Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesiapan Sekolah Dalam Proses Penerapan Kurikulum Merdeka Di SD Primanita Sholihah Rosmana; Sofyan Iskandar; Farihah Ayuni; Faiza Zalfa Hafizha; Pingkan Fireli; Ranisa Devi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.709

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting. Kurikulum sering diabaikan dalam pendidikan. Padahal kurikulum merupakan hal terpenting dalam pendidikan. Oleh kerena itu, kurikulum merupakan cerminan pembentukan karakter yang berkontribusi penuh bagi masa depan bangsa. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum merdeka. Tujuan dari kurikulum merdeka ini yaitu diharapkan mampu menghindari krisis belajar, menghilangkan kesenjangan belajar, dan menyelaraskan proses belajar mengajar di Indonesia. Kurikulum ini juga memberikan kebebasan kepada siswa untuk mendalami minat dan bakatnya masing-masing guna memaksimalkan potensi yang ada dalam diri mereka, maka pemerintah merancang tiga tipe kegiatan pembelajaran yaitu pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dengan karakteristik fleksibel dan esensial.
Peran Pendidikan Aqidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Hisny Fajrussalam; Alifia Nur Azizah H.A; Firra Dwi Nur’ani; Hilma Innayah Putri; Ranisa Devi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.14655

Abstract

Pendidikan aqidah akhlak merupakan pendidikan awal atau pondasi agama yang harus dimiliki anak sejak dini, pendidikan aqiah akhlak di sekolah dasar sudah terintegrasi pada mata pelajaran pendidikan agam islam. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu menjadikan siswa sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Aqidah sendiri mengacu pada keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT serta pengamalannya, dan akhlak adalah kebiasaan maupun perilaku yang berangkat dari kesadaran diri sendiri baik dalam hubungan manusia terhadap Allah, hubungan sesama manusia maupun kepada lingkungan alam. Pembentukan karakter memiliki arti sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sungguh-sungguh untuk membentuk tabiat ataupun perilaku yang dapat menjadi karakteristik seseorang, sedangkan untuk membentuk karakter siswa sekolah dasar bukanlah suatu hal yang mudah karena siswa sekolah dasar memiliki sifat yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penelitian ini dijtujukan untuk mengetahui sejauh mana peran pendidikan aqidah akhlak dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literature dengan mengkaji jurnal dan penelitian terdahulu dengan teknik analisis isi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa pendidikan aqidah akhlak memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Ranisa Devi; Hafiziani Eka Putri; Tiara Yogiarni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6619

Abstract

The limited ability of elementary school students to solve mathematical problems that require problem-solving skills has become a crucial issue in addressing the challenges of 21st-century education. This study aims to investigate the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on students’ mathematical problem-solving abilities at the elementary level. A quantitative approach was used with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group type. The research sample consisted of two classes, VA and VC, from a public elementary school in Purwakarta Regency during the 2024/2025 academic year, with 25 students in each class. Class VA served as the experimental group and received instruction using the PBL model, while class VC, as the control group, was taught using the Student Teams Achievement Divisions (STAD) cooperative learning model. Data were collected through essay tests developed based on Polya’s problem-solving stages, administered during both pretest and posttest. The analysis results showed a significant effect of the Problem Based Learning (PBL) model on enhancing the mathematical problemsolving abilities of elementary school students.