Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HISTORICAL VALUES AND LOCAL MATERIALS DURING THE OLD ORDER AND NEW ORDER PERIODS IN INDONESIAN HISTORY TEXTBOOKS (Analysis and Criticism of Indonesian History Textbooks Class XII Senior High School): NILAI SEJARAH DAN MATERI KELOKALAN MASA ORDE LAMA DAN ORDE BARU DALAM BUKU TEKS SEJARAH INDONESIA sukardi; Hieronymus Purwanta; Kabib Sholeh; , Nur Syafarudin
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 7 No 1 (2023): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v7i1.2805

Abstract

Indonesian history textbooks have been published by the Ministry of Education and Culture from the curriculum of the old order, new order and post-reform periods, but the content in the textbooks still has not changed much in terms of data presentation despite many recent research results. Likewise, in terms of important historical value, writing has not been done in history textbooks. The purpose of this scientific work is to analyze historical materials in textbooks during the old order – new order and to analyze historical values in history textbooks as learning for students. The method used in this study uses qualitative methods, with a literature review approach through journals or history textbooks. Data analysis using qualitative discriptive. The results of this study reveal the criticism of historical material presented in the class XII high school Indonesian history textbook, published by the Ministry of Education and Culture in 2015. In matari analysis is still political, economic and government history whose studies are centered on Java and Jakarta. Regarding local material, the latest research results have also not been presented in textbooks. Historical values have also not been written in the textbook even though the purpose of students studying history is to study historical values for understanding the present and the future.
NILAI SEJARAH TOPONIMI ANAK SUNGAI MUSI DI SEBERANG ULU 1 PALEMBANG Kabib Sholeh; Sukardi Sukardi; Feby Oktavia; Aan Suriadi; Nur Syafarudin
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v9i1.354

Abstract

Palembang merupakan kota tua yang memiliki nama-nama tempat (toponimi) penting dalam sejarah tetapi sayangnya masyarakat belum banyak yang memahami dan mengetahui makna nilai-nilai sejarah toponimi tersebut. Seperti contoh nilai sejarah toponimi anak Sungai Musi di wilayah seberang Ulu 1 Palembang. Anak Sungai Musi merupakan tempat yang memiliki peranan penting dalam perkembangan sejarah sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Palembang, sehingga toponimi anak sungai Musi memiliki nilai sejarah yang harus diketahui dan dipahami oleh masyarakat sebagai bentuk identitas sejarah kelokalan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai sejarah toponimi anak Sungai Musi di Seberang Ulu 1 Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dimulai dari observasi, dokumentasi, wawancara, serta studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dengan reduksi data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan sejarah toponimi anak Sungai Musi di wilayah seberang Ulu 1 Palembang yaitu Sungai Kademangan, Sungai Kedukan dan Sungai Yuching. Sejarah penamaan anak Sungai Musi tersebut tidak terlepas dari peristiwa penting yang ada di sekitar wilayah anak sungai tersebut, baik penamaan dari seorang tokoh lokal atau nama yang diambil dari sebuah wilayah geografis tempat sungai tersebut ada. Nilai-nilai sejarah toponimi ketiga sungai tersebut memiliki nilai sejarah toponimi baik dalam bidang politik, sosial-budaya dan ekonomi.
PELATIHAN ANALISIS BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH Nur Syafarudin; Muhamad Idris; Ema Agustina; Sukardi Sukardi; Wandiyo Wandiyo; Ahmad Zamhari; Dina Sri Nindiati; Aan Suriadi; Kabib Sholeh; Eva Dina Choirunisa
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v3i2.1049

Abstract

Analisis buku teks salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih menganalisis buku teks materi sejarah di SMA N 1 Sungai Pinang. Metode pengabdian menggunakan ceramah, tanya jawab dan latihan. Peserta dalam kegiatan ini adalah peserta didik kelas XII SMA N 1. Hasil kegiatan pelatihan bahwa peserta didik telah dapat mengidentifikasi Peta Kerajaan Sriwijaya, Raja Balaputadewa, Sungai Musi, kerajaan maritim kesemuanya adalah hasil identifikasi dan analisis buku teks dalam satu sub tema kerajaan-kerajaan pada masa Hindu-Budha (Kerajaan Sriwijaya). Kesimpulan kegiatan pelatihan ini peserta didik dapat mengembangkan analisis buku teks pelajaran sejarah yang berkaitan nilai sejarah dan pengetahuan kesejarahan yang berhubungan dengan sejarah lokal.
Analisis Soal Lots Dan Hots Tema Kemerdekaan Indonesia Dalam Buku Teks Pelajaran IPS Di SMP Fitria Riski; Dina Sri Nindiati; Nur Syafarudin
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 12 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8007

