Susiana
Department Of Aquatic Resources Management, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Raja Ali Haji Maritime University. Jl. Politeknik Senggarang, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau 2911

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Makanan dan Kebiasaan Makan Ikan Sembilang (Plotosus canius) di Perairan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Safitri, Desi; Susiana, Susiana; Suryanti, Ani
Akuatiklestari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v4i2.2488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan, dan rasio panjang usus ikan sembilang pada perairan Kota Tanjungpinang yang meliputi index of preponderance dan indeks kepenuhan lambung. Lokasi sampling ditentukan berdasarkan metode purposive sampling dengan menetapkan 3 stasiun pengamatan dan 3 kali pengulangan yang dilaksanakan pada November 2018 sampai Maret 2019. Analisis data yang dilakukan yaitu rasio panjang usus dengan panjang total, indeks bagian terbesar, dan indeks kepenuhan lambung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio panjang usus dan panjang total masing-masing pada sembilang jantan dan betina di ketiga stasiun sebesar 1,24;1,26:1,30. Index of preponderance berkisar 34,4 – 50,2% pakan utama pada umumnya terdiri dari kelompok, kepiting, kerang, udang dan siput sehingga dapat disimpulkan ikan sembilang bersifat karnivora. Makanan pelengkap ikan sembilang dijumpai seperti detritus dan juga dari spesies Fitoplankton (Mikroalgae) yaitu Acinastrum sp. Chlorella sp. Pediastrum sp. Characium sp. Anabaena sp. Thalasionema sp. Oscillatoria sp. Ceratium sp. Peridinium sp. Navicula sp. Gyrosigma sp.
Inventarisasi Ikan Demersal dan Ikan Pelagis yang Didaratkan di PPI Kijang Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan Lubis, Eflin Krismasia; Sinaga, Theresia Yesika; Susiana, Susiana
Akuatiklestari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v4i2.2536

Abstract

Ikan merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan oleh manusia disamping daging. Jenis ikan yang pada umumnya ditangkap untuk dijadikan konsumsi baik dalam bentuk segar maupun olahan adalah jenis ikan pelagis dan ikan demersal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis ikan demersal dan ikan pelagis yang didaratkan di PPI Kijang. Metode penelitian dilakukan melalui survey lapang dan pengumpulan data primer dan sekunder yang didapatkan melalui nelayan dan petugas PPI Kijang. Hasil penelitian terdapat 7 jenis ikan demersal, diantaranya : Ikan delah (Caesio teres), Ikan kurisi (Nemipterus nemurus), Ikan pari (Neotrygon kuhlii), Ikan manyung (Netuma thalassina), Ikan lebam (Siganus guttatus), Ikan jebung (Abalistes stellaris), dan Ikan sebelah (Psettodes erumei). Untuk ikan pelagis terdapat untuk 7 jenis, diantaranya : Ikan Selar (Atule mate), Ikan Kuwe (Gnathanodon speciosus), Ikan Bulat (Carangoides plagiotaenia), Ikan Tongkol (Euthynnus affinis), Ikan Tenggiri (Scomberomorus comerson),Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta), dan Ikan Selikur (Scomber australasicus).
Kajian Hubungan Panjang Bobot Ikan Belanak (Mugilidae) Di Perairan Sei Ladi Kota Tanjungpinang Jamaludin, Jamaludin; Susiana, Susiana
Akuatiklestari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i1.2513

Abstract

Mugilidae is a dominant species of mullet in several Indonesian waters and its larvae are often found in coastal waters near river estuaries. This study aims to determine the relationship between the length and weight of female and male fish in Sei Ladi waters, Bugis Village, Tanjungpinang City. The research method was carried out through field surveys and primary data collection which was carried out by taking mullet fish samples, the data obtained were in the form of total length and weight of mullet. The results of research on growth of length and weight in mullet fish in Sei Ladi waters have a value of b = 0.0032 in male mullet, which means that it has a negative allometric growth pattern because it is smaller than 3 (b<3), and in female fish the value of b is obtained. = 0.0621 which indicates a negative allometric growth pattern because the b value is less than 3 (b<3).
Struktur Komunitas Ikan di Perairan Sei Ladi Kelurahan Kampung Bugis Kota Tanjungpinang Edo, Edo; Susiana, Susiana
Akuatiklestari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i1.2514

