Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Orientasi Pendidikan Musik dalam Teori Multiple Intelligences Adzkia, Sagaf
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v6i1.143

Abstract

Purpose: This article aims to offer a comprehensive approach to understanding and developing students' potential in music education learning at school, oriented around Howard Gardner's Multiple Intelligences theory. By considering the diversity of individual intelligences, this approach creates an inclusive music learning environment. Verbal-linguistic, logical-mathematical, visual-spatial, kinesthetic, musical, interpersonal, and intrapersonal intelligences are each accommodated through various activities such as songwriting, lyric analysis, exploration of mathematical structures in music, creation of musical visualizations, musical gestures, and group work. Methods: This article uses a qualitative approach with conceptual understanding that presents ideas and justifications for music education concepts in order to provide original contributions in the form of key and logical arguments that are communicated effectively. Results and Discussion: The outcome of this article is a rationale that emphasizes the development of social skills, self-reflection, and active participation in various aspects of music education. Conclusion: Music education in the lens of Multiple Intelligences engages students holistically, creating learning experiences that blend artistic and cognitive elements, aligning music teaching and individual intelligences that foster students' comprehensive development in the context of music education in schools.
Implementasi Metode Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik di SMPK St. Bernardus, Madiun Renata, Theresia Avilla Sus; Widodo, Tri Wahyu; Adzkia, Sagaf Faozata
Ekspresi Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v13i2.14094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis penggunaan metode tutor sebaya dan proses kegiatan ekstrakurikuler seni musik di SMP Katolik Santo Bernardus, Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Guru dan peserta didik dalam pembelajaran ekstrakurikuler, menjadi subjek utama pada penelitian ini. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya diterapkan dengan memilih peserta didik yang memiliki kemampuan lebih yang berperan sebagai tutor bagi teman sebayanya. Proses kegiatan ekstrakurikuler ini melibatkan kelompok-kelompok kecil, di mana setiap kelompok memiliki satu atau dua tutor. Aktivitas ini meliputi praktek bermain alat musik, latihan bersama, dan diskusi kelompok. Metode tutor sebaya relevan digunakan, terbukti dari semangat dan capaian prestasi bidang musik yang telah diraih. Penggunaan metode tutor sebaya berpotensi baik, terbukti terbentuknya rasa tanggung jawab, interaksi, dan kepedulian antar peserta didik.Kata kunci: ekstrakurikuler, musik, metode, tutor sebaya AbstractPeer Tutoring Method Implementation in Extracurricular Music Learning at St. Bernardus Catholic Junior High School, Madiun. This study aims to describe and analyze the use of the peer tutoring method and the process of extracurricular music activities at St. Bernardus Catholic Junior High School, Madiun. A qualitative approach was employed, using a case study method, with the music teacher and students participating in extracurricular activities as the main subjects of the study. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings indicate that the peer tutoring method is implemented by selecting students with advanced abilities to act as tutors for their peers. This extracurricular activity is conducted in small groups, with each group having one or two tutors. Activities include musical instrument practice, group rehearsals, and group discussions. The peer tutoring method is shown to be effective, as demonstrated by the enthusiasm and achievements in music attained by the students. The use of peer tutoring promotes positive outcomes, fostering responsibility, interaction, and care among students.Keywords: ekstracurricular, music, method, peer tutors
Nostradamus: Konser Hasil Pembelajaran dalam Konteks Apresiasi, Ekspresi, Kreasi, dan Evaluasi Musikal Adzkia, Sagaf Faozata
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.54788

Abstract

Konser Nostradamus merupakan tajuk Konser Hasil Pembelajaran Studi Ansambel, pada  Prodi Musik Fakutas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.  Nostradamus diambil sebuah akronim dari kata neo, strada, dan music, berarti sebuah makna œkreativitas baru melalui jalan musik. Konser ini adalah konser tahunan hasil pembelajaran ko-kurikuler praktikum perkuliahan studi ansambel, sebagai wadah dan motivasi bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan dalam mengelola suatu pertunjukan musik. Artikel ini adalah hasil penelitian kualitatif dengan pendekatan konsep apresiasi, ekspresi, kreasi, dan evaluasi dalam konteks musik. Tahapan yang dilalui dalam penelitian ini diantaranya melalui proses studi pustaka, observasi, wawancara, dan analisis. Hasil dari penelitian ini diantaranya konser hasil pembelajaran Nostradamus  dapat menjadi ruang apresiasi bagi audiens dalam mengamati, mendengarkan, dan meresapi nuansa artistik, sementara apresiasi bagi mahasiswa penampil adalah untuk mengembangkan citra seni. Konteks ekspresi didapat mahasiswa penampil dalam mentransmisikan emosi, ide, dan cerita melalui keterampilan musik mereka. Dalam konteks kreasi, konser tersebut menjadi platform penyajian repertoar melalui sentuhan personal, memanfaatkan dinamika, fraseologi, atau penekanan musikal yang tidak tercantum dalam partitur repertoar. Dalam konteks dievaluasi, konser hasil pembelajaran Nostradamus  secara holistik dapat dilihat melalui gambaran lengkap tentang perkembangan mahasiswa dalam aspek teknis, teoretis, artistik, dan kolaboratif.
Nostradamus: Konser Hasil Pembelajaran dalam Konteks Apresiasi, Ekspresi, Kreasi, dan Evaluasi Musikal Adzkia, Sagaf Faozata
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.54788

