Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Sikap dan Kepuasan Petani terhadap Benih Padi Hibrida Pendekatan Multiatribut Fishbein dan Customer Satisfaction Index (Studi Kasus Desa Wonokarto Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur) Feby Musti Ariska
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i1.1008

Abstract

Understanding farmers' attitudes and satisfaction towards hybrid seeds is essential in agriculture. This research aims to determine farmers' attitudes and satisfaction with using hybrid seeds using the Fishbein Multiattribute approach and the Customer Satisfaction Index. This research was carried out in April 2022. The farmers studied already had good experience running hybrid rice farming in Wonokarto Village, Sekampung District. The number of farmer respondents interviewed was 23, who were selected using purposive sampling techniques, namely farmers who used hybrid rice seeds. The approaches used in this research are the Fishbein Multiattribute approach and the Customer Satisfaction Index (CSI) approach. The results of the study show that based on the results of data processing using the Fishbein Multiattribute approach, there are five attributes of hybrid rice seeds that are considered the most important by farmers (marketing of produce, seed price, selling price of grain, seed productivity and seed availability). The calculation results show that the analysis of farmers' attitudes towards hybrid rice seeds obtained a total score of 609.14, which means that the hybrid rice seeds can meet the farmers' expectations and needs. Meanwhile, based on the analysis of farmer satisfaction levels regarding using hybrid rice seeds using the Customer Satisfaction Index (CSI) approach, a farmer satisfaction index of 72.96% (0.7296) was obtained. This value is in the range of 0.66 – 0.80, which means farmers are satisfied with hybrid rice seeds. By paying attention to farmers' attitudes and satisfaction with mixed seeds, stakeholders can design more effective policies, programs, and strategies to support sustainable agriculture and improve farmer welfare.
Analisis Risiko Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi di Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur: Analisis Risiko Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi di Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur Nurwahid, Azis; Mardliyah, Ainul; Syahputra, Fikri; Musti Ariska, Feby
Journal of Food System & Agribusiness Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective resource allocation is one way to meet food needs, especially rice. So it is necessary to increase production so that farmers income increases, but in farming there are farming risks such as production risk and income risk. This research aims to 1) analyze rice farming income in Hargomulyo village Sekampung district east Lampung regency; 2) analyze the level of production risk and income risk of rice farming in Hargomulyo village Sekampung district east Lampung regency. The research method uses a survey method with sampling using the simple random sampling technique with a sample size of 28 rich farmers. The above research objectives were analyzed using income analysis (R/C ratio) and coefficient of variation (CV). The research results showed that: 1) rice farming income was Rp. 7.707.271/0,53 Ha with r/c analysis of 2,46 > 1 which means profitable; 2) production risk level with a CV value of 0,48 < 0,5 which means it has a low risk and income risk with a CV value of 0,57 > 0,5 which means it has a high risk due to reduced production due to pest attacks, shortages irrigation water, as well as selling the products to middlemen.
Modifikasi Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Melalui Pemberdayaan Karang Taruna di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Kurniawati, Nurleni; Ariska, Feby Musti; Mangiring, Windu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini limbah kotoran sapi hanya dijual dalam bentuk mentah tanpa melalui proses pengolahan sehingga harga relatif murah, bahkan hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan untuk petani daerah sekitar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan seperti sosialisi dan pelatihan tentang modifikasi limbah kotoran sapi menjadi pupuk fermentasi dalam bentuk Kompos Blok dan Media Semai. Limbah tersebut ditambahkan bahan lain seperti cocopeat, arang sekam, ampas aren yang selanjutnya difermentasi menggunakan Biostrater untuk mempercepat proses pengomposan menjadi produk dengan kualitas dan bernilai ekonomi. Dengan melibatkan dan memberdayakan remaja Karang Taruna dalam mengembangkan potensi daerahnya, kedepannya program pengolahan limbah ini dapat berjalan secara terorganisir dan berkelanjutan. Hasil kegiatan ini berupa informasi tentang pengolahan dan modifikasi produk limbah kotoran sapi. Kontribusi mendasar kepada anggota Karang taruna yaitu setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini mereka mampu mengolah limbah dari Kelompok Ternak Limousin kemudian memanfaatkan dan memasarkannya pada wilayah setempat. Pupuk Kompos Blok dapat digunakan sebagai pupuk subtitusi guna mengatasi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan media semai dalam bentuk blok dinilai bersifat ramah lingkungan dan sangat praktis karena tanpa ada wadah dan dapat langsung ditanam ke dalam tanah. Dengan demikian, remaja Karang Taruna dapat berperan besar dalam menangani permasalahan limbah sehingga termanfaatkan secara optimal dan meningkatkan nilai jual. Up until now, cow manure waste has only been sold in its raw form without processing, resulting in a relatively low price, with only a small portion being used by local farmers. The community service activities were carried out in the form of counseling, such as socialization and training on modifying cow manure waste into fermented fertilizer in the form of compost blocks and seedling media. The waste was mixed with other materials like cocopeat, rice husk charcoal, and aren pulp, and then fermented using Biostrater to accelerate the composting process, resulting in a product of quality and economic value. By involving and empowering the Karang Taruna youth in developing the potential of their region, this waste processing program can be organized and sustainable in the future. The outcome of this activity includes information on the processing and modification of cow manure waste products. A fundamental contribution to the Karang Taruna members is that after participating in this community service activity, they will be able to process waste from the Limousin Livestock Group, then utilize and market it within the local area. Compost blocks can be used as a substitute fertilizer to reduce dependency on chemical fertilizers, and the block-form seedling media is considered environmentally friendly and very practical because it requires no container and can be directly planted into the soil. Thus, the Karang Taruna youth can play a significant role in addressing waste issues so that it can be optimally utilized and increase its market value.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pakan Maggot pada Bank Sampah HATIM Berseri Kota Metro Kurniawati, Nurleni; Ariska, Feby Musti; Mangiring, Windu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11297

