Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analysis of Body Posture of Rice Processing Warehouse Workers Using OWAS Method (Ovako Working Analysis System) Nopanto, Topan; Rahayu, Ade Astuti Widi; Fathurohman, Fathurohman
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i2.32541

Abstract

This research assessed the body posture of rice processing workers using the Ovako Working Analysis System (OWAS) method to identify postures leading to high musculoskeletal disorder (MSD) risks. The study observed seven workers in a rice processing warehouse, where 60% of work postures were classified as high-risk (Action Code 4). These postures, frequently involving lifting heavy loads and prolonged bending, significantly contribute to the prevalence of MSD symptoms such as back, arm, and leg pain. Data collection included systematic observation and analysis categorized by OWAS Action Codes. Immediate corrective actions, including ergonomic adjustments and improved training, are essential to mitigate these risks. The findings emphasize the need for ergonomic interventions to enhance worker safety, reduce injury risks, and improve productivity. This research provides valuable insights into the ergonomic challenges in rice processing environments, underlining the importance of regular posture assessments and proactive measures to create safer workplaces.Keywords: Musculoskeletal, Ovako Working Analysis System, Work posture
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas I Aprilia, Ulfiatul Inka; Fathurohman, Fathurohman; Purbasari, Purbasari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Juli
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v5i2.37266

Abstract

Kurangnya kemampuan dalam melakukan persepsi visual dan auditori akan menjadikan anak kurang mampu dalam mengintegrasikan diskriminasi visual dan auditori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan dan faktor penghambat kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I MI. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru kelas I dan lima siswa kelas I yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca permulaaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan membaca permulaan yang siswa kelas I alami yaitu kesulitan membedakan huruf yang bentuknya hampir sama, kesulitan membaca gabungan dari huruf konsonan, dan kesulitan membaca satu huruf konsonan dan satu huruf vokal. Faktor penghambat kesulitan membaca permulaan yaitu kecerdasan yang rendah, kesehatan tubuh yang tidak optimal, minat siswa dalam membaca permulaan masih rendah, motivasi siswa dalam membaca permulaan juga rendah, orang tua kurang memperhatikan kegiatan belajar membaca siswa, dan kegiatan dalam masyarakat siswa yang terlalu banyak aktivitas sehingga belajar membaca siswa menjadi terbengkalai. Maka, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas I mengalami kesulitan membaca permulaan. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi evaluasi dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa.
DEKONTAMINASI BAKTERI PADA PENENTUAN KUALITAS BAKU MUTU AIR UNTUK PRODUKSI SIRUP COKELAT Wathoni, Akda Zahrotul; Badruzaman, Irvan; Fathurohman, Fathurohman
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v5i1.1481

Abstract

Penentuan kualitas air untuk bahan baku dalam lingkungan industri pangan merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan guna memperlancar jalannya proses produksi. Standar kualitas air dalam proses produksi industri makanan harus memenuhi syarat standar air minum yang memenuhi standard mikrobiologi, fisika, dan kimia. Pada beberapa kasus, hasil pengujian kualitas air yang memiliki total nilai bakteri yang tinggi akan menyebabkan kualitas produk tidak bagus dan mempengaruhi masa simpan produk. Metode penentuan status mutu air yang digunakan adalah metode storet dan metode indeks pencemar. Penelitian ini menguji satu variabel dan empat atribut yang mempengaruhi penilaian kualitas air untuk bahan baku. Variabel yang diuji adalah kandungan total bakteri. Atribut yang diteliti adalah kejernihan air, warna, pH dan Suhu. Dekontaminasi bakteri pada kualitas baku mutu air dilakukan dengan menggunakan proses pasteurisasi dengan nilai indeks parameter pada segmen I (0,50), segmen II (0,55), segmen III (0,55) dan untuk metode storet memiliki nilai skor (0) yang artinya status baku mutu air memenuhi standar untuk digunakan sebagai bahan baku produksi sirup cokelat, hasil hipotesis alternatif menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas air sebelum dan setelah proses pasteurisasi.
DEKONTAMINASI BAKTERI PADA PENENTUAN KUALITAS BAKU MUTU AIR UNTUK PRODUKSI SIRUP COKELAT Wathoni, Akda Zahrotul; Badruzaman, Irvan; Fathurohman, Fathurohman
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v5i1.1481

