Sayed Umar
Program Studi Peternakan-Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS USAHA PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO (Theobrama Cacao L.) FERMENTASI DENGAN CAIRAN RUMEN TERHADAP SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO): Economy Analysis of fermented cacao pod (Cacao Theobrama L.) by Rumen Fluid on the Ongole crossbred cattle fattening Surya Winarto; Sayed Umar; Iskandar Sembiring
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.193 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i1.2646

Abstract

Kulit buah kakao fermentasi dengan cairan rumen mempunyai kandungan nutrisi yang baik dan harganya relatif murah dan berpotensi sebagai bahan pakan yang ekonomis sehingga dapat mengefisiensi biaya pakan dan dapat meningkatkan pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 sampai Januari 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai usaha dari Pemanfaatan Kulit Buah Kakao (Theobrama Cacao L.) Fermentasi Dengan Cairan Rumen Terhadap Sapi Peranakan Ongole (PO). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan 4 perlakuan. Perlakuannya adalah P0 (0% kulit buah kakao fermentasi), P1 (10% kulit buah kakao fermentasi), P2 (20% kulit buah kakao fermentasi), P3 (30% kulit buah kakao fermentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan laba/rugi tertinggi adalah pada P0 sebesar Rp. 527.405,- dan terkecil pada P3 sebesar Rp. 26.786,-. Rataan benefit cost ratio (B/C) tertinggi adalah pada P0 sebesar 1.10, dan terkecil pada P3 sebesar 1,07. Rataan Break event Point (BEP) yang terdiri dari BEP harga produksi tertinggi pada P3 sebesar Rp. 23.375,- dan terkecil pada P0 sebesar Rp. 23.016,-. Rataan BEP volume produksi tertinggi pada P2 sebesar 239 kg, dan terkecil pada P0 sebesar 234 kg. Rataan income over feed cost (IOFC) tertinggi adalah pada P0 sebesar Rp.597.718,- dan terendah pada P3 sebesar Rp. 476.339,-. Rataan return on investment (ROI) tertinggi pada P0 sebesar 11.80 %, dan terkecil pada P3 sebesar 7,94 %. Kesimpulannya adalah pemanfaatan kulit buah kakao fermentasi dengan cairan rumen yang diberikan pada sapi peranakan ongole jantan memberikan keuntungan dandapat digunakan dalam usaha peternakan sapi.
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) FERMENTASI DENGAN CAIRAN RUMEN TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO): Utilization of Cocoa Pod (Theobroma cacao L.) Fermented by Rumen Fluid on Consumption and Digestibility of Dry and Organic Matter in Ongole Crossbred Cattle Wira Sitanggang; Usman Budi; Sayed Umar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.469 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v1i1.2649

Abstract

Kulit buah kakao fermentasi dengan cairan rumen dapat meningkatkan konsumsi dan kecernaan bahankering dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level penggunaan kulit buahkakao (Theobroma cacao L.) yang difermentasi dengan cairan rumen dalam konsentrat terhadap konsumsi dankecernaan bahan kering dan bahan organik sapi Peranakan Ongole (PO). Rancangan yang digunakan dalampenelitian ini adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiriatas P0 (tanpa pemberian kulit buah kakao fermentasi); P1 (10% kulit buah kakao fermentasi dalam konsentrat);P2 (20% kulit buah kakao fermentasi dalam konsentrat); dan P3 (30% kulit buah kakao fermentasi dalamkonsentrat). Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi bahan kering (kg/ekor/hari) 7.78; 7.83; 7.95; dan7.87. Rataan konsumsi bahan organik (kg/ekor/hari) 7.43; 7.38; 7.51 dan 7.44. Rataan kecernaan bahan kering67.59; 66.73; 67.52 dan 66.68. Rataan kecernaan bahan organik 66.57; 65.94; 66.27; dan 65.77. AnalisaStatistik menunjukkan bahwa pemberian berbagai level kulit buah kakao fermentasi dalam konsentrat tidakberbeda nyata (P > 0.05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dankecernaan bahan organik pada sapi Peranakan Ongole (PO).
EFEK PEMBERIAN KONSENTRAT DENGAN PAKAN SAYURAN (DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) DAN KOL (Brassica oleraceae L) TERHADAP DAYA TETAS JANGKRIK KALUNG (Gryllus bimaculatus): The Effect of Feeding Concentrate with Cassava Leaves (Manihot esculenta) and Cabbage (Brassica oleraceae L) on Hatchability Gryllus Bimaculatus Juni Evalinda Hsb; Tri Hesti Wahyuni; Sayed Umar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.055 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i1.2782

Abstract

Salah satu potensi sumber daya Indonesia adalah aneka jenis satwa harapan yaitu jangkrik. Penelitianbertujuan untuk mengetahui efek pemberian konsentrat dengan pakan sayuran daun singkong (Manihotutilissima) dan kol (Brassica oleraceae L) terhadap daya tetas jangkrik kalung (Gryllus bimaculatus). Penelitianini dilakukan Medan Tuntungan, bulan Mei – Juli 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahrancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 12 jangkrikkalung. Perlakuan terdiri atas P0 = konsentrat, P1= konsentrat + daun singkong, P2 = konsentrat + kol dan P3=konsentrat + daun singkong + kol.Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan signifikan terhadap lamapenetasan, produksi telur dan daya tetas, sedangkan, mortalitas induk tidak signifikan. Lama penetasan (hari)berturut-turut yaitu 10,20; 10,80; 8,20 dan 9,2, produksi telur (butir/hari) yaitu 170,28; 424,32; 286,64 dan438,24, daya tetas(%) yaitu 42,6; 34,8; 21 dan 44,8 dan mortalitas induk (%) yaitu 16,66; 14,99; 14,98 dan 9,99.Pada perlakuan P3= konsentrat + daun singkong + kol menunjukkan pengaruh pakan dengan pakan sayuran,daun singkong dan kol terhadap daya tetas lebih baik dari pada perlakuan P0, P1 dan P2.Kesimpulan dari hasilpenelitian ini menyatakan bahwa pemberian konsentrat dengan daun singkong (Manihot utilissima) dan kol(Brassica oleraceae L) dapat meningkatkan daya tetas, produksi telur dan mempercepat waktu penetasan padajangkrik kalung.