Abstract

Bank Sampah merupakan tempat menabung sampah dan alternatif daur ulang sampah. Bank Sampah Hatim Berseri aktif menampung kemudian mengolah sampah anorganik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual seperti tas belanja, sofa ecobrik, paving blok, sedangkan sampah organik belum dimanfaatkan ataupun diolah. Tujuan pengabdian melalui sosialisasi ini yaitu untuk memberikan wawasan dan ketrampilan terkait pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot, sehingga diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam menangani permasalahan sampah organik Nasabah dan masyarakat sekitar Bank Sampah Selain itu, adanya pengolahan sampah organik tersebut juga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat. Hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan lele dan ayam, dan bahkan residu budidaya maggot berupa kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman. Berdasarkan evaluasi secara terukur melalui kuesioner diketahui bahwa pemahaman nasabah dan Masyarakat sekitar Bank Sampah cukup tinggi terlihat dari antusiasme, keaktifan selama proses sosialisasi dan diskusi.  Dari hal tersebut maka diharapkan juga dapat menambah inovasi program-program Bank Sampah Hatim Berseri dan masyarakat sekitar Bank Sampah dalam mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Dodol Nanas (Studi Kasus: Kelompok Wanita Tani Sekar Melati) Safitri, Wulan; Zulkarnain, Zulkarnain; Ariska, Feby Musti
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.5291

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial dodol nanas di KWT Sekar Melati Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Analisis Kelayakan Finansial dengan kriteria investasi Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR) ), dan Periode Pembayaran Kembali (PP). Analisis finansial menunjukkan nilai NPV sebesar Rp6.787.838, nilai Net B/C Ratio sebesar 2,29, nilai Gross B/C sebesar 1,42, nilai IRR sebesar 25%, dan nilai Payback Period selama 3 tahun. Usaha yang dilakukan di KWT Sekar Melati berupa olahan dodol nanas. Usaha pengolahan dodol nanas di KWT Sekar Melati menguntungkan dan layak secara finansial sehingga perlu dikembangkan dan ditingkatkan.
COMPARATIVE AND COMPETITIVE ADVANTAGES ANALYSIS OF SHALLOT FARMING IN NORTH LAMPUNG REGENCY: A POLICY ANALYSIS MATRIX Lestari, Sri Puji; Handayani, Sri; Ariska, Feby Musti; Hidayat, Rizky
Agric Vol. 37 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i1.p91-106

