Susiana
Department Of Aquatic Resources Management, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Raja Ali Haji Maritime University. Jl. Politeknik Senggarang, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau 2911

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pola sebaran jenis makroalga di zona intertidal perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia Amilia Jamilatun; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.65-71

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola sebaran, dan parameter lingkungan perairan jenis makroalga di Zona Intertidal Perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2019. Penentuan stasiun ditentukan dengan metode purposive sampling, terdapat 5 stasiun berdasarkan perbedaan karakteristik dari setiap stasiun ditemukannya makroalga. Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada setiap stasiun pengamatan dengan menggunakan transek garis. Penempatan transek garis pada setiap stasiun untuk pengambilan makroalga sebanyak 3 sepanjang 50 m, penetapan plot pertama dilakukan berdasarkan titik pertama kali ditemukannya makroalga yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai dengan jarak antar garis yaitu 30 m. Hasil penelitian ditemukan 8 spesies makroalga (rumput laut) dari 3 Divisi yaitu Caulerpa serrulate, Halimeda opuntia, Chaetomorpha crassa, Sargassum polycystum, Sargassum cristaefolium, Padina australis, Gracilaria salicornia, Galaxaura fastigiate. Pola sebaran jenis makroalga di perairan Malang Rapat berkisar antara -4,212-1,708 dengan kategori mengelompok pada stasiun 1 dan merata pada stasiun 2, 3, 4, 5. Setiap stasiun didominansi oleh alga cokelat genus Sargassum. Faktor yang mempengaruhi distribusi makroalga di perairan intertidal adalah cahaya, suhu, pH, pergerakan air, dan jenis substrat. Semua parameter kualitas air yang telah diukur memenuhi syarat bagi pertumbuhan optimum rumput laut.
Kondisi dan pola pemanfaatan siput gonggong di Perairan Pulau Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kepulauan Riau, Indonesia Raja Wira Pradana; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.41-46

Abstract

This study aims to determine the conditions and patterns of utilization of snails in the Penyengat island waters, Riau Island, Indonesia. The method used was purposive sampling of 5 stations with 70 x 2 m quadratic transect for the density of the Gonggong Snail. The results found two types of snail bark species namely Laevistrombus turturella and Strombus urceus with a total density value of 0.114individual per m². The use of snail bark patterns in Penyengat Island waters, namely the size of the catch is medium to large, manual capture techniques (collected by hand), the catching area in the waters of the island is 100-200 m from the beach, the most catches found >100 individuals, season and time of catching snail barks at stinging island waters are not based on season, utilization and distribution of utilization. The snail bark resource is used for consumption and sold to collectors.
Tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Kawasan Estuari Sei Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia Hazri Rizaldi; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.47-51

Abstract

Penelitian mengenai tingkat kerusakan ekosistem mangrove telah dilakukan di Kawasan Estuari Sei Jang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis mangrove, kerapatan dan persentase tutupan kanopi mangrove, serta tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Kawasan Estuari Sei Jang Kota Tanjungpinang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Penentuan titik lokasi penelitian  menggunakan  metode purposive sampling sebanyak  3 stasiun dan  menggunakan  transek 10 x 10 m untuk kerapatan dan persentase tutupan kanopi mangrove. Hasil penelitian ditemukan empat jenis mangrove yaitu Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Ceriops tagal dengan nilai kerapatan (1.033-1.367 individu/ha) dan Persentase tutupan kanopi mangrove dengan nilai (61,55-78,41%). Untuk tingkat keruksan pada Stasiun I dan III terkategori (baik) dan Stasiun II terkategori (Rusak).
Asosiasi gastropoda di ekosistem padang lamun Perairan Senggarang Besar, Kepulauan Riau, Indonesia Fajeri; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.53-58

