Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Metode Verein Deutscher Ingenieure (VDI) 2222 Dalam Rekayasa Mesin Pencetak Pelet Ikan Nofirza Nofirza; Misra Hartati; Aprizon Aprizon; Anwardi Anwardi; Harpito Harpito
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.23095

Abstract

Petani ikan di Desa Kualu Nenas sebelumnya telah melakukan usaha pembuatan pakan ikan sendiri, namun tidak mencapai tujuan seperti yang mereka inginkan, akibatnya produksi tersebut dihentikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pencetak pelet ikan yang bahan utamanya adalah magot dengan menggunakan Metode Verain Deutscher Inggenieure (VDI) 2222. Pengamatan dan wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam pendekatan ini, yang berfokus pada cara pembuatan pelet, waktu produksi, dan kualitas serta bentuk pelet pakan ikan. Untuk pemrosesan data, dalam VDI 2222 mencakup tidak hanya menganalisa proses, tetapi juga formulasi dan implementasi tahapan perancangan produk, termasuk pengembangan konsep, perancangan konsep dan pengujian kosep, sampai pada dihasilkannya mesin pencetak pellet. Hasil rancangan diperoleh pencetak pelet semi-otomatis dengan kapasitas produksi 12 kg/jam yang jika dibandingkat dengan kondisi awal mesin ini menjadi lebih efisien dan dapat meningkatkan produktifitas sebesar 75%. Mesin juga lebih mudah digunakan dan lebih ergonomis dimana berdasarkan evaluasi postur kerja, nilai skor Rula berkurang dari 6 menjadi 3. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan menjadi sebuah alternatif yang dapat dikembangkan menjadi usaha untuk mengatasi kesulitan produksi pakan ikan di masa mendatang.Kata kunci: Efektif, Efisien, Ergonomi, Metode Verein Deutscher Inggenieure (VDI) 2222, Pakan Ikan.
Evaluasi Beban Kerja Fisik Pekerja Shutdown Area Fuji King Untuk Meminimasikan Waktu Produksi Safira Izdaharra Wijaya; Nofirza Nofirza; Harpito Harpito; Anwardi Anwardi; Misra Hartati; Nazaruddin Nazaruddin
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.6950

Abstract

Shutdown pada PT. X merupakan aktifitas kerja yang dilakukan oleh para teknisi engineering subkontrak yang melakukan maintenance terhadap mesin produksi secara team work, dimana kondisi mesin produksi dihentikan. Penelitian dilakukan pada bagian wood preparation, yaitu pada area Fuji King. Pada area tersebut dibentuk 4 grup pekerja pada bagian-bagian produksi yaitu grup A (plate linning), grup B (rotor modul), grup C (chipper) dan grup D (cyclone). Aktivitas tersebut melewati target yang telah ditetapkan dan dari observasi awal ditemui banyak keluhan dari pekerja tentang beban kerja yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung beban kerja fisik yang dialami pekerja area Fuji King menggunakan pendekatan Cardiovascular Load (%CVL) dengan cara menghitung denyut nadi dan konsumsi oksigen yang dikeluarkan (Energy Expenditure). Hasil dari penelitian diketahui bahwa beban kerja fisik berdasarkan konsumsi energi tertinggi terjadi pada pekerja bagian Cyclone. Sedangkan pada bagian lainnya, diperlukan perbaikan (tidak urgent) dan konsumsi energi yang rendah. Analisa dilakukan terkait dengan temuan penelitian, kondisi tidak tercapainya target yang diberikan disebabkan bukan dari beban kerja fisik tetapi demotivasi pekerja yang kurang, salah satunya yaitu upah yang diberikan tidak sesuai standar pekerjaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi perusahaan untuk dapat mengurangi beban kerja dan memperhatikan sistem penggajian atau upah SDM sesuai dengan standar kerja yang ditetapkan untuk mendapatkan kinerja yang baik dari para pekerja
PEMILIHAN SUPPLIER DAN PENENTUAN JUMLAH PEMBELIAN BAHAN BAKU KEDELAI MENGGUNAKAN METODE MOORA (MULTY-OBJECTIVE BY RATIO ANALYSIS) DAN METODE EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY) (STUDI KASUS: PABRIK TAHU TEMPE PAK TOTO) Redo Trio Altorito; Misra Hartati; Fitriani Surayya Lubis; Anwardi Anwardi; Nofirza Nofirza
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 7 No 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i5.13131

