Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Terapi Komunikasi Assertive dengan Media Video terhadap Perilaku Agresif pada Remaja Putri Tiara Lani; Yohana Agustina Sitanggang; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.3.2023.521-528

Abstract

Perilaku agresif merupakan bentuk ekspresi emosi seseorang karena adanya suatu hal yang tidak menyenangkan yang individu alami. Perilaku ini dapat dilihat dalam bentuk verbal ataupun non verbal dengan tujuan penyerangan dan lebih sering terjadi pada remaja. Dampak dari perilaku ini dapat menyebabkan kerugian pada kedua belah pihak. Remaja yang memiliki perilaku agresif dapat membuat masalah dalam hubungan interpersonal, maka dari itu remaja hendaknya memiliki kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan keinginannya dengan baik sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment yang menggunakan rancangan penelitian pre-test and post-test with control group design, teknik sampling yang digunakan purposive sampling, responden dibagi menjadi kelompok perlakuan sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sudah baku yaitu kuesioner Buss Perry Aggression Questionnaire untuk mengukur perilaku agresif dan Assertiveness Scale for Adolescents untuk komunikasi asertif. Uji statistik menggunakan Paired Samples Test.  Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi komunikasi asertive dengan media video terhadap perilaku agresive remaja putri, dengan nilai p = 0,008 < 0,05. Kesimpulan penelitian adanya pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja putri.
Eksplorasi Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Gadget pada Balita: Studi Fenomenologi Nabila Dwi Handayani; Filia Sofiani Ikasari; Raihana Norfitri; Tiara Lani
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.621

Abstract

Background: The rapid advancement of digital technology has increased toddlers exposure to gadget, making them an integral part of daily life. While gadgets may offer educational benefits when used appropriately, excessive and unsupervised use can negatively affect children’s physical, cognitive, language, social, and emotional development. Mothers, as primary caregivers, play a crucial role in regulating toddlers’ gadget use, guided by their perceptions and parenting practices.Methods: This study employed a qualitative descriptive phenomenological design to explore mothers’ perceptions of gadget use among toddlers in the working area of Banjarbaru Selatan Public Health Center. Twelve mothers with toddlers were selected using purposive sampling until data saturation was achieved. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Colaizzi’s method, including familiarization with transcripts, identification of significant statements, formulation of meanings, theme clustering, comprehensive description, and participant validation to ensure trustworthiness. Result:Five main themes emerged: mothers’ responses to gadget use, reasons for providing gadgets, duration of gadget use, perceived impacts of gadget use, and strategies to divert children from gadgets. Mothers perceived gadgets both as helpful tools for calming and entertaining children and as potential sources of developmental risks. Gadget use was often driven by situational needs, such as parental busyness or limited caregiving support. Prolonged use was associated with behavioral changes, emotional dysregulation, and delayed language development, particularly when parental supervision was limited. Conversely, active parental involvement, content selection, and time regulation were perceived as protective factors. Mothers also reported various diversion strategies, including interactive play, outdoor activities, and the provision of alternative toys. Conclusion: Gadget use among toddlers is increasingly unavoidable; however, its impact largely depends on maternal perceptions, supervision, and regulation practices. Strengthening mothers’ awareness and caregiving strategies is essential to minimize negative effects and promote optimal toddler development.
Peningkatan Harga Diri Remaja Melalui Pendekatan Terapi Kognitif: Psikoedukatif di Sekolah Tiara Lani; Martini Nur Sukmawaty; Raziansyah Raziansyah; Yohana Agustina Sitanggang
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0kr94s08

