Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI PENDIDIKAN POLITIK PADA PEMILIH PEMULA (SISWA/SISWI SMA KELAS XII) DI KOTA SORONG PADA PEMILU SERENTAK TAHUN 2024 Ismed Kelibay; Irwan Boinauw; Kamaluddin Kamaluddin; Muhammad Arifin Abdul Kadir; Rosnani Rosnani
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i2.936

Abstract

Sekolah merupakan sarana untuk memperoleh pendidikan ilmu pengetahuan, maka pengetahuan akan politik sangatlah diperlukan, mengingat fungsi sekolah sebagai salah satu sarana yang paling utama dalam lembaga pendidikan dan pendidikan politik juga harus dilakukan demi untuk memberikan pengetahuan yang cukup bagi siswa/siswi sebagai pemilih pemula yang belum pernah menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum, sehingga hal tersebut dapat menunjukkan sikap politik seseorang yang penuh dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Tujuan utama (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan politik bagi siswa/siswi sebagai pemilih pemula tentang pentingnya pengetahuan dan partisipasi politik dalam pemilu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah melalui kegiatan Sosialisasi yang langsung disampaikan kepada mereka yang telah memilikki hak pilih yaitu siswa/siswi SMA kelas XII di Kota Sorong. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan dapat diketahui, bahwa dengan adanya kegiatan PKM ini siswa/siswi sebagai pemilih pemula telah banyak mengetahui tentang pentingnya partisipasi pemilih pemula dalam menghadapi Pemilu Serentak Tahun 2024 yang akan datang. Hal tersebut dapat dilihat pada saat pemateri melakukan follouw-up atas materi yang telah disampaikan dengan memberikan pertanyaan kepada peserta tentang materi tersebut, dari hasil follouw-up yang dilakukan diketahui, bahwa para peserta dapat menjawab dengan baik serta mampu memberikan contoh analisa atas apa yang telah dipahaminya. Dari hasil tersebut disimpulkan, bahwa kegiatan yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran berpolitik yang benar bagi pemilih pemula.
Sosialisasi Politik Sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Menjelang Pemilu Serentak Tahun 2024 Ismed Kelibay; Kamaluddin Kamaluddin; Siti Nurjannah; Muhammad Arifin Abdul Kadir; Rusdi Rusdi; Mohamad Saleh Refra; Rosnani Rosnani; Miryam Diana Kalagison; Laila Qadriyani Malikin Rumakat; Irwan Boinauw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.155

Abstract

Partisipasi politik masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pasangan calon yang akan dipilih dalam pemilu. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih dan menentukan pilihan mereka. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi merupakan suatu usaha yang dapat dilakukan untuk menyampaikan informasi dan sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pasrtisipasi dan keterlibatannya dalam pemilu. Metode yang digunakan yaitu Tim PKM terlebih dulu melakukan koordinasi serta observasi awal melalui pertemuan dengan Kepala Kampung Teluk Dore dengan tujuan agar TIM memperoleh informasi yang dibutuhkan pada kegiatan sosialisasi. Hasil yang didapatkan pada kegiatan PKM kali ini sangat baik, diketahui bahwa saat ini masyarakat Kampung Teluk Dore yang berada di wilayah Kabupaten Sorong tersebut telah menunjukkan tingkat partisipasi politik yang signifikan menjelang Pemilu di tahun 2024 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan hasil capaian pemilu pada tahun 2017 yakni hanya mencapai 67.3%, sedangkan target nasional adalah sebesar 77%. Selanjutnya pada pemilu tahun 2019 tingkat capaian masyarakat menjadi 85%, tentu hasil tersebut menjadikan partisipasi politik masyarakat di Kabupaten Sorong semakin meningkat lebih baik. Dari hasil tersebut disimpulkan, bahwa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya dapat ditempuh dengan cara diantaranya: melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat melalui Ketua RT masing-masing; Mengadakan perekrutan relawan demokrasi untuk memaksimalkan program pengawalan pemilu; dan memasifkan penggunaan media sosial dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang mekanisme dan tahapan dalam pemilu.
MEDIA SOSIAL DAN POLITIK GENERASI MILENIAL KOTA SORONG PADA PEMILIHAN UMUM SERENTAK TAHUN 2024 BOINAUW, IRWAN; KELIBAY, ISMED; ARIFIN A. KADIR, MUHAMMAD
Jurnal Maladum Vol. 1 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LRI Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Generasi milenial memiliki peranan yang sangat besar untuk memberikan partisipasi politik yang tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa generasi mileniallah yang akan menetukan arah kemajuan suatu negara. Dewasa ini perkembangan media sosial yang sangat pesat dapat mempengaruhi pola politik generasi milenial. Media sosial berperan sebagai alat komunikasi politik, tingkat partisispasi dan literasi politik generasi milenial saat ini dapat di pengaruhi oleh adanya media sosial beserta kontennya yang menjadi instrumen penting dalam membentuk perilaku politik generasi milineal. Di kota sorong sendiri media sosial telah menjadi sesuatu yang sangat penting bagi generasi mudanya. Hampir seluruh generasi mudanya tidak bisa terlepas dari media sosial. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui bagaimana pola politik generasi milenial dalam memanfaatkan media sosial khususnya di Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research) dengan menggunakan sumber data berupa buku-buku referensi dan artikel ilmiah. Pada penelitian ini, rangkaian kegiatannya berkenaan dengan pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, mengolah informasi yang berkaitan dengan budaya, nilai, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti guna menjawab permasalahan yang akan dipecahkan. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan di Kota Sorong sendiri generasi mudanya sudah mulai berpartisispasi dalam politik. Namun, dengan adanaya informasi-informasi yang terdapat pada media sosial yang belum tentu kebenarannya dan telah diterima mentah-mentah tanpa disaring terlebih dahulu sehingga hal tersebut telah menjadi momok yang menakutkan bagi kelangsungan politik genrasi milenial.
Dinamika Politik Islam dalam Sistem Demokrasi Indonesia Refra, Mohamad Saleh; Kelibay, Ismed; Widodo, Suranto Eko; Boinauw, Irwan; Rahakbauw, Rahma
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.4946

Abstract

This study examines the dynamics of Islamic politics within Indonesia’s democratic system, a country with a Muslim-majority population that consistently upholds democratic principles. The research aims to understand the direction of Islamic political transformation amid the challenges of modernity, pluralism, and contemporary political rationality. Grounded in Oliver Roy’s theory of Islamic political pragmatism, this study assumes that the failure of political Islam to confront modern realities does not signify the collapse of its ideology, but rather reflects a process of adaptation toward a more pragmatic and contextual form. This research employs a qualitative method with a library research approach, analyzing academic literature such as journal articles relevant to the topic. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Islamic politics in Indonesia has undergone a pragmatization process, characterized by inclusive, adaptive, and issue-based strategic orientations focusing on universal values such as social justice, democracy, and welfare. This approach sustains the relevance of Islamic politics in a multicultural society. Consequently, understanding the transformation of Islamic politics is crucial for formulating inclusive and democratic public policies that can accommodate religious aspirations without provoking identity polarization, thereby strengthening substantive democracy in Indonesia.