Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Edible : Jedb

PENGARUH BERBAGAI FORMULASI SURIMI IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepsinus) TERHADAP KADAR PROTEIN DAN TEKSTUR PEMPEK Idealistuti, Idealistuti; Suyatno, Suyatno; Mutatauwi’ah, Mutatauwi’ah
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 10, No 1 (2021): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v10i1.3643

Abstract

Salah satu komoditas ikan air tawar yang melimpah di Indonesia adalah lele Sangkuriang (Clarias gariepinus). Diversifikasi olahan ikan lele sangkuriang saat ini berkembang seiring dengan kenaikan produksinya. Ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) berpotensi menjadi bahan baku surimi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai formulasi surimi ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepsinus) terhadap kadar protein dan tekstur pempek yang dihasilkan, dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Non Faktorial dengan satu perlakuan berbagai formulasi surimi ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepsinus) yang terdiri dari enam faktor dan diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah untuk uji kimia yaitu kadar protein dan uji fisik meliputi tekstur (kekenyalan) dengan uji Texture Profile Analysis (TPA). Data uji kimia dan uji fisik dihitung menggunakan analisis keragaman Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Hasil pengamatan kadar protein pada berkisar antara 3,69% hingga 6,27%. Hasil pengamatan tekstur (tingkat kekenyalan) pada pempek berkisar antara 275,7gf sampai 1038,7gf. Kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan L6 (surimi ikan lele sangkuriang 1,50 bagian dan tepung tapioka 1,00 bagian) dengan nilai rata-rata 6,27% dan kadar protein terendah pada perlakuan L1 (surimi ikan lele sangkuriang 0,25 bagian dan tepung tapioka 1,00 bagian) dengan nilai rata-rata 3,69%. Tekstur (kekenyalan) pempek tertinggi terdapat pada perlakuan L1 (surimi ikan lele sangkuriang 0,25 bagian dan tepung tapioka 1,00 bagian) dengan nilai rata-rata 1038,7gf dan tekstur (kekenyalan) pempek terendah pada perlakuan L6 (surimi ikan lele sangkuriang 1,50 bagian dan tepung tapioka 1,00 bagian) dengan nilai rata-rata 275,7gf.
PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR PADA PEMBUATAN KERUPUK IKAN SEPAT SIAM Muchsiri, Mukhtarudin; Idealistuti, Idealistuti; Ambiyah, Rizal
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2018): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v7i1.1656

Abstract

ABSTRACT The objective of this research is to know the fortification of different flour moring on the resulting crayfish cracker, to know the fortification of different maize flour on the protein content and the water content of the resulting Siam sponge crackers and to know the fortification of different kelor leaf flour on the color, the aroma , taste and crunchiness of fish crackers. This research was conducted in the laboratory of Agriculture Faculty of Muhammadiyah University of Palembang and in the laboratory of Research Center and Industrial Standardization of Palembang in April 2017 until April 2018. This research used Randomized Block Design (RAK), hedonic test and test ranking. Fortification of kelor leaf flour significantly affected protein content and water content of Siamese fish crackers. The highest protein content and the lowest water content of Siamese fish crackers were found in treatment of P3 (fortification of 3% moringa flour from fish meat weight) with an average value of 10.79% and 13.58%. The result of organoleptic test of fish crackers of siamese fish is done to the color, aroma, taste and the level of crispness. The result of hedonic test of color, flavor, taste and crunchiness of Siamese fish cracker cracker with the highest favorite level value is found in P3 treatment (fortification of 3% moringa flour from fish meat weight) with an average value of 3.50 (preferred criteria) 3.95 (criteria rather preferred by panelists), 4.30 (criteria favored by panelists) and 0.48 (crunching criteria). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan tepung daun kelor yang berbeda pada kerupuk ikan sepat siam yang dihasilkan, mengetahui penambahan tepung daun kelor yang berbeda pada kadar protein dan kadar air kerupuk ikan sepat siam yang dihasilkan dan mengetahui penambahan tepung daun kelor yang berbeda pada  warna, aroma, rasa dan tingkat kerenyahan  kerupuk ikan sepat siam yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang dan di laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang  pada bulan April 2017 sampai dengan bulan April 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), uji hedonic dan uji ranking. Penambahan  tepung daun kelor berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein dan kadar air kerupuk ikan sepat siam. Kadar protein tertinggi dan kadar air terendah kerupuk ikan sepat siam terdapat pada perlakuan perlakuan P3 (Penambahan tepung daun kelor 3% dari berat daging ikan) dengan nilai rata-rata 10,79% dan 13,58%. Hasil uji organoleptik kerupuk ikan sepat siam dilakukan terhadap warna, aroma, rasa dan tingkat kerenyahan. Hasil uji hedonik warna, aroma, rasa dan tingkat kerenyahan kerupuk ikan sepat siam dengan nilai tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (Penambahan  tepung daun kelor 3%  dari berat daging ikan) dengan  nilai rata-rata 3,50 (kriteria agak disukai), 3,95 (kriteria agak disukai panelis), 4,30 (kriteria disukai panelis) dan 0,48 (kriteria renyah).
KAJIAN PENGGUNAAN TEPUNG TAPIOKA DARI BERBAGAI VARIETAS UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.) DAN JENIS IKAN TERHADAP SIFAT SENSORIS PEMPEK Jayanti, Ulpa; Dasir, Dasir; Idealistuti, Idealistuti
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2017): Edible
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v6i1.633