Abstract

Penentuan kualitas air untuk bahan baku dalam lingkungan industri pangan merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan guna memperlancar jalannya proses produksi. Standar kualitas air dalam proses produksi industri makanan harus memenuhi syarat standar air minum yang memenuhi standard mikrobiologi, fisika, dan kimia. Pada beberapa kasus, hasil pengujian kualitas air yang memiliki total nilai bakteri yang tinggi akan menyebabkan kualitas produk tidak bagus dan mempengaruhi masa simpan produk. Metode penentuan status mutu air yang digunakan adalah metode storet dan metode indeks pencemar. Penelitian ini menguji satu variabel dan empat atribut yang mempengaruhi penilaian kualitas air untuk bahan baku. Variabel yang diuji adalah kandungan total bakteri. Atribut yang diteliti adalah kejernihan air, warna, pH dan Suhu. Dekontaminasi bakteri pada kualitas baku mutu air dilakukan dengan menggunakan proses pasteurisasi dengan nilai indeks parameter pada segmen I (0,50), segmen II (0,55), segmen III (0,55) dan untuk metode storet memiliki nilai skor (0) yang artinya status baku mutu air memenuhi standar untuk digunakan sebagai bahan baku produksi sirup cokelat, hasil hipotesis alternatif menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas air sebelum dan setelah proses pasteurisasi.
PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO FERMENTASI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PAKAN NABATI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TERNAK ENTOK (Cairina muschata) Kamelia, Marlina; Fathurohman, Fathurohman
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 8 No 1 (2017): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosf.v8i1.1264

Abstract

Abstrak: Kulit buah kakao merupakan hasil sampingan buah kakao yang sering tidak dimanfaatkan yang nantinya akan menjadi limbah sehingga dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan. Produktifitas kulit buah kakao cukup melimpah di Lampung, pada tahun 2012 kulit buah kakao yang dihasilkan mencapai 2.451,52 ton per tahun, di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2009 mencapai 4.308 ton, dan di Dusun Sumber Sari pada tahun 2013 mencapai 217 kg per bulan. Ketersedian kulit buah kakao yang banyak, perlu dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dengan cara difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai gizinya. Salah satu ternak yang dapat diberikan pakan ini adalah entok (Cairina muschata).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah kakaofermentasi terhadap pertumbuhan dan dosis penggunaan pakan yang tepat untuk ternak entok (Cairina muschata). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan kulit buah kakao fermentasi (K) dengan 4 taraf perlakauan dengan 5 kali pengulangan: K0 = Dedak 100% (kontrol), K1 = 75%/90 gr dedak dan 25%/30gr kulit kakao fermentasi, K2 = 50%/60 gr dedak dan 50%/60 gr kulit kakao fermentasi, dan K3 = 25%/30 gr dedak dan 75%/90 gr kulit kakao fermentasi. Parameter yang diamati adalah: tinggi tubuh entok, panjang tubuh entok, dan berat tubuh entok. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakanAnova dan  jika berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut LSD pada taraf 5%.Dari hasil analisis pakan kulit kakao fermentasi dosis yang paling baik pada semua parameter adalah perlakuan K2 dengan rata-rata 42,40 cm untuk tinggi entok, 47,40 cm untuk panjang entok dan 1596 gram untuk berat entok.
Facility Layout Design Using From To Chart (FTC) Method and Automated Layout Design Program (ALDEP) Rahayu, Ade Astuti Widi; Fathurohman, Fathurohman; Pratiwi, Rizki Amalia; Fariza, Amelia Nur
Journal of Industrial Engineering Management Vol 9, No 2 (2024): Journal of Industrial Engineering and Management
Publisher : Center for Study and Journal Management FTI UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jiem.v9i2.1883

Abstract

This research is conducted in SMEs engaged in the convection of children's and adult clothing. The problems in this study related to the optimization of the layout of the facility. The study aims to determine and compare the distance of moving materials before and after designing the layout of the facility and determining the layout of the facilities obtained by the From to Chart (FTC) method and the Layout Design Program Algorithm method. (ALDEP). The researchers took this problem to study because the production process flow from Adelian convection is still not optimal due to the large number of alternating material flows that cause swelling in material handling costs, resulting in less effective and efficient work. The results of the study using the FTC method obtained that the distance for the movement of goods for the initial layout from the process starting to storage is 624 m. The distance of the movement of goods for the proposal layout from the start of the process to storage is 437 m. Therefore, there is a reduction in the distance between facilities from the start of the process to the storage of goods by 187 m. The results of the study using the ALDEP method could cost material handling costs of 30.01% from the comparison between OMH/month in the initial layout, which was Rp.26. 947,778 with OMH/month from the proposal layout, which was Rp. 18,861,310.8, so there was a decrease in OMH/month by Rp. 8,086,467.2.