Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERENCANAAN STRATEGI KOMUNIKASI PENCEGAHAN STUNTING DIREKTORAT KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI BKKBN (Studi Kasus Program Vodcast Waktu Indonesia Berencana Periode Oktober 2021-Oktober 2022) Prawira, Muhammad Saripudin; Fajarina, Fajarina; Febriani, Erna; Harahap, Arifin Saleh
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 21, No 01 (2024): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v21i01.703

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma pospositivisme untuk menggambarkan dan mengetahui perencanaan strategi komunikasi yang dilakukan Direktorat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi dalam upaya melakukan pencegahan Stunting dan hambatannya pada program vodcast waktu indonesia berencana. Target sasarannya yaitu ibu hamil, calon pengantin, BKKBN Provinsi, dan orang tua, terkait pemahaman pencegahan dan bahaya Stunting dengan tujuan akhir perubahan sikap audiens. Metode pengumpulan data yang digunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukan DITKIE BKKBN menerapkan semua tahap pada Model Perencanaan Komunikas Lima Langkah yaitu Penelitian, Perencanaan, Pelaksanaan, Pengukuran dan Pelaporan. Penelitian dilakukan pada sebelum vodcast waktu indonesia berencana, menyiapkan tim produksi. Perencanaan pembuatan media dan isi konten vodcast waktu indonesia berencana, mencari narasumber, riset tema, target sasaran utama, peralatan, studio, brifing serta kerja sama dengan Kominfo, Mahaka Group, MNC Group dan Radio Kompas. Pelaksanaan melaksanakan tugas masing-masing pada tim produksi. Pengukuran evaluasi untuk mengetahui hasil akhir dan saat kegiatan vodcast, pada tahap evaluasi juga peneliti memakai Teori Adopsi Inovasi yaitu fase kesadaran (awareness), Keinginan (Interest), Evaluasi (Evaluation), Fase Mencoba (Trial), Fase Adopsi (Adoption) untuk melihat sikap informan terhadap vodcast wib dan masuk dalam tahap pengukuran/evaluasi. Tahap pelaporan merupakan akhir dari kegiatan vodcast, laporan berupa lisan dan tulisan (dokumen) dilaporkan kepada penanggung jawab vodcast wib, lalu dilaporkan lagi sebagai informasi progres vodcast kepada Koordinator, Direrktur, Deputi dan Kepala BKKBN.
PUBLIC SPEAKING FOR BUSINESS (PKM Digital Marketing di SMKN 8 Pejaten Barat Jakarta Selatan) Fajarina, Fajarina
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i2.8689

Abstract

Dunia bisnis sangat mumpuni. Perkembangannya mengiringi perkembangan jaman. Sentuhan teknologi di segala lini perbisnisan pun dimanfaatkan secara massif oleh industri dari awalnya masih konvensional manual, kini sudah modern digital.  Walaupun saat ini sudah memasuki era digital, namun cara konvensional pemasaran bisnis dengan tatap muka tidak akan bisa dihilangkan. Disinilah pentingnya keterampilan berbicara di muka umum atau yang dikenal dengan public speaking oleh para pelaku bisnis di semua level jabatan dari yang terendah hingga top management. Sebagai salah satu sekolah menengah atas kejuruan dengan predikat unggul, SMKN 8 yang berlokasi di Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan memiliki salah satu jurusannya adalah bisnis daring dan pemasaran. Para siswa selain harus dibekali ilmu teori dan praktek sesuai kurikulum jurusan mereka, mereka pun masih butuh dibekali keterampilan yang tidak kalah pentingnya yakni public speaking agar kelak setelah mereka lulus bila ingin langsung terjun di dunia pekerjaan, mereka langsung mahir menerapkan keterampilan berbicara di muka umum ini kepada pelanggan, mitra bisnis, dan pihak lainnya yang terkait dengan pekerjaan mereka. Beberapa dosen peminatan Marketing Communication Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Jakarta mengadakan seminar dan pelatihan singkat sebagai bentuk salah satu tridarma perguruan tinggi yakni Pengabdian Kepada Masyarakat yang disingkat PKM ke SMKN 8 Jakarta dengan mengusung tema besar “Digital Marketing”.  
STRATEGI AKOMODASI KOMUNIKASI ANTAR-BUDAYA KARYAWAN ETNIS JAWA-BETAWI DI LINGKUNGAN SUSHI TEI SUDIRMAN: [Inter-cultural Communication Accommodation Strategies of Javanese-Betawi Ethnic Employees in Sushi Tei Sudirman] Andini, Shiva Trie; Fajarina, Fajarina; Siregar, Ballian
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6 No 1 (2023): Global Komunika Vol. 6 No. 1 2023
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/gk.v6i1.6161

