Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LITERASI KEUANGAN, KONSEP DIRI DAN BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF SISWA SMAN 1 KOTA BAJAWA Mawo, Theodorus; Thomas, Partono; Sunarto, St.
Journal of Economic Education Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Journal of Economic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jeec.v6i1.14702

Abstract

Perilaku konsumtif adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan tindakan manusia dalam mengkonsumsi suatu barang tanpa didasarkan pada pertimbangan kebutuhan melainkan lebih pada pertimbangan pemuasan diri atau keinginan. Perilaku konsumtif yang mengutamakan pertimbangan pemuasan diri atau keinginan merupakan perilaku konsumtif yang irasional dan sebaiknya dihindari. Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor literasi keuangan, konsep diri dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari literasi keuangan, konsep diri dan budaya baik secara parsial maupun secara simultan. terhadap perilaku konsumtif pada siswa SMAN 1 Kota Bajawa. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMAN 1 Kota Bajawa. Populasi dalam penelitian ini 952 siswa, sampel sebanyak 282 siswa, dihitung dengan menggunakan rumus Slovin, dan melalui metode proportional stratifaid custer random sampling. Variabel bebas terdiri dari literasi keuangan, konsep diri dan budaya. Sedangkan variabel terikat yaitu perilaku konsumtif. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif. Sedangkan konsep diri dan budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Literasi keuangan, konsep diri, dan budaya secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku konsumtif.  Oleh karena itu disarankan agar sekolah sebaiknya memberikan pelajaran bagaimana cara mengatur keuangan yang baik sehingga siswa memiliki perilaku konsumtif yang baik. Selain itu orang tua dapat mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang produktif dalam membelanjakan uangnya sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku konsumtif anak.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, KONSEP DIRI DAN BUDAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF SISWA SMAN 1 KOTA BAJAWA Mawo, Theodorus; Thomas, Partono; Sunarto, St.
Journal of Economic Education Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jeec.v6i1.14702

Abstract

Perilaku konsumtif adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan tindakan manusia dalam mengkonsumsi suatu barang tanpa didasarkan pada pertimbangan kebutuhan melainkan lebih pada pertimbangan pemuasan diri atau keinginan. Perilaku konsumtif yang mengutamakan pertimbangan pemuasan diri atau keinginan merupakan perilaku konsumtif yang irasional dan sebaiknya dihindari. Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor literasi keuangan, konsep diri dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari literasi keuangan, konsep diri dan budaya baik secara parsial maupun secara simultan. terhadap perilaku konsumtif pada siswa SMAN 1 Kota Bajawa. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMAN 1 Kota Bajawa. Populasi dalam penelitian ini 952 siswa, sampel sebanyak 282 siswa, dihitung dengan menggunakan rumus Slovin, dan melalui metode proportional stratifaid custer random sampling. Variabel bebas terdiri dari literasi keuangan, konsep diri dan budaya. Sedangkan variabel terikat yaitu perilaku konsumtif. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif. Sedangkan konsep diri dan budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Literasi keuangan, konsep diri, dan budaya secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Oleh karena itu disarankan agar sekolah sebaiknya memberikan pelajaran bagaimana cara mengatur keuangan yang baik sehingga siswa memiliki perilaku konsumtif yang baik. Selain itu orang tua dapat mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang produktif dalam membelanjakan uangnya sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku konsumtif anak.
PENINGKATAN KAPASITAS PEMASARAN PRODUK PERTANIAN MELALUI PENYULUHAN DI DESA BOBA, KECAMATAN GOLEWA SELATAN, KABUPATEN NGADA Kaleka, Marten Umbu; Ngaku, Maria Alfonsa; Puspita, Victoria Ayu; Mawo, Theodorus; Taus, Igniosa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8655

Abstract

Produk ini banyak diproduksi dan digunakan oleh masyarakat Kabupaten Ngada dan sekitarnya. Namun, produk ini mengalami penurunan penjualan akibat lemahnya aspek pemasaran. Petani cenderung menggunakan metode pemasaran tradisional yang kurang efisien dan belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan strategi pemasaran dan komunikasi bisnis kepada petani. Program ini meliputi penyuluhan dan pendampingan untuk mengkaji pasar potensial sebagai basis utama pemasaran produk dan membangun komunikasi bisnis untuk menjamin rantai pasok produk kelapa secara berkelanjutan. Dengan demikian, petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memasarkan produk, sehingga meningkatkan pendapatan dan keuntungan ekonomi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan pemasaran produk pertanian yang telah diselenggarakan di Desa Boba berhasil dilaksanakan dengan antusiasme peserta yang tinggi. Peserta memperoleh pengetahuan tentang pemilihan strategi pemasaran produk pertanian yang baik dan efektif, serta penentuan segmen dan target pasar produk pertanian. Dengan demikian, petani dapat menerapkan strategi pemasaran yang lebih baik dan meningkatkan penjualan produk.