Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS PEMASARAN PRODUK PERTANIAN MELALUI PENYULUHAN DI DESA BOBA, KECAMATAN GOLEWA SELATAN, KABUPATEN NGADA Kaleka, Marten Umbu; Ngaku, Maria Alfonsa; Puspita, Victoria Ayu; Mawo, Theodorus; Taus, Igniosa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8655

Abstract

Produk ini banyak diproduksi dan digunakan oleh masyarakat Kabupaten Ngada dan sekitarnya. Namun, produk ini mengalami penurunan penjualan akibat lemahnya aspek pemasaran. Petani cenderung menggunakan metode pemasaran tradisional yang kurang efisien dan belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan strategi pemasaran dan komunikasi bisnis kepada petani. Program ini meliputi penyuluhan dan pendampingan untuk mengkaji pasar potensial sebagai basis utama pemasaran produk dan membangun komunikasi bisnis untuk menjamin rantai pasok produk kelapa secara berkelanjutan. Dengan demikian, petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memasarkan produk, sehingga meningkatkan pendapatan dan keuntungan ekonomi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan pemasaran produk pertanian yang telah diselenggarakan di Desa Boba berhasil dilaksanakan dengan antusiasme peserta yang tinggi. Peserta memperoleh pengetahuan tentang pemilihan strategi pemasaran produk pertanian yang baik dan efektif, serta penentuan segmen dan target pasar produk pertanian. Dengan demikian, petani dapat menerapkan strategi pemasaran yang lebih baik dan meningkatkan penjualan produk.
IDENTIFIKASI JENIS HAMA PADA TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L) VARIETAS INPARI 40 DI DESA PAPE KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Neto Wuli, Rofinus; Puspita, Victoria Ayu; Noa, Margareta
Jurnal Pertanian Unggul Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4 No 1 ( 2025): Jurnal Pertanian Unggul, April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sub sektor pertanian yang menjadi andalan bagi sumber pendapatan masyarakat adalah sub sektor tanaman pangan terutama padi (Oriza Sativa L). Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya pertanian melimpah tidak diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia untuk mencapi ketahanan pangan. Upaya mencapai ketahanan pangan terhalang dengan keberadaan hama yang menyerang tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies hama yang menyerang pertanaman padi sawah yang menjadi informasi dalam menentukan dan mempertimbangkan manajemen pengendalian hama yang tepat yang menitikberatkan pada usaha-usaha pengendalian hama dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik observasi dimana peneliti turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi jenis hama yang menyerang pertanaman padi sawah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa hama yang menyerang tanaman padi yang dilakukan di Desa Pape Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, hama-hama yang mengganggu pertanaman padi sawah di antaranya adalah: Hama putih palsu (Canphalocrosis medinalis), Ulat daun (Diaphania indicas S), Ulat tanduk hijau (Melanitis leda), Belalang (Oxya chinensis), Walang sangit (Leptocorisa Acuta) dan Penggerek batang (Scirpophaga Innotata). Adapun teknik pengendalian hama yang dapat diterapkan adalah secara fisik, secara mekanis, secara biologi, secara kultur teknis dan menggunakan pestisida (kimiawi).
Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Petani Kakao Terhadap Pengelolaan OPT di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur Lea, Victoria Coo; Prihatin, Prihatin; Hamakonda, Umbu Awang; Puspita, Victoria Ayu; Taus, Igniosa
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i2.586

Abstract

Salah satu komoditas perkebunan utama yang mendukung perekonomian di Nagekeo adalah kakao (Theobroma cacao L.). Komoditas ini berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Namun, pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang belum optimal menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kakao di Kabupaten Nagekeo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan petani terkait pengelolaan OPT kakao. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2019 di tiga kecamatan yang terletak di Kabupaten Nagekeo, yang terkenal dengan produksi kakao. Data pengetahuan, sikap, dan tindakan petani terhadap pengelolaan hama kakao dikumpulkan melalui wawancara terstruktur di mana responden di ambil dari setiap kecamatan. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan dalam pengetahuan, sikap, maupun tindakan petani terhadap pengelolaan OPT kakao.   One of the main plantation commodities that supports the economy in Nagekeo is cocoa (Theobroma cacao L.). This commodity plays an important role in providing employment and a source of income for the community. However, the suboptimal pest management is one of the factors causing low cocoa production in Nagekeo Regency. Therefore, this research aims to determine the level of knowledge, attitudes and actions of farmers regarding cocoa OPT management. This research was conducted from January to March 2019 in three sub-districts located in Nagekeo Regency, which is famous for cocoa production. Data on farmers' knowledge, attitudes and actions regarding cocoa pest management were collected through structured interviews where respondents were taken from each sub-district. The results of the chi-square analysis show that there is no significant correlation in farmers' knowledge, attitudes or actions regarding cocoa pest management.
PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU UNTUK MENINGKATKAN  KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BAMBU DI YAYASAN BAMBU LINGKUNGAN LESTARI Hamakonda, Umbu Awang; Wae, Hendrika; Puspita, Victoria Ayu; Taus, Igniosa; Lea, Victoria Coo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/36cvxx07

