Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Biji Klabet terhadap Produksi ASI Ibu Systematic Literature Review Fitria Tristianti; Sarah Sausan; Vina Nurmayanti; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biji klabet (Trigonella foenum-graecum) terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah Systematic literature review (SLR) dengan sumber data dari PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley, dan Taylor & Francis tahun 2021–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Hasil menunjukkan bahwa pemberian biji klabet dapat membantu meningkatkan produksi dan volume ASI pada ibu postpartum. Kandungan fitoestrogen pada biji klabet diduga berperan dalam merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga mendukung kelancaran produksi ASI. Disimpulkan bahwa biji klabet memiliki potensi sebagai galaktagogum herbal dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Analisis Faktor Gizi dan Perilaku Remaja Putri dalam Pencegahan Anemia: Systematic Literature Review Nurjana Al Idrus; Eka Wahyuni; Kusmiyati Kusmiyati; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor gizi dan perilaku remaja putri dalam pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari ProQuest, PubMed, SpringerLink, dan ScienceDirect tahun 2021–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya asupan zat besi serta perilaku tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD), berkontribusi terhadap kejadian anemia. Edukasi gizi dan suplementasi zat besi terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan anemia. Disimpulkan bahwa faktor gizi dan perilaku memiliki peran penting dalam pencegahan anemia pada remaja putri, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Pengaruh Aromatherapy Lavender dan Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan ASI Pada Ibu Nifas Eneng Yuyun Yunita; Hita Sri Oktaviani; Wanti Wanti; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.736

Abstract

Masalah produksi ASI yang tidak cukup mASIh sering dialami ibu nifas di Indonesia. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasinya adalah aromaterapi lavender dan pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedua intervensi tersebut terhadap peningkatan produksi ASI. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature review (SLR) dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, Semantic Scholar, dan ResearchGate. Kriteria inklusi meliputi artikel terbit tahun 2022–2026, tersedia teks penuh, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta menggunakan desain eksperimen atau kuASI-eksperimen. Seleksi dilakukan berdasarkan kerangka PICOS dan dinilai menggunakan Critical Appraisal dari CEBM. Dari 143.403 artikel yang ditemukan, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa aromaterapi lavender dan pijat oksitosin berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Kandungan minyak lavender dapat mengurangi stres dan meningkatkan pelepasan hormon oksitosin dan prolaktin, sedangkan pijat oksitosin merangsang kelenjar susu dan melancarkan aliran darah ke payudara. Kombinasi kedua intervensi terbukti lebih efektif dibandingkan penggunaan tunggal. Aromaterapi lavender dan pijat oksitosin merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan terjangkau. Kedua metode ini dapat dijadikan alternatif pendukung program pencegahan dan penanganan masalah produksi ASI serta bagian dari asuhan kebidanan komprehensif untuk keberhasilan ASI eksklusif.
Deteksi Dini Depresi Berbasis Rumah Sakit Virtual Pada Ibu Postpartum Systematic Literature Review Lili Anggraini; Lidya Nofita Sirait; Wulan Anjani; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan rumah sakit virtual dalam deteksi dini depresi pada ibu postpartum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari PubMed, ProQuest, ScienceDirect, dan Google Scholar tahun 2021–2026 yang dianalisis menggunakan pedoman PRISMA. Hasil menunjukkan bahwa layanan rumah sakit virtual, seperti telehealth dan skrining digital, efektif membantu identifikasi dini gejala depresi postpartum. Faktor akses teknologi, dukungan keluarga, dan keterlibatan tenaga kesehatan memengaruhi keberhasilan deteksi dini. Disimpulkan bahwa rumah sakit virtual berpotensi meningkatkan akses dan efektivitas deteksi dini depresi pada ibu postpartum.
Efektivitas Mobile health (mHealth) dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Systematic Literature Review Haziza Hasada; Ratnasari Ratnasari; Margareta Noviani Ayu Dalis; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis efektivitas mHealth pada Kesehatan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Pubmed, ScienceDirect, Springer Links, Tailor & Francis, dan Arxiv (2020-2025), yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Sebanyak empat studi Randomized Controlled Trial (RCT) diikut sertakan dalam sintesis akhir. Hasil menunjukkan bahwa intervensi mHealth meliputi edukasi digital berbasis robot, edukasi antenatal berbasis film, aplikasi persiapan persalinan dan video mobile berbasis komunitas yang terbukti efektif dalam meningkatkan literasi Kesehatan, menurunkan kecemasan, mengurangi ketakutan terhadap persalinan, serta setara dengan konseling tatap muka dalam mendukung pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil. Disimpulkan bahwa mHealth memiliki peran penting dalam mendukung Kesehatan ibu selama masa kehamilan, sehingga diperlukan inovasi berkelanjutan dalam Kesehatan digital untuk menjangkau populasi yang lebih luas.
Hubungan Asupan Protein Hewani Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Anemia Defisiensi Zat Besi Systematic Literature Review Dewi Anggraini; Rati Rolobessy; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan protein hewani dengan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia defisiensi zat besi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari ProQuest, PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, dan Taylor & Francis tahun 2021–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas JBI. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi protein hewani seperti ikan, daging, dan telur berhubungan dengan peningkatan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi heme lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, pola makan dan pengetahuan gizi juga mempengaruhi  kejadian anemia pada remaja putri. Disimpulkan bahwa asupan protein hewani memiliki peran penting dalam meningkatkan kadar hemoglobin sehingga diperlukan edukasi gizi dan intervensi pangan bergizi secara berkelanjutan.
Model Pencegahan Stunting Pada Masa Pra-Konsepsi Di Negara Berkembang : Systematic Literature Review Happy Pagan; Engkay Sukaesih; Elis Susilawati; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pencegahan stunting pada masa pra-konsepsi di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Scopus, PubMed, EBSCO, SpringerLink, dan ScienceDirect tahun 2023–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Hasil menunjukkan bahwa model pencegahan stunting pada masa pra-konsepsi meliputi edukasi gizi, konseling kesehatan reproduksi, suplementasi zat gizi, pemantauan status gizi, serta pendampingan berbasis keluarga dan komunitas. Intervensi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, status gizi, perilaku kesehatan, serta menurunkan faktor risiko stunting pada calon ibu. Disimpulkan bahwa model pencegahan stunting pada masa pra-konsepsi yang terintegrasi dan berkelanjutan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini di negara berkembang.
Nutritional Status of Pregnant Women and History Parity for Stunting in Toddler Ages 24-59 Lidyani Margareth; Nurul Husnul Lail; Lisa Trina Arlym
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6843

