Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Pengelolaan Sampah Menggunakan Incinerator dan Biopori Bersama Omah Dongeng Sangkara untuk Mengurangi Dampak Sosial dan Lingkungan di Kelurahan Patemon Hanafi, Fahrudin; Muhammad Fauzan Ramadhan; Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq; Muhammad Ihsanurrohman; Rafika Fitri; Arina Sofiyatur Rohmah
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): SATWIKA: Volume 5, Number 2, December 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/satwika.050201

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah, masih menjadi tantangan utama di Indonesia akibat peningkatan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan keterbatasan sistem pengelolaan sampah. Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan tersebut, yang ditandai dengan masih maraknya praktik pembakaran sampah terbuka oleh masyarakat. Praktik ini dianggap praktis, namun berdampak negatif terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan melalui kegiatan edukasi serta penerapan teknologi incinerator skala kecil dan lubang resapan biopori bekerja sama dengan Komunitas Omah Dongeng Sangkara. Metode yang digunakan adalah Participatory Action and Learning System (PALS) dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat pada seluruh tahapan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–September 2025 dengan sasaran masyarakat Kelurahan Patemon. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat sebesar 15,69%, dari 78,43% menjadi 94,12%. Selain itu, masyarakat menunjukkan komitmen untuk menghentikan praktik pembakaran sampah terbuka dan mulai mengadopsi teknologi pengelolaan sampah yang diperkenalkan. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Quality Education), SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities), SDGs 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDGs 13 (Climate Action).
Integrating Spatial Risk Mapping and Environmental Law for Drought Adaptation in Grobogan, Indonesia Tjahjono, Heri; Hanafi, Fahrudin; Kalyana Putri, Enda; bin Nayan, Nasir; Afrilianto, Adit
Indonesian Journal of Environmental Law and Sustainable Development Vol. 4 No. 2 (2025): July-December, 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijel.v4i2.34306

Abstract

This research investigates drought risk in Grobogan Regency, Central Java Province, by linking spatial evidence, social capacity, and legal frameworks to the advancement of the Sustainable Development Goals (SDGs). A hazard–vulnerability–capacity approach, grounded in Geographic Information Systems (GIS), is combined with surveys, Focus Group Discussions (FGDs), and policy analysis. The study generates a risk map identifying priority subdistricts for intervention. Findings indicate fragmented capacity and institutional arrangements across regions, which undermine the effectiveness of drought response. Regulatory analysis reveals implementation gaps between national legal provisions on water resource and disaster management and their operationalization at the regional and village levels. A Comparative analysis of water resource management practices in Malaysia identifies opportunities to harmonize policies and legal instruments, thereby facilitating the translation of spatial findings into actionable local policies. Policy recommendations include strengthening local regulations (Perda) for emergency water allocation, integrating risk maps into the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) and village development plans, operationalizing community-based early warning systems (EWS), and establishing hybrid financing mechanisms (APBD–APBDes–grants) for water conservation infrastructure. The primary contribution is the demonstration of integrating spatial analysis and legal studies to inform drought adaptation policies that support SDG indicators, particularly SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 2 (Zero Hunger), and SDG 13 (Climate Action). Implementation recommendations encompass measurable monitoring indicators, local capacity-building, periodic evaluations, cross-sector collaboration, and transparent public reporting.