Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

IMPLEMENTASI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL BAGI WARGA BELAJAR PAKET C DI PKBM GENERASI MANDIRI Afrinda Rizky Fadilla; A. Ismail Lukman; Muhamad Alisalman
Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ls.v3i2.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam pelaksanaan program pelatihan pemasaran digital dan faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan informan penelitian yaitu instruktur pelatihan, warga belajar paket C dan pengelola PKBM Generasi Mandiri. Analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pemasaran digital marketing dilaksanakan dengan tahapan persiapan dengan memberikan apersepsi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta pelatihan atau warga belajar paket C. Selanjutnya pelaksanaan pelatihan dengan proses pembelajaran yang menggunakan metode ceramah untuk penyampaian materi dan praktek. Penggunaan metode praktek dilaksanakan untuk membekali peserta pelatihan pengalaman langsung keterampilan yang dilatihkan. Tahapan terakhir adalah evaluasi untuk menilai tingkat keterserapan materi pembelajaran.
Pengembangan Masyarakat Melalui Pendidikan Keterampilan Menanam Sayur Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Teluk Lerong Ilir Ridwan Ridwan; Muhamad Alisalman; Saraka Saraka; Sri Wahyuni; Hepy Tri Winarti; Mustangin Mustangin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8749

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil di dalam masyarakat, sebagai salah satu organisasi terkecil di masyarakat keluarga memiliki peran dalam mensejahterakan anggota keluarga. Salah satunya adalah meningkatkan ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga berkaitan dengan kebutuhan pangan pada setiap keluarga yang ada, artinya setiap keluarga harus memastikan kebutuhan pangan tercapai. Ketahanan keluarga berkaitan dengan ketahanan pangan keluarga itu sendiri. Oleh karena itu, keluarga harus memiliki sumber pangan mandiri. Sumber pangan mandiri dapat dibuat dengan jalan hidroponik sehingga masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan sayur untuk pangannya. Kelurahan Teluk Lerong RT 28 Jalan Siti Aisyah Kota Samarinda, tempat dilakukan kegiatan penyuluhan ini merupakan salah satu wilayah yang memiliki lahan sempit sehingga adanya keterbatasan dalam melakukan tanam menanam. Masyarakat kelurahan teluk lerong ilir bergantung pada ketersediaan sayur dari pasar. Berdasarkan hal tersebut maka sistem pertanian hidroponik dapat menjadi solusi dalam upaya ketahanan pangan khususnya ketahanan pangan yang ada di kota seperti Kota Samarinda. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk memberikan keterampilan masyarakat dalam hidroponik. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan perizinan untuk pengkondisian awal masyarakat, tahapan penyusunan perangkat pembelajaran, dan tahapan pelaksanaan. Pelaksanaan dilaksanakan dengan pemaparan materi yang dilanjutkan dengan diskusi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh peserta atau masyarakat sasaran dengan penuh antusias. Hal ini diketahui dari adanya keaktifan saat diskusi dan juga pelaksanaan praktek bersama.
PELATIHAN PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PEMASARAN BAGI PENDIDIK PENDIDIKAN NONFORMAL DI SKB 2 SAMARINDA Syamsul Anwar; Muhamad Alisalman; Sri Wahyuni
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #4 & International Community Service 2023
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melaksanakan pelatihan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan Instagram untuk pemasaran. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan kegiatan. Tahapan awal dimulai dengan persiapan untuk perizinan dan menjalin kesepakatan untuk penentuan jadwal kegiatan. Tahapan penyusunan perangkat pembelajaran untuk memudahkan proses pelatihan. Tahapan pelaksanaan merupakan tahapan inti untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah untuk penyampaian materi tentang pemasaran di era digital. Selanjutnya pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan praktek pemanfaatan instragam untuk pemasaran. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini peserta kegiatan antusias dalam mengikuti kegiatan, hal ini dilihat dengan keaktifan mengikuti kegiatan terutama ketika diskusi dan praktek mandiri.
ANALYSIS OF THE LEARNING PROCESS IN THE SEWING COURSE PROGRAM AT LPK MODES NOOR SAMARINDA Aisyah Ramadhani; Muhamad Alisalman; Hepy Tri Winarti; Mustangin
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 2 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i1.5653

Abstract

This study aims to analyze the learning process in the sewing course program at LPK Modes Noor Samarinda. The focus of the research lies in the three main stages of the learning process, namely planning, implementation, and evaluation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and document studies of instructors and students. The results of the study show that the learning process is designed systematically and adaptively to the diverse backgrounds of students. The planning phase includes setting clear learning objectives, inclusive participant recruitment, selecting competent instructors, providing adequate facilities and infrastructure, and allocated funding to support the sustainability of the program. The implementation stage is carried out in a flexible time with individual material delivery, the use of appropriate learning media, the application of lecture methods, questions and answers, demonstrations, and practices, as well as two-way communication and motivation so as to create a supportive and productive learning atmosphere. Evaluation is carried out formatively and summatively to measure the cognitive, psychomotor, and affective aspects of students. This program shows success in the form of increasing students' knowledge and skills, creating economic opportunities through independent sewing businesses, optimizing free time productively, and changing people's mindset towards the role of women. Overall, the structured and adaptive learning process at LPK Modes Noor makes a real contribution to individual empowerment and community development.
TRANSFORMATION OF COMMUNITY CAPACITY THROUGH EDUCATION-BASED EMPOWERMENT IN PT PERTAMINA EP SANGA-SANGA CSR PROGRAM IN THE SUNGAI HITAM SAMBOJA ECOTOURISM AREA Jumriah Agustina; Mustangin; Muhamad Alisalman; Arif Sugianto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6080

