Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENCIPTAAN BUSANA BERNUANSA ETNIK DENGAN SUMBER INSPIRASI SIGALE-GALE DARI SUKU BATAK Hamniar; Prahastuti, Endang; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana bernuansa etnik merujuk pada pakaian atau kostum yang terinspirasi oleh budaya, tradisi, dan warisan suatu kelompok etnis atau suku bangsa tertentu. Busana ini dibuat dengan acuan sigale-gale sebagai sumber inspirasi dari kebudaayan material suku batak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan busana bernuansa etnik yang unik dan berbeda dengan menekankan kebudayaan dan inovasi. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan karya (Practice-led research) dengan 4 tahapan yaitu praperancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah koleksi busana bernuansa etnik dengan judul “Manggale” yang terinspirasi dari kisah sigale-gale. Koleksi busana ini terdiri dari 2 look busana yang kemudian disajikan pada fashion show “Multiverse” di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai hubungan antar tradisi budaya lokal dan inovasi dalam industri fashion, serta menawarkan pandangan baru terkait penerapan teknik patchwork dalam menciptakan busana siap pakai yang berbeda dan berdaya saing di pasar global.
Development of iSpring 9-Based Learning Media Using Android to Increase Learning Independence in Basic Pattern Dimensions Panerus, Antika Cita; Irianti, Agus Hery Supadmi; Prahastuti, Endang
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v5i2.727

Abstract

This research was developmental research that aimed to develop iSpring 9-based learning media using Android to increase student learning independence in basic fashion skills for Class X of SMK Negeri 2 Boyolangu, Tulungagung. The development method used the ADDIE model which includes: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Validation was carried out by two expert validators: material experts and media experts. The data collection technique used a questionnaire. Validation results from material experts met the requirements of 85.00%, which means very valid, and the results from media experts met the requirements of 80.00%, which also means valid. A trial was conducted at the implementation stage. The results were that 34 students obtained an average score of 84.48% with very good qualifications, meaning this media is easy for students to learn. Therefore, it showed that the media is very suitable as a learning medium for pattern-making and helping students' teaching and learning process. A further developing learning media was suggested for the application to be developed and equipped with dimensions in basic fashion skills subjects following the school curriculum to sum the learning in one application.
PELATIHAN PEMBUATAN BUSANA BATIK KHAS SUJO GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK KAMPUNG BATIK SUMBEREJO Kusumawardani, Hapsari; Nurul Aini; Annisau Nafiah; Endang Prahastuti; Saidah Ayu; Utami Kencana Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sumberejo batik village is in its development, apart from marketing its batik, it also sells several clothing products. As a village that is close to a coastal tourist area, it is best to develop other products so that it attracts guests or tourists who pass through the area. There is a lack of finished clothing products because none of their members have sewing skills and they still use the services of tailors for their limited products. Seeing the related problems, there is a need for a solution by providing sewing training so that apart from having batik skills, they are also skilled at sewing to support other production collections, such as shirts, blouses, bags, hats from Sujo batik. The aim of implementing this Community Service is so that mothers have the competence to sew clothes so they can increase their clothing products to a more diverse range and reduce  their selling prices. Through technical skills training in sewing clothes with Sujo's typical batik motif, it is hoped that it will attract more people to visit the gallery. The clothing sewing material provided starts from basic pattern making to finishing techniques. The evaluation results show that the core team of batik makers is very enthusiastic and hopes that there will be continued activities to improve product quality and marketing. Through this training, it is hoped that mothers will be able to produce their own clothing and other products thereby increasing sales and competitiveness in the fashion industry from batik.   Abstrak Kampung batik Sumberejo dalam perkembangannya disamping memasarkan batiknya, juga beberapa produk busana. Sebagai desa yang dekat dengan kawasan wisata pantai sebaiknya perlu mengembangkan produk lainnya sehingga menarik tamu atau wisatawan yang melalui kawasan tersebut. Kurangnya produk jadi busana karena dari anggota mereka belum ada yang memiliki ketrampilan menjahit dan masih menggunakan jasa penjahit untuk produknya yang terbatas. Melihat permasalahan terkait, perlu solusi dengan memberi pelatihan menjahit agar disamping memiliki ketrampilan membatik, juga trampil menjahit untuk menunjang koleksi produksi lainnya, seperti kemeja, blus, tas, topi dari batik Sujo. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian kepada Masyarakat ini, agar ibu-ibu memiliki kompetensi menjahit busana sehingga dapat meningkatkan produk busananya yang lebih beragam dan menekan harga jualnya. Melalui pelatihan ketrampilan teknis menjahit busana dengan motif batik khas Sujo, diharapkan lebih menjadi daya tarik masyarakat untuk mengunjungi galerynya. Materi menjahit busana yang diberikan mulai dari pembuatan pola dasar sampai dengan tehnik penyelesaiannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagai tim inti pembatik sangat antusias dan mengharap ada kelanjutan kegiatan untuk meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya. Melalui pelatihan ini diharapkan ibu-ibu dapat memproduksi sendiri busana dan produk lainnya sehingga meningkatkan penjualan dan daya saing di industri fashion dari batiknya.
PELATIHAN KETERAMPILAN PEMBUATAN KAIN PANTAI DENGAN TEKNIK COLET GUNA MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DI DESA SIDOASRI MALANG Annisau Nafiah; Hapsari Kusumawardani; Endang Prahastuti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSidoasri village is located close to the tourist attractions namely virgin beach. Its very strategic location for tourists to visit gives rise to a new idea to open jobs for local residentsto produce products that can be sold and increase family income. One of the activities to fill the existing potential is to provide training in the manufacture of beach holsters with the colet technique. With the aim of improving the skills and economy of the family. The colet technique as one of the traditional fabric dyeing methods, was chosen because of its simple process but resulting in a hight-value product. At this training the citizens are trained to master the basic techniques of dyeing from start to finish into a ready to use and saleable product. The purpose of this training is to improve the creativity and economy of Sidoasri Village people. The method of implementation uses the method of demonstration directly to the participants of the firing. The results of the training are expected to create new business opportunities for the society, thereby boosting family income and reducing dependence on the economic sector. Community residents can also innovate and expand the market access of local products, and contribute to the sustainable development of the village economy. Abstrak Desa Sidoasri terletak berdekatan dengan tempat wisata yaitu pantai perawan. Lokasinya yang sangat strategis untuk dikunjungi wisatawan memunculkan ide baru untuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat untuk menghasilkann produk yang