Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MUSIK TRADISIONAL BAGI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Firdaus Perdana
ASGHAR : Journal of Children Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.895 KB) | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5772

Abstract

This study discusses the music traditional for early childhood to cognitive development. Through music education of children can develop a variety of cognitive abilities, especially in the cognitive development. Based on some of theories cognitive ability in early childhood in a musical activity able to develop well because of the music, children will be interested to learn. Music is important to someone, especially children who are still happy to move freely and play. Based on the theory that music will help explain the cognitive development of children. Fact music can give a good impact on the brain development of infants and children if he hears music playing softly, rhythmically quiet and not loud.
Musik Tradisional Bagi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Firdaus Perdana
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i1.5772

Abstract

Penelitian ini membahas perihal musik tradisional untuk anak usia dini bagi perkembangan kognitif. Melalui pendidikan musik anak usia dini dapat mengembangkan aneka macam macam kemampuan kognitifnya, terutama pada perkembangan kognitifnya. berdasarkan beberapa kajian teori kemampuan kognitif pada anak usia dini dalam bermusik bisa berkembang dengan baik sebab dengan adanya musik anak akan lebih tertarik buat belajar. Musik merupakan hal yg krusial bagi seorang terutama anak-anak yang masih senang bergerak bebas serta bermain. berdasarkan teori bahwa musik akan membantu mengungkapkan perkembangan kognitif anak. Ternyata musik dapat memberikan efek yang baik bagi perkembangan otak bayi serta anak Jika mendengar musik yg dimainkan dengan lembut, berirama hening serta tidak keras.
Pelatihan Prompt Engineering Menggunakan Google Gemini dan Suno AI untuk Produksi Musik Edukasi Islam di SMA N 1 Kedungwuni Firdaus Perdana; Imam Prayogo Pujiono; Jainul Arifin; Lilik Riandita; Tsalisa Yuliyanti; Maftuhin
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/27ftbz89

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif membuka peluang baru dalam pembelajaran kreatif di sekolah menengah, termasuk dalam produksi media pembelajaran berbasis audio. Namun, pemanfaatan AI di kalangan siswa masih cenderung bersifat konsumtif dan belum diarahkan secara optimal untuk menghasilkan karya edukatif yang bernilai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam prompt engineering menggunakan Google Gemini dan Suno AI untuk memproduksi musik edukasi Islam. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Maret 2026 di Ruang Kelas SMA Negeri 1 Kedungwuni dengan melibatkan 38 siswa kelas XI. Metode pelaksanaan menggabungkan presentasi, praktikum, dan diskusi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan AI generatif, teknik menyusun prompt yang efektif, penggunaan Google Gemini untuk merancang ide dan lirik lagu bertema Islam, serta penggunaan Suno AI untuk mengubah prompt menjadi lagu edukatif. Tingkat ketercapaian kegiatan diukur melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test pada lima indikator. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang kuat pada seluruh indikator, dengan rata-rata peserta yang menjawab paham/bisa meningkat dari 19,5% pada pre-test menjadi 86,8% pada post-test. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan draf lagu bertema akhlak dan nilai-nilai keislaman yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi di sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif untuk memperkuat literasi AI, kreativitas digital, dan kemampuan siswa dalam memproduksi media pembelajaran yang relevan. Program lanjutan direkomendasikan dalam bentuk pendampingan proyek, integrasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, serta pelatihan serupa bagi guru agar kebermanfaatan kegiatan lebih berkelanjutan.
PENERAPAN MARKET DAY DALAM PEMBENTUKAN JIWA ENTREPRENEURSHIP BAGI ANAK USIA DINI Fitri Setia Wati; Firdaus Perdana
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 13 No. 3 (2025): September-Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v13i3.8307

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan market day dan menganalisis faktor pendukung serta penghambatnya dalam membentuk jiwa entrepreneurship anak usia dini di RA Muslimat Dewi Aisyah. Latar belakang penelitian didasari pentingnya pendidikan kewirausahaan pada masa golden age untuk menstimulasi kemandirian, kreativitas, dan keterampilan sosial anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara (kepala sekolah dan guru), dan dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif mengikuti model Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan market day dilaksanakan melalui tiga tahap sistematis: (1) pra-market day (sosialisasi dan persiapan), (2) pelaksanaan (praktik jual beli langsung), dan (3) pasca-market day (refleksi dan penghitungan hasil). Kegiatan ini efektif menumbuhkan aspek keberanian, tanggung jawab, kejujuran, dan pemahaman konsep jual beli sederhana. Faktor pendukung utama adalah kolaborasi kuat sekolah-wali murid dan penyediaan modal oleh sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterlibatan orang tua yang terlalu dominan, keterbatasan lahan, dan persiapan teknis yang belum optimal. Simpulan penelitian menggarisbawahi bahwa market day merupakan strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang efektif, namun memerlukan pengelolaan partisipasi dan sumber daya yang lebih matang untuk mengoptimalkan hasilnya.