Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TEKNIK DASAR DAN PERATURAN BOLA VOLI MAHASISWA FIKK UNM Yadi Jayadilaga; Meliana Handayani; Nurul Fajriah Istiqamah; Dian Anggraeni Rachman; A.Ulfiana Fitri; Sri Rezkiani Kas
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 2 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v2i2.794

Abstract

The game of volleyball in Indonesia is developing rapidly, volleyball is very popular with the public, both professionally and amateurs. Efforts to improve volleyball in the community with the aim of helping the federation optimize the potential of Indonesian youth. The problems faced by partners are mastery of basic techniques that are not yet optimal and knowledge of the rules and technology in ball games is still lacking. The solution offered is to provide basic technical mastery training and an introduction to rules and technology in volleyball games. Location of FIKK UNM volleyball field activities. Students as partners with a total of 35 people. This activity consists of theory and practice. Service activities run well and smoothly. Partners who are students feel happy and satisfied with the service activities carried out. We thank those who have helped carry out this dedication activity. Activities have had a positive impact on the development of volleyball.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MAHASISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR A. Ulfiana Fitri; Andi Atssam Mappanyukki; Dian Anggraeni Rachman; Meliana Handayani; Nurl Fajriah Istiqamah; Andi Nurzakiah Amin; Sri Rezkiani Kas; Nur Inayah Ismaniar
KORSAcs: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): November
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As an educational institution, schools have a strategic role and position in health promotion efforts. Children are an age group that is vulnerable to experiencing health problems because most of their time is spent outside the home environment and outside the supervision of their parents. When children are in the school environment, they can experience disease transmission from peers, from the school environment or they may consume food that does not meet health requirements. Children are also an age group that is easy to impart knowledge about personal hygiene to shape healthy behavior. This activity is carried out through socialization activities for students, especially to increase awareness of the importance of Clean and Healthy Behavior in the surrounding environment. This activity was carried out at UPT SDN No. 96 Kalongkong on the day of North Galesong District, Takalar Regency which was held on Thursday, June 23 2022 using a pre-post test. The results of the post test showed an increase in knowledge of UPT SDN No.96 Kalongkong students
EDUKASI GERAKAN ANTI STUNTING PADA KADER POSYANDU DI DESA SUNGGUMANAI KAB. GOWA Dian Anggraeni Rachman; Andi Atssam Mappanyukki; Nurul Fajriah Istiqamah; Haeril Haeril; Sulastri Sulastri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37171

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang menjadi tantangan serius di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penyebab dan pencegahan stunting melalui program GASING (Gerakan Anti Stunting) di Desa Sunggumanai. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2024 di Posyandu Mawar Zarindah, menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan kader posyandu meningkat secara signifikan, dari 81% dengan pengetahuan kurang menjadi 100% dengan pengetahuan baik setelah penyuluhan. Keberhasilan ini menandakan bahwa metode edukasi yang diterapkan efektif dalam menyampaikan informasi. Program ini diharapkan dapat memanfaatkan jaringan komunitas untuk menyebarluaskan informasi lebih luas, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat posisi institusi penyelenggara, tetapi juga dapat menjadi model bagi program pengabdian masyarakat lainnya yang serupa.
Analisis Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Mellitus Berdasarkan Instrumen MMAS-8 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar: Analysis of Medication Adherence Among Patients with Diabetes Mellitus Based on the MMAS-8 Instrument at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar Jasmin Ambas; Andi Atssam Mappanyukki; Dian Anggraeni Rachman; Samsiana
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9292

Abstract

Peningkatan beban penyakit Diabetes Melitus (DM) di Indonesia ditunjukkan oleh hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang melaporkan prevalensi DM sebesar 11,7% pada penduduk usia ?15 tahun. Tren ini menandakan urgensi penguatan manajemen kepatuhan pengobatan di fasilitas layanan kesehatan, termasuk rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran kepatuhan minum obat pasien DM. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional yang bertujuan menggambarkan tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 dan karakteristik demografisnya. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) terhadap 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai distribusi kepatuhan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Sebagian besar pasien menunjukkan kepatuhan rendah (58,33%), sedangkan kepatuhan sedang sebesar 22,62% dan kepatuhan tinggi 19,05%. Kepatuhan lebih tinggi ditemukan pada responden berusia <60 tahun, berpendidikan tinggi, dan berstatus bekerja. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien DM di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar masih rendah. Diperlukan intervensi edukatif dan konseling rutin berbasis literasi kesehatan, terutama bagi pasien usia lanjut dan tidak bekerja, untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan hasil klinis jangka panjang.
Analisis Strategi Bauran Pemasaran Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji : Analysis Of Health Services Marketing Mix Strategy At Labuang Baji Regional Public Hospital Dian Anggraeni Rachman; Nur Anisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9293

Abstract

Bauran pemasaran adalah inti dari strategi pemasaran perusahaan dimana unsur-unsur pemasaran yang saling terkait dibaurkan, diorganisir, dan digunakan dengan tepat, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai secara efektif dalam mewujudkan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi bauran pemasaran “promotion” dan “people” dalam pelayanan Kesehatan yang digunakan di Rumah Sakit Labuang Baji Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi promosi yang dilakukan di RSUD Labuang Baji menggunkan bauran promosi hubungan masyarakat dan publikasi Upaya yang dilakukan ialah publikasi melalui media sosial dan website, kerja sama dengan rumah sakit dan puskesmas, penyuluhan dan pemeriksaan gratis. Media yang digunakan dibedakan menjadi dua, media online (website dan sosial media) dan media offline (media cetak dan media elektronik). Adapun strategi people di RSUD Labuang Baji ialah menerapkan seleksi sesuai dengan standar kompetensi, memberikan pelatihan baik pelatihan umum maupun khusus serta penerapan budaya kerja 5s (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) dan budaya madani serta adanya aturan terkait seragam yang harus dikenakan oleh petugas.