Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

THE SYNTHESIS OF GLYCEROL CARBONATE FROM BIODIESEL BY PRODUCT GLYCEROL AND UREA OVER AMBERLYST 15 Suyatmo, Reviana Inda Dwi; Sulistyo, Hary; Sediawan, Wahyudi Budi
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 6, No 2 (2017): December 2017 [Nationally Accredited]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v6i2.8904

Abstract

The growing utilization of biodiesel as a renewable fuel has generated a large surplus of glycerol as a major byproduct. The prices of glycerol continue to drop in such an oversaturated market. Therefore, new uses are being developed for glycerol to produce value-added chemicals. Among those chemicals, glycerol carbonate has many application in various fields. Glycerol carbonate is mostly used as a solvent in cosmetic and pharmacheutical industries due to its low toxicity, high boiling point, and low vapor pressure. The synthesis of glycerol carbonate from glycerol and urea using Amberlyst15 as a catalyst was being conducted in this study. The reaction was carried out using a batch reactor for 5 hours with the condition of the reaction temperature was around 120oC, mole ratios of reactant of urea:glycerol were 0.8:1, 0.9:1, 1:1, and 1.2:1 , catalyst concentrations were 2%, 2,5%, 3%, and 4%, and mixing speeds were 370 rpm, 525 rpm, and 700 rpm.  It is found that the optimum conversion of glycerol was obtained at 120oC with 5 hours of reaction using an equimolar amount of glycerol and urea with catalyst load of 3%. Mixing speed did not affect glycerol conversion. Amberlyst15 as catalyst was also stable enough to be reused at least for three times.
Sosialisasi Penerapan Industri Hijau pada Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Lintong Sopandi Hutahaean; Fitria Ika Aryanti; reviana inda dwi suyatmo
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v1i1.68

Abstract

Sektor industri berperan penting dalam pembangunan nasional. Saat ini, industri banyak yang menggunakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yang ketersediaaannya makin lama makin menipis. Oleh karena itu, diperlukan penerapan industri hijau yang mengutamakan efisiensi bahan baku dan efektivitas proses. Namun, masih banyak perusahaan yang belum memahami konsep industri hijau ini, terutama industri kecil dan menengah. Kegiatan sosialisasi penerapan industri hijau pada Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan industri hijau  dan mengetahui manfaat penerapan industri hijau pada industri anggota asosiasi PIKKO. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat, diperoleh data bahwa penerapan industri hijau di industri anggota PIKKO (mitra industri) sudah cukup baik. Namun, sosialisasi mengenai penerapan industri hijau masih perlu dilakukan lebih intens lagi hingga ke pola pikir dari karyawan industri.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Laksana Tekhnik Makmur Fitria Ika Aryanti; reviana inda dwi suyatmo; Ella Melyna; Rebecca Christine
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v2i1.143

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan hal yang sangat penting dalam suatu industri. K3 dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi semua karyawan. K3 erat kaitannya dengan bahaya dan kecelakaan kerja, dimana untuk mencapai tujuan sebelumnya, kedua hal ini harus diminimalisir. Sudah banyak peraturan hukum yang mengatur mengenai pelaksanaan K3. Namun, banyak perusahaan yang belum paham mengenai pentingnya K3. Sehingga diperlukan pemahaman mengenai pentingnya K3 bagi seluruh karyawan perusahaan karena pelaksanaan K3 ini butuh komitmen jangka panjang dan partisipasi dari seluruh elemen. Oleh karena itu, dilakukanlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi K3 di PT Laksana Tekhnik Makmur. Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, dilakukan pengambilan data melalui kuesioner untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan dan pemahaman K3 di industri tersebut. Sosialisasi sendiri dilakukan dengan memaparkan hasil kuesioner dan menjelaskan pentingnya K3. Setelah kegiatan sosialisasi, dilakukan perbaikan K3 diantaranya dengan pemasangan poster maupun sticker yang berkaitan dengan K3 di lingkungan PT Laksana Tekhnik Makmur. Keywords : occupational safety and health, hazard, accident, PT Laksana Tekhnik Makmur
Metode Regeresi Linier dan Non Linier untuk Model Kinetika Adsorpsi Logam Fe Cu dan Zn Menggunakan Karbon Aktif Tempurung Kelapa Yeti Widyawati; Reviana Inda Dwi Suyatmo; Wahyu Mulia Hadi; Muhamad Arif Budi
Jurnal Teknologi Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v1i8.60

