Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : eCo-Buss

Pengaruh Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Studi Pada E-Commerce Lazada di Kota Bandung Ade Ramadhan; Siti Sarah
eCo-Buss Vol. 7 No. 1 (2024): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i1.1510

Abstract

Lazada is an online shopping platform that provides a wide range of products, including electronics, stationery, children's toys and baby equipment, as well as health supplies and travel products. This lesson wants to know the impact of product and service quality to Lazada e commerce customer satisfaction within city Bandung. This lesson applies a descriptive and verifiable approach in a quantitative method. Probability sampling is a sampling technique in wherein element or fellow the population have the commensurate replacement become selected as a sample. The population in this study consists of 16.000,000 Lazada application users with samples 100 answerers. Data analysis approach applied includes data quality checks, classical assumption tests, normality tests, and influence tests. As on hypothesis examine, the t-test and f-test are used support by SPSS application. Outcome reveal lest product quality had a significant influence with a tcal value of 5,008 and a significan level of 0.000. In addition, service quality also own significan clout on customer satisfaction, with a T count value of 2,306 and a significan level of 0.023. Simultaneously, these two factors contribute significantly to customer satisfaction, as evidenced by the f-value of 3,895 and p-value 0.19. That’s possible resume that there is a significant relation among product quality and e-service quality and customer satisfaction. on Lazada Bandung.
Pengaruh Gaya Hidup, Harga, dan Brand Ambassador Terhadap Minat Beli Fashion Vans di Kota Bandung Susi Daniyati; Siti Sarah
eCo-Buss Vol. 7 No. 2 (2024): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v7i2.1951

Abstract

Industri fashion, khususnya sepatu, di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, namun produk fashion Vans di Kota Bandung menunjukkan penurunan minat beli yang signifikan dalam satu tahun terakhir. Faktor gaya hidup, harga yang relatif tinggi, dan brand ambassador menjadi isu penting yang memengaruhi perilaku konsumen, terutama di kalangan generasi muda yang terus mengikuti tren fashion terkini. Riset ini dimaksudkan untuk menganalisis keterkaitan gaya hidup, harga, dan brand ambassador pada minat beli produk fashion Vans di Kota Bandung. Dengan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, serta pengumpulan data melalui kuesioner kepada 100 responden terpilih. Hasil analisis regresi linier berganda memperlihatkan bahwa gaya hidup, harga, dan brand ambassador berdampak positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan pada minat beli, dengan kontribusi sebesar 76,6% dan nilai Fhitung 105,192 (signifikansi 0,000 < 0,05). Kesimpulannya, faktor-faktor tersebut menjadi kunci dalam memengaruhi minat beli, sehingga Vans perlu mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis gaya hidup, menyesuaikan harga kompetitif, dan meningkatkan efektivitas brand ambassador untuk menarik konsumen.
Pengaruh Shopping Lifestyle, Hedonic Shopping Motivation, dan Sales Promotion Terhadap Impulse Buying Pengguna Shopee PayLater di Bandung Sindy Wahyuni Nur Fazri; Siti Sarah
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Shopping Lifestyle, Hedonic Shopping Motivation, dan Sales Promotion terhadap pengguna Shopee PayLater di Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini muncul karena meningkatnya penggunaan layanan PayLater yang memberikan kemudahan pembayaran, namun sering mendorong perilaku pembelian spontan tanpa perencanaan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan sampel menggunakan metode non-probabilitas dengan pendekatan  purposive sampling, yaitu penentuan sampel dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sesuai kebutuhan penelitian, sedangan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Shopping Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying. Hedonic Shopping Motivation terbukti berpengaruh positi dan signifikan karena dorogan kesenangan saat berbelanja memicu pembelian spontan. Sales Promotion turut berpengaruh positif dan signifikan melalui penawaran yang mampu mendorog konsumen melakukan pembelian impulsive. Secara simultan, ketiga variabel tersebut menghadirkan pengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying pada pengguna Shopee PayLater di Kota Bandung.
Pengaruh Brand Image, Harga, dan Online Customer Review Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sunscreen Facetology Pengguna Lazada Tasya Apriliani Hermawati; Siti Sarah
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3453