Abstract

Fenomena interaksi keragaman budaya dalam suatu kelompok kerja menunjukkan adanya konvergensi, divergensi, dan akomodasi yang berlebihan di lingkungan kerja Restoran Sushi Tei Citywalk Sudirman, Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk strategi akomodasi karyawan etnis Jawa dan Betawi serta memahami hambatan interaksi komunikasi antar budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk strategi akomodasi komunikasi karyawan etnis Jawa dan Betawi adalah konvergensi, divergensi, dan akomodasi berlebihan. Kedua etnis ini memiliki landasan budaya yang sangat berbeda, sehingga menjadi faktor yang mendorong dan juga menghambat akomodasi komunikasi antar budaya. Hambatan yang dihadapi oleh kedua etnis ini sama, yaitu perbedaan bahasa dan gaya bicara yang kontras.
BUDAYA KOMUNIKASI MILITER (Studi Etnografi di Kogartap I/Jakarta) Hakim, Brigifia Gadista; Fajarina, Fajarina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20497

Abstract

This research aims to determine the military communication culture of ethnographic studies in Kogartap I/Jakarta. This study uses qualitative research methods by conducting interview techniques to collect data. This research was conducted using an ethnographic research design. Ethnography is the work of describing a culture. Generally, ethnography is used by some researchers to understand other cultures. The main goal is to understand a view of life from the perspective of indigenous people. Data and information were analyzed descriptively using data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. From the results of this research, Searle's speech act theory approach and organizational culture theory provide an analytical framework for evaluating military communication culture in Kogartap I/Jakarta. The interactions resulting from this theory create a military communication culture in Kogartap I/Jakarta in accordance with the speech act theory by Searle and Bureaucracy and a creative culture that the commander has a strong desire to control his environment, including members.
Pelatihan Literasi Keuangan untuk Penguatan Serikat Pekerja: Financial Literacy Training for Strengthening Labor Unions Daryanto Hesti Wibowo; Bambang Irawan; Fajarina Fajarina
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 5 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i5.11858

Abstract

Financial literacy among labor unions is motivated by the limited ability of union leaders to read company financial reports, resulting in a weak, reactive bargaining position in industrial relations negotiations. The outreach activity aims to strengthen unions' technical capacity by providing a basic understanding of financial reports, data-based negotiation techniques, and the use of digital technology for communication and organizational management. The program was held over one day in a blended learning format that combined concept presentations, case studies, negotiation techniques, and an introduction to financial literacy books and applications, with evaluation through pre- and post-training questionnaires and open participant feedback. The results show an increase in participants' knowledge and confidence in analyzing financial information, high appreciation for the relevance of the material and the facilitators' competence, and the emergence of concrete plans to use the training results in the union's negotiation agenda and administrative strengthening, despite obstacles such as limited access to company financial reports, management resistance to transparency, and time constraints for administrators. In conclusion, financial literacy can be an important lever for labor unions to move from a pattern of dependency to knowledge-based autonomous action. Therefore, more in-depth follow-up training, post-workshop mentoring, and the development of institutional support are needed to ensure that this capacity-building is sustainable.
Strategi Komunikasi Publik Ombudsman Republik Indonesia dalam Mengelola Komentar Publik Instagram @Ombudsmanri137 untuk Menjaga Citra Lembaga Martua Reynard William Pasaribu; Endang Roh Suciati; Fajarina Fajarina; M Jamiluddin Ritonga
Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus: Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/federalisme.v3i3.1992

Abstract

This study aims to analyze the public communication strategy of the Ombudsman of the Republic of Indonesia through its Instagram account, @ombudsmanri137, particularly in managing public comments to maintain institutional image in the digital space. Using a constructivist paradigm and a holistic single-case study design, data were collected through in-depth interviews with key and supporting informants, structured non-participant digital observation of Instagram posts published from January to April 2026, and document analysis. Data were analyzed using the explanation-building technique, with credibility strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that public comments consisted of four categories: complaints, criticism, reasoned appreciation, and questions, with complaints and criticism predominating. This pattern was influenced by the Ombudsman's role in handling public complaints, differences between public perceptions and its legal authority, and the perception that Instagram provides a more accessible channel than formal complaint mechanisms. The communication strategy involved information dissemination and public education, two-way engagement, and publication of institutional activities and performance. Based on Two-Way Communication Theory, the strategy predominantly reflects a two-way asymmetrical model while gradually developing symmetrical characteristics. The study concludes that responsive communication supports institutional image management, although changes in institutional image were not empirically measured.
Jurnalisme Clickbait Di Era Digital: Mengungkap Strategi Pemilihan Diksi Judul Berita Oleh Detik.Com Yasundari Yasundari; Fajarina Fajarina; Ballian Siregar; Olih Solihin; Safutra Rantona
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v4i1.2804