Abstract

Adsorpsi merupakan proses yang potensial digunakan untuk mengolah logam berat seperti Cu, Fe dan Zn. Adoserben dapat dibuat dari limbah pertanian seperti tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan karbon aktif dari tempurung kealapa serta mengevaluasi metode yang digunakan untuk mencari konstanta kinetika pada proses penjerapan logam Besi (Fe), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn) menggunakan karbon aktif dari tempurung kelapa. Preparasi karbon  aktif dari tempurung kelapa dilakukan dengan cara karbonasi pada suhu 600oC. Pengaktifan karbon aktif dilakukan dengan menggunakan asam fosfat 10%  selama 15 jam kemudian pengeringan selama 3 jam pada suhu 110oC.  Penjerapan logam berat dilakukan secara batch. Sebanyak 6 gr karbon akti dari tempurang kelapa dimasukan ke dalam larutan yang mengandung logam berat. Setiap 15, 30, 60 menit konsentrasi logam disampling untuk diukur kadar logamnya menggunakan ICP. Hasil penelitian menunjukan bahwa karbon aktif yang dibuat sudah memenuhi syarat sesuai dengan SNI-06-3730-1995. Metode Regresi linier dan non linier sama baiknya untuk mencari konstanta kinetika pada model pseudo kinetika orde 2 dengan nilai R2 adalah 1 baik logam Zn, Cu, Fe. Nilai qe pada proses adsopsi logam Zn, Cu dan Fe sebesar 14,12 mg/g menit, 14,10 mg/g menit dan 13,90 mg/g menit. Sedangkan nilai h sebesar 6,36 mg/g menit, 65,36 mg/g menit dan 64,93 mg/g menit.
Pengaruh Penambahan Poli Vinil Alkohol (PVA) pada Enkapsulasi Minyak Kacang Kenari dalam Urea-Formaldehid untuk Aplikasi Self-Healing Coating Reviana Inda Dwi Suyatmo; Abdussalam Topandi; Lathiefah Oktriananda Sari; Lukman Nulhakim
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.226

Abstract

Self-healing coating is a method that can be used to minimize the impact of cracks on metal surfaces. Self-healing coating repairs cracks without human intervention. In microcapsule self-healing coating, there is a core material and a shell. The core material is the healing agent for surface damage, while the shell will break if a crack occurs, removing the core material. In this study, the core material used is walnut oil which belongs to the drying oil group while the shell material used was urea-formaldehyde. Poly Vinyl Alcohol (PVA) took a role as a surfactant in the microcapsule reaction. The PVA concentrations used were 0%, 3%, 4%, and 5%. The results of the microcapsule diameter test showed that 5% PVA produced microcapsules with the smallest diameter of 90.1426 microns. Based on the results of observations through a microscope, it was also seen that without the addition of PVA, the formation of microcapsule granules did not occur where the results were still agglomerated. The results of the thermal stability test using Thermo Gravimetry Analyzer (TGA) showed that the addition of PVA had no significant effect on the decomposition temperature of the microcapsule where this decomposition temperature was still under the requirements for coating applications. The results of the Scanning Electron Microscope (SEM) test also strengthen the results of microscope. Microcapsules of 5% PVA was better and do not clump when compared to 4% PVA microcapsules.
Kinetika Slow-Released Pupuk Urea Terenkapsulasi Dalam Alginat Suyatmo, Reviana Inda Dwi; Nulhakim, Lukman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1830