Abstract

This study uses a Randomized Block Design (RAK) arranged as factorial consisting of two factors: the varieties of cassava and fish with six combinations treatment and repeated three times. The parameters observed in this study is the physical test includes elasticity and Expressible Moisture Content (EMC) test. While the organoleptic test includes the taste, flavour and color using hedonic test. The results of this study showed, the highest elasticity level of pempek found in interaction of V1J1 treatment (mango varieties and snakehead fish) with a value of 522.23 Newton and lowest in interaction of V3J2 treatment (mentik urang and varieties of Parangparang Fish) with a value of 339.91 Newton. The highest water holding capacity of pempek contained in interaction of V1J1 treatment (99.45%) and the lowest in interaction of V3J2treatment (96.80%). A sensory test of the highest level of pempek in treatment V1J1 (mango varieties and snakehead fish) with an average value of 4.00, which means preferred by 20 panelists.
PERUBAHAN KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KIMIA SURIMI IKAN PATIN (Pangasius hypophthalamus) PADA PENYIMPANAN DINGIN dasir, Dasir; idealistuti, idealistuti; suyatno, Suyatno
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2021): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v10i2.4152

Abstract

Karakteristik daging ikan patin (Pangasius hypophthalamus) mengandung lemak menyebabkan daging berwarna kuning, perubahan odor dan perubahan flavor jika kontak dengan oksigen. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya upaya pengolahan yang dapat mempertahankan daya simpan dan  nilai gizi menjadi produk antara (intermediet) yaitu surimi. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (RPB) dengan perlakuan jenis pendinginan P1 dengan freezer dan P2 dengan es batu dan lama penyimpanan dingin W1 (0 hari), W2 (3 hari), W3 (6 hari) dan W4 (9 hari) dengan 3 ulangan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah uji sensoris terhadap warna, aroma dan tekstur surimi. Uji fisik dilakukan terhadap pH dan EMC (expressible moisture content). Hasil penelitian menunjukan  uji sensoris tingkat kesukaan panelis tertinggi terhadap warna dan aroma  pada perlakuan P1W4 (penyimpanan dengan es selama 9 hari) dengan nilai rata-rata  warna sebesar 3.00 (kriteria  disukai) dan  aroma 3.05 (kriteria  disukai). Tingkat kesukaan terhadap tekstur terdapat pada perlakuan P2W4  (penyimpanan dengan freezer selama 9 hari) sebesar dengan nilai rata-rata tertinggi 0.33 (nilai setelah ditransformasi). pH dan EMC tertinggi pada interaksi P1W4 (penyimpanan dingin dengan es batu dengan penyimpanan 9 hari) sebesar 7.18 dan 32.06 %. 
PENGARUH JENIS KEMASAN PLASTIK DAN PENYIMPANAN TERHADAP KIMIA DAN MIKROBIOLOGI KUE LAPIS TAPIOKA Yani, Ade Vera; idealistuti, idealistuti; Komala, Nabila Ratna
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 10, No 2 (2021): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v10i2.4297