Abstract

Konser Nostradamus merupakan tajuk Konser Hasil Pembelajaran Studi Ansambel, pada  Prodi Musik Fakutas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta.  Nostradamus diambil sebuah akronim dari kata neo, strada, dan music, berarti sebuah makna œkreativitas baru melalui jalan musik. Konser ini adalah konser tahunan hasil pembelajaran ko-kurikuler praktikum perkuliahan studi ansambel, sebagai wadah dan motivasi bagi mahasiswa dalam memperluas wawasan dalam mengelola suatu pertunjukan musik. Artikel ini adalah hasil penelitian kualitatif dengan pendekatan konsep apresiasi, ekspresi, kreasi, dan evaluasi dalam konteks musik. Tahapan yang dilalui dalam penelitian ini diantaranya melalui proses studi pustaka, observasi, wawancara, dan analisis. Hasil dari penelitian ini diantaranya konser hasil pembelajaran Nostradamus  dapat menjadi ruang apresiasi bagi audiens dalam mengamati, mendengarkan, dan meresapi nuansa artistik, sementara apresiasi bagi mahasiswa penampil adalah untuk mengembangkan citra seni. Konteks ekspresi didapat mahasiswa penampil dalam mentransmisikan emosi, ide, dan cerita melalui keterampilan musik mereka. Dalam konteks kreasi, konser tersebut menjadi platform penyajian repertoar melalui sentuhan personal, memanfaatkan dinamika, fraseologi, atau penekanan musikal yang tidak tercantum dalam partitur repertoar. Dalam konteks dievaluasi, konser hasil pembelajaran Nostradamus  secara holistik dapat dilihat melalui gambaran lengkap tentang perkembangan mahasiswa dalam aspek teknis, teoretis, artistik, dan kolaboratif.
Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Musik Kolintang Di SD Negeri Rungkut Kidul II Surabaya Lingga, Cadenza Symphonia; Yunita, Ayu Tresna; Adzkia, Sagaf Faozata
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v18i2.12943

Abstract

Pendidikan karakter memiliki peran penting dan menjadi prioritas untuk membentuk karakter anak dalam dunia pendidikan yang sekaligus menjadi objek formal dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada ekstrakurikuler musik kolintang di SD Negeri Rungkut Kidul II Surabaya melalui observasi, wawancara dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Merujuk pada hasil penelitian yang telah ditemukan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam pembelajaran ekstrakurikuler musik kolintang di SD Negeri Rungkut Kidul II Surabaya yaitu meliputi aspek rasa cinta tanah air, kerja sama, kesabaran, disiplin, tanggung jawab, mandiri, dan komunikatif. Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter tersebut tidak terlepas dari kurikulum dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta proses penanaman nilai pendidikan karakter yang dilakukan melalui tahap pendahuluan yang terdapat nilai disiplin dalam penegasan-penegasan guru terhadap siswa untuk dapat menyimak secara saksama, tahap inti yang terdapat nilai kerja sama, rasa cinta tanah air, kesabaran, komunikatif, dan mandiri dalam proses siswa berlatih memainkan kolintang, serta tahap evaluasi yang terdapat nilai bertanggung jawab dalam penggunaan alat musik kolintang.
ARANSEMEN MEDLEY LAGU DAERAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER BIOLA SD TERUNA BANGSA YOGYAKARTA Siboro, Rahul Alfredo; Surtihadi, Surtihadi; Adzkia, Sagaf Faozata
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10326