Abstract

Pupuk urea merupakan komoditas yang penting di sektor pertanian. Pupuk urea yang digunakan petani seringkali terbawa air sehingga pelepasannya tidak efisien. Oleh karena itu diperlukan proses enkapsulasi pupuk urea agar pelepasannya dapat dikontrol. Alginat dapat digunakan sebagai pelapis berbagai material. Tujuan penelitian adalh untuk mengetahui diameter rata-rata hasil enkapsulasi urea dengan alginate dan hasil uji pelepasan pupuk urea terenkapsulasi dalam alginat dalam air.  Pada penelitian ini dilakukan pembuatan urea terenkapsulasi dalam alginat serta permodelan kinetika slow-release urea terenkapsulasi. Enkapsulasi urea dalam alginat menghasilkan butiran dengan diameter rata-rata 3,01 mm.  Uji pelepasan urea dalam air masih terjadi setelah waktu 20 menit. Berdasarkan hasil permodelan diperoleh data nilai difusivitas efektif urea dalam butiran sebesar 5,2342 x 10-10 m2/s dan koefisien transfer massa urea dari permukaan butiran ke badan cairan sebesar 1,9684 x10-06 m/s. Urea fertilizer is an important commodity in the agricultural sector. Urea used by farmers is often carried away by water so that its release is inefficient. Therefore, it is necessary to encapsulate urea so that its release can be controlled. Alginate can be used as a coating for various materials. In this study, the preparation of urea encapsulated in alginate and slow-release kinetics modeling was done. The encapsulated urea in alginate produced granules with an average diameter of 3.01 mm. The urea release test in water still occurred after 30 minutes. Based on the modeling, the effective diffusivity value of urea in granules was 5,2342 x 10-10 m2/s and the mass transfer coefficient of urea from the surface of the granules to the liquid was 1,9684 x 10-06 m/s.
Pengaruh Kecepatan Pengadukan serta Penambahan Poli Vinil Alkohol (PVA) dan Sodium Dodesil Sulfat (SDS) pada Enkapsulasi Minyak Biji Rami dalam Urea-Formaldehid Untuk Aplikasi Self-Healing Coating Suyatmo, Reviana Inda Dwi; Fitriyani, Noviannisa Cahya; Fadila, Mitha Anifanisa; Melyna, Ella; Nulhakim, Lukman
Jurnal Teknologi Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v11i2.311

Abstract

Salah satu sisi negatif penggunaan logam adalah resiko korosi jika terkena oksidasi berlebih. Salah satu Upaya untuk mencegah hal tersebut adalah dengan teknologi self-healing coating. Self-healing coating merupakan sistem pelindung pada logam dalam mencegah atau memperlambat proses korosi dengan mempunyai sistem perbaikan kerusakan secara mandiri. Penelitian ini mempelajari Pengaruh Kecepatan Pengadukan serta Penambahan Penambahan Poli Vinil Alkohol (PVA) dan Sodium Dodesil Sulfat (SDS) pada Enkapsulasi Minyak Biji Rami dalam Urea-Formaldehid Untuk Aplikasi Self-Healing Coating. Variasi kecepatan pengadukan yang dipakai yaitu 900 rpm, 1000 rpm, dan 1200 rpm. Surfaktan/pengemulsi yang digunakan yaitu Polivinil Alkohol (PVA) dan Sodium Dodesil Sulfat (SDS) dengan rasio persentase massa PVA/SDS yakni 5:0, 5:1, 4:1, 0:5. Hasil pengujian gugus fungsi mikrokapsul dengan diameter ideal menggunakan fourier transform infrared (FTIR) membuktikan bahwa adanya minyak biji rami yang berhasil terenkapsulasi dalam urea-formaldehid. Hasil pengujian ukuran diameter mikrokapsul menggunakan mikroskop digital menunjukkan dengan kecepatan pengadukan 1200 rpm didapatkan diameter rata-rata mikrokapsul terkecil yaitu sebesar 44,179 µm. Variasi PVA/SDS 5:1 menghasilkan ukuran mikokapsul dengan diameter terkecil dan berbentuk bulat dibandingkan dengan variasi lainnya yaitu sebesar 67,1822 ?m. Hasil pengujian kinerja self-healing coating menggunakan mikrokapsul dengan diameter terkecil pada permukaan plat steel membuktikan bahwa minyak biji rami mampu memperbaiki kerusakan dengan mempersempit area goresan. Pengujian korosi juga membuktikan minyak biji rami mampu memperlambat proses korosi ditandai dengan area korosi yang lebih sempit dibandingkan dengan plat steel tanpa mikrokapsul. Keywords : encapsulation, linseed oil, Poly Vinyl Alcohol,  self-healing coating , Sodium Dodecyl Sulfate
Encapsulation of Walnut Oil in Urea-Formaldehyde for Self-Healing Coating: Effect of Mixing Speed Suyatmo, Reviana Inda Dwi; Topandi, Abdussalam; Gultom, Indah Gita Cahyani; Nulhakim, Lukman
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v21i2.48141