Abstract

This study aims to determine the type and density of gastropods, the density of seagrass, seagrass closure. It also knows the association gastropods in seagrass ecosystem in the waters of the Senggarang Besar. The research was conducted by random sampling method using a point 31 transect squares measuring 1x1 meters for observation gastropods and seagrass. Results of the study were found 12 species of gastropods. Gastropod density values range between 0.35-2.94 individual/m2. Results of research on the type of seagrass found 4 species of seagrass that is, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halodule uninervis and Syringodium isoetifolium. A density value of seagrass species Enhalus acoides 14.32 individual/m2, Thalassia hemprichii 86.39 individual/m2, Halodule uninervis 21.58 individual/m2 and Syringodium isoetifolium 3.87 individual/m2. Total density of all seagrass 126.16 individual/m2. The closure of the Seagrass Enhalus acoides 12,63%, Thalassia hemprichii 50,96%, Halodule unnerves 13,40%  and Syringodium isotifolium 0.29%. Total closure of all seagrass is 77,29%. The level of association between species of gastropods as many as 11 species have negative associations of which is Leavistrombus turturela, Strombus urceus, Planaxis sulcatus, Cerithium nesioticum, Cerithium Aluco, Cerithium zonatum, Pugilina cocholidium, Cronia margariticola, Muricodrupa fiscela, Pyrene epamella, Otopleura auriscati. While 1 species has a positive association level is kind of Rhinoclavis aspera.
Pendugaan stok ikan kerapu (grouper) di perairan Selat Makassar Sulawesi Selatan periode tahun 1999-2007 Rochmady; Susiana
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.60-67

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat potensi maksimum lestari (MSY) ikan kerapu di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan, meliputi data produksi dan jumlah trip alat tangkap yang digunakan mulai tahun 1998-2007.  Data hasil tangkapan ikan menurut jenis alat tangkap dan jenis ikan dilakukan standarisasi alat tangkap melalui pendekatan fishing power index (FPI) terhadap seluruh jenis alat tangkap.  Selanjutnya dilakukan estimasi potensi lestari (MSY) menggunakan model Schaefer (1954) dan Fox (1970). Hasil penelitian menunjukkan penangkapan ikan kerapu di perairan Sulawesi Selatan menggunakan alat tangkap berupa payang, dogol, pukat pantai, pukat cincin, jaring insang hanyut, jaring insang tetap, trammel net, bagan perahu, bagan tancap, rawai tetap, pancing yang lain, sero, bubu dan perangkap yang lainnya. Dengan model Schaefer (1954) diketahui upaya tangkap maksimum (Fopt) sebesar 17,1984.6149 trip per tahun, hasil tangkapan maksimum lestari (MSY) sebesar 85,992.30745 ton per tahun. Tingkat pemanfaatan pada tahun 2007 sebesar 583.5 ton dengan tingkat upaya penangkapan sebesar 73,355  trip. Model Fox (1970) diketahui upaya tangkap maksimum lestari (Fopt) sebesar 124,984 trip per tahun, hasil tangkapan maksimum lestari (MSY) sebesar 1,551.927677 ton per tahun. Berdasarkan kedua model estimasi tersebut diketahui setiap penambahan satu satuan unit upaya penangkapan (trip) akan berdampak pada pengurangan nilai hasil produksi ikan kerapu.
Inventarisasi kima (Tridacnidae) di Pulau Batu Bilis, Desa Kelarik Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia Rivanda; Susiana; Dedy Kurniawan
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.59-63

Abstract

Pulau Batu Bilis Desa Kelarik dikelilingi oleh hamparan terumbu karang yang dangkal dengan tingkat kecerahan air yang cukup cerah, sehingga menjadi habitat bagi biota–biota ekonomis penting berupa kerang kima (Tridacnidae). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis kima dan mengetahui nilai kepadatan kima. Pengambilan data kima dilakukan pada 9 (sembilan) titik. Menggunakan metode Benthos Belt Transect, dengan luasan area pengamatan 140 m². Hasil penelitian dijumpai 2 (dua) jenis kima, yaitu Kima Lubang (Tridacna crocea) dan Kima Kecil (Tridacna maxima). Kepadatan tertinggi Kima Lubang  terdapat pada titik 9 (sembilan) dengan nilai 1.142,9 individu/ha, kemudian kepadatan terendah pada titik 7 (tujuh) 142,86 individu/ha. Kepadatan tertinggi Kima Kecil terdapat pada titik 7 (tujuh) dengan nilai kepadatan 928,57 individu/ha dan kepadatan terendah pada titik 8 (delapan) dengan nilai 71,43 individu/ha. Kualitas parameter fisika–kimia pada perairan Batu Bilis masih dalam kisaran normal untuk kehidupan kima seperti suhu 29,4⁰C, salinitas 29,5‰, kecepatan arus 0,08 m/s dan kecerahan 100%.
Maturity level of female red swimming crab gonads (Thalamita spinimana) in Dompak Waters, Tanjungpinang, Riau Island Sri Novitri; Susiana; Wahyu Muzammil; Dedy Kurniawan
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.5.2.35-38