Abstract

Pembelajaran ekstrakurikuler biola di Sekolah Dasar Teruna Bangsa Yogyakarta belum terlaksana dengan maksimal, dikarenakan siswa masih kesulitan dalam membaca notasi balok dan memainkan teknik dasar instrumen biola. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis proses aransemen lagu daerah sebagai media pembelajaran ekstrakurikuler biola pada Sekolah Dasar Teruna Bangsa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, subjek pada penelitian ini adalah siswa SD Teruna Bangsa yang mengikuti ekstrakurikuler biola. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara serta studi dokumen. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu; tahap reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah proses aransemen medley lagu daerah dengan menggunakan metode lima langkah aransemen musik yang digunakan sebagai media pembelajaran ekstrakurikuler biola yang dimodifikasi dengan variasi melodi, ritmis dan keterampilan teknik dasar permainan biola. Pembelajaran ekstrakurikuler biola dengan media aransemen medley lagu daerah mampu membantu meningkatkan kemampuan membaca notasi balok dan keterampilan teknik dasar bermain biola. ARRANGEMENT OF FOLK SONG MEDLEYS AS EXTRACURRICULAR LEARNING MEDIA FOR VIOLIN AT TERUNA BANGSA ELEMENTARY SCHOOL YOGYAKARTAViolin extracurricular learning at Teruna Bangsa Elementary School Yogyakarta has not been done optimally because students still struggle to read block notation and play basic violin instrument techniques. This research aims to describe and analyze the process of arranging medley folk songs for violin extracurricular learning at Teruna Bangsa Elementary School Yogyakarta. This research uses qualitative research with a case study approach; the subjects in this research are Teruna Bangsa Elementary School students who participate in violin extracurricular activities. Data collection techniques in this study were obtained through observation, interviews and document studies. This research uses data analysis techniques: reduction, exposure, and conclusion stages. The result of this research is a process of arranging a medley of folk songs using the five-step method of music arrangement, which is used as a learning media for violin extracurriculars,s which are modified with variations in melody, rhythmic and basic technical skills of violin playing. Violin Extracurricular learning with the media of folk song medley arrangements can help improve the ability to read block notation and basic technical skills of playing the violin.
Transkripsi Notasi Musik Nagham Bayyati Pada Pembelajaran Tilawah Al-Qur’an Esti, Bening Gupita; Suryati, Suryati; Adzkia, Sagaf Faozata
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10025

Abstract

Studi ini menggunakan software FL Studio dan MuseScore untuk melakukan transkripsi notasi musik nagham Bayyati dalam pembelajaran tilawah Al-Qur'an. Nagham Bayyati merupakan salah satu pola irama yang digunakan dalam seni membaca Al-Qur'an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan masalah para pelantun tilawah yang ada di MTsN 1 Lombok Timur yang cenderung mengandalkan kemampuan pendengaran dan kemampuan mengingat jenis nagham dalam tilawah hanya saat diberikan contoh pada pembelajaran saja. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengidentifikasi proses serta bentuk transkripsi nagham Bayyati dalam notasi musik menggunakan software FL Studio & MuseScore, dan implementasinya dalam pembelajaran tilawah Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transkripsi nagham Bayyati dapat dituliskan dalam notasi balok, namun memiliki keterbatasan terkait pulse and rhythm pada software, serta terdapat banyak ornamen vokal yang dilakukan secara melismatik, yang ditakutkan dapat melanggar aturan bacaan. Bentuk transkripsi nagham Bayyati terdiri dari 3 tingkatan nada, yaitu Nawa, Jawab, dan Jawabul Jawab, serta satu variasi melodi bernama Husaini yang menggunakan tangga nada minor asli dan minor zigana. Penerapan transkripsi ini memiliki manfaat dalam meningkatkan kepekaan siswa dalam mengingat nada dan irama, serta membantu siswa dalam menentukan nada dasar dalam melantunkan tilawah mereka. "Musical Notation Transciption of Nagham Bayyati in Quranic Recitation Education"This study utilizes FL Studio and MuseScore software to transcribe the musical notation of nagham Bayyati in the teaching of Quranic recitation. Nagham Bayyati is one of the rhythmic patterns used in the art of Quranic recitation. The purpose of this research is to uncover the issues faced by reciters at MTsN 1 Lombok Timur, who tend to rely on their auditory and memorization skills only when provided with examples during the learning process. The focus of this study is to describe and identify the process and form of transcribing nagham Bayyati into musical notation using FL Studio & MuseScore software, and its implementation in Quranic recitation education. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data is collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data presentation, and data verification techniques. The research findings indicate that the process of transcribing nagham Bayyati can be notated in staff notation, but it has limitations in terms of pulse and rhythm within the software, and there are numerous vocal ornaments performed in a melismatic manner, which raises concerns about potential violations of recitation rules. The transcribed form of nagham Bayyati consists of three levels of pitch, namely Nawa, Jawab, and Jawabul Jawab, as well as one melodic variation called Husaini, which utilizes both the original minor scale and the zigana minor scale. The application of this transcription provides benefits in enhancing students' sensitivity to remembering pitch and rhythm, as well as helping them determine the fundamental pitch for their recitation.