Abstract

The shallot development initiative by the North Lampung Regency administration aims to enhance the welfare of vegetable producers and satisfy local shallot demand. The evolution of a commodity is affected by its input and output prices, which in turn impact the profits earned by farmers. The government's policies influence the input and output pricing for farmers. Shallots, as an emerging product in North Lampung Regency, require analysis to ascertain their potential financial and economic benefits, which indicate the competitiveness of shallots in the region. This research aims to evaluate the competitiveness of shallots by examining comparative and competitive advantages, as well as the influence of government policies on their competitiveness in North Lampung Regency. The employed analytical instrument is the Policy Analysis Matrix (PAM) approach. The cultivation of shallots in Lampung Utara Regency exhibits strong competitiveness on both competitive and comparative advantages. Consequently, the cultivation of shallots in Lampung Utara Regency merits advancement. Government measures, exemplified by input subsidies like fertilizer subsidies, can incentivize farmers by lowering the production costs associated with shallot cultivation. There is a necessity for output strategies that bolster shallot cultivation in North Lampung Regency, namely ensuring market certainty for shallot commodities and maintaining stable, equitable prices for shallots. Furthermore, farmers require information and direction on shallot cultivation to produce superior shallot products. Diversifying products derived from shallot commodities can serve as a strategy to ensure market stability for shallot commodities.
Pendampingan Izin PIRT sebagai Penguatan Produk dan Perluasan Pasar Produk KWT Sekar Mewangi di Desa Untoro, Trimurjo, Lampung Tengah Feby Musti Ariska; Khasbullah, Fizzaria; Kurniawati, Nurleni; Mardliyah, Ainul; Mangiring, Windu; Alima Maolidea Suri; Yatmin
Jurnal Mitrawarga Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL MITRAWARGA
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jmw.v2i2.33

Abstract

Desa Untoro memiliki Kelompok Wanita tani (KWT) aktif bernama Sekar Mewangi. KWT yang aktif tersebut merupakan mitra binaan STIPER Dharma Wacana Metro. Diketahui bahwa KWT Sekar Mewangi memiliki produk berupa bubuk rempah instan dalam bentuk minuman serbuk. Akan tetapi, produk tersebut belum memiliki izin edar (nomor PIRT) sehingga masih diedarkan atapun dipasarkan secara lokal dan terbatas. Dalam pengelolaan produk KWT tersebut memiliki banyak permasalahan seperti dalam pengurusan P-IRT dan pengembangan produk minuman, seperti (a) minimnya pengetahuan sumber daya manusian (SDM) terkait produksi minuman yang baik guna memenuhi syarat pengurusan izin edar, (b) terbatasnya pengetahuan terkait manajemen tata kelola P-IRT, (c) jangkauan pemasaran yang terbatas karena belum adanya memiliki izin edar produk. Tujuan Pelaksanaan pengabdian dalam pengurusan P-IRT di KWT Sekar Mewangi di Desa Untoro yaitu meningkatkan pengetahuan dan wawasan anggota KWT mengenai sistem dan standar produk KWT yang baik agar memenuhi standar izin edar produk. Hasil kegiatan pengabdian pendampingan dalam mengurus ijin P-IRT berdampak dengan adanya perubahan dalam usaha minuman instan oleh anggota KWT. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) diketahui bahwa sarana produksi yang digunakan dalam proses pembuatan produk telah memenuhi standar yang ditetapkan. Produk hadir dengan kemasan dan label yang menarik serta telah memenuhi kriteria pelabelan yang distandarkan. Untuk kualitas produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar produk minuman dan memiliki kualitas yang baik. Kata kunci: KWT, Minuman Instan, dan P-IRT
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Terbatas dalam Mendukung Program Gerakan Tanaman Pangan Keluarga (Gertapaga) Melalui Pertanian Organik Secara Vertikultur Pada KWT Lingkungan Berseri Kota Metro Windu Mangiring; Nurleni Kurniawati; Feby Musti Ariska
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xq5zt661

Abstract

Kemandirian pangan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Namun, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi kendala utama dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Lingkungan Berseri di Kota Metro dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga melalui penerapan sistem pertanian organik secara vertikultur. Metode yang digunakan meliputi Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Demonstration Plot, sehingga anggota KWT terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari persiapan, sosialisasi, pelatihan, hingga evaluasi. Kegiatan pelatihan mencakup pembuatan media tanam organik, instalasi vertikultur, serta praktik langsung budidaya tanaman sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola pertanian organik di lahan terbatas. Evaluasi melalui kuesioner juga mengungkapkan adanya minat dan komitmen anggota KWT untuk menerapkan sistem vertikultur secara berkelanjutan. Program ini menghasilkan model percontohan berupa vertical tower yang dapat direplikasi pada pekarangan rumah tangga, sehingga berkontribusi pada peningkatan produktivitas pangan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan