Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KETERAMPILAN LILIN AROMATERAPI BERBAHAN MINYAK JELANTAH BAGI WARGA BELAJAR PAKET B DI SKB 2 SAMARINDA Mustangin; A. Ismail Lukman; Aisyah Aisyah; Mutia Maulida; Bella Dhea Tiara; M Iqbal; Muhmmad Ayyub Miftakhul Khoir
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6609

Abstract

Limbah minyak jelantah menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan sehingga perlu adanya pembekalan kepada masyarakat dalam mengelola limbah jelantah. Limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk salah satunya lilin aromaterapi. Oleh karena itu, perlu ada pelatihan kepada masyarakat dalam mengelola limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi salah satunya kepada warga belajar Pendidikan Kesetaraan Paket B di SKB 2 Samarinda. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan beberapa tahapan pelatihan diantaranya adalah tahapan perizinan dari kepala SKB 2 Samarinda, tahapan penyiapan alat dan bahan untuk pelaksanaan pelatihan, dan tahapan pelaksanaan pelatihan. Pelaksanaan pelatihan juga dilaksanakan dengan beberapa kegiatan diantaranya dimulai dengan pre-test untuk mengetahu pengetahuan awal peserta pelatihan terhadap materi yang diajarkan. Selanjutnya pelaksanaan pelatihan dimulai dari penyampaian materi dengan ceramah, demonstrasi cara membuat lilin aroematerapi dari limbah minyak jelantah, dan praktek langsung terbimbing oleh peserta untuk lebih meningkatkan keterampilannya. Peserta kegiatan berpastisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan ditandai dengan aktif bertanya dan praktek langsung. Selain itu berdasarkan hasil post-test yang dilaksanakan telah terjadi peningkatan pengetahuan dari peserta pelatihan.
PENDIDIKAN KETERAMPILAN LILIN AROMATERAPI BERBAHAN MINYAK JELANTAH BAGI WARGA BELAJAR PAKET B DI SKB 2 SAMARINDA Mustangin; A. Ismail Lukman; Aisyah Aisyah; Mutia Maulida; Bella Dhea Tiara; M Iqbal; Muhmmad Ayyub Miftakhul Khoir
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6609

Abstract

Limbah minyak jelantah menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan sehingga perlu adanya pembekalan kepada masyarakat dalam mengelola limbah jelantah. Limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk salah satunya lilin aromaterapi. Oleh karena itu, perlu ada pelatihan kepada masyarakat dalam mengelola limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi salah satunya kepada warga belajar Pendidikan Kesetaraan Paket B di SKB 2 Samarinda. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan beberapa tahapan pelatihan diantaranya adalah tahapan perizinan dari kepala SKB 2 Samarinda, tahapan penyiapan alat dan bahan untuk pelaksanaan pelatihan, dan tahapan pelaksanaan pelatihan. Pelaksanaan pelatihan juga dilaksanakan dengan beberapa kegiatan diantaranya dimulai dengan pre-test untuk mengetahu pengetahuan awal peserta pelatihan terhadap materi yang diajarkan. Selanjutnya pelaksanaan pelatihan dimulai dari penyampaian materi dengan ceramah, demonstrasi cara membuat lilin aroematerapi dari limbah minyak jelantah, dan praktek langsung terbimbing oleh peserta untuk lebih meningkatkan keterampilannya. Peserta kegiatan berpastisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan ditandai dengan aktif bertanya dan praktek langsung. Selain itu berdasarkan hasil post-test yang dilaksanakan telah terjadi peningkatan pengetahuan dari peserta pelatihan.
Kesadaran Masyarakat Perkotaan dalam Memahami dan Mewujudkan Kesejahteraan Sosial: Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire A. Ismail Lukman; Muhamad Alisalman; Mustangin; Irza Mahendra
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.96119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran masyarakat Kota Samarinda dalam memahami dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Adapun teori yang digunakan adalah tahapan kesadaran (Consientizasi) Paulo Freire. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap kesadaran magis, masyarakat masih memahami bahwa kesejahteraan sosial sebagai sesuatu yang sulit dicapai karena masyarakat hanya memikirkan kebutuhan sehari-hari dan hanya melihat masalah sebagai hal yang inheren dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahapan kesadaran naif, masyarakat memahami bahwa kesejahteraan sosial adalah sesuatu yang dapat dicapai dengan fokus pada peran masing-masing dan menerima sistem yang sudah ada. Perubahan bergantung pada kemampuan individu. Pada tahap kesadaran kritis masyarakat memahami bahwa kesejahteraan sosial hanya dapat dicapai oleh masyarakat yang berpikir kritis melihat masalah sebagai sesuatu yang bersifat kompleks dan saling berkaitan, masyarakat melakukan upaya untuk berubah, dengan berwirausaha, berani mengambil risiko, dan berani melakukan kritikan terhadap sistem yang menghambat perkembangan. Pemerintah harus memberikan ruang dan memfasilitasi masyarakat non skill dan pengangguran sehingga dapat bekerja dan mencapai kesejahteraan sosial. Kata Kunci: analisis kesadaran, masyarakat perkotaan, kesejahteraan sosial, pedagogi kritis   Urban Community Consciousness in Understanding and Realizing Social Welfare: Paulo Freire's Critical Pedagogy Perspective   Abstract This study aims to analyze the awareness of the people of Samarinda City in understanding and realizing social welfare. The theory used is Paulo Freire's stages of consciousness (Conscientization). The research method used is a qualitative approach. Data collection techniques through interviews, observations, documentation studies and literature studies. Data analysis techniques use source triangulation. The results of the study show that at the magical consciousness stage, people still perceive social welfare as something difficult to achieve because they only think about daily needs and only see problems as inherent in everyday life. At the naive consciousness stage, people understand that social welfare is something that can be achieved by focusing on their respective roles and accepting the existing system. Change depends on individual abilities. At the critical consciousness stage, people understand that social welfare can only be achieved by people who think critically and see problems as something complex and interconnected, people make efforts to change, by becoming entrepreneurs, daring to take risks, and daring to criticize systems that hinder development. The government must provide space and facilitate unskilled and unemployed people so they can work and achieve social welfare.. Keywords: analysis of consciousness, urban society, social welfare,  critical pedagogy