Abstract

ABSTRAK Pemilihan supplier yang tepat sangat penting dalam menjamin ketersediaan bahan baku. Peneitian ini dilakukan pada Pabrik Tahu dan Tempe Pak Toto. Pemilihan supplier yang kurang tepat serta pemesanan bahan baku yang tidak terjadwalkan dengan baik membuat pabrik mengalami kerugian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memilih supplier yang tepat dan menentukan jumlah optimal pemesanan dalam memenuhi kebutuhan produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu MOORA (Multi – Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis) dan EOQ (Economic Order Quantity). Hasil dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode MOORA menghasilkan Toko Ahong terpilih sebagai supplier terbaik dengan nilai 0,235. Toko Ahong sangat baik dari segi kualitas, pengiriman,Sejarah peforma, kebijakan garansi dan klaim, harga, serta lokasi geografis. Pada perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode EOQ jumlah pembelian optimal sebesar 9.800,02 kg. Safey Stock yang dibutuhkan sebesar 56,76 Kg dan ROP sebesar 1.789,47 kg. Persediaan maksimum pada Storage sebesar 9.856,78 kg. Biaya persediaan optimal untuk bahan baku kacang kedelai sebesar Rp. 1.106.322,14 sehingga biaya turun sebesar Rp. 546.107,52. Kata Kunci: EOQ, Forecasting, MOORA, ROP, Safety Stock.
Peramalan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kedelai yang Optimal dalam Produksi Tempe Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) Sahibul Amri; Misra Hartati; Muhammad isnaini Hadiyul Umam; Fitriyani Surayya Lubis; Nazaruddin Nazaruddin
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2024): Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v7i2.10859

Abstract

This study aims to determine an appropriate raw material forecasting method for UKM Marlianis, a household industry specializing in soybean processing to produce tempeh. Currently, UKM Marlianis adopts a conventional purchasing policy for soybeans without considering sales volumes, leading to overstocking or shortages of raw materials. The research employs a quantitative approach by comparing two forecasting methods: exponential smoothing and trend projection. The alpha (α) value used in the exponential smoothing method is 0.1. The findings reveal that the exponential smoothing method demonstrates lower forecasting errors than the trend projection method, with a Mean Absolute Deviation (MAD) of 374.38, Mean Squared Error (MSE) of 313,445.7, and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 7.1%. Based on these results, inventory cost analysis was conducted using the Economic Order Quantity (EOQ) method. In conclusion, the exponential smoothing method with the specified parameters is more effective in forecasting soybean raw material needs, and inventory optimization using the EOQ method supports operational efficiency at UKM Marlianis. Keywords: EOQ, Exponential Smoothing, Forecasting, Trend Projection
Optimasi Pengendalian Persediaan Spare Part Fuel Filter Pada Pembangkit Listrik Menggunakan Integrasi Metode Abc Dan Economic Order Quantity: (Studi Kasus: PT. PLN Nusantara Power Up Tenayan) Dewi Diniaty; Ghandy Muhammad Rafi; Misra Hartati; Nanda Putri Miefthawati; Silvia; Sri Kaidah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1782