Abstract

The rapid development of online media in Indonesia's digital era has introduced innovative ways of delivering information to readers. However, amidst this dynamism, the increasingly dominant phenomenon of clickbait has captured public attention. Clickbait, characterized by attention-grabbing and often enticing headlines, has become a common strategy employed by online media to attract visitors. This study delves into the impact of this phenomenon on information quality, journalistic ethics, and public trust in online media, with a specific focus on the strategies employed by Detik.com in selecting clickbait headline diction in January 2024. Through literature review analysis, the study aims to provide insights into the development of clickbait journalism, identify its impacts, and analyze the ethical aspects involved, contributing to a deeper understanding of the clickbait phenomenon in Indonesian online media.
Strategi Divisi Marketing Product dalam Implementasi Program Garuda Boarding Pass di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Bernadetha Septiani Iving; Euis Nurul Bahriyah; Fajarina; Arie Nugraha
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 5 (2026): EduTIK : Oktober 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i5.611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi komunikasi pemasaran Divisi Marketing Product PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam mengimplementasikan Program Garuda Boarding Pass (GBP). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama Key Informan (Manager Marketing Product), Informan 1 (Staff Marketing Product), dan Informan Pendukung (Mitra Sarinah), yang diperkuat dengan observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dirancang melalui reposisi merek strategis (revamp BPTV ke GBP) berbasis riset untuk menyasar penumpang Segmen A (Menengah ke atas) dengan proposisi nilai pendampingan perjalanan yang berkelanjutan. Pengelolaan strategi menerapkan pola negosiasi fleksibel (tailor-made) secara langsung tanpa perantara serta pendelegasian wewenang dua jalur (Head Office dan Branch Office). Pelaksanaan komunikasi dilaksanakan secara omnichannel terpadu (Integrated Marketing Communication)  melalui  iklan  majalah in-flight  Colors,  program stimulasi Merchant Teraktif, EDM Blast, media sosial, hingga penempatan QR Code di Executive Lounge dan kantor penjualan. Evaluasi rutin dilakukan berbasis tiga indikator kinerja utama (KPI), di mana tantangan keterbatasan fitur landing page tersentralisasi dimitigasi melalui pengajuan pembaruan sistem tahunan. Kesimpulannya, strategi komunikasi pemasaran Divisi Marketing Product berhasil mentransformasi boarding pass menjadi ekosistem nilai tambah digital yang memperkuat loyalitas pelanggan serta ekuitas merek. ABSTRACT              This study aims to analyze the planning, management, execution, and evaluation processes of the marketing communication strategy implemented by the Product Marketing Division of PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk in executing the Garuda Boarding Pass (GBP) Program. The research method utilized is descriptive qualitative with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with a Key Informant (Product Marketing Manager), a Main Informant (Product Marketing Staff), and a Supporting Informant (Sarinah Partner), complemented by observation and documentation. The results indicate that program planning was designed through strategic brand repositioning (revamping BPTV to GBP) based on research to target Segment A (Upper Middle Class) passengers with a continuous travel companion value proposition. Strategy management applied flexible, tailor-made negotiation patterns directly without intermediaries, as well as a dual-channel authority delegation model (Head Office and Branch Office). Communication execution was carried out through an integrated omnichannel approach (Integrated Marketing Communication) via Colors in-flight magazine advertisements, the Active Merchant stimulation program, EDM Blasts, social media, and QR Code placements in Executive Lounges and sales offices. Routine evaluation was conducted based on three key performance indicators (KPIs), where challenges regarding centralized landing page feature limitations were mitigated through annual system update proposals. In conclusion, the Product Marketing Division's marketing communication strategy successfully transformed the boarding pass into a digital value-added ecosystem that strengthens customer loyalty and brand equity.
Strategi Komunikasi Pemasaran Produk H2O Prime dalam meningkatkan Brand Awareness melalui Akun Instagram @h2oprimesolution Matthew Julian Bintoro; Ummanah Ummanah; Fajarina Fajarina; Ballian Siregar
Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus: Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/federalisme.v3i3.1994

Abstract

The development of social media, particularly Instagram, has transformed companies’ marketing communication patterns in building brand awareness, including H2O Prime, a two-function contact lens solution marketed by PT Talithakum Persada Indonesia through the Instagram account @h2oprimesolution. This study aims to determine H2O Prime’s marketing communication strategy in increasing brand awareness through the Instagram account using the AISAS theory, namely Attention, Interest, Search, Action, and Share. This study employed a descriptive qualitative method using a holistic single-case study design. Primary data were obtained from key informants, namely the founder and CEO and one H2O Prime marketing staff member, as well as five active followers of the Instagram account @h2oprimesolution. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that H2O Prime had implemented all five AISAS stages quite effectively, with varying levels of success. Attention and Interest were effectively achieved through honest review, user-generated content, and educational content, while Search was constrained by limited information on prices and bundling packages. Action worked fairly well through soft-selling, whereas Share had not developed into viral sharing. Overall, the strategy successfully built brand recognition and brand recall, but had not yet reached top of mind. The study recommends strengthening price and bundling information, expanding content segmentation, and implementing affiliate programs or campaigns to increase brand awareness sustainably.