Abstract

Fish are vertebrates that live systematically in water and belong to the Phylum Chordata with the characteristics of having gills that function to take dissolved oxygen from the water and fins are used for swimming. The purpose of this study was to determine the structure of the fish community in Sei Ladi waters, Bugis Village, Tanjungpinang District, Riau Islands Province. This research method was carried out by direct observation at the location, interviews and fish identification. Data taken in this field practice are primary and secondary data. The results obtained with the diversity index value obtained were 1.94, so the diversity of fish in Sei Ladi was included in the medium category, the uniformity index value (E) of fish species in Sei Ladi waters was 0.88, close to 1, which means that each The species are relatively the same, the dominance index value (C) of fish species in Sei Ladi waters is 0.17, which means that there is no fish species that dominates in these waters.
Pola Sebaran Siput Sumpil (Planaxis sulcatus) di Perairan Pulau Nyamuk, Desa Mensanak Kabupaten Lingga Azhari, Sarah; Lestari, Febrianti; Susiana, Susiana
Akuatiklestari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i1.3075

Abstract

Siput Planaxis sulcatus merupakan spesies gastropoda yang umumnya ditemukan di daerah pasang surut (intertidal) dan perairan pantai berbatu. Spesies ini termasuk hewan herbivora yang memakan mikroalga yang tumbuh di substrat tempat hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan dan pola sebaran siput Planaxis sulcatus. Penentuan titik sampling menggunakan metode random sampling yang terdiri dari 30 titik. Pengambilan data siput Planaxis sulcatus menggunakan transek kuadran 1x1 m. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kepadatan siput Planaxis sulcatus sebesar 147,37 ind/m2 dengan pola sebaran secara umum yaitu mengelompok.
Pola Sebaran Teripang di Perairan Desa Penaga dan Desa Berakit Kabupaten Bintan Oktaviyani, Dwi Cahya; Susiana, Susiana; Jumsurizal, Jumsurizal
Akuatiklestari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i1.3079

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui kepadatan, pola sebaran dan struktur komunitas teripang di Perairan Desa Penaga Dan Desa Berakit Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling. Penenentuan area dengan metode Belt Transect dan penangkapan menggunakan metode Swept Area. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teripang yang ditemukan diperairan Desa Penaga dan berakit terdapat 7 jenis yaitu H.impatiens, H.vagabunda, H. scabra, A.miliaris, H.atra, H.coluber, Phyllophorus sp. Kepadatan jenis tertinggi di perairan Desa Penaga berada pada spesies Phyllophorus sp. dengan nilai kepadan yakni 714 ind/ha sedangkan pada perairan Desa Berakit H.coluber dengan nilai kepadan yakni 647 ind/ha. Kondisis perairan di Desa Penaga dan Desa Berakit masih memenuhi baku mutu sehingga mendukung kehidupan Teripang. Nilai indeks Keanekaragaman pada Desa Penaga diperoleh nilai 0.99, sedangkan di Desa Berakit indeks keanekaragaman diperoleh nilai 1.57. Keseragaman Teripang di perairan Desa Penaga diperoleh nilai 0.71 dan Desa Berakit diperoleh nilai 0.97. Dominansi Desa Penaga diperoleh nilai 0.299 dan Desa Berakit diperoleh nilai 0.218. menunjukkan tidak ada spesies yang mendominansi. pola sebaran Desa Penaga dengan nilai 1.714 dan Desa Berakit dengan nilai 1.145, kedua lokasi memiliki pola sebaran mengelompok.
Jenis dan Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Pulau Beralas Bakau Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan Baliyan, Baliyan; Lestari, Febrianti; Susiana, Susiana
Akuatiklestari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i1.3103

Abstract

Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan memiliki komunitas mangrove yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mangrove, tutupan kanopi mangrove, dan tingkat kerusakan mangrove di Pulau Beralas Bakau. Pengamatan mangrove dilakukan dengan menggunakan metode line transek, dengan luasan area pengamatan 10 x 10 m. Hasil penelitian ditemukan 4 (empat) species mengrove yakni Rhizopora apiculata, R mucronata, Bruguiera gymnorrizha, Xylocarpus granatum. Kondisi mangrove berdasarkan kerapatan dan tutupan kanopi tergolong sedang, dengan kriteria mangrove tergolong baik. Parameter fisika – kimia perairan meliputi; suhu, Kecepatan Arus, Substrat, Salinitas, pH, dan DO masih dalam kisaran normal.
Makanan dan Kebiasaan Makan Siput Gonggong (Laevistrombus turturella) di Perairan Dusun Senempek Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Jumiah, Jumiah; Susiana, Susiana; Apriadi, Tri
Akuatiklestari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v5i1.3674

