Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Influence of Gadgets on The Development of The Early-Age Learners’ Behavior and Character Ni Nyoman Kurniawati; I Made Sutharjana
International Journal of Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.664 KB) | DOI: 10.37329/ijms.v1i2.2321

Abstract

This article aims to determine the effect of gadgets on the development of early-age behavior and character, as well as the implementation of its solutions. Gadgets are modern communication tools and make it easier for human communication. There are many types of gadgets: mobile phones, iPad or tablets, netbooks, digital cameras, laptops or computers, and smartwatches. Early age is children aged 0 to 6 years. The research method used is a literature study. The results of the study show that gadgets have an influence on the development of behavior and character of early-age learners. Excessive use of gadgets has a negative impact on the development of children's behavior and character, the children become introverted individuals, less interact with others, don't care about their surroundings, don't know social ethics, and essay gets angry and even have tantrums. Solutions for gadget addiction to the development of the child’s behavior and character include limiting usage time, giving a schedule, not giving full access, setting a good example, setting a gadget-free area at home, and informing about the dangers of using gadgets for too long so that gadgets don't have a bad effect on the development of behavior and character of the children
PERSEPSI TRI HITA KARANA MENURUT UMAT HINDU DI DUSUN SIDORUKUN PEKON KOTAAGUNG KECAMATAN KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS I Made Sutharjana; Lasiyanto
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 1 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi da penerapan ajaran Tri Hita Karana masyarakat umat Hindu Dusun sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus dalam kehidupan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak bagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hsil penelitian dapat disimpulkan bahawa; 1) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus secara umum mengetahui Tri Hita Karana adalah merupakan ajaran agama Hindu, 2) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus secara umum dapat menyebutkan bagian-bagian dari Tri Hita Karana, 3) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus yang mayoritas Hindu jawa sebagian besar memahami arti makna Tri Hita Karana, 4) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus pada umumnya mengerti arti bagian dari Tri Hita Karana yaitu mengenai Parahyangan, 5) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagug Kabupaten Tanggamus mengetahui bahwa puja Tri Sandya merupakan bagian dari pelaksanaan Parahyangan, 6) Kegiatan lainya sebagai wujud implementasi dari Prahyangan yaitu sembahyang kliwonan,pesantian,belajar kidung,belajar, 7) membaca Bhagavadgita dan kegiatan keagamaan lainya rutin dilakukan oleh umat Hindu di Dusun Sidorukun, 8) Wujud bhakti juga dilakukan oleh umat Hindu Dusun Sidorukun melalui kegiatan belajar membuat banten ala Bali, sehingga nampak kalborasi antara Hindu Jawa dan Hindu Bali.
Persepsi Masyarakat Di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah Terhadap Aktivitas Keagamaan Alumni STAH Lampung I Made Sutharjana; Budi Asmoro
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 2 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alumni STAH Lampung selain disiapkan menjadi seorang guru/pendidik juga memiliki peran yang besar dimasyarakat yaitu sebagai katalisator,kontributordan again of change. Dari ke tiga peran tersebut masyarakat memiliki harapan yangbesar kepada alumni STAH Lampung untuk dapat memajukan umat dalam bidang keagamaan. Namun tidak semua alumni aktif dalam kegiatan keagamaan seperti yang terjadi di Kecamatan Seputih Mataram, hal ini juga ditambah dengan beberapa keluhan tokoh masyarakat.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah terhadap alumni STAH Lampung dan aktivitas keagamaannya dan (2) Apakah aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung berkorelasi dengan persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik disproportionate stratified rondom samplingdengan mengunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data menggunakanangket/kuesioner. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment.Kesimpulan dalam penelitian ini persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram terhadap alumni STAHLampung dengan skor rata-rata 2,89 dan aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung memiliki skor rata-rata 1,73. Aktivitas keagamaan alumni STAH Lampung berkorelasi positif sedang dan sangat nyata dengan persepsi masyarakat di Kecamatan Seputih Mataram.
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Bahasa Kawi Melalui Bermain Kartu Huruf I Made Sutharjana
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 1 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas dan hasil belajar bahasa kawi dan meningkat dengan mengunakan kartu hruf..Subjek dalam penelitian ini SiswaKelas6SDdi PasramanDharmaSidodadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakanpendekatanpenelitianPTK(Penelitian Tindakan Kelas). Tehnik analisis data yang digunakan adalah deskritif analitif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dilapangan maka dari itu untukmejawab permasalahanyang dapat disimpulkan bahwa meningkatkan aktivitasdanhasilbelajarmelaluibermainkartuhurufinisebelumnyapenelitianmelaksanakan penelitian di daerah desa sidowaluyo tepatnya di pasraman dharmasidodadi desa sidowaluyo, kec. Sidomulyo, kac. Lampung selatan dari data yangpenelitiambil disanamemberikan pembelajaranpadasiswapasramanbahwa akitvitas dan hasil belajar hal ini dapat dilihat darimenigkatkan akiviason task dan off task dari siklus I sampai IIIsiklusyang pertama 96% siklus II 186%siklus III 266% dan off task siklus I44%siklusII7%siklus III4% dan penerapan siswa dalam hasil nilai siklus I 61%siklus II 67%siklus III80%
Kedudukan Wanita Hindu Dalam Hukum Waris Adat Bali Di Banjar Mekar Dewata I Made Sutharjana; I Nyoman Tri Bayu Tanaya
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum Waris adat sangat berkaitan dengan sistem kekeluargaan yang dianut oleh masyarakat adat. Pada masyarakat Bali dianut sistem kekeluargaan Patrilinial dimana yang berhak mewaris hanyalah anak laki-laki saja sedangkan anak perempuan tidak berhak untuk mewaris yang menyebabkan rasa ketidakadilan terhadap anak perempuan.Tujuanya yaitu Untuk mengetahui bagaimana kedudukan wanita Hindu dalam hukum waris adat Bali di Desa Mekar Dewata.Sehingga dari keadaan tersebut menimbulkan masalah apakah wanita tidak diberikan hak kepada anak perempuan untuk mewaris sesuai dengan perkembangan masyarakat hukum adat Bali. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kedudukan wanita hindu terhadap hukum waris adat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif Normatif dengan pendekatan Kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, menurut sistem kekeluargaan yang dianut serta tanggung jawab memelihara orang tua bila sudah tidak mampu bekerja dan melakukan kewajiban-kewajibannya ada pada anak laki -laki, sedangkan anak perempuan akankawin keluar masuk ke dalam keluarga pihak suami, sehingga dianggap sesuai bila yang berhak mewaris adalah anak laki-laki bukan anak perempuan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar anak perempuan dapat bagian harta warisan orang tuanya yaitu dengan cara memberikan sebagian harta warisan melalui hibah atau hadiah perkawinan yang disebut dengan jiwa dana, tetadan atau bebaktan. Sehingga anak perempuan tersebut menjadi berhak untuk mendapatkan harta peninggalan orang tuanya atau penikmat waris.
Peran Pasraman Wahyu Dewata Dalam Membangun Karakter Generasi Hindu Di Desa Suka Negeri Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat I Made Sutharjana; Ketut Tuti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiPeran pendidikan Pasraman dalam Membangun Karakter Generasi Hindu di Desa Suka Negeri Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat.Desain penelitian yang digunakan adalah deskritif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa pasraman wahyu dewata, tokoh masyarakat, guru pasraman, pengurus pasraman , dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket wawancara. Data penelitian ini berupadata kualitatif. Data kualitatif berupa deskripsi angket hasil observasi awal dan wawan carayang dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwasistem pembelajaran pada Pasraman Wahyu Dewata dalam membangun karakter anak yaitu menggunakan metode pembelajaran tentang etika sangatlah berperan penting untuk dilaksanakan karena ajaran agama terutama tentang etika, susila inilah yang akan membentuk karakter anak.
Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dari Partai PDI Perjuangan Yang Beragama Hindu Di Kabupaten Tulang Bawang I Made Sutharjana
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi. Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasiorganisasi dapat macet atau berantakan. Dalam proses politik,komunikasi politik merupakan halyang penting, terutama sebagaijembatan untuk menyampaikanpesan-pesan. Komunikasi politikdimaknai sebagai prilaku ataukegiatan komunikasi melalui mediamassa yang bersifat politik, punyaakibat politik dan berpengaruhterhadap prilaku politik (Dahlan,1990).Dalam penulisan ini,penulis mengidentifikasikan rumusanmasalah sebagai berikut:Bagaimana Startegi Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai PDI Perjuanganyang beragama Hindudi Kabupaten Tulang Bawang?Dan Apa Kendala/Faktor Penghambat Komunikasi Politik Anggota DPRD dari partai PDIP terhadap Konstituenya?. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit.Dalam pembahasan ditemukan fakta bahwa strategi komunikasi politik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai PDI Perjuanganyang beragama Hindudi Kabupaten Tulang Bawangdilakukan dengan beberapa cara, meliputi :Komunikasi Massa, yaitukomunikasi melalui media massa,yakni surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Komunikasi organisasi, yaitu bentuk kerja sama yang sistemik antara sejumlah orang untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi personal yaitu komunikasi yang terjadi antara dua orang, dan dapat berlangsung dengan dua cara yakni secara langsung (tatap muka) dan secara tidak langsung (menggunakan media). Terdapatduafaktorpengahambat sebagai berikut :Pertama, Masyarakat. Masyarakat adalah faktor utama penghambat dalam melakukankomunikasi politik. Kedua, Letak geografis. Kondisi geografis KabupatenTulangBawangmempengaruhi proses komunikasiKandidatCaleg.
Sosiologi Hukum Hindu Sebagai Instrumen Kontrol Sosial Dalam Masyarakat Hindu I Made Sutharjana
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas sosiologi hukum Hindu sebagai instrumen kontrol sosial dalam kehidupan masyarakat Hindu. Sosiologi hukum Hindu merupakan cabang ilmu yang mengkaji hubungan antara norma hukum Hindu dengan struktur sosial, perilaku masyarakat, serta dinamika perubahan sosial. Kontrol sosial menjadi salah satu fungsi utama hukum, yakni sebagai alat untuk menjaga ketertiban, mengarahkan perilaku, dan menciptakan keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan konsep sosiologi hukum Hindu, menguraikan ranting kajiannya, serta menganalisis peran hukum Hindu dalam membentuk kesadaran hukum melalui mekanisme kontrol sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Hindu bekerja melalui instrumen kontrol sosial formal dan nonformal seperti awig-awig, pararem, lembaga adat, lembaga keagamaan, sanksi sosial, serta nilai-nilai Dharma yang tertanam dalam tradisi. Kontrol sosial dalam hukum Hindu tidak hanya bersifat represif melalui sanksi, tetapi juga bersifat preventif melalui pendidikan moral dan pembinaan etika berbasis Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana. Dengan demikian, sosiologi hukum Hindu berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial, mencegah konflik, serta memperkuat karakter religius masyarakat Hindu di tengah perubahan zaman.