Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Penggunaan Bahasa Daerah Bagi Mahasiswa Asli Biak Di IISIP YAPIS Biak - Papua Menggunakan Komunikasi Persuasif Purnamasari, Jelita; Yunus, Muhammad Ridwan; Hastuti, Hepi; Krismiyati, Krismiyati
IMPOWERMENT SOCIETY Vol 4 No 2 (2021): August
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.855 KB) | DOI: 10.30741/eps.v4i2.701

Abstract

IISIP YAPIS Biak merupakan kampus terbesar di Biak dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 1000 mahasiswa yang sebagian besar berasal dari suku Biak. Namun, sebagian besar mahasiswa tersebut memiliki kemampuan bahasa Biak yang kurang sehingnga dapat menggiring kepada kondisi peralihan bahasa. Alasan kenapa penggunaan bahasa Biak menjadi kurang dari pada penggunaan bahasa Indonesia adalah kurang sadarnya orang tua sebagai transmitor bahasa dan mahasiswa sebagai generasi muda Biak terhadap pentingnya penggunaan bahasa daerah. Kedua pihak memiliki pamahaman yang kurang akan perannya untuk melestarikan budaya yang mana ditemukan penggunaan bahasa Biak yang kurang di lingkungan keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari observasi terkait masalah, pendataan mahasiswa asli Biak sebagai partisipan, dan menghimpun para mahasiswa Asli Biak untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan via online karena alasan Covid-19. Teknik Penyampaian materi menggunakan teknik komunikasi persuasif. Setelah kegiatan ini, kesadaran akan penggunaan bahasa Biak menjadi lebih baik sehingga membangun motivasi dari mahasiswa untuk belajar bahasa daerahnya sendiri.
Strategi Komunikasi Puskesmas Pasi Kepada Masyarakat Kampung Samberpasi dalam Mencegah Stunting pada Anak Usia Dini melalui Program 1 Rumah 1 Kelor Yunus, Muhammad Ridwan; Utami, Ayu Kurnia; Aliah, Meiyanti Nur
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 5, No 4 (2021): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v5i4.2603

Abstract

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan adanya proses komunikasi yang baik maka pesan yang disampaikan dapat berjalan dengan baik. Dimana salah satu fungsi utama komunikasi adalah memberikan informasi, informasi akan diberikan pada subjek komunikasi kepada orang yang menjadi objek komunikasi tersebut. Penelitian ini berfokus pada bagaimana strategi komunikasi petugas Kesehatan dari Puskesmas Pasi dalam mengkomunikasi program 1 Rumah 1 Kelor kepada masyarakat kampung Samberpasi dengan maksud menghimbau masyarakat untuk dapat melakukan pemenuhan gizi masyarakat setempat utamanya anak usia dini dan ibu hamil agar mencegah munculnya kasus stunting di wilayahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif eksploratif dengan metode observasi dan wawancara untuk mendapatkan informasi dari para informan. Informasi tersebut kemudian dikorelasikan dengan tinjauan pustaka dari penelitian ilmiah sebelumnya. Di Kampung Samberpasi, meskipun terbatas pada akses media informasi dan komunikasi, pesan Kesehatan melalui manfaat daun kelor dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat dan mendapatkan respon positif dari masyarakat. Tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh cara penyampaian pesan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat setempat serta keterlibatan aktor-aktor yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti kepala kampung beserta ibu-ibu PKK dan aparat kampung, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat  setempat.
Strengthening Media Literacy and Public Speaking Competence among Junior High Students through Campus-School Collaboration Yunus, Muhammad Ridwan; Purnamasari, Jelita; Utami, Ayu Kurnia; Tuasikal, Patma; Agustiani, Rahmah
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1689

Abstract

Adolescents’ high digital media engagement does not automatically translate into communicative competence In the digital communication era, particularly in peripheral regions with limited school resources. This study evaluated the effectiveness of a one-day community service workshop aimed at enhancing public speaking and foundational broadcasting skills among 40 students aged 13–15 at SMP YPPK Biak, Papua. The workshop employed a participatory, experiential learning approach combining explanation, demonstration, guided practice, and peer feedback, facilitated jointly by university lecturers and campus radio practitioners. Data were collected using pre–post tests, structured observation sheets, participatory observation, and satisfaction questionnaires to measure confidence, knowledge, practical skills, and engagement. Results show that students’ confidence in public speaking increased from 33% to 48%, while understanding of articulation, posture, eye contact, and vocal projection rose from 45% to 62%, accompanied by a decrease in visible anxiety from 62% to 49%. Broadcasting knowledge improved from 18% to 71%, with 85% of students demonstrating correct microphone handling, 73% maintaining proper distance, and 68% improving rhythm and pacing during simulations. Over 90% of participants reported the workshop as useful and enjoyable, and teachers observed increased expressiveness and readiness to engage in school–university broadcasting collaborations. These findings indicate that short-term, practice-oriented interventions can effectively develop communication competence, boost confidence, and foster motivation among adolescents, while providing a replicable model for participatory learning and sustainable school-based broadcasting initiatives in resource- limited contexts.