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan yang terjadi dengan bebagai perubahan yang cukup bermakna secara fisik, biologis, mental dan emosional maupun psikososial. Pada masa peralihan sering terjadi konflik antara remaja dan dirinya sendiri. Tekanan yang dihadapi remaja didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya tekanan keluarga, akademik, media digital dan hal lainnya. Oleh sebab itu pentingnya bagaimana cara remaja bersikap dalam harga diri. Dalam meningkatkan harga diri remaja salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pemberian terapi kognitif, terapi ini digunakan untuk memodifikasi fungsi berpikir, merasa dan bertindak dengan menekankan peran otak dalam menganalisa, memutuskan, bertanya, berbuat dan memutuskan kembali sehingga dengan merubah status pikiran dan perasaanya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menigkatkan harga diri remaja melalui pendekatan terapi kognitif di sekolah, pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan bulan agustus tahun 2025 di sekolah SMPN 1 Karang Intan Provinsi Kalimantan Selatan, peserta pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada remaja SMP kelas X  dan XI sebanyak 55 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa ada peningkatan harga diri remaja setelah dilakukan psikoedukasi di sekolah, , hal ini terlihat dari hasil nilai post test yang mengukur kembali tingkat harga diri remaja setelah diberikan edukasi terapi kognitif.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Efektif antara Mahasiswa Doktoral, Supervisor, dan Keluarga dalam Mendukung Penyelesaian Studi melalui Kegiatan Edukasi Webinar Tiara Lani; Martini Nur Sukmawaty; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/75h0gv30

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan harga diri dan mencegah kecemasan sosial remaja melalui implementasi Plant Therapy, pengabdian kepada masyrakat ini diberi nama Sehat Jiwa Dan Tangguh Diri (SEHATI). Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 2 Martapura dengan melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan, praktik langsung plant therapy, serta pendampingan kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner harga diri Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Social Anxiety Scale for Adolescents  (SAS-A) untuk kecemasan social yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test). Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan adanya peningkatan skor harga diri dan penurunan tingkat kecemasan sosial pada sebagian besar peserta setelah mengikuti kegiatan. Plant therapy memberikan pengalaman terapeutik melalui interaksi dengan tanaman yang membantu peserta mengekspresikan emosi, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat kepercayaan diri dalam interaksi sosial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aktivitas kreatif dan alam dapat menjadi strategi promotif-preventif yang efektif dalam mendukung kesehatan jiwa remaja di lingkungan sekolah.
Optimalisasi Penerapan Hipnosis Lima Jari dalam Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian Akhir bagi Siswa Kelas IX Martini Nur Sukmawaty; Raziansyah Raziansyah; Yohana Agustina Sitanggang; Tiara Lani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.18554