Abstract

This study aims to analyze the empowerment strategy in the Sungai Hitam Lestari Ecotourism area by PT Pertamina EP Sanga-Sanga Field's CSR. The focus of this research is on three stages in education-based empowerment, namely the awareness stage, the ability transformation stage and the intellectual ability stage. A qualitative approach with a descriptive method was carried out in this study. The data collection used interview, observation and documentation study methods. Data analysis is carried out by means of data reduction, data presentation and conclusion drawn. Research results At the awareness stage, social mapping was carried out, collaboration with the government and local community groups such as Pokdarwis, forming MSMEs and WWTP Groups in expanding empowerment goals, and providing education for these groups. The ability transformation stage is realized through non-formal education, namely trainings such as financial management, English language training, tour guides, processed mangrove products, eco enzymes, and floating WWTP management. The training was prepared in a participatory manner, intensely monitored and evaluated through the Community Satisfaction Index (IKM). At the intellectual ability stage, the community begins to be independent through regeneration, impact measurement (SROI, BOD, COD), and cross-sector collaboration. The results show an increase in proboscis monkeys, an increase in group income, strengthening local capacity, reducing emissions and waste, and the sustainability of ecotourism management after the CSR program ends.
ANALYSIS OF THE COMMUNITY-BASED EMPOWERMENT PROCESS IN MANGROVE ECOTOURISM MANAGEMENT IN TELUK SEMANTING TOURISM VILLAGE Faathihsia Ridda Aulya Kur'aeny; Mustangin; Wahdatan Nisa; Muhamad Alisalman
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6256

Abstract

This study aims to analyze the process of community empowerment in the management of community-based mangrove ecotourism in Teluk Semanting Tourism Village, Berau Regency. This study uses a qualitative approach with a case study design, referring to seven stages of empowerment, namely: preparation, review, alternative program planning, performance of action plans, implementation, evaluation, and termination. Data was obtained through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study show that empowerment is carried out in stages and participatory, resulting in strengthening local institutions, increasing the capacity of MSMEs (micro, small and medium enterprises) processed marine and mangrove products, and growing ecological awareness of the community. The termination process also indicates an increase in community independence in managing ecotourism in a sustainable manner
THE ROLE OF INFORMAL EDUCATION IN SUPPORTING THE IMPLEMENTATION OF THE INDEPENDENT CURRICULUM THROUGH DEEP LEARNING: A CASE STUDY IN RT 36 GUNUNG KELUA VILLAGE, SAMARINDA CITY: PERAN PENDIDIKAN INFORMAL DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING): STUDI KASUS DI RT 36 KELURAHAN GUNUNG KELUA KOTA SAMARINDA Grace Elsa Roslin; Sri Wahyuni; Muhamad Alisalman; Ady Setiawan
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6362

Abstract

This research aims to describe the forms and strategies, as well as challenges of informal education in families that contribute to the implementation of the Independent Curriculum, especially in supporting deep learning. The research was conducted in RT 36, Gunung Kelua Village, Samarinda City, with a qualitative approach of case studies. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and documentation studies. The informants were determined purposively, consisting of the Chairman of RT 36 as the key informant, five parents as the main informant, and five students from the elementary to vocational school levels as supporting informants. Data analysis was carried out using the Miles & Huberman model with stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn, while validity was maintained through triangulation of techniques and sources, member checking, and trail audits. The results of the study show that: (1) The form and strategy of informal education in supporting the implementation of the Independent Curriculum through deep learning are found to be four forms and informal education, namely home learning assistance, the use of technology and digital media, contextual learning practices at home, and the habit of independent learning (2) Challenges faced in implementing informal education such as parental understanding that has not yet been equally regarding the principles of the Independent Curriculum and deep learning, time and knowledge limitations, and learning facilities and environment. These findings demonstrate the important role of families in supporting the implementation of the Independent Curriculum and encouraging deep learning, while highlighting the need for continued support from schools, communities, and policy makers for informal education to run sustainably and effectively.
NON-FORMAL EDUCATION IN COMMUNITY-BASED WOMEN'S EMPOWERMENT: THE CASE OF THE WOMEN'S SCHOOL ACADEMY IN SAMARINDA Anita Febriyani; Hepy Tri Winarti; Muhamad Alisalman; Arif Sugianto
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6412

