Hajjin Mabrur
Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kuantitas Pemasaran Usaha Home Industri Melalui Digitalisasi di Desa Astapada Hajjin Mabrur; Dimas Fadilah
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.042 KB) | DOI: 10.61227/inisiatif.v1i2.92

Abstract

Home industri kerupuk mars/mlarat, kerupuk gapit, kerupuk opak becak dan kerupuk kulit merupakan salah satu aset - potensi berharga desa Astapada kecamatan Tengahtani Cirebon yang harus dipertahankan dan dikembangkan agar di masa mendatang bisa menjadi ciri khas desa Astapada yang dikenal oleh masyarakat luas. Dukungan dari berbagai pihak diperlukan untuk melakukan pengembangan usaha tersebut apalagi dimasa pandemi saat ini. IAI Bunga Bangsa Cirebon melalui kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang dilakukan oleh mahasiswa KPM desa Astapada dengan pendekatan ABCD memberikan pendampingan Digitalisasi Home Industri yang difokuskan pada publikasi dan pemasaran. Tujuannya adalah agar pelaku usaha selain bisa bertahan di tengah pandemi dan ketatnya persaingan usaha juga bisa melakukan publikasi dan pemasaran yang lebih luas dan mudah. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil program digitalisasi ini menyadarkan masyarakat pelaku industi untuk memanfaatkan teknologi informasi dengan sebaik-baiknya, memberdayakan anak muda, menjadikan publikasi dan pemasaran lebih mudah dan luas, yang diharapkan berefek pada meningkatnya kesejahteraan mayarakat.
Transformasi Potensi Lokal Menjadi Komoditas Unggulan Melalui Pendekatan Asset Based Community Development Pada Produk Kopi Ragasakti Setianegara Kuningan Saehu Abas; Dede Abdurohman; Hajjin Mabrur; Zulfi Amaluddin; Khamdiallah; Amatullah Azizah
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i1.793

Abstract

Ragasakti Coffee from Setianegara Village represents a local commodity with strategic value for asset-based community development. This study aims to analyze community asset potential and participation, the transformation of local potential and external support, as well as the socio-economic impacts and future expectations in the development of Ragasakti Coffee. A qualitative approach with the Asset Based Community Development (ABCD) framework was employed to explore community assets participatively and to facilitate the transformation of local potential into a leading commodity. Data were collected through in-depth interviews with village officials, coffee farmers, and practitioners; participatory observation; and document studies. Data analysis applied Miles and Huberman’s model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while credibility was ensured through source and method triangulation. The findings reveal that Ragasakti Coffee possesses significant assets, including fertile land, farming skills, and social capital rooted in mutual cooperation and cultural identity. Community participation is high across the entire production chain, while transformation occurs through the integration of traditional practices with youth innovation. External support from government, universities, and the private sector strengthens development through training, technology, and promotion. Socio-economic impacts include increased household income, new business opportunities, stronger social cohesion, and greater youth involvement. The study also highlights a collective aspiration for Ragasakti Coffee to penetrate national and international markets and to serve as the basis for coffee-based tourism. In conclusion, Ragasakti Coffee functions not only as a driver of local economic growth but also as a symbol of socio-cultural identity, requiring strong community institutions and multi-stakeholder collaboration to ensure sustainability.