Abstract

Pembelajaran diantaranya menggunakan buku teks sebagai sumber belajar, namun dalam materi buku teks memberikan pertanyaan-pertanyaan. Bertujuan cara yang bagus bagi guru untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan analisis isi soal LOTS dan HOTS pada buku teks IPS kelas VIII dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menerapkan metode analisis isi, dengan teknik pengumpulan data studi pustaka (dokumen), wawancara dan observasi. Teknik keabsahan data (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Teknik analisis data menggunakan pendekatan analisis isi dokumen buku teks pelajaran IPS SMP. Adapun hasil temuan analisis soal-soal pada buku teks pelajaran IPS pada Kurikulum 2013 memuat 12 soal, terdiri dari 4 LOTS dan 8 HOTS. Sementara itu, pada Kurikulum Merdeka terdapat 13 soal, terdiri dari 5 LOTS dan 6 HOTS. Kesimpulan yang ditarik adalah bahwa telah terjadi perubahan paradigma pembelajaran dalam kurikulum, dengan peningkatan fokus pada penyajian pertanyaan berbasis HOTS sebagai sarana untuk menumbuhkan kapasitas siswa dalam berpikir kritis, analitis, dan kreatif.
Nilai Historis Arca Buddha Museum TPKS Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal SMA PGRI 2 Palembang Laisa Tiara Zalika Ananda; Kabib Sholeh; Nur Syafarudin
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 12 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8221

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan arca peninggalan Sriwijaya koleksi Museum Taman Purbakala Kedatuan Sriwijaya (TPKS) sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koleksi arca Sriwijaya di Museum TPKS, menganalisis nilai historis arca bercorak Buddha, serta menganalisis integrasinya sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Pada hasil penelitian peneliti memilih 19 koleksi arca Sriwijaya yang terdiri dari 5 arca Buddha dan 14 arca Hindu. Lima arca Buddha  Maitreya, Bodhisatwa I, Bodhisatwa II, Awalokiteswara, dan Buddha Bukit Siguntang  mengandung nilai historis meliputi nilai agama, toleransi, estetika, dan budaya. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal melalui pengembangan media Flipbook yang realistis dan aplikatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 19 arca yang dipilih terdiri dari  arca Sriwijaya 5 Buddha dan 14 Hindu, dengan lima arca bercorak Buddha mengandung nilai historis berupa nilai agama, toleransi, budaya, dan estetika. Nilai-nilai tersebut relevan dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang melalui pengembangan media Flipbook berbasis arca Buddha yang realistis dan aplikatif.
ANALISIS KOLEKSI MARITIM DI MUSEUM TAMAN WISATA KERAJAAN SRIWIJAYA (TWKS) PALEMBANG Nur Syafarudin; Anggi Wulandari; Diah Widyawati; Muhamad Idris; Mico Isni Ikhlas Al Gustaf
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.62

Abstract

Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) adalah salah satu museum di Palembang yang menyimpan koleksi hasil temuan dari Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim. Tujuannya adalah untuk menganalisis koleksi maritim di museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) Palembang. Metode yang digunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangka teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis terhadap koleksi maritim di Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) Palembang menunjukkan beberapa temuan, seperti alat kemudi kapal, fragment badan kapal, dan petunjuk arah berlayar di perairan. Kesimpulannya, hasil analisis maritim pada koleksi Museum TWKS menegaskan peran penting kapal dalam dunia transportasi pada masa lalu, khususnya selama zaman Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang, Kolonialisme, dan masa kemerdekaan di wilayah Palembang. Kapal tidak hanya digunakan untuk menjalin hubungan sosial ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai armada perang laut. Hal ini sesuai dengan geografi wilayah Palembang yang didominasi oleh perairan sungai dan rawa-rawa.