Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguasaan Teori Mengajar dan Implikasinya Terhadap Praktik Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Daerah FBS UNM Kembong Daeng; Aswati Asri; Fatimah Yunus
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.007 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) penguasaan teori mengajar mahasiswa Prodi  Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FBS UNM; (2) keterampilan dasar mengajar mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FBS UNM; dan (3) menemukan ada atau tidak adanya implikasi penguasaan teori mengajar terhadap keterampilan dasar mengajar mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FBS UNM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 29 mahasiswa, dengan teknik sampling jenuh.  Instrumen yang digunakan berupa tes penguasaan teori mengajar dan tes praktik keterampilan dasar mengajar. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif  dan analisis statistik inferensial dengan bantuan SPSS 25. Berdasarkan analisis data, sebanyak 21 mahasiswa memiliki penguasaan Teori Mengajar kategori tinggi (72%), 7 mahasiswa kategori sedang (24%), dan 1 mahasiswa kategori rendah (4%). Analisis Praktik Keterampilan Dasar Mengajar mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar menunjukkan 26 mahasiswa yang memiliki penguasaan Teori Mengajar kategori tinggi (90%), 2 mahasiswa kategori sedang (6%), dan kategori rendah terdapat 1 mahasiswa (4%). Selanjutnya dilakukan uji normalitas dengan bantuan SPSS 25 dan diperoleh Penguasaan Teori Mengajar signifikansinya menunjukkan 0,000 sedangkan Praktik Dasar Keterampilan Mengajar signifikansinya menunjukkan 0,000. Nilai pearson correlation kedua variabel ialah 0,976. Dapat disimpulkan bahwa penguasaan teori mengajar berimplikasi terhadap praktik keterampilan dasar mengajar. Kata Kunci: Implikasi, Penguasaan Teori Mengajar, Praktik Keterampilan Dasar Mengajar
Preserving Identity in a Globalized World: Strategies for Maintaining the Bugis-Makassar Language Based on Seminar Participants’ Perspectives Kembong Daeng; Ilma Rahim; Fatimah Yunus; Ita Rosvita; Bungatang Bungatang
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1328

Abstract

The rapid advancement of globalization has significanty impacted the sustainability of regional languages, including the Bugis-Makassar language, leading to a decline in its use among younger generations. This study aimed to examine strategies for maintaining the Bugis-Makassar language as a mother tongue in the context of globalization, focusing on participants’ perceptions of the International Mother Tongue Seminar. The study employed a descriptive quantitative approach supported by qualitative analysis to provide a comprehensive understanding of language awareness, attitudes, and preservation strategies. The study involved 120 respondents from diverse backgrounds, including students, academics, teachers, and the general public, selected through purposive sampling. The data were collected using a structured questionnaire based on a 5-point Likert scale, complemented by open-ended questions to capture deeper insights. The research instrument was tested for validity using Pearson Product Moment correlation and for reliability using Cronbach’s Alpha, yielding a coefficient of 0.87, indicating high internal consistency. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, including mean, percentage, and standard deviation, while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings revealed a high level of awareness among respondents regarding the importance of the Bugis-Makassar language as a cultural identity. However, a gap existed between awareness and actual language use, particularly in formal and digital contexts. The seminar was positively evaluated as an effective platform for raising awareness. Key strategies identified include integrating regional languages into formal education, strengthening intergenerational transmission, and utilizing digital media for language revitalization. In conclusion, although awereness of the importance of Bugis-Makassar language is relatively high, practical usage remains limited, indicating the need for more structured and sustainable preservation stategies supported by educational institutions and digital innovation.