Abstract

Dusun senempek Desa Limbung berada di Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga. Dusun Senempek memiliki kekayaan sumberdaya alam yang dikatakan cukup banyak, seperti: ikan, kepiting, cumi-cumi, gamat (teripang), siput gonggong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio panjang usus siput gonggong, jenis makan dan kebiasaan makan siput gonggong, dan kondisi fisika kimia perairan yang memengaruhi keberadaan siput gonggong. Metode yang dilakukan adalah porvosive sampling sebanyak 3 stasiun. Parameter yang diukur adalah parameter fisika kimia perairan. Analisis data yang dilakukan yaitu rasio panjang usus dan panjang total siput gonggong, indeks bagian terbesar, indeks viseral somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio panjang usus dan panjang total siput gonggong masing-masing sebesar 1,35, 1,06, 1,13 dan termasuk golongan omnivora. Jenis makanan siput gonggong yang ditemukan adalah detritus, mikroalga kelas Bacillariophyta, Cyanobacteria, Chlorophyta, Dinoflagellata, Cilliophora, Radiolaria, Stramenophytes, dan Foraminifera dari kelas Rotalidia. Jenis makanan yang paling banyak ditemukan didalam usus siput gonggong(Laevistrombus turturella) adalah Bacillariophyta dengan nilai indeks terbesar 54-67% sebagai makanan utama. Nilai VSI sebesar 34,75-58,54% bersifat continous feeder.
Inventarisasi kima (Tridacnidae) di Pulau Batu Bilis, Desa Kelarik Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia Rivanda; Susiana; Dedy Kurniawan
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.59-63

Abstract

Pulau Batu Bilis Desa Kelarik dikelilingi oleh hamparan terumbu karang yang dangkal dengan tingkat kecerahan air yang cukup cerah, sehingga menjadi habitat bagi biota–biota ekonomis penting berupa kerang kima (Tridacnidae). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis kima dan mengetahui nilai kepadatan kima. Pengambilan data kima dilakukan pada 9 (sembilan) titik. Menggunakan metode Benthos Belt Transect, dengan luasan area pengamatan 140 m². Hasil penelitian dijumpai 2 (dua) jenis kima, yaitu Kima Lubang (Tridacna crocea) dan Kima Kecil (Tridacna maxima). Kepadatan tertinggi Kima Lubang  terdapat pada titik 9 (sembilan) dengan nilai 1.142,9 individu/ha, kemudian kepadatan terendah pada titik 7 (tujuh) 142,86 individu/ha. Kepadatan tertinggi Kima Kecil terdapat pada titik 7 (tujuh) dengan nilai kepadatan 928,57 individu/ha dan kepadatan terendah pada titik 8 (delapan) dengan nilai 71,43 individu/ha. Kualitas parameter fisika–kimia pada perairan Batu Bilis masih dalam kisaran normal untuk kehidupan kima seperti suhu 29,4⁰C, salinitas 29,5‰, kecepatan arus 0,08 m/s dan kecerahan 100%.
Maturity level of female red swimming crab gonads (Thalamita spinimana) in Dompak Waters, Tanjungpinang, Riau Island Sri Novitri; Susiana; Wahyu Muzammil; Dedy Kurniawan
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.5.2.35-38

Abstract

Red crab (Thalamita spinimana) is a type of crab that has a light body color, favored by coastal communities for its thick meat and high protein content at a low selling price. This research purpose to determine the maturity level of female red crabs. This research was conducted using a survey method with sampling twice for two months which was carried out from April to May 2021 in Dompak Waters, Tanjungpinang. The results of the research found that TKG I was immature gonads. Female red crabs incubate eggs (Ovigerous) with yellow and orange color, dominated by immature gonads, while brown and dark gray colors are dominated by mature gonads.