Abstract

Red crab (Thalamita spinimana) is a type of crab that has a light body color, favored by coastal communities for its thick meat and high protein content at a low selling price. This research purpose to determine the maturity level of female red crabs. This research was conducted using a survey method with sampling twice for two months which was carried out from April to May 2021 in Dompak Waters, Tanjungpinang. The results of the research found that TKG I was immature gonads. Female red crabs incubate eggs (Ovigerous) with yellow and orange color, dominated by immature gonads, while brown and dark gray colors are dominated by mature gonads.
Pola sebaran jenis makroalga di zona intertidal perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia Amilia Jamilatun; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.65-71

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola sebaran, dan parameter lingkungan perairan jenis makroalga di Zona Intertidal Perairan Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2019. Penentuan stasiun ditentukan dengan metode purposive sampling, terdapat 5 stasiun berdasarkan perbedaan karakteristik dari setiap stasiun ditemukannya makroalga. Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada setiap stasiun pengamatan dengan menggunakan transek garis. Penempatan transek garis pada setiap stasiun untuk pengambilan makroalga sebanyak 3 sepanjang 50 m, penetapan plot pertama dilakukan berdasarkan titik pertama kali ditemukannya makroalga yang ditarik tegak lurus terhadap garis pantai dengan jarak antar garis yaitu 30 m. Hasil penelitian ditemukan 8 spesies makroalga (rumput laut) dari 3 Divisi yaitu Caulerpa serrulate, Halimeda opuntia, Chaetomorpha crassa, Sargassum polycystum, Sargassum cristaefolium, Padina australis, Gracilaria salicornia, Galaxaura fastigiate. Pola sebaran jenis makroalga di perairan Malang Rapat berkisar antara -4,212-1,708 dengan kategori mengelompok pada stasiun 1 dan merata pada stasiun 2, 3, 4, 5. Setiap stasiun didominansi oleh alga cokelat genus Sargassum. Faktor yang mempengaruhi distribusi makroalga di perairan intertidal adalah cahaya, suhu, pH, pergerakan air, dan jenis substrat. Semua parameter kualitas air yang telah diukur memenuhi syarat bagi pertumbuhan optimum rumput laut.
Kondisi dan pola pemanfaatan siput gonggong di Perairan Pulau Penyengat Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kepulauan Riau, Indonesia Raja Wira Pradana; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.41-46

Abstract

This study aims to determine the conditions and patterns of utilization of snails in the Penyengat island waters, Riau Island, Indonesia. The method used was purposive sampling of 5 stations with 70 x 2 m quadratic transect for the density of the Gonggong Snail. The results found two types of snail bark species namely Laevistrombus turturella and Strombus urceus with a total density value of 0.114individual per m². The use of snail bark patterns in Penyengat Island waters, namely the size of the catch is medium to large, manual capture techniques (collected by hand), the catching area in the waters of the island is 100-200 m from the beach, the most catches found >100 individuals, season and time of catching snail barks at stinging island waters are not based on season, utilization and distribution of utilization. The snail bark resource is used for consumption and sold to collectors.
Tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Kawasan Estuari Sei Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia Hazri Rizaldi; Febrianti Lestari; Susiana
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.4.2.47-51

Abstract

Penelitian mengenai tingkat kerusakan ekosistem mangrove telah dilakukan di Kawasan Estuari Sei Jang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis mangrove, kerapatan dan persentase tutupan kanopi mangrove, serta tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Kawasan Estuari Sei Jang Kota Tanjungpinang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Penentuan titik lokasi penelitian  menggunakan  metode purposive sampling sebanyak  3 stasiun dan  menggunakan  transek 10 x 10 m untuk kerapatan dan persentase tutupan kanopi mangrove. Hasil penelitian ditemukan empat jenis mangrove yaitu Bruguiera gymnorhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Ceriops tagal dengan nilai kerapatan (1.033-1.367 individu/ha) dan Persentase tutupan kanopi mangrove dengan nilai (61,55-78,41%). Untuk tingkat keruksan pada Stasiun I dan III terkategori (baik) dan Stasiun II terkategori (Rusak).