Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Faktor Minimnya Minat Membaca Siswa Kelas 5 MI Islamiyah Prembun Prissilia Prahesta Waningyun; Dini Riandini; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 8, No 1 (2023): Metalingua, Edisi April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v8i1.18969

Abstract

Minat baca adalah keinginan yang kuat dari seseorang untuk membaca dan menganalisa serta memahami isi bacaan yang ia baca. Oleh karena itu, diperlukan sebuah penelitian mengenai fakta yang mempengaruhi minat baca siswa di kelas V Ml Islamiyah Prembun. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang menyebabkan minimnya minat membaca pada siswa dikelas V MI Islamiyah Prembun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas V, guru, dan, orang tua siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal penyebab rendahnya minat membaca siswa kelas V MI Islamiyah Prembun adalah kemampuan membaca dan kurangnya kebiasaan membaca. Faktor eksternal penyebab rendahnya minat membaca siswa adalah lingkungan sekolah kurang mendukung, peran perpustakaan belum maksimal, keterbatasan buku/baha bacaan, keluarga kurang mendukung, dan pengaruh menonton televisi serta penggunaan handphone.
Logico-Semantic Relation of Clause Complexes in Figurative Languages in The Devil Wears Prada Film Dini Riandini
JEPAL (Journal of English Pedagogy and Applied Linguistics) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to determine types of logico-semantic relation of clause complexes in figurative languages and how The Devil Wears Prada film's logic-semantic realization. This study's data consisted of logico-semantic relation of complex clauses observed in the figurative languages in its film. This study took a qualitative method. There were 30 clause complexes in figurative languages as the sample. According to the analysis, the researcher found that logico-semantic relation types of clause complexes in the figurative languages were expansion and projection. There were 30 logico-semantic relations or 100% of the entire number of logico-semantic relations, with 28 items or 94% of expansion and 2 items or 6% of projection. In the case of expansion, it involved elaboration, extension, and enhancement, whereas projection comprised the projection. The locution projection is not employed at all. The expansion (elaboration) becomes the dominating sort of logico-semantic relation employed in the text, occurring 13 times (46%). Then, expansion (extension) happens 10 times or 34%, while expansion (enhancement) occurs 3 times or 10%. Furthermore, the projection (idea) appears twice, for a total of 7%. The last logico-semantic relation is projection (locution), which has no proportion (0 times or 0.00%).
PENGENALAN APLIKASI KAMUS BAHASA INGGRIS DIGITAL BERBASIS WEBSITE Ely Purnawati; Faridatun Nida; Dini Riandini
JURNAL SINERGI Vol. 6 No. 1 (2024): SINERGI
Publisher : FT-USNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/sinergi.v6i1.643

Abstract

Bahasa Inggris adalah bahasa universal dan penting untuk mempelajarinya. Keberadaan sebuah buku kamus sangat erat kaitannya dan dapat membantu dalam mendukung proses belajar bahasa asing. Permasalahan yang terjadi pada siswa-siswa SMK Budi Utomo Sokaraja pada jurusan Asisten Keperawatan yaitu kurangnya atau tidak tersedianya sarana media yang dapat mendukung dan memfasilitasi kesulitan dalam belajar Bahasa Inggris seperti cara dan bunyi pengucapan, makna dan contoh penggunaan kata di dalam kalimat yang dapat diakses dengan lebih efektif dan efisien. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengenalan aplikasi kamus bahasa Inggris digital berbasis website. Tahapan metode yang dilakukan yaitu persiapan kegiatan, pemberian materi dan demonstrasi, praktikum bersama dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu berhasil dilaksanakannya dengan baik kegiatan pengenalan aplikasi kamus Bahasa Inggris digital berbasis website, dicapainya peningkatan kemampuan pemanfaatan teknologi dengan praktikum penggunaan kamus Bahasa Inggris digital dan dicapainya peningkatan kemampuan berbahasa Inggris.
Peningkatan Kemampuan Pelafalan Bahasa Inggris Siswa SMK Budi Utomo Sokaraja melalui Aplikasi SpeechAce Dini Riandini
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.2.2025.918

