Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Implementation of Think Pair and Share (TPS) Technique in Listening to Short Story Texts Learning Ilma Rahim; Abdul Azis; Ita Rosvita; Sri Asrawati Paramita
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4323

Abstract

This research aims to determine whether there are differences in students' abilities in listening to short story texts using the Think-Pair-Share (TTPS) cooperative learning method. Conducted as a quasi-experimental study, the sample comprised 11th-grade students from SMA DDI Maros. Data collection involved text analysis techniques, and the obtained data were analyzed through stages including the creation of raw score lists, frequency distributions, descriptive statistical analysis, and inferential statistical analysis. The results indicate significant differences in learning outcomes between students using the TTPS method and those not using it. The use of TTPS improved students' listening comprehension of short story texts, as evidenced by the mean score of 74.36 (high category) in the experimental class compared to 58.46 (low category) in the control class. This demonstrates that the TTPS method effectively enhances students' listening skills.
Harmoni Alam dan Tradisi: Mengungkap Makna Sarung Hitam dan Ritual Andingingi Suku Kajang Bungatang Bungatang; Ita Rosvita; Filawati Filawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1172

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan harmonis antara alam dan budaya dalam masyarakat Kajang di Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada dua praktik budaya utama: ritual Andingingi dan tradisi mengenakan sarung hitam. Dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kedua tradisi tersebut berfungsi sebagai bentuk adaptasi alami terhadap lingkungan dan mencerminkan praktik keberlanjutan dalam menghadapi tantangan modern, termasuk perubahan iklim. Sarung hitam yang dikenakan hanya dalam ritual sakral mencerminkan filosofi hidup yang harmonis dengan bumi, sedangkan ritual Andingingi menunjukkan komitmen spiritual terhadap konservasi lingkungan. Secara keseluruhan, kedua praktik ini menunjukkan integrasi antara warisan budaya dan kesadaran ekologis masyarakat Kajang, yang memberikan wawasan berharga tentang bagaimana pengetahuan tradisional dapat berkontribusi pada solusi lingkungan kontemporer . Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman peran praktik-praktik adat dalam keberlanjutan lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim, serta pentingnya melestarikan kearifan lokal dan tradisi budaya sebagai alat vital untuk menjaga keseimbangan ekologis.
Analyzing Slang in Social Media Ita Rosvita; Maria Celine Tumbel; Yusniati N. Sabata; Abdul Rabbi Arrasul
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1178

Abstract

The purpose of this research was to determine the types of slang and slang that were most used by UMLB students of English education, Eight semesters in social media. This is descriptive qualitative research. This research was conducted by non-participatory observation which is observing social media Facebook and WhatsApp. This research is also done with the documentation of screenshots. Participants of slang users in this research were twenty seven eighth-semester students of English Education Program at UMLB. The result of this research show that there were six types of slang used by the students, those were fresh and creative, flippant, imitative, acronym, clipping, and abbreviation. The number of slang found by the researcher is 74 slangs. 18 slangs for fresh and creative, 11 slangs for flippant, 6 slangs for imitative, 5 slangs for acronym, 13 slangs for clipping, and 21 slangs for abbreviation. Therefore based on the data, abbreviation is the most used slang or often used by UMLB students of English education, eight semesters in social media
Revitalisasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal melalui Nilai Gotong Royong dalam Tradisi Pattaungeng Masyarakat Bugis Soppeng Bungatang Bungatang; Ita Rosvita; Nurul Fitrah Yani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1556

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek fundamental dalam pembentukan individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Salah satu aspek penting dalam pendidikan karakter adalah nilai gotong royong, yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Gotong royong mencerminkan sikap saling membantu, kebersamaan, dan solidaritas sosial dalam berbagai aspek kehidupan. Tradisi Pattaungeng dapat menjadi model pendidikan karakter yang tidak hanya menanamkan nilai gotong royong, tetapi juga memperkokoh rasa kebersamaan dalam masyarakat modern. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menginternalisasi nilai gotong royong dari tradisi Pattaungeng dalam pendidikan karakter, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang lebih kontekstual dan aplikatif di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif untuk menggali nilai-nilai gotong royong dalam tradisi Pattaungeng masyarakat Bugis. Dalam setiap tahapan ritualnya, tradisi Pattaungeng menunjukkan bagaimana masyarakat saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, baik dalam mempersiapkan acara, menjalankan prosesi adat, hingga menjamu tamu. Tradisi Pattaungeng dapat merevitalisasi pendidikan karakter yang tidak hanya menanamkan nilai gotong royong, tetapi juga memperkokoh nilai persatuan, nilai kebersamaan, dan nilai pendidikan budaya dalam masyarakat modern. Oleh karena itu, tradisi Pattaungeng mengambarkan nilai pendidikan karakter yang dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang lebih kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Transformasi Nilai Karakter dalam Sastra Lisan Bugis Nénék Pakandé sebagai Media Pendidikan Intergenerasional Bungatang Bungatang; Ita Rosvita; Ilma Rahim
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2099