Abstract

Stunting is a condition where a child experiences growth disorders, which results in the child's height not being appropriate for his age as a result of chronic nutritional problems, namely a lack of adequate nutritional intake over a long period of time. Objective to analyze the relationship between maternal risk factors and the incidence of stunting among toddlers in the Karawaci Health Center working area. This research design uses an observational analytical quantitative research type with a case control design. The case samples in this study were toddlers aged 24-59 months who experienced stunting with a TB/U toddler Z score < -2 SD and the data was recorded at the Karawaci Health Center in 2023 as many as 123 toddlers, and a control sample of 123 toddlers. Data were analyzed using the chi square statistical test. Results of bivariate analysis Overall, of the 11 variables carried out in the research, 5 of them showed a relationship between these variables and the incidence of stunting in toddlers, including a relationship between parity, of stunting. in toddlers aged 24-59 months who are in the working area of the Karawaci Health Center.There is no relationship between the nutritional status of pregnant women, with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of the Karawaci Health Center. And the factor that poses the greatest risk for stunting is the age of the mother at risk during pregnancy, where stunting is 3.42 times more likely to occur than mothers of normal age during pregnancy. There is a relationship between the number of parities, maternal age at pregnancy, history of anemia during pregnancy, birth interval and maternal education level with the incidence of stunting.
Analysis of Traditional Care of Postpartum Mothers Pibriani Pibriani; Lisa Trina Arlym; Retno Widowati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.188

Abstract

Traditional postpartum care is still practiced in Cimanggu District. Based on 2024 data, 27 mothers experienced problems during the postpartum period caused by the use of bengkung, consumption of sambel peupeuh, application of campuh, and practicing the traditions of nyanda and sangsurkeun. Several factors influencing the practice of traditional care according to theories and previous studies include knowledge, attitude, culture, family support, and health worker support. Objective to analyze traditional postpartum care in Cimanggu District, Pandeglang Regency, Banten. This research used a mixed-methods approach with a sequential explanatory strategy design. The sample consisted of 88 postpartum mothers selected using purposive sampling. The instruments used were questionnaires and open interviews. Data were analyzed using Chi-Square statistical tests, multiple logistic regression, and qualitative analysis. There was a significant relationship between knowledge, attitude, culture, family support, and health worker support with traditional postpartum care (p-value < 0.05). Qualitative findings showed that the better the mother’s knowledge and attitude, the stronger the cultural influence, and the greater the family and health worker support, the higher the tendency for mothers to practice traditional care in a safe and sustainable way. The most dominant factor in traditional postpartum care was health worker support, with an OR of 24,064.
Factors Affecting the Incidence of Anemia in Pregnant Women Dina Mei Saputri; Lisa Trina Arlym; Rini Kundaryanti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.532

Abstract

Iron deficiency anemia accounts for approximately 75% of all anemia cases and can lead to complications such as fatigue, decreased cognitive function, preeclampsia, low birth weight, and preterm birth. Although the government has provided iron (Fe) tablets, compliance and nutritional adequacy remain major challenges. This study aims to analyze the factors influencing the incidence of anemia among pregnant women at Baamang I Public Health Center in Sampit. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design involving 70 pregnant women selected through consecutive sampling. Data were collected using questionnaires and observations. Information on hemoglobin levels, anemia status, and Fe tablet consumption was obtained through interviews and medical records at a single point in time, consistent with the cross-sectional design. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) analyses. Among the 70 respondents, 42.9% of pregnant women were diagnosed with anemia. Factors influencing anemia included Fe tablet consumption with a p-value < 0.05. Multivariate analysis revealed that compliance with Fe tablet consumption was the most dominant factor, with an odds ratio (OR) value of 0.000. Maternal age, nutritional status, and compliance with Fe tablet consumption significantly affect the incidence of anemia among pregnant women.