Abstract

Kemampuan pelafalan (pronunciation) bahasa Inggris yang akurat merupakan salah satu keterampilan penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terutama dalam menghadapi tuntutan dunia kerja global. Namun, pembelajaran di tingkat SMK sering kali lebih menitikberatkan pada aspek tata bahasa dan kosa kata, sehingga pelafalan kurang mendapatkan porsi pembelajaran yang memadai. Kondisi ini terlihat di SMK Budi Utomo Sokaraja, di mana siswa masih mengalami kesulitan mengucapkan fonem tertentu, menempatkan tekanan kata, serta menjaga intonasi sesuai standar internasional. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan pelafalan siswa melalui integrasi media pembelajaran digital berbasis aplikasi SpeechAce yang memanfaatkan teknologi pengenalan suara dan umpan balik instan. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan utama: (1) Edukasi informasi dasar tentang pelafalan bahasa Inggris untuk membekali siswa dengan pengetahuan fonetik dan konsep intonasi, (2) Pelatihan penggunaan aplikasi SpeechAce dengan fokus pada fitur latihan pengucapan, analisis fonem, serta evaluasi tekanan kata dan intonasi, dan (3) Implementasi media pembelajaran digital berbasis SpeechAce dalam kegiatan belajar mengajar rutin, termasuk latihan mandiri dan kelompok. Program dilaksanakan selama tiga bulan dengan melibatkan 30 siswa dari berbagai jurusan. Peningkatan Pengetahuan Siswa menunjukkan peningkatan skor rata-rata pelafalan dari 58,2 pada tahap awal menjadi 84,7 pada akhir program, atau kenaikan 26,5 poin. Lebih dari 80% siswa mencapai kategori Good hingga Excellent, dengan perbaikan pada pengucapan fonem sulit (/?/ dan /ð/), penempatan tekanan kata, dan kelancaran intonasi. Selain itu peningkatan pemahaman simbol fonetik internasional dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara. Kesimpulannya, kombinasi pembelajaran eksplisit dengan teknologi berbasis umpan balik instan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pelafalan siswa SMK. Model ini berpotensi direplikasi di sekolah vokasi lain, sekaligus mendukung prinsip pembelajaran sepanjang hayat melalui pemanfaatan aplikasi secara mandiri.
Sosialisasi Etika Bermedia Sosial yang Positif Sebagai Upaya Membangun Pengguna Digital yang Bijak di Lingkungan MA Ma’arif NU Sains Al-Qur’an Sumbang Septi Nurhayati; Dini Riandini
Jurnal Mitra Dedikasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Yayasan Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jmdm.v3i1.222

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja, termasuk peserta didik di tingkat madrasah aliyah. Di sisi lain, rendahnya pemahaman mengenai etika bermedia sosial berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyebaran informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, perundungan siber, serta pelanggaran norma dalam berkomunikasi di ruang digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai etika bermedia sosial yang positif sebagai upaya membangun pengguna digital yang bijak di lingkungan MA Ma'arif NU Sains Al-Qur'an Sumbang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi secara langsung melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, persiapan materi dan media sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi terhadap pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang sangat positif dan antusias selama proses sosialisasi. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menerapkan etika dalam menggunakan media sosial, mengenali dampak positif dan negatif aktivitas digital, serta memahami pentingnya bersikap kritis, bertanggung jawab, dan santun dalam berinteraksi di ruang digital. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik sebagai pengguna media digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab sehingga dapat menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan beretika.
Pendampingan e-Smart Early Warning untuk Peringatan Dini Banjir di Wisata Desa Karangsalam Lor Nandang Hermanto; Pungkas Subarkah; Dini Riandini; Refida Septiana Putri; Salma Ngarifatul Khofiyah; Bagus Adhi Kusuma; Primandani Arsi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0yyt8272