Abstract

Penelitian ini mengkaji sastra lisan Nénék Pakandé sebagai warisan budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan potensi sebagai media pendidikan intergenerasional. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menelaah struktur naratif dan konteks historis cerita, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya, serta mengeksplorasi relevansi dan kontribusinya terhadap pembentukan karakter dalam konteks masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Nénék Pakandé tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan tradisional, tetapi juga mengandung pesan moral mendalam yang mencerminkan nilai-nilai seperti keberanian, kewaspadaan, rasa hormat, dan solidaritas sosial. Aspek-aspek kearifan lokal seperti aspek pendidikan, aspek sosial budaya, dan aspek kultural mampu menjembatani pembelajaran lintas generasi dan tetap relevan digunakan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pendidikan karakter pada era modern.
Laut, Identitas, dan Ekologi Budaya: Kajian Ekokritik Biru terhadap Sastra Bugis-Makassar Bungatang Bungatang; Ita Rosvita
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2670

Abstract

Penelitian ini bertujuan menafsirkan relasi antara laut, identitas, dan ekologi budaya dalam sastra Bugis–Makassar melalui pendekatan ekokritik biru (blue ecocriticism). Kajian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan hermeneutik-ekologis, yang menempatkan laut bukan hanya sebagai latar naratif, melainkan sebagai entitas epistemologis dan spiritual dalam konstruksi budaya pesisir. Data penelitian meliputi tiga jenis teks utama yang merepresentasikan kontinuitas estetika maritim, yaitu teks klasik Sureq Galigo, syair lisan elong pabbali-bali, serta puisi kontemporer pesisir seperti “Puisi Nelayan Makassar” karya Rahman Arge dan “Ombak Tak Pernah Diam” karya Syamsul Bahri. Analisis dilakukan dengan memadukan teori metafora konseptual untuk menafsirkan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laut dalam tradisi Bugis–Makassar berfungsi sebagai sumber nilai ekologis, etika, dan spiritual, yang membentuk pandangan hidup masyarakat pesisir tentang keseimbangan dan keberlanjutan. Laut tidak hanya hadir sebagai ruang geografis, tetapi juga sebagai “guru ekologis” yang mengajarkan harmoni antara manusia dan alam. Hasil kajian ini memperkaya pengembangan teori sastra ekologis dengan menempatkan laut sebagai aktor epistemologis dalam kerangka blue humanities Nusantara. Temuan ini sekaligus berkontribusi terhadap penguatan wacana dekolonisasi teori sastra Indonesia yang berpijak pada ekologi budaya pesisir dan memperluas horizon penelitian sastra berbasis kearifan lokal maritim.
Dinamika Pemerolehan Bahasa Anak dalam Perspektif Psikolinguistik Interaksionis Ita Rosvita; Putri Dewiyah Wahid; Bungatang Bungatang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2717

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan komprehensif mengenai proses pemerolehan bahasa pada masa kanak-kanak melalui observasi naturalistik selama tujuh hari terhadap seorang anak bilingual Indonesia-Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan fonologi, leksikon, morfosintaksis, dan fungsi pragmatik anak menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis penelitian ini didasarkan pada teori Sosial-Interaksionis Vygotsky, yang menempatkan bahasa sebagai hasil internalisasi interaksi sosial dan praktik budaya sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa tidak terjadi secara spontan, melainkan dibentuk melalui pola komunikasi yang intens, responsif, dan konsisten antara anak dan anggota keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa pemerolehan bahasa merupakan proses sosial yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan linguistik, konteks budaya, dan rutinitas komunikasi.