Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MEMBANGUN PARTISIPASI MASYARAKAT DI BIDANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI KABUPATEN PESAWARAN Tia Marlinda Sari; Putri Rahmaini; Goestyari Kurnia Amantha
Jurnal Progress Administrasi Publik (JPAP) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Progress Administrasi Publik (JPAP)
Publisher : Program Studi Administrasi Publik, FISIP, Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jpap.v3i1.898

Abstract

Leadership style is a leader's behavior that is used by someone when they want to influence the people they lead. The potential that exists in District, Pesawaran Regency is very large, but the utilization of all existing potentials is still not optimal in its empowerment. The village head's leadership style determines how to optimize the empowerment of the potentials that exist in the village. This is what makes researchers interested in choosing Sukaraja Village as a research location. The purpose of this study was to find out the leadership style of the village head in building community participation in infrastructure development in District, Pesawaran Regency in 2020. The research method used by researchers was qualitative research. The techniques used in collecting data by means of observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is interactive model analysis which includes data reduction, data presentation and verification. He results of the research and discussion of the village head's leadership style in building community participation in District, Pesawaran Regency in 2020 can be concluded as follows: (1) The village head has a Laissez Faire leadership style. (2) The village head uses the concept of interpersonal roles and informational to build community participation. (3) The output of the village head's leadership style in building community participation in his village, is that the potential of natural resources is managed and the potential for human resources is quite good but not optimal.   Keywords  : Leadership Style; Society Participation.
PENGUATAN PEMAHAMAN OTONOMI DAERAH MELALUI SOSIALISASI PARTISIPATIF DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT PADA PROSES PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Putri Rahmaini; Goestyari Kurnia Amantha; Tia Marlinda Sari; Suprihatin Suprihatin
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 5, No 1 (2026): JURNAL DEDIKASI UNTUK NEGERI (JDN)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jdn.v5i1.5495

Abstract

Pelaksanaan otonomi daerah menempatkan masyarakat sebagai aktor penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Namun, masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai hak, kewajiban, serta bentuk partisipasi dalam pembangunan menyebabkan keterlibatan masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai otonomi daerah sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam proses pembangunan desa. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Lampung Tengah dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyuluhan, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), simulasi partisipasi pembangunan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep otonomi daerah dari 52% menjadi 89%. Selain itu, pemahaman mengenai mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) meningkat dari 47% menjadi 86%, sedangkan kesadaran untuk terlibat dalam pengawasan pembangunan meningkat dari 55% menjadi 91%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa metode sosialisasi partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai mitra pemerintah daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Kata Kunci: Otonomi Daerah, Partisipasi Masyarakat, Pemerintahan Daerah, Musrenbang, Pengabdian Masyarakat
The Implementation of Good Governance in Regional MSME Development: A Qualitative Study at the PMK Office of Central Lampung Regency: Implementasi Good Governance pada Pembinaan UMKM Daerah: Studi Kualitatif di Dinas PMK Kabupaten Lampung Tengah Tia Marlinda Sari; Putri Rahmaini
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v11i2.6883

Abstract

Purpose: To analyze the implementation of good governance principles in MSME development services at the Cooperative and SME Office of Central Lampung Regency, focusing on transparency, accountability, and participation. Design/Methodology/Approach: Qualitative approach through in-depth interviews with agency officials and MSME actors, service observation, and policy document analysis. Data were analyzed thematically. Findings: Good governance principles have been formally adopted within administrative procedures, particularly in transparency and accountability. However, implementation remains procedural, with limited MSME participation in planning and evaluation, reflecting a pattern of procedural compliance governance rather than substantive service practice. Practical Implications: Good governance implementation in local government is shaped not only by policy design, but also by institutional capacity, bureaucratic culture, and government-business relational patterns. Originality/Value: Empirically explains how institutional capacity dynamics and local service practices shape good governance implementation in MSME development in Indonesia. Research Type: Research Paper.
Peran Generasi Berencana (GenRe) dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Kota Bandar Lampung Tahun 2024 Dita Eka Setiani; Martharia Putri Tanjung; Tia Marlinda Sari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2260

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kenakalan remaja di Kota Bandar Lampung, seperti tawuran, seks bebas, dan pernikahan usia anak, yang menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap perilaku berisiko. Berdasarkan data DPPKB (2024), hanya 43% remaja memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya kenakalan, sedangkan 57% masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Program Generasi Berencana (GenRe) dalam mengatasi kenakalan remaja di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak DPPKB, Duta GenRe, pengelola PIK-R, seta remaja non GenRe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran remaja disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kemampuan dalam mengendalikan diri terhadap perilaku berisiko, Selain itu, pelaksanaan Program GenRe melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) masih terbatas di sekolah karena keterbatasan sumber daya dan dukungan lembaga luar pendidikan. Oleh sebab itu, diperlukan perluasan jangkauan program dan penguatan media digital agar edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kenakalan remaja dapat menjangkau seluruh kalangan remaja di Kota Bandar Lampung.