Abstract

The Juneng Mijil Community Self-Help Group (KSM) in Karangsalam Lor Village, Baturraden District, Banyumas Regency is a village tourism manager, one of which is Juneng Waterfall. The problem with the partners is that there is no technology used for early flood warning at the Juneng Waterfall and Twin Waterfall tourist sites, as well as low community literacy regarding early flood management. This activity aims to optimize the use of Android-based information technology and the Internet of Things (IoT) applied at Juneng Waterfall and Kembar Waterfall, through KSM Juneng Mijil in Karangsalam Lor Village. The implementation methods in this community service include the Pre-Implementation Stage, Implementation Stage, and Evaluation Stage. The results of the activity showed high enthusiasm among participants, as well as an increase in understanding and knowledge regarding the benefits, usage, and maintenance of the Internet of Things (IoT) and Android. This activity is important in the utilization of technology, particularly in optimal and safe flood warning systems for the community.
Pelatihan Penyusunan Bahasa Promosi dan Pembuatan Konten Pemasaran Digital bagi UMKM di Desa Patimuan Faridatun Nida; Dini Riandini; Alhan Cahya Purbanegara; Mayada Beni Pratiwi
Ruang Pengabdian: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): RUANG PENGABDIAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rp/v6i1.hal.122-133

Abstract

Pemasaran digital sudah lazim dilakukan oleh pelaku usaha secara umum di Indonesia sebagai bagian dari adaptasi teknologi. Namun, pelaku UMKM di Desa Patimuan merasa belum optimal dalam melakukan pemasaran digital karena kurangnya pemahaman tentang kegiatan pemasaran digital serta keterbatasan keterampilan yang dimilikinya. Oleh sebab itu, sebuah kegiatan dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM di Desa Patimuan dalam hal pemasaran digital yang meliputi penyusunan bahasa promosi dan pembuatan konten pemasaran digital. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan skema pendidikan dan pelatihan. Kegiatan melibatkan seluruh pelaku UMKM di Desa Patimuan Kabupaten Cilacap yang berjumlah kurang lebih 30 orang. Sementara itu, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen wawancara. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis tematik untuk mengetahui pengalaman peserta, perubahan pemahaman dan keterampilan, manfaat yang dirasakan dan kendala selama pelatihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang kegiatan pemasaran digital. Hal tersebut dibuktikan dengan keterampilan mereka saat mempromosikan produknya. Di akhir sesi, pembicara memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mempraktekkan ilmu yang sudah diberikan. Terlihat beberapa peserta berani mendemonstrasikan diri untuk mempromosikan produknya. Mereka mengilustrasikan cara mengkonsumsi produk serta menjelaskan keunggulan produknya. Kemampuan berpromosi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi para peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat terus diselenggarakan di wilayah lain dengan target peserta yang tepat, yaitu para pelaku UMKM. Selain itu, penyampaian materi yang sederhana namun aplikatif menjadikan ilmu yang didapatkan selama kegiatan dapat terus diterapkan dalam kegiatan pemasaran digital secara mandiri dan berkesinambungan oleh para peserta.
Training on Artificial Intelligence-Based Chatbot Applications to Improve English Vocabulary Skills for Teachers Dini Riandini; Reva Marlita; Nova Salma Romadhoni
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i1.269

Abstract

This community service activity was motivated by the low ability of teachers at MI Muhammadiyah Kedungwuluh Lor, Patikraja to operate and use Artificial Intelligence-based information technology, in this case chatbots, to support English vocabulary learning. The methods used to carry out this activity included preparation, implementation, and evaluation. The training was attended by 20 participants. It was held at MI Muhammadiyah Kedungwuluh Lor, Patitkraja. The evaluation results showed an increase in the participants' competence after participating in the training activity, with an average post-test score of 90%. This increase reflects the success of the community service program in improving teachers' ability to use chatbots as an information technology-based support medium to assist teachers in more adaptive learning and teaching activities and digital transformation.