Abstract

Kue lapis merupakan jajanan khas Indonesia yang dibuat dengan dua atau lebih warna yang berbeda dan disusun secara berlapis-lapis, memiliki tekstur lembut dan kenyal. Umumnya, memiliki masa simpan yang rendah karena dikemas secara tradisional. PolyEthylene (PE) merupakan jenis kemasan plastik berbentuk film yang lunak, transparan dan fleksibel yang mempunyai kekuatan benturan serta kekuatan sobek yang baik, serta memiliki sifat barrier terhadap uap air pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan plastik dan penyimpanan terhadap kimia dan mikrobiologi kue lapis tapioka. Metode yang digunakan adalah  Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jenis kemasan plastik dan waktu penyimpanan yang membentuk enam kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan jenis kemasan plastik, lama penyimpanan dan interaksinya  berpengaruh tidak nyata terhadap bilangan peroksida kue lapis tapioka sebelum penyimpanan dan berpengaruh sangat nyata setelah penyimpanan 2 hari, 4 hari dan 6 hari.  Bilangan peroksida  tertinggi pada perlakuan P1 (Polyethylene/PE) dengan nilai rata-rata 21.69 meq/kg dan perlakuan W3 (waktu simpan 6 hari) dengan nilai rata-rata 34.09 meq/kg serta interaksi perlakuan P1W3 (Polyethylene/PE dan waktu simpan 6 hari) dengan nilai rata-rata 44.64 meq/kg. Perlakuan jenis kemasan plastik, lama penyimpanan dan interaksinya  berpengaruh tidak nyata terhadap total mikroba (TPC) kue lapis tapioka sebelum penyimpanan dan berpengaruh sangat nyata setelah penyimpanan 2 hari, 4 hari dan 6 hari. Total mikroba (TPC) terendah pada perlakuan P2 (Polyprophylene/PP) dengan nilai rata-rata 7.84x104 CFU/g, perlakuan W1 (waktu simpan 2 hari) dengan nilai rata-rata 0.02 X104 CFU/g dan interaksi perlakuan P2W1 (Polyprophylene/PP dan waktu simpan 2 hari) dengan nilai rata-rata 0.01x104 CFU/g.
Effect of Mocaf Flour Formulation (Modified Cassava Flour) and Wheat Flour with Various Cooking Methods ofthe Carbohydrate Levels of Bolu Kojo Yani, Ade Vera; Idealistuti, Idealistuti; Maghfiroh, Nur Izzatul
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 12, No 2 (2023): Edible: Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v12i2.7344

Abstract

Bolu kojo is a cake originating from South Sumatra which is quite famous in the city of Palembang which has a dense and soft texture, and has a characteristic green color and is shped like a frangipani flower. This study aims to determine the effect of the formulation of mocaf flour and wheat flour with various cooking methods on the carbohydrate levels of bolu kojo. The method used was the experimental method with a Randomized Block Design (RBD) which consisted of two factors, namely the formulation of mocaf flour and wheat flour and various cooking methods with six sets of treatments and repeated three times. The observed effect factors were formulations of mocaf flour and wheat flour (=75% mocaf and 25% wheat), (=50% mocaf and 50% wheat) and (=25% mocaf and 75% wheat) and the cooking method ( = Baking) and ( = Steaming). The results showed that mocaf flour and wheat flour formulations with various cooking methods had a significant effect on carbohydrates. The highest carbohydrate value was found in the treatment with an average of 29.94%.
KARAKTERISTIK KIMIA PEMPEK IKAN KAKAP MERAH (LUTJANUS CAMPECHANUS) DENGAN PENAMBAHAN ISOLATE SOY PROTEIN idealistuti, idealistuti; Yani, Ade Vera; Rahman, Rike
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 1 (2025): Edible : Jurnal penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i1.10225

Abstract

Salah satu inovasi dalam pengembangan pempek sebagai makanan lokal Kota Palembang yaitu dengan penambahan Isolat Soy Protein (ISP). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan isolate soy protein terhadap karakteristik kimia dan sensoris pempek ikan kakap merah (Lutjanus campechanus). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Non Faktorial dengan lima perlakuan yaitu P0 (tanpa penambahan isolate soy protein), P1 (isolate soy protein 2 %), P2 (isolate soy protein 4 %), P3 (isolate soy protein 6 %), P4 (isolate soy protein 8 %). Parameter yang diamati meliputi analisis kimia (protein dan kadar air). Hasil menunjukan bahwa penambahan isolate soy protein berpengaruh nyata terhadap kadar air dan protein. Nilai kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan P0 dengan rata-rata 56,39 % dan terendah terdapat pada perlakuan P4  dengan rata-rata 52,31%. Nilai kadar protein tertinggi terdapat pada perlakuan P4 dengan rata- rata 23,05% dan terendah terdapat pada perlakuan P0 dengan rata-rata 10,39 %.
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG UBI UNGU (Ipomoea batatas L.) DAN BEKATUL BERAS (Oryza sativa L.) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA BRONIS KUKUS Idealistuti, Idealistuti; Restyaningsih, Mega Bella
Edible: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Teknologi Pangan Vol 14, No 2 (2025): Edible : Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jedb.v14i2.10901

Abstract

Bronis kukus merupakan salah satu jenis kue yang cukup populer di Indonesia. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa manis yang khas. Penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial dengan perlakuan perbandingan tepung ubi ungu dan bekatul beras dan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Hasil menunjukan bahwa perbandingan tepung ubi ungu dan bekatul beras merah berpengaruh sangat nyata terhadap kadar gula total dan kadar air bronis kukus. Kadar gula total tertinggi bronis kukus terdapat pada perbandingan tepung ubi ungu 80 %: bekatul beras 20 %dengan nilai rerata 32,76 %, dan Kadar air tertinggi bronis terdapat pada perbandingan tepung ubi ungu 80 %: bekatul beras 20 %dengan nilai rerata 28,62 %.