Abstract

Penelitian ini ditujukan guna menganalisis pengaruh brand image, harga, dan online customer terview terhadap keputusan pembelian produk sunscreen facetology pengguna lazada. Penelitian ini mempergunakan metode kuantitaf melalui pendekatannya berupa deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan lewat sampel terpilih dari 100 orang dan diukur menggunakan skala Likert. Analisis data mempergunakan analisis regresi linier berganda melalui aplikasi SPSS 21. Temuan studi mengindikasikan, variabel brand image,  harga, online customer review memengaruhi positif yang signifikan, baik secara parsial maupun simultan. Tiga variabel yang dipilih secara bersamaan menjelaskan 54,8% variasi dalam keputusan pembelian. Temuan tersebut mengindikasikan, seluruh faktor yang dipilih demikian krusial dalam keputusan pembelian sunscreen facetology. Namun, sebanyak 45,2% mengindikasikan, faktor lain, dari mulai kualitas produk dan promosi tetap perlu dipertimbangkan untuk memahami dan meningkatkan keputusan pembelian. Dalam praktiknya, perusahaan dapat meningkatkan hasil penjualan dengan memperkuat brand image dan membangun kepercayaan konsumen. Strategi spesifik meliputi optimasi kampanye pemasaran, penerapan strategi harga yang kompetitif, dan penguatan kepercayaan konsumen.
Pengaruh Personal Branding dan Kualitas Informasi terhadap Keputusan Pembelian Produk Digital (Studi pada Akun Instagram @afrizallkuy) Afrizal Achmad; Siti Sarah
eCo-Buss Vol. 8 No. 3 (2026): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i3.3679

Abstract

Pertumbuhan ekonomi digital telah menciptakan peluang besar bagi Creator Economy, namun fenomena kesenjangan antara interaksi dan konversi penjualan (engagement-conversion gap) masih menjadi tantangan utama, khususnya pada penjualan produk digital kebugaran di akun Instagram @afrizallkuy. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi peran Personal Branding serta Kualitas Informasi dalam menentukan Keputusan Pembelian produk digital. Pendekatan yang diaplikasikan bersifat kuantitatif melalui metode deskriptif dan verifikatif. Sampel penelitian terdiri dari 105 responden dengan penentuan sampel via teknik Purposive Sampling, serta pengolahan data memakai regresi linear berganda lewat perangkat SPSS. Temuan riset mengonfirmasi secara parsial bahwa Personal Branding dan Kualitas Informasi berdampak positif sekaligus signifikan bagi Keputusan Pembelian. Apabila diuji simultan, kedua faktor ini menyumbangkan pengaruh dominan mencapai 63,8% lewat perolehan F hitung 89,898. Kesimpulannya, integrasi antara kredibilitas figur kreator sebagai ahli dan penyajian informasi produk yang lengkap pada landing page merupakan faktor kunci dalam memitigasi risiko persepsi konsumen dan mendorong terjadinya transaksi pada produk intangible. Temuan ini memberikan penegasan bahwa penguatan otoritas figur serta transparansi data produk menjadi instrumen vital dalam membangun kepercayaan di pasar digital. Oleh karena itu, optimalisasi strategi komunikasi pemasaran yang edukatif sangat diperlukan guna meminimalisir keraguan calon pembeli dalam mengonsumsi produk non-fisik.
Pengaruh Brand Awareness dan Kepercayaan Konsumen terhadap Minat Beli pada Platform Lynk.id Nhenna Riyani; Siti Sarah
eCo-Buss Vol. 8 No. 3 (2026): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i3.3680

Abstract

Eskalasi persaingan pada sektor industri kreatif digital menuntut penyedia Platform untuk memahami perilaku strategis penggunanya. Studi ini dilakukan guna menganalisis signifikansi rekognisi merek (Brand Awareness) serta ekspektasi keandalan atau biasa disebut Kepercayaan Konsumen (Consumer Trust) dalam menstimulasi intensi transaksional pada layanan Lynk.id. Melalui paradigma kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, penelitian ini melibatkan 97 partisipan yang dijaring menggunakan metode Teknik Sampling Bertujuan (Purposive Sampling). Analisis inferensial dioperasikan melalui model regresi linear berganda untuk membedah pola pengaruh antarvariabel. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa secara simultan maupun parsial, kedua faktor tersebut berkontribusi nyata terhadap kecenderungan pembelian. Secara spesifik, kepercayaan konsumen muncul sebagai determinan paling krusial dengan besaran pengaruh mencapai 79,5%, melampaui dampak dari sekadar pengenalan merek. Hal ini menunjukkan bahwa bagi konsumen produk digital, aspek keamanan dan kredibilitas Platform menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk bertransaksi. Implikasi dari riset ini menyarankan pengelola Lynk.id untuk memperkuat sistem perlindungan konsumen dan transparansi fitur guna menjaga loyalitas serta menarik minat pengguna baru secara berkelanjutan.