Abstract

Bambu (Bambusoideae) adalah jenis tanaman rumput rumputan dengan berongga dan ruas pada batangnya. Bambu sangat beragam. Bambu, salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu, mungkin merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ekonomi yang mendorong industri kreatif di pedesaan. Bambu, hasil hutan non-kayu yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri, dikenal sebagai bambu. Bambu adalah tanaman yang cepat tumbuh yang digunakan untuk berbagai macam produk, tetapi mereka rentan terhadap organisme perusak. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan pengawetan bambu untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan bambu di yayasan bambu lingkungan lestari. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini praktik langsung dengan melakukan perendaman dan perebusan menggunakan boraks di Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Kabupaten Ngada. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa praktik perendaman bambu dan perebusan menggunakan dengan lama waktu 2-8 jam pengawetan dengan mitra Yayasan Bambu Lingkungan Lestari sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan umur simpan bambu dan menghasilkan bambu yang berkualitas.
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI DAN CENDAWAN PATOGEN PADA TANAMAN PISANG KEPOK (Musa acuminata x Musa balbisiana) DI DESA BAWARANI KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Lea, Victoria Coo; Noywuli, Nicolaus; Hamakonda, Umbu Awang; Bay, Jenny Ronawati; Puspita, Victoria Ayu; Taus, Igniosa
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/d9v7qn07

Abstract

Indications of pest and disease attacks during plant growth cause a decrease in fruit quality. Fungi cause local or systemic symptoms in their host, and these symptoms may occur separately in different hosts, simultaneously in the same host, or one following the other in the same host. Diagnosis and identification of pathogens on a laboratory scale in kepok banana plants in Ngada Regency have not been conducted. Therefore, it is necessary to identify the pathogens causing various disease symptoms in banana plants so that it can serve as preliminary data for further research related to pathogen disease management and information for farmers. This research aims to inventory and identify pathogens causing diseases in banana plants. This research method uses a survey method (purposive sampling) and observation in the plant disease laboratory. The results found several pathogens associated with kepok banana plants, namely Fusarium wilt disease (Fusarium oxysporum and Fusarium graminearum) and bacterial wilt disease (Pseudomonas solanacearum and Ralstonia solanacearum).
The Role of Liquid Organic Fertiliser on the Growth of Rice Paddy Crops in Pape Village, Bajawa District, Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province Lea, Victoria Coo; Prihatin, Prihatin; Hamakonda, Umbu Awang; Puspita, Victoria Ayu; Taus, Igniosa; Due, Maria Serviana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2 (2024): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2.6787

Abstract

The production and growth of Oryza sativa L. rice plants are crucial for maintaining the long-term viability of food agriculture. The purpose of this study was to assess how liquid organic fertilizer affected the growth of the rice cultivars Kusuma 06 and Inpari 30. The study was carried out in Pape Village, which is situated in Bajawa Sub-district, Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province, from January to April of 2024. The research method involved the application of liquid organic fertiliser to Inpari 30 and Kusuma 06 rice plants in the field during the research period. The height, number of leaves, and number of tillers on rice plants were noted, as well as the infestation rate of false whiteflies and brown stem leafhoppers. The results demonstrated that liquid organic fertiliser exerted a significant influence on rice plant growth, with enhanced plant height, leaf number, and tiller number observed in plants treated with liquid organic fertiliser. Furthermore, the infestation of false white pests and brown stem leafhoppers also exerted a notable impact on the growth and yield of rice plants, resulting in a reduction in grain production and substantial economic losses. The results of research conducted in Pape Village, Bajawa District, Ngada Regency indicated that the Inpari 30 rice variety yielded 9 sacks, while the Kusuma 06 variety yielded 7 sacks. The productivity of the Inpari 30 rice variety was found to be superior, particularly among wetland rice farmers. Consequently, the application of liquid organic fertiliser and integrated pest control is crucial to the practice of paddy rice farming in order to achieve optimal yields.
STUDI KELAYAKAN ASPEK TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN BAMBU DI KECAMATAN GOLEWA, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Puspita, Victoria Ayu; Due, Maria Serviana; Djawapatty, David Januarius
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4696