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dimana pada masa ini seseorang memiliki keadaan emosi yang labil dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga, misalnya dalam menghadapi ujian akhir di sekolah, mereka merasakan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan terhadap ujian akhir. Rasa cemas yang berlangsung secara terus menerus, dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kecemasan merupakan salah satu kondisi psikologis, kecemasan ini juga dialami oleh para remaja, karena usia remaja dapat dikatakan usia yang masih labil dalam menghadapi kondisi-kondisi yang tidak terduga. Kondisi emosi remaja akan mudah terguncang seperti, Kecemasan yang berlebihan, ketakutan dalam mengikuti ujian akhir sekolah dan sebagainya. Manajemen kecemasan merupakan sebuah upaya untuk mengatasi kecemasan yang mengganggu namun bukan berarti menghilangkan kecemasan, melainkan menguranginya agar tidak menimbulkan hambatan seseorang dalam menjalani ujian di sekolah. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan kemandirian remaja khususnya dalam mengontrol kecemasan yang dirasakannya. Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP N 1 Karang Intan yang berjumlah 25 orang. Siswa yang menjadi peserta belum pernah mengetahui teknik manajemen kecemasan sehingga perlu diberikan informasi dan simulasi untuk dilakukan. Kegiatan akan dilakukan dengan penyuluhan terkait optimalisasi penerapan hypnosis lima jari dalam mengatasi kecemasan menghadapi ujian akhir bagi siswa kelas IX. Kecemasan dan simulasi teknik manajemen kecemasan dengan hipnosis lima jari. Kegiatan ini diawali dengan mengurus ijin ke sekolah secara langsung dan melaksanakan penyuluhan tentang tehnik mengontrol kecemasan hypnosis lima jari. Diakhir kegiatan seluruh peserta merasa senang dan puas mengikuti kegiatan tersebut dan  Hasil dari pengabdian didapatkan data bahwa peserta yang mengikuti kegiatan merasakan merasa lebih tenang, nyaman, dan lebih memahami terkait cara mengontrol kecemasan. Upaya mengontrol kecemasan adalah dengan tehnik Hipnosis Lima jari. Kata Kunci: Hipnosis, Kecemasan, Lima Jari, Siswa.   ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood where at this time a person has an unstable emotional state in dealing with unexpected conditions, for example during this pandemic they feel excessive fear and anxiety about the transmission of the virus. Anxiety that continues continuously can cause disorders in the physical and mental health of adolescents. Anxiety is one of the psychological conditions. This anxiety is also experienced by adolescents, because adolescence can be said to be an age that is still unstable in dealing with unexpected conditions. The emotional condition of adolescents will be easily shaken such as, Excessive anxiety, fear of contracting this virus and so on. Anxiety management is an effort to overcome disturbing anxiety but does not mean eliminating anxiety, but reducing it so that it does not cause obstacles for someone in living their life. The purpose of this community service is to increase the independence of adolescents, especially in managing the anxiety they feel. The participants in this activity were all 25 students of class IX of SMP N 1 Karang Intan. However, anxiety management techniques in adolescents have never been done. The activity will be carried out with counseling related to optimizing the application of five-finger hypnosis in overcoming anxiety in facing final exams for class IX students. Anxiety and simulation of anxiety management techniques with five-finger hypnosis. This activity began with taking care of permission to go to school directly and at the end of the activity all participants felt happy and satisfied with participating in the activity and the results of the service were carried out using interview techniques in group discussions, data was obtained that participants who participated in the activity felt calmer, more comfortable, and more understanding of anxiety and how to reduce anxiety. Making efforts to provide techniques for overcoming anxiety with Five-finger Hypnosis Keywords: Anxiety, Five Fingers, Hypnosis, Students.
OPTIMIZING PSYCHOEDUCATION TO PREVENT BULLYING IN ADOLESCENTS AT SMP NEGERI 1 KERTAK HANYAR: BULLYING Martini Nur Sukmawaty; Tiara Lani; Yohana Agustina Sitanggang; Raziansyah Raziansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57066

Abstract

Kejadian kenakalan remaja di Indonesia semakin banyak terjadi beberapa tahun terakhir ini. Remaja selalu menjadi point pembicaraan Masyarakat Indonesia karena remaja merupakan generasi penerus bangsa ini. Salah satu contoh kejadian kenakalan remaja yang sedang marak adalah perilaku bullying. Bullying verbal maupun non verbal merupakan masalah yang banyak terjadi di sekolah sekolah. Kejadian bullying ini memiliki dampak yang negatif bagi remaja yang mengganggu kesehatan mental baik kepada pelaku maupun kepada korbannya dan jika hal ini terjadi dalam waktu lama akan menimbulkan truma psikologis hingga berbekas pada Kesehatan mental remaja tersebut. Tujuan kegiatan pengmas ini adalah untuk memberikan informasi psikologi edukasi tentang bullying agar para remaja yang bersekolah di SMP Negeri 1 Karang Intan mampu meningkatkan pengetahuan tentang bullying. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan mulai dari persiapan, perijinan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan pengmas ini adalah remaja/siswa SMPN 1 Karang Intan berjumlah 25 siswa. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Terlihat melalui hasil evaluasi yang dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk menilai pengaruh optimalisasi psikoedukasi yang telah dilakukan. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan prilaku bullying sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi dengan nilai rerata pre-test 76% dan nilai rerata post-test menjadi 90,1%. Seluruh peserta merasa bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi diri remaja dan dapat menambah ilmu pengetahuan tentang pentingnya cara pencegahan bullying dan bagaimana harus bersikap dengan sesama remaja/siswa dan dapat mengurangi angka kejadan bullying pada remaja di Indonesia, khususnya tidak terjadi lagi kegiatan bullying di lingkungan SMP N 1 Karang Intan.