Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh PPKM Terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Cilacap Nadiantika, Angela; Munandar, Moh. Aris
Unnes Political Science Journal Vol 7 No 1 (2023): July
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v7i1.65993

Abstract

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sangat mengancam kesehatan manusia. Tidak hanya kesehatan namun bidang perekonomian juga terganggu. Oleh karena itu, berbagai kebijakan diberlakukan sebagai solusi keterpurukan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan PKL selama pandemi sebelum PSBB dan PPKM di Kabupaten Cilacap. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan PKL selama pandemi setelah pemberlakuan PSBB dan PPKM di Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PPKM memiliki pengaruh terhadap pendapatan PKL di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Dampak pemberlakuan PPKM terhadap pendapatan Pedagang Kaki Lima yaitu menyebabkan PKL dapat berjualan dengan adanya beberapa kelonggaran seperti waktu beroperasional dan dapat bertatap muka dengan pembeli menggunakan protokol kesehatan yang ditetapkan. Sehingga, adanya PPKM dapat meningkatkan kembali secara perlahan perekonomian PKL di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap sangat puas dengan kebijakan yang diberlakukan karena dapat menghidupkan kembali perekonomian PKL yang sempat mengalami penurunan pada masa pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat dilakukan yaitu perlunya pengkajian dampak COVID-19 pada bidang lainnya dan pengambilan sampel dari beberapa pasar induk kecamatan di Kabupaten Cilacap.
Urban Transportation Innovation: Implementation of the “Biskita Trans Pakuan” Bus Transportation Policy as an Effort to Improve Mass Transportation in Bogor City 2021-2022 Nebula Sangga Buana Susanto Putri, Bintang Avroditha; Munandar, Moh. Aris
Unnes Political Science Journal Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v7i2.71476

Abstract

Massive transportation management is needed to overcome traffic problems that are common in big cities, such as congestion. Bogor itself is famous for its traffic jams as a result of the booming number of city transportation or public transportation, especially in the central area of Bogor. The Central Government together with the Bogor Government presented an urban transportation innovation program in the form of reducing and converting public transportation (angkot) into “BisKita Trans Pakuan Bogor” buses to overcome this traffic jam problem. This study aims to examine how the “BisKita Trans Pakuan” bus transportation policy is implemented. This research focuses on how the Bogor Government implements the “BisKita Trans Pakuan” bus program from planning to public policy evaluation. This study uses a mixed method or mixed method exploratory sequential design which begins with collecting and analyzing data in the form of qualitative, which in the next stage with the collection of quantitative data to strengthen the research results. The main weight of this study is on qualitative data. Sources of data are taken through data collection techniques such as interviews, observation, questionnaires, and documentation. A data validity test was carried out by data triangulation. Data analysis techniques are carried out in several ways, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study show that the Bogor City Government is utilizing the “BisKita Trans Pakuan” BTS program to reduce congestion by converting urban transportation that crowds the SSA line (one-way system) resulting in traffic jams almost every day.
Pendidikan Politik Pemilih Pemula Melalui Politik Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Politik di Kota Semarang Tahun 2025 Munandar, Moh. Aris; Uddin, Hafiz Rafi; Suyahmo, Suyahmo; Munadi, Munadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36126

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran pendidikan politik pemilih pemula melalui pemanfaatan politik digital dalam meningkatkan partisipasi politik di Kota Semarang pada tahun 2025. Pemilih pemula kerap menghadapi berbagai hambatan dalam berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi, seperti rendahnya literasi politik, keterbatasan pemahaman terhadap sistem dan mekanisme pemilu, serta sikap apatis terhadap politik dan pemerintahan. Dalam konteks ini, politik digital dipandang sebagai sarana strategis untuk menghadirkan pendidikan politik yang lebih mudah diakses, kontekstual, dan relevan bagi generasi muda.Penelitian ini secara khusus berfokus pada analisis model dan strategi pendidikan politik berbasis digital, yang disampaikan melalui media sosial dan platform digital interaktif, dalam membangun kesadaran politik, pemahaman demokrasi, serta sikap partisipatif pemilih pemula pada Pemilukada Kota Semarang tahun 2025. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bentuk-bentuk konten edukasi politik, pola komunikasi digital yang digunakan oleh aktor politik dan penyelenggara pemilu, serta efektivitasnya dalam mendorong keterlibatan politik generasi muda.Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi strategi pendidikan politik digital yang paling efektif dalam meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula. Temuan penelitian ini juga diharapkan memberikan rekomendasi bagi partai politik, penyelenggara pemilu, dan pemangku kebijakan dalam merancang pendidikan dan komunikasi politik digital yang lebih inklusif, edukatif, dan menarik, sehingga mampu membentuk pemilih pemula yang kritis, sadar politik, dan aktif dalam kehidupan demokrasi.