Abstract

Self-healing coating is a technology where repairation of a coating can be done automatically. The self-healing agent is encapsulated in the form of microcapsules. When the microcapsules or shell material breaks, the healing agent released onto the damaged surface. In this study, walnut oil was used as a healing agent because it belongs to the drying oil which has been widely used as a coating. The polymer used as the microcapsule shell is urea-formaldehyde. This research was conducted to examine the effect of mixing speed on the diameter and thermal stability of microcapsules encapsulated by walnut oil in urea formaldehyde, as well as to see the self-healing performance. The results of FTIR testing proved that the microcapsules consist of Poly Urea Formaldehyde (PUF) as a shell material. The research showed that the mixing speed of 860 rpm produced microcapsules with the smallest diameter of 90.1426 micrometer and the highest decomposition temperature of 362.38°C. The results of self-healing tests on steel plates prove that the healing agent used has succeeded in repairing the damage by covering the surface of the scratched sample.
Sosialisasi Hasil Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses Dalam Implementasi Total Productive Maintenance (TPM) Di PT ABC Suyatmo, Reviana Inda Dwi; Melyna, Ella; Arina, Herlin; Shelia, Asri Octavilyanni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.542

Abstract

PT. ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang plastik yang memproduksi sparepart otomotif. Sebagian besar produk plastik yang dihasilkan dibuat menggunakan mesin injection molding dengan produk yang sangat bervariasi Sehingga, apabila terjadi kerusakan maka akan menyebabkan produksi tidak bisa berjalan sebagaimana semestinya. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis OEE dan six big losses dalam implementasi TPM pada mesin injection molding. Metode ini merupakan bagian utama dari sistem pemeliharaan yang banyak diterapkan oleh perusahaaan Jepang dan memiliki peranan penting dalam menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan efisiensi mesin. Berdasarkan hasil analisis data-data yang sudah dikumpulkan melalui laporan harian produksi mesin injection molding 3 dengan produk X selama bulan Mei s.d Juli 2023, diperoleh hasil bahwa nilai OEE mesin tersebut secara umum sudah baik. Namun, hanya pada beberapa waktu saja, nilai OEEnya sangat kurang. Untuk six big losses, losses terbesar ada pada Idle and Minor Stoppages Losses, Reduce Speed Losses, dan Equipment Failure Losses. Hasil ini kemudian disampaikan dalam sosialisasi pada perwakilan perusahaan. Kemudian, diberikan rekomendasi untuk meningkatkan preventive maintenance dan 5S pada mesin injection molding 3. Dilakukan pula pengisian kuesioner peningkatan keberdayaan mitra kepada perwakilan perusahaan. Dari hasil kuesioner diperoleh nilai sedang untuk sebelum pelaksanaan kegiatan dan nilai tinggi setelah dilakukan kegiatan ini.
Analisis Preventive Maintenance Berdasarkan Mean Time Between Failure (MTBF) Dan Mean Time To Repair (MTTR) Pada Alat Blow Molding Di PT XYZ Silvia, Silvia; Suyatmo, Reviana Inda Dwi; Murnianti, Murnianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1495

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur aksesoris mobil otomotif dan interior kelautan yang berkembang. Sebagian besar produk plastik yang dihasilkan dibuat menggunakan mesin blow molding dengan produk yang sangat bervariasi Sehingga, apabila terjadi kerusakan maka akan menyebabkan produksi tidak bisa berjalan sebagaimana semestinya. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis Preventive Maintenance berdasarkan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR) pada alat blow molding. Preventive maintenance merupakan bagian dari Planned Maintenance Pillar yang merupakan salah satu pillar dalam Total Productive Maintenance (TPM). Metode ini merupakan bagian utama dari sistem pemeliharaan yang banyak diterapkan oleh perusahaaan Jepang dan memiliki peranan penting, karena dapat menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan efisiensi mesin/peralatan sehingga kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan mesin dapat dihindarkan. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai MTBF mesin blow 2 dan 3 lebih rendah daripada mesin blow molding 1 dan 4 sedangkan nilai MTTR sebesar 104,5 menit. Total failure pada mesin blow molding 1, 2, 3, dan 4, failure pada jet loader dan pressure paling sering terjadi. Untuk penentuan kebijakan preventive maintenance dilakukan dengan meminimalkan biaya dilakukan. Rekomendasi yang dapat dilakukan adalah pelaporan waktu perbaikan tiap terjadi kerusakan dilengkapi, estimasi biaya untuk menghitung jangka waktu preventive maintenance, serta perhitungan MTBF MTTR untuk mesin yang lain.