Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Bahasa Inggris Melalui Fun English Day di SMAN 2 Luwu Juwita Crestiani M; Muhammad Hasby; Ardhy Supraba; Sunardin Sunardin
Abdimas Langkanae Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pelatihan Bahasa Inggris Siswa/i SMA Negeri 2 Luwu diadakan adalah untuk menciptakan suasana yang menyenangkan (fun) pada pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah, meningkatkan perbendaharaan kata siswa melalui aktivitas yang menyenangkan sehingga meningkatkan kemampuan berbicara (speaking skills). Selain itu, melalui kuis interaktif, siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan meningkatkan kepercayaan diri serta melatih pengucapan kosakata dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah untuk dipahami serta diingat khususnya dalam kemampuan berbicara serta memberikan kontribusi positif untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi sekolah mitra dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 bulan, dimana dalam pelaksanaannya terbagi dalam beberapa tahap yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan yang berlangsung selama 1 hari dan (3) tahap evaluasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Ceramah dan penjelasan tentang materi perkenalan diri dengan menggunakan bahasa Inggris kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari siswa memperkenalkan diri Pembelajaran kosakata bahasa Inggris melalui guessing games melalui body language. Evaluasi adalah tahap akhir yang digunakan untuk mengoreksi dan membaha soal-soal. Setelah itu membuat pelaporan berupa laporan kegiatan pengabdian. Berdasarkan pengamatan secara langsung dan dengan mewawancarai beberapa siswa hasil dari kegiatan ini, seluruh peserta merasa sangat senang dan antusias. Ini terlihat dari sikap mereka yang nampak mulai dari awal hingga akhir kegiatan. Hasil akhirnya adalah, mereka dapat mengetahui kesalahan mereka dan memiliki sikap positif dalam mempelajari bahasa Inggris. Walaupun masih ada para peserta belum maksimal atau masih malu-malu memperkenalkan dirinya dalam bahasa Inggris, paling tidak mereka telah berusaha dan memiliki pengalaman yang tentunya setelah kegiatan ini berakhir. Diharapkan agar mereka segera dapat meningkatkan kemampuan kognitif serta prestasinya dalam hal akademik.
The Second-Year Students’ Ability in Using Simple Past Tense Through Narrative Text at Palopo Cokroaminoto University Juwita Crestiani M; Muhammad Hasby; Ardhy Supraba; Hermini; Opik Dwi Indah; Reki Pilu
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.11553

Abstract

This research deals with to find out and describe the ability of the second-year students in using Simple Past Tense through narrative text at Cokroaminoto Palopo University. The population of this research was all the second-year students of Elementary School Teacher Education Study Program in academic year 2025-2026. The total sample was 30 students. The researcher used the purposive sampling. Based on the findings and discussion, the researcher concludes that the second-year students of the Elementary School Teacher Education Study Program at Cokroaminoto Palopo University have a good ability in using the Simple Past Tense through narrative text. This conclusion is supported by the students’ mean score of 75.5, which falls into the good category according to the classification criteria. The findings revealed that most students were able to identify and apply the Simple Past Tense correctly in narrative texts. They demonstrated an understanding of past verb forms, sentence structures, and the use of regular and irregular verbs.
Penerapan Metode SQ3R Berbasis Padlet untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Nova Nur Fitriah; Iin Dwi Aristy Putri; Juwita Crestiani M
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.9157

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan karena diperlukan strategi pembelajaran membaca yang sistematis dan didukung media digital interaktif untuk mengatasi rendahnya kemampuan siswa dalam memahami ide pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VB melalui penerapan metode SQ3R berbasis media Padlet pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 11 Dangerakko. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa, terdiri atas 11 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar tes pilihan ganda, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan lembar observasi aktivitas siswa. Keterlaksanaan pembelajaran dalam penelitian ini merujuk pada kesesuaian pelaksanaan langkah-langkah SQ3R berbasis media Padlet dengan rencana pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, keterlaksanaan pembelajaran mencapai 84,1% dengan kategori sangat baik dan aktivitas siswa mencapai 84,1% dengan kategori sangat aktif. Nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa pada skala 0–100 mencapai 49,3 dengan kategori sedang, sedangkan ketuntasan klasikal sebesar 20% berdasarkan KKTP ≥71. Pada siklus II, keterlaksanaan pembelajaran meningkat menjadi 100% dengan kategori sangat baik dan aktivitas siswa mencapai 100% dengan kategori sangat aktif. Nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 89,3 dengan kategori tinggi dan ketuntasan klasikal mencapai 86,7%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan metode SQ3R berbasis media Padlet dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VB, khususnya dalam mengidentifikasi ide pokok, menentukan kalimat utama, dan membedakan kalimat utama dengan kalimat penjelas. Namun, karena penelitian ini merupakan PTK dengan subjek terbatas pada satu kelas, hasil penelitian ini bersifat kontekstual dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan secara luas.