Abstract

Bamboo is a non-timber forest product (NTFP) commodity that has high SEE (Social, Economic and Ecological) benefits for meeting community needs and as a soil and water conservation commodity. However, the bamboo population is currently relatively small because bamboo development is still not optimal either by the government or the community, and especially the community thinks that bamboo is only used or exploited by lower class people and has little economic value. Currently, bamboo is used as an industrial tree or commodity with high economic value and industrial demand is relatively high, so its population needs to be increased, especially by the community, because bamboo cultivation is relatively easy and does not require large investments. Basically, the feasibility study for the technical, social and ecological aspects of bamboo cultivation used in this research is to carry out an analysis of the environmental conditions of the bamboo development area in Golewa District, Ngada Regency. This analysis then produces recommendations for the feasibility of developing bamboo cultivation at that location, in this way it will be possible to obtain things that are obstacles in the technical development of bamboo cultivation in Golewa District, Ngada Regency. The results of this research show that technically the development of intensive bamboo cultivation has the potential to be considered feasible because it has human resources that are ready to be trained, good physical infrastructure is available, and communication networks are already available. However, there are several notes to pay attention to, namely that human resources who have knowledge about intensive bamboo cultivation are still limited. It is necessary to carry out continuous counseling and assistance efforts for intensive cultivation and utilize available communication networks by establishing a market information system for bamboo trading.
PROSPEK PENGEMBANGAN KELOR GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR Kaleka, Marten Umbu; Puspita, Victoria Ayu; Ngaku, Maria Alfonsa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3556

Abstract

Moringa plants are excellent because they have high nutritional content, and economic value and are resistant to drought. This study aims to map potential opportunities and directions for developing moringa product businesses to support food security. The method used is a literature study method by collecting material from previous research. The results of the study show that moringa business opportunities in East Nusa Tenggara Province are very wide open for anyone. The number of moringa companies in this area is relatively small. Developing the moringa business to support food security by establishing policy direction, namely encouraging people to utilize the potential of dry land and increasing training and assistance in diversifying processed moringa products such as nuggets, noodles, pudding, cakes, tea, and moringa sticks into superior products in overcoming the problem of stunting and improving community income. Based on the results of the study, it can be concluded that developing Moringa into a superior product can create high added value, thereby providing large profits for managers and creating large employment opportunities for the community.. Key-words: Development, Food security, Moringa INTISARITanaman kelor menjadi primadona karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, bernilai ekonomis, dan tahan terhadap kekeringan. Hampir semua bagian dari tanaman kelor dapat  bermanfaat untuk kehidupan manusia. Kajian ini bertujuan untuk memetakan peluang potensi serta arah pengebangan usaha produk kelor dalam mendukung ketahanan pangan. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka dengan mengumpulkan bahan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa peluang usaha kelor di Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat terbuka luas bagi siapapun. Jumlah perusahaan kelor di wilayah ini tergolong sedikit. Pengembangan usaha kelor dalam mendukung ketahanan pangan dengan menetapkan arah kebijakan yakni mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan kering dan meningkatkan pelatihan dan pendampingan dalam  memversifikasi produk olahan kelor seperti nugget, mie, pudding, kue, teh, dan stik kelor menjadi produk unggulan dalam mengatasi persoalan stunting serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa pengembangan kelor menjadi produk unggulan dapat mencipatkan nilai tambah yang tinggi sehingga memberikan keuntungan yang besar bagi pengelolah serta menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat.  Kata kunci: Kelor, Ketahanan pangan, Pengembangan
ANALISIS TINGKAT KEHILANGAN HASIL PADA PROSES PERONTOKAN TANAMAN PADI VARIETAS CIHERANG DI LOKASI UJI ADAPTASI DESA WERE III, KECAMATAN GOLEWA SELATAN, KABUPATEN NGADA, PROVINSI NTT Puspita, Victoria Ayu; Mau, Maria Clara; Djawapatty, David J; Pugha, Aloysius
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3468