Abstract

Ketersediaan suku cadang merupakan aspek penting dalam menjaga keandalan operasional pembangkit listrik. Berbagai penelitian sebelumnya telah menerapkan metode ABC untuk mengklasifikasi persediaan berdasarkan tingkat prioritas dan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan yang ekonomis. Namun, penelitian yang mengintegrasikan kedua metode tersebut dengan analisis safety stock dan reorder point pada spare part kritis di industri pembangkit listrik masih terbatas. PT PLN Nusantara Power UP Tenayan sebagai perusahaan penyedia energi listrik menghadapi permasalahan dalam pengelolaan persediaan spare part filter bahan bakar yang beragam dari sisi nilai dan tingkat penggunaan. Pengelolaan persediaan yang belum optimal berpotensi menimbulkan kelebihan persediaan (overstock) maupun kekurangan persediaan (stockout) yang berdampak pada meningkatnya biaya persediaan serta terganggunya operasional pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan fuel filter melalui integrasi metode ABC dan EOQ. Data yang digunakan merupakan data permintaan, harga, dan lead time periode tahun 2023–2024. Analisis dilakukan melalui klasifikasi ABC, perhitungan EOQ, safety stock, dan reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ABC mampu mengidentifikasi spare part berdasarkan tingkat prioritas dimana sebagian besar nilai investasi terkonsentrasi pada beberapa item utama yang termasuk kedalam kategori A, sebagai contoh item dengan kode 198321 (14,22%). Sedangkan nilai EOQ menghasilkan jumlah pesanan yang lebih ekonomis yaitu nilai EOQ yang diperoleh sebesar 6 unit, Safety Stock sebesar 20 unit dan ROP sebesar 24 unit. Penerapan kedua metode tersebut berkontribusi pada peningkatan efisiensi biaya persediaan, pengurangan resiko stockout dan overstock, serta mendukung keandalan operasional pembangkit listrik melalui ketersediaan spare part yang lebih terjamin.
USULAN STRATEGI PEMASARAN DI COFFE TONGLA MENGGUNAKAN METODE SWOT Indra Gunawan; Muhammad Isnaini Hadiyyul Umam; Misra Hartati; Harpito; Rika Taslim
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v5i3.2797

Abstract

Marketing strategy is a plan that allows a company to optimize the use of its resources to achieve marketing and company goals. Tongla Coffee is a place for young people to hang out. But there are still some areas in Pekanbaru that don't know about Tongla coffee, therefore Tongla coffee needs better promotion using social media (Instagram) and distributing browsers to all people both in Pekanbaru city and outside. Based on the sales graph from 2022, sales at Coffee Tongla experience fluctuations, namely sales experience ups and downs or are erratic every month. Customer data on consumers in January the sales target reached IDR 4,542,000, then decreased in February to reach IDR 3,375,000 and so on. This research must be able to answer the company's external and internal factors to achieve its goals, namely using the SWOT method. The SWOT method is needed as a first step in identifying and formulating several alternative company strategies based on the realities experienced by the company. The application of the Internal-External Matrix was carried out to carry out a detailed position analysis on Coffee Tongla, as well as to determine the right strategy. The results of this matrix are obtained from the IFE and EFE Matrix scores. Based on the results of score processing, the IFE Matrix obtained a score of 3.056 and the EFE Matrix obtained a score of 2.99. Using the IE Matrix, Tongla Coffee is in quadrant IV.
PENGENDALIAN STOK BAHAN UTAMA PADA PRODUKSI KORAN DI PT. XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PROBABILISTIC Muhammad Dhany Aprilia Pratama april; Fitriani Surayya Lubis; Misra Hartati; Harpito Harpito; Rika Taslim
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v5i3.2802

Abstract

This research discusses a company engaged in printing newspapers or newspapers. There are 3 main ingredients in making newspapers, namely stencil paper, plate cleaning liquid and plate. The problem faced by the company is that the supply of the main ingredients has weaknesses, including delays in fulfilling the demand for the main ingredients with the uncertainty of the company's demand with the supplier of the main ingredients for making newspapers. The purpose of this research is to determine the number of main raw material stocks in newspaper production using the probabilistic economic order quantity (EOQ) method so as to minimize the total inventory cost. Mapping of the main material requirements using forecasting, calculation of economic order quantity (EOQ) probabilistic and calculation of inventory costs and the difference in savings in total inventory costs. The results of the probabilistic economic order quantity (EOQ) are 1 roll of stencil paper, 1 jug of plate cleaning liquid and 16 boxes of plates with a difference in cost savings of Rp. 108,867,156.
EVALUASI POSTUR DAN MANUAL HANDLING PEKERJA DI UNIT PANDAI BESI RONI MENGGUNAKAN METODE WORKPLACE ERGONOMIC RISK ASSESMENT (WERA) DAN OVAKO WORK POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS) Kemal Farmizan Farmizan; Nofirza Nofirza; Muhammad Ihsan Hamdy; Melfa Yola; Misra Hartati
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v6i1.3065

