Tiara Lani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Intan Martapura

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Terapi Komunikasi Assertive dengan Media Video terhadap Perilaku Agresif pada Remaja Putri Tiara Lani; Yohana Agustina Sitanggang; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.3.2023.521-528

Abstract

Perilaku agresif merupakan bentuk ekspresi emosi seseorang karena adanya suatu hal yang tidak menyenangkan yang individu alami. Perilaku ini dapat dilihat dalam bentuk verbal ataupun non verbal dengan tujuan penyerangan dan lebih sering terjadi pada remaja. Dampak dari perilaku ini dapat menyebabkan kerugian pada kedua belah pihak. Remaja yang memiliki perilaku agresif dapat membuat masalah dalam hubungan interpersonal, maka dari itu remaja hendaknya memiliki kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan keinginannya dengan baik sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment yang menggunakan rancangan penelitian pre-test and post-test with control group design, teknik sampling yang digunakan purposive sampling, responden dibagi menjadi kelompok perlakuan sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sudah baku yaitu kuesioner Buss Perry Aggression Questionnaire untuk mengukur perilaku agresif dan Assertiveness Scale for Adolescents untuk komunikasi asertif. Uji statistik menggunakan Paired Samples Test.  Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi komunikasi asertive dengan media video terhadap perilaku agresive remaja putri, dengan nilai p = 0,008 < 0,05. Kesimpulan penelitian adanya pengaruh terapi komunikasi assertive terhadap perilaku agresif pada remaja putri.
Eksplorasi Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Gadget pada Balita: Studi Fenomenologi Nabila Dwi Handayani; Filia Sofiani Ikasari; Raihana Norfitri; Tiara Lani
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.621

Abstract

Background: The rapid advancement of digital technology has increased toddlers exposure to gadget, making them an integral part of daily life. While gadgets may offer educational benefits when used appropriately, excessive and unsupervised use can negatively affect children’s physical, cognitive, language, social, and emotional development. Mothers, as primary caregivers, play a crucial role in regulating toddlers’ gadget use, guided by their perceptions and parenting practices.Methods: This study employed a qualitative descriptive phenomenological design to explore mothers’ perceptions of gadget use among toddlers in the working area of Banjarbaru Selatan Public Health Center. Twelve mothers with toddlers were selected using purposive sampling until data saturation was achieved. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Colaizzi’s method, including familiarization with transcripts, identification of significant statements, formulation of meanings, theme clustering, comprehensive description, and participant validation to ensure trustworthiness. Result:Five main themes emerged: mothers’ responses to gadget use, reasons for providing gadgets, duration of gadget use, perceived impacts of gadget use, and strategies to divert children from gadgets. Mothers perceived gadgets both as helpful tools for calming and entertaining children and as potential sources of developmental risks. Gadget use was often driven by situational needs, such as parental busyness or limited caregiving support. Prolonged use was associated with behavioral changes, emotional dysregulation, and delayed language development, particularly when parental supervision was limited. Conversely, active parental involvement, content selection, and time regulation were perceived as protective factors. Mothers also reported various diversion strategies, including interactive play, outdoor activities, and the provision of alternative toys. Conclusion: Gadget use among toddlers is increasingly unavoidable; however, its impact largely depends on maternal perceptions, supervision, and regulation practices. Strengthening mothers’ awareness and caregiving strategies is essential to minimize negative effects and promote optimal toddler development.
Peningkatan Harga Diri Remaja Melalui Pendekatan Terapi Kognitif: Psikoedukatif di Sekolah Tiara Lani; Martini Nur Sukmawaty; Raziansyah Raziansyah; Yohana Agustina Sitanggang
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0kr94s08

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan yang terjadi dengan bebagai perubahan yang cukup bermakna secara fisik, biologis, mental dan emosional maupun psikososial. Pada masa peralihan sering terjadi konflik antara remaja dan dirinya sendiri. Tekanan yang dihadapi remaja didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya tekanan keluarga, akademik, media digital dan hal lainnya. Oleh sebab itu pentingnya bagaimana cara remaja bersikap dalam harga diri. Dalam meningkatkan harga diri remaja salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pemberian terapi kognitif, terapi ini digunakan untuk memodifikasi fungsi berpikir, merasa dan bertindak dengan menekankan peran otak dalam menganalisa, memutuskan, bertanya, berbuat dan memutuskan kembali sehingga dengan merubah status pikiran dan perasaanya. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menigkatkan harga diri remaja melalui pendekatan terapi kognitif di sekolah, pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan bulan agustus tahun 2025 di sekolah SMPN 1 Karang Intan Provinsi Kalimantan Selatan, peserta pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada remaja SMP kelas X  dan XI sebanyak 55 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa ada peningkatan harga diri remaja setelah dilakukan psikoedukasi di sekolah, , hal ini terlihat dari hasil nilai post test yang mengukur kembali tingkat harga diri remaja setelah diberikan edukasi terapi kognitif.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Efektif antara Mahasiswa Doktoral, Supervisor, dan Keluarga dalam Mendukung Penyelesaian Studi melalui Kegiatan Edukasi Webinar Tiara Lani; Martini Nur Sukmawaty; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/75h0gv30

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan harga diri dan mencegah kecemasan sosial remaja melalui implementasi Plant Therapy, pengabdian kepada masyrakat ini diberi nama Sehat Jiwa Dan Tangguh Diri (SEHATI). Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 2 Martapura dengan melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan, praktik langsung plant therapy, serta pendampingan kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner harga diri Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Social Anxiety Scale for Adolescents  (SAS-A) untuk kecemasan social yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test). Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat menunjukkan adanya peningkatan skor harga diri dan penurunan tingkat kecemasan sosial pada sebagian besar peserta setelah mengikuti kegiatan. Plant therapy memberikan pengalaman terapeutik melalui interaksi dengan tanaman yang membantu peserta mengekspresikan emosi, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat kepercayaan diri dalam interaksi sosial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aktivitas kreatif dan alam dapat menjadi strategi promotif-preventif yang efektif dalam mendukung kesehatan jiwa remaja di lingkungan sekolah.