NGAGLIK ARGOMULYO SALATIGA Theresia Dewi Ekasari; eka adimayanti
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.333 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i1.1630

Abstract

Menyusui tidak efektif merupakan suatu kesulitan atau masalah yang dialami oleh ibu masa nifas, yang mengakibatkan ketidakpuasaan anak yang dapat mempengaruhi perkembangan otak dan gizi yang diperoleh dalam kebutuhan tubuh. Dan dalam penangananya diperlukan upaya pijat oksitosin sebagai salah satu cara meningkatkan produksi ASI.Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea di desa Ngaglik Argomulyo SalatigaJenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan berupa pengkajian, analisis data, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam penanganan menyusui tidak efektif.Setelah di lakukan pengelolaan selama 3 hari pada ibu post sectio caesarea dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, pemeriksaan fisik observasi, dan studi dokumentasi. Didapatkan masalah menyusui tidak efektif sudah teratasi. Dengan hasil terdapat data obyektif didapatkan hasil ASI pasien sudah dapat keluar dengan lancar, pasien dan keluarga mampu mengulangi tindakan pijat oksitosin, dan brest care sesuai yang diajarkan, pasien dan keluarga sudah mengetahui tentang nutrisi yang baik untuk ibu menyusui.Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea sudah teratasiBagi ibu masa nifas diharapkan agar melakukan teknik pijat oksitosin dan melakukan pemberian ASI sesering mungkin tanpa dibatasi dan memperhatikan nutrisi yang ada didalam kandungan makanan, agar kebutuhan yang ada didalam tubuh terpenuhi. Kata Kunci : Menyusui Tidak Efektif
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Personal Hygiene Eka Adimayanti; Dewi Siyamti; Hapsari Windayanti
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.172 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1824

Abstract

Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood marked by physical changes. Young women need education about personal hygiene during menstruation because if personal hygiene is not applied properly it can cause infections in the reproductive organs, fungal and bacterial infections. Young women need education about personal hygiene during menstruation because if personal hygiene is not applied properly it can cause infections in the reproductive organs, fungal and bacterial infections. This study aims to describe the knowledge of young women about personal hygiene. The study was conducted on 76 students of class X, majoring in MM, TKJ, TEI SMK NU Ungaran with a sampling technique using accidental sampling. Knowledge assessment of adolescent girls was carried out using a questionnaire about personal hygiene during menstruation. The results showed an increase in students' knowledge about personal hygiene during menstruation after education about personal hygiene during menstruation. ABSTRAK Remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik. Remaja putri membutuhkan edukasi tentang personal hygiene saat haid karena jika personal hygiene tidak diterapkan dengan benar maka dapat menimbulkan infeksi pada organ reproduksi, infeksi jamur dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene. Penelitian dilakukan pada 76 siswi kelas X, jurusan Multi Media (MM), Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Tehnik elektronik Industri (TEI) SMK NU Ungaran dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penilaian pengetahuan remaja putri dilakukan dengan quesioner tentang personal hygiene saat haid. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi SMK NU Ungaran tentang personal hygiene saat haid setelah dilakukan edukasi tentang personal hygiene pada saat haid.
Biblioterapi untuk Meningkatkan Perkembangan Sosial pada Anak Prasekolah Eka Adimayanti; Dewi Siyamti; Hapsari Windayanti
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpp.v1i2.1867

Abstract

Abstract Bibliotherapy is psychotherapy support through reading material to help someone who is experiencing personal problems or for other therapeutic purposes. Reading books are one of the media that teachers can use to stimulate children's social skills. Community Service Activities with the title "Bibliotherapy To Improve Social Development in Preschool Children". The purpose of this activity is to improve social development in preschool children. The method used is bibliotherapy through play therapy. The implementation of service is carried out for each class according to a predetermined schedule. Before we give the material to the students, we do apperception to each class teacher. After doing apperception with our class teacher, we continued the intervention. The first intervention is to examine the child's social skills with a questionnaire through the child's parents. Furthermore, bibliotherapy was carried out with different themes in each class. The final stage is to evaluate by assessing the child's social ability using a questionnaire on the child's social ability through parents. The results of monitoring social abilities in preschool children increased after playing therapy with the bibliotherapy method was carried out.
Penerapan Akupresur sebagai bagian Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Meningkatkan Imunitas Dewi Siyamti; Kartika Sari; Eka Adimayanti
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 2 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpp.v2i1.2072