Abstract

Women's empowerment is an important aspect of development, because women play a strategic role in improving the welfare of families and communities. In Samarinda City, many women serve as heads of families and face economic and educational challenges. This study aims to analyze the implementation of non-formal education through the Women's School Academy (WSA) program, part of PEKKA (Empowerment of Women Heads of Families), and identify its supporting and inhibiting factors. This study uses a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with PEKKA program facilitators and representatives from the Samarinda Women and Children Protection Office (DP2PA), as well as document analysis. The results of the study show that WSA has strengthened the economic independence of participants through providing support for business capacity building, assistance in legal business registration (NIB, PIRT, halal certification), and increasing financial literacy. In addition, the program fosters social solidarity, emotional support, and develops leadership and organizational skills among women. This study concludes that non-formal education through WSA makes a significant contribution to the empowerment of women heads of families and supports sustainable community development in Samarinda.
Kesadaran Masyarakat Perkotaan dalam Memahami dan Mewujudkan Kesejahteraan Sosial: Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire A. Ismail Lukman; Muhamad Alisalman; Mustangin; Irza Mahendra
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.96119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran masyarakat Kota Samarinda dalam memahami dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Adapun teori yang digunakan adalah tahapan kesadaran (Consientizasi) Paulo Freire. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap kesadaran magis, masyarakat masih memahami bahwa kesejahteraan sosial sebagai sesuatu yang sulit dicapai karena masyarakat hanya memikirkan kebutuhan sehari-hari dan hanya melihat masalah sebagai hal yang inheren dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahapan kesadaran naif, masyarakat memahami bahwa kesejahteraan sosial adalah sesuatu yang dapat dicapai dengan fokus pada peran masing-masing dan menerima sistem yang sudah ada. Perubahan bergantung pada kemampuan individu. Pada tahap kesadaran kritis masyarakat memahami bahwa kesejahteraan sosial hanya dapat dicapai oleh masyarakat yang berpikir kritis melihat masalah sebagai sesuatu yang bersifat kompleks dan saling berkaitan, masyarakat melakukan upaya untuk berubah, dengan berwirausaha, berani mengambil risiko, dan berani melakukan kritikan terhadap sistem yang menghambat perkembangan. Pemerintah harus memberikan ruang dan memfasilitasi masyarakat non skill dan pengangguran sehingga dapat bekerja dan mencapai kesejahteraan sosial. Kata Kunci: analisis kesadaran, masyarakat perkotaan, kesejahteraan sosial, pedagogi kritis   Urban Community Consciousness in Understanding and Realizing Social Welfare: Paulo Freire's Critical Pedagogy Perspective   Abstract This study aims to analyze the awareness of the people of Samarinda City in understanding and realizing social welfare. The theory used is Paulo Freire's stages of consciousness (Conscientization). The research method used is a qualitative approach. Data collection techniques through interviews, observations, documentation studies and literature studies. Data analysis techniques use source triangulation. The results of the study show that at the magical consciousness stage, people still perceive social welfare as something difficult to achieve because they only think about daily needs and only see problems as inherent in everyday life. At the naive consciousness stage, people understand that social welfare is something that can be achieved by focusing on their respective roles and accepting the existing system. Change depends on individual abilities. At the critical consciousness stage, people understand that social welfare can only be achieved by people who think critically and see problems as something complex and interconnected, people make efforts to change, by becoming entrepreneurs, daring to take risks, and daring to criticize systems that hinder development. The government must provide space and facilitate unskilled and unemployed people so they can work and achieve social welfare.. Keywords: analysis of consciousness, urban society, social welfare,  critical pedagogy
GERAKAN ANTI PERGAULAN BEBAS REMAJA MELALUI PENYULUHAN DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN Sarifah Fadia; Nuryuliyanti Handayani; Cheria Salsabila; Risa Irvani Salsabila; Siti Aisyah Jasmin Lathifah; Dilla Ananda Putri; Afriah Tompagea; Elniati Elniati; Muhamad Alisalman; Mustangin Mustangin; Norhidayat Norhidayat
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v3i1.35

Abstract

Isu pergaulan bebas merupakan isu permasalahan yang terjadi pada remaja dan dapat memberikan dampak negatif pada pertumbuhan remaja. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan kepada remaja untuk terhindar dari adanya pergaulan bebas sebagai gerakan anti pergaulan bebas. Program ini dilaksanakan bagi remaja di Sempaja Selatan, Kota Samarinda. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan tentang anti pergaulan bebas melalui penyuluhan dengan peserta berjumlah 20 Orang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan dengan rentang waktu bulan Januari sampai Februari 2023, dimulai dari tahapan persiapan untuk perizinan pemangku kepentingan. Tahapan penyusunan bahan ajar untuk penyuluhan. Tahapan pelaksanaan sebagai tahapan inti dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dimulai dengan pembukaan. Kegiatan inti yaitu penyampaian materi dengan menggunakan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk umpan balik. Pada pengabdian kepada masyarakat ini peserta kegiatan antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat hal ini terlihat dari adanya keterlibatan aktif dalam diskusi. Dari kegiatan ini peserta memiliki pengetahuan tentang pergaulan bebas.