Abstract

Unit Pandai Besi Roni merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat alat perkakas dari besi atau yang lainnya, yang beralamatkan di Simpang Manga, Kec. Kelayang, Kab. Indragiri Hulu. Aktivitas yang diamati sebanyak 3 aktivitas dari 3 stasiun kerja. Kegiatan produksi masih menggunakan metode tradisional dan terdapat banyak aktivitas material secara manual, sehingga pastinya banyak sekali postur kerja yang tidak ergonomis. Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk mengevaluasi postur kerja dan manual handling menggunakan metode Workplace Ergonomic Risk Assesment (WERA) dan Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Berdasarkan hasil penelitian dengan metode WERA, stasiun pembakaran dikategorikan level resiko medium mendekati low, stasiun pembentukan dan finishing dikategorikan level resiko medium mendekati high. Maka dari itu diperlukan metode OWAS agar mempermudah dalam melakukan penelitian lebih lanjut. Sedangkan hasil penelitian dengan metode OWAS, stasiun kerja dengan level risiko medium pada stasiun finishing, stasiun kerja dengan level risiko tinggi pada stasiun pembentukan. Usulan perbaikan yang diberikan adalah me-redesign ukuran meja pada stasiun pembentukan.
ANALISIS VSM ( VALUE STREAM MAPPING ) PADA PROSES PEMBUATAN PRODUK EGREK SAWIT DI UNIT PANDAI BESI ASADI Romi jaka Syalendra; Nofirza Nofirza; Muhammad Isnaini Hadiyul Umam; Melfa Yola; Misra Hartati
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v6i1.3089

Abstract

Salah satu usaha industri yang sedang berkembang di masyarakat adalah usaha pandai besi. Pandai besi merupakan tempat membuat dan memproduksi alat-alat seperti cangkul, celurit, dodos, parang, pedang dan lain-lain, namun setelah zaman perang selesai maka masyarakat setempat pun mengembangkan usahanya dengan memproduksi alat - alat baru multifungsi yang di butuhkan dalam kebutuhan rumah tangga dan alat-alat pertanian serta perkebunan seperti alat bajak tanah, cangkul, linggis, parang, dan lain sebagainya. Unit pandai besi asadi adalah sebuah unit usaha yang berfokus di bidang produksi alat-alat perkakas dari bahan besi atau yang lainnya, yang beralamatkan di Desa Teratak, Teratak, Rumbio. Berdasarkan hasil survey pada pembuatan egrek sawit, terindikasi adanya waste pada proses lantai produksi yaitu, pada gerakan kerja seperti gerakan yang tidak perlu, waktu menunggu ( waiting) dan transportasi seperti gerakan berulang-ulang yang tidak perlu. Metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini ialah dengan Value Stream Mapping, 3 M ( Mura, Muri, Muda) dan five why’s. Setelah melakukan penglahan data didapatkan process cycle time (PCE) adalah sebesar 82,36 % dari sebelum nya yaitu 34,16.
Proposed Design of Work Environment Management to Improve Work Performance and Productivity as Continuous Improvement Using the 6S Method Aditya Rizki Hidayahtullah; Melfa Yola; Muhammad Ihsan Hamdy; Misra Hartati; Nofirza Nofirza
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 3 (2026): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/n4c77y68

Abstract

The Rumbio Jaya Iron Brick Small and Medium Industry Center (IKM) is one of the metal business units that faces problems in the management of work areas, especially related to the lack of regularity and high potential hazards due to piles of goods that are not clearly identified. This shows that the implementation of the 6S work culture has not been carried out optimally. This research aims to design a strategy for the implementation of the 6S method and prepare SOPs that are in accordance with the characteristics and needs of the local work environment. To find out the initial condition of the work area, an evaluation was carried out using the 6S assessment form which included 32 assessment indicators, ranging from 1 to 5 assessment scores. Score 1 = 18 aspects, score 2 = 16 aspects, score 3 = 18 aspects, scores 4 and 5 = 0. The total score was 52 out of 160 points maximum, with an average score per indicator of 1.625. These results show that the 6S principle is still carried out in a limited way. Therefore, improvements were given, among others, the preparation of SOPs for each aspect of the 6S, the redesign of workstations, the construction of storage racks and labeling systems, the installation of boundary lines, and the implementation of daily inspections to ensure the consistency of its implementation. Keywords: Productivity, SOP, Work Culture, 6S