Abstract

The rate of yield loss in rice plants has not changed much, over a period of 15 years. This loss process occurs at every stage of rice production, from harvesting, threshing, drying, transportation, milling and storage. In the process of threshing rice, many methods are used, among others, by means of threshing, stepping on, pedal thresser and power threser. From the results of research conducted at the Adaptation Test Location of Were III Village, South Golewa District, Ngada Regency, the rice threshing process is carried out using a thresher machine (power threser). The research method used is a qualitative research method, this is because the researcher analyzes the phenomena and events of loss of yield due to threshing that occurs in the field. Based on data from research results at the Adaptation Test Location of Were Village III, Golewa Selatan District, Ngada Regency, it can be seen that the percentage of yield loss obtained in this study was 13.5%, which is higher than the existing theory. This is supported by the conditions that occurred at the time of the study where there were many factors that caused a lot of yield loss in Ciherang varieties, including inadequate technology, not optimal use of time and frequent damage to the equipment used.Keywords: 3-5 keywords,  author guidelines; agriculture journal; article template  Keywords: yield loss, rice plants, factors INTISARITingkat kehilangan hasil pada tanaman padi masih belum banyak berubah, selama kurun waktu 15 tahun. Proses kehilangan ini terjadi pada setiap tahapan produksi padi, mulai dari panen, perontokan, pengeringan, pengangkutan, penggilingan dan penyimpanan. Dalam proses perontokan padi banyak metode yang dilakukan antara lain dengan cara gebot, diinjak, pedal threser dan power threser. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di Lokasi Uji Adaptasi Desa Were III, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, proses perontokan padi dilakukan dengan menggunakan mesin perontok (power threser). Metode penelitian yang digunakan adalah  metode penelitian kualitatif  hal ini dikarenakan peneliti melakukan analisis fenomena dan peristiwa kehilangan hasil akibat perontokan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan data dari hasil penelitian di Lokasi Uji Adaptasi Desa Were III Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada, maka dapat diihat bahwa persentasi kehilangan hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebesar 13,5% dimana hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan teori yang ada. Hal itu didukung dengan keadaan yang terjadi pada saat penelitian dimana terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya banyak kehilangan hasil pada tanaman padi varietas ciherang antara lain teknologi belum memadai, pemanfaatan waktu yang belum maksimal serta sering terjadi kerusakan pada alat yang digunakan. Kata kunci: kehilangan hasil, tanaman padi, faktor-faktor
IDENTIFIKASI HAMA PADA TANAMAN PADI INPARI 30 (Oriza sativa L) DI DESA PAPE KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Hamakonda, Umbu A; Taus, Igniosa; Puspita, Victoria Ayu; Lea, Victoria C; Bure, Vinsensia; Soba, Kristianus; Mamo, Natalia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3492

Abstract

This study aims to determine and identify pests that attack Inpari 30 rice plants in Pape Village, Bajawa District, Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province by making direct observations in the field. This research was carried out starting from February to May 2023. The research object was in the rice fields owned by farmers. This research was descriptive qualitative, namely observing and identifying 30 inpari rice pests that were seen during direct observation on 25 acres of farmer's land in Pape Village. Sampling by cluster sampling method Pest sampling technique is determined by saturated sampling method because all members of the pest population are used as samples. The results of observations in the field indicate that observations in the morning are the first detection of pests in the field. Types of pests include: False white pests, golden snails, grasshoppers, white stem borer (Scirpophaga innotata), green leafhoppers, brown planthoppers, stinging bugs (Leptocorixa acuta) and sparrows. Keywords: Identification, Pests, Diseases of Inpari 30 Rice Plants INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi hama yang menyerang tanaman padi Inpari 30 di Desa Pape Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa tenggara Timur dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan. Penelitian ini telah laksanakan terhitung mulai  Februari sampai dengan bulan Mei 2023. Obyek penelitian di lahan sawah  milik petani. Penelitian ini deskriptif kualitatif yakni mengamati dan mengidentifikasi jenis hama padi inpari 30 yang terlihat pada saat pengamatan langsung di lahan milik petani seluas 25 are di Desa Pape. Pengambilan sampel dengan metode cluster sampling teknik pengambilan sampel hama ditentukan dengan metode sampling jenuh karena semua anggota populasi hama digunakan sebagai sampel. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pengamatan di pagi hari merupakan pendeteksi awal keberadaan hama di lapangan. Jenis hama yang diantaranya: Hama putih palsu, keong mas, belalang, penggerek batang putih (Scirpophaga innotata), wereng hijau, wereng coklat, walang sangit (Leptocorixa acuta) dan burung pipit. Kata kunci: Identifikasi, Hama, Penyakit Tanaman Padi Inpari 30