Abstract

Masyarakat luas telah memeperoleh pengalaman berharga dari adanya pandemi Covid-19. Pandemi yang berlangsung lama memebrikan dampak luas kepada masyarakat di berbagai aspek.  Penerapan adaptasi kebiasaan baru dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan menjadi perhatian bersama saat melakukan aktifitas sehari-hari. Menjaga kesehatan dilakukan dengan memelihara dan meningkatkan imunitas melalui gizi seimbang, aktfitas cukup, istirahat cukup dan akupresur. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih masyarakat melakukan akupresur mandiri untuk membantu meningkatkan imunitas. Tahapan pelaksanaan dimulai dengan survey ke lokasi mitra, menjalin kerjasama dengan mitra, berkoordinasi dengan kader dan pengurus, merencanakan solusi dan tahapannya. Penyuluhan dilakukan dengan topic imunitas dan akupresur kemudian dilanjutkan dengan pelatihan akupresur untuk meningkatkan imunitas. Titik akupresur yang digunakan yaitu SP6, PC6 dan Li4, titik dipilih karena terletak pada area tangan kaki, mudah ditemukan dan ditentukan titiknya secara mandiri. Pemijatan pada titik meridian dilakukan memutar searah jarum jam sebanyak 30 kali pada masing masing titik bergantian pada ekstrmitas kanan dan kiri. Hasil pos tes yang didapatkan pengetahuan peserta terhadap akupresur untuk meningkatkan imunitas signifikan dengan pengetahuan kurang 0% dan sangat baik meningkat menjadi 33.3%. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat bermanfaat dan di lakukan mandiri oleh masyakarat sebagai salah satu upaya meningkatka imunitas.
Optimalisasi Pengetahuan Health Security pada Masyarakat Pasca Pandemi Dewi Siyamti; Eka Adimayanti
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2981

Abstract

Indonesia has weathered the COVID-19 pandemic. The conditions that occured have a tremendous impact on all aspects of society. Restrictions on social activities, social distancing, prohibition of going home, covid 1, 2 and booster vaccines, implementation of health protocols and adaptation to new habits are part of the national strategy to return to normal activities during the pandemic. Various efforts were made by government to prevent and break the chain of transmission of the disease, but over time new variants emerged and returned to the disease. Family as the smallest unit in society that has the most influence in efforts to implement health awareness and healthy behavior of all family members. The purpose of this community service activity is to optimize public knowledge about health security.
Pengelolaan Resiko Perdarahan pada Anak Usia Sekolah dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) Setiya Siswo, Digolanjanry; Adimayanti, Eka
Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jkbs.v1i2.2366

Abstract

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dan ditandai dengan empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi pendarahan, hematomageli dan tanda-tanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan (sindrom renjatan dengue) sebagai akibat dari kebocoran plasma yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penulisan ini untuk menggambarkan pengelolaan keperawatan resiko perdarahan pada anak usia sekolah dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ruang Anggrek RSUD Salatiga. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan, diantaranya melalui pengkajian meliputi pemeriksaan fisik, observasi, pemeriksaan penunjang, penegakan diagnosa keperawataan, implementasi dan evaluasi. Implementasi resiko perdarahan dengan monitor koagulasi, monitor tanda tanda vital, monitor tanda dan gejala perdarahan, pertahankan bed rest selama perdarahan, jelaskan tanda dan gejala perdarahan, anjurkan menggunakan kaus kaki saat ambulasi, anjurkan meningkatkan asupan makanan dan vitamin K, anjurkan segera melapor jika terjadi perdarahan, kolaborasi pemberian obat saat terjadi perdarahan. Hasil pengelolaan yang didapatkan sudah tidak mimisan, sudah tidak ada darah yang keluar di gusi, sudah tidak demam tinggi, dan hasil pemeriksaan laboratorium trombosit 38000 /µL, dari hasil di atas membuktikan bahwa implementasi yang dilakukan pada pasien secara sudah teratasi sebagian. Saran bagi orang tua agar bisa lebih mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya perdarahan pada Demam Berdarah Dengue. Kata kunci: Resiko Perdarahan, Demam Berdarah Dengue (DBD)