Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEREMPUAN BIAK- SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI PADA KELUARGA ETNIS PAPUA Hastuti, Hepi
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kajian Tentang perempuan dalam ranah yang lebih serius semakin menemukan tempatnya seperti yang sedang di teliti adalah bagaimana perspektif komunikasi dalam tindak komunikasi pada perempuan Biak di keluarga etnis Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran perempuan dalam tindak komunikasi pada konteks keluarga Batih atau keluarga luas dalam hal suatu pengambilan keputusan juga untuk menganalisa hal-hal yang menentukan peran perempuan Biak pada tindak komunikasi di keluarga inti maupun keluarga luas.Penelitian ini menggunakan analisis data model komponensial yaitu dengan cara menganalisa unsur- unsur yang memiliki hubungan yang kontras antara satu unsur dengan unsur yang lain dalam domain-domain yang telah di tentukan untuk di analisa lebih terperinci. Unsur-unsur atau elemen-elemen yang kontras akan di pilah dan selanjutnya di cari term-term yang dapat mewadahinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran dominan dalam tindak komunikasi terhadaap pengambilan keputusan dalam hal pendidikan, begitu pula dalam hal ekonomi berupa menajemen keuangan rumah tangga dan dalam mengatur ranah domestik. Kesetaraan antara keduanya ditunjukkan dalam agama berupa mengajarkan kepercayaan akan keber-Tuhan-an serta membentuk generasi yang agamis dan dalam perlindungan berupa menambah rasa aman dan nyaman serta mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat. Begitu pula peran dominan dalam mengatur tata kehidupan beragama dan mempersiapkan mental anak lebuh mandri, laki-laki lebih memegang kendali atas perilaku komunikasi dalam hal pengambilan keputusan tersebut. Hal yang berbeda kembali ditunjukkan melalui peran dominan yang dijalankan perempuan dalam berkomunikasi mengenai masalah kesehatan dibandingkan dengan laki-laki.Abstract Women’s studies in the realm of the more serious as it is increasingly finding its place being care full show the act of communication in the communication perspective on ethnic family female Biak in Papua. This study aims to analyze: (1) the role of women in the act of communication in the context Batih family or extended family inthe event of a decision-making as well as to (2) analyze the things that define the role of women in the communications act of Biak on the nuclear family and the extended family. This study uses data analysis models componential that is by analyzing the elements that have a contrasting relationship between on element with an other element in the domain-domain that has been set for more detailed analysis. Elements or elements that contrast will be separated, and further in search terms that can host them. Results showed that women have a dominant role in the act of communication to decision making in terms of education, as well as in economic terms in the form of financial management in managing the household and the domestic sphere. Equality between the two is shown in the form of religious belief teaches God’s where about sand form generation in the protection of religious and add a sense of security and comfort as well as preparing children to become members of society. Similarly,a dominant role in governing the religious life and mentally preparing children more independent, men are more in control of the communication behavior in terms of the decision. It is shown through the different re-run women’s dominant role in communicating about health problems compared to men. 
Peningkatan Kesadaran Penggunaan Bahasa Daerah Bagi Mahasiswa Asli Biak Di IISIP YAPIS Biak - Papua Menggunakan Komunikasi Persuasif Purnamasari, Jelita; Yunus, Muhammad Ridwan; Hastuti, Hepi; Krismiyati, Krismiyati
IMPOWERMENT SOCIETY Vol 4 No 2 (2021): August
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.855 KB) | DOI: 10.30741/eps.v4i2.701

Abstract

IISIP YAPIS Biak merupakan kampus terbesar di Biak dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 1000 mahasiswa yang sebagian besar berasal dari suku Biak. Namun, sebagian besar mahasiswa tersebut memiliki kemampuan bahasa Biak yang kurang sehingnga dapat menggiring kepada kondisi peralihan bahasa. Alasan kenapa penggunaan bahasa Biak menjadi kurang dari pada penggunaan bahasa Indonesia adalah kurang sadarnya orang tua sebagai transmitor bahasa dan mahasiswa sebagai generasi muda Biak terhadap pentingnya penggunaan bahasa daerah. Kedua pihak memiliki pamahaman yang kurang akan perannya untuk melestarikan budaya yang mana ditemukan penggunaan bahasa Biak yang kurang di lingkungan keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari observasi terkait masalah, pendataan mahasiswa asli Biak sebagai partisipan, dan menghimpun para mahasiswa Asli Biak untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan via online karena alasan Covid-19. Teknik Penyampaian materi menggunakan teknik komunikasi persuasif. Setelah kegiatan ini, kesadaran akan penggunaan bahasa Biak menjadi lebih baik sehingga membangun motivasi dari mahasiswa untuk belajar bahasa daerahnya sendiri.
Legalization and Leadership Strengthening of Karang Taruna Anjereuw: A Participatory Model for Youth Development Hastuti, Hepi; Purnamasari, Jelita; Agustiani, Rahmah; Dadang, Andi Masse
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v5i3.634

Abstract

This community service project aimed to strengthen youth leadership capacity and organizational legitimacy through the establishment of Karang Taruna in Anjereuw Village, Papua. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the program was conducted over 1.5 months in three phases: organizational initiation, cadre training, and legalization through a Village Head Decree issued by the Head of Anjereuw Village (No. 240/001/SK.KEL.ANJW/IX/2025), witnessed by the District Head. Thirty-five youths participated, representing most of the eligible youth in the village, with over 70 percent remaining actively engaged. Activities included participatory meetings, leadership workshops, and facility construction. The program produced three measurable results: (1) legal recognition of Karang Taruna, (2) a public stage for social–cultural events, and (3) a multifunctional youth space supporting small-scale creative business activities. These achievements improved leadership competence, strengthened institutional credibility, and encouraged local entrepreneurship. The findings indicate that combining participatory engagement, organizational development, and practical economic initiatives can provide a sustainable model for youth capacity building and community resilience in rural Papua.