Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prosedur Penyusunan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) Di SMA Ta’miriyah Surabaya Nadia Salsabila
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2023
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v3i02.448

Abstract

Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) merupakan suatu perencanaan yang wajib ada dalam satuan pendidikan. Oleh sebab itu, dalam menyusun RKAS perlu dilakukan secara sistematis berdasarkan pedoman yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penyusunan RKAS di SMA Ta’miriyah Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Dalam lembaga pendidikan diperlukan manajemen keuangan agar dapat mengelola keuangan sekolah dengan baik dan benar. Salah satu subtansi manajemen adalah perencanaan. Perencanaan dalam keuangan sekolah dilaksanakan untuk mencegah permasalahan yang timbul dalam mengelola keuangan. Penelitian ini diadakan di SMA Ta’miriyah Surabaya, dikarenakan saya ingin mengetahui bagaimana prosedur penyusunan RKAS pada lembaga sekolah swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan RKAS dilakukan dengan 1) Iventarisasi rencana yang akan dilakukan, 2) Penyusunan rencana didasarkan pada skala prioritas pelaksanaannya, 3) penentuan program kerja dan rincian program, 4) penetapan kebutuhan untuk pelaksanaan rincian program, 5) Penghitungan dana yang diperlukan, 6) Penentuan sumber biaya untuk mendanai rencana.
Efektivitas Pemanfaatan Sumber Pembiayaan Pendidikan Di SMA Ta’miriyah Surabaya Nadia Salsabila
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v2i2.1450

Abstract

Financing is an important component in providing education. Education costs are the amount of money generated and spent on various educational equipment which includes teacher salaries, facilities and infrastructure, administrative activities, education management activities, procurement of tools and textbooks, extracurricular activities and so on. This study aims to determine the effectiveness of utilizing financing sources in Ta'miriyah High School Surabaya. This study used a descriptive qualitative approach. Data collection techniques are carried out by interviews and observations. Financing is the most crucial thing that must be faced by education providers. In order for educational goals to be achieved, the management of education funds must be carried out properly and appropriately. This research was held at Ta'miriyah High School Surabaya, because researchers wanted to know the sources of education financing in private schools and their utilization. The results showed that the utilization of funding sources for Ta'miriyah High School Surabaya, both from School Operational Assistance funds, Operational Support Costs for Education Implementation, and Education Development Contribution funds were quite effective both in terms of personnel and non-personnel
Kajian Filosofis Kompetensi Multikulturalisme Guru sebagai Landasan Peningkatan SDM Pendidikan Nadia Salsabila; Bambang Yulianto; Dewi Fitrotus Sadiyah
Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkei.v3i2.1071

Abstract

Multicultural competence refers to an individual's capacity to navigate and value the diversity within their environment. This skill is essential for all strata of Indonesian society, given Indonesia's diversity in ethnicities, cultures, languages, and faiths. Teachers occupy a pivotal role in fostering multicultural competency within society, as they engage directly with pupils on a regular basis. Teacher intercultural competency has three primary dimensions: knowledge, attitudes, and skills. Multicultural knowledge can be acquired through multiple avenues, including formal education, specialised training, or firsthand experience with varied populations. Multicultural education seeks to equip students with an awareness of the complexities of variety in society, enabling them to coexist amicably. The fundamental principles of multicultural education encompass equality, democracy, pluralism, and tolerance. Educators, as pivotal participants in the educational process, are anticipated to comprehend multicultural values conceptually and to incorporate them into everyday instructional activities. Consequently, the multicultural competency of educators may cultivate students who are not only academically proficient but also possess an inclusive mindset, value diversity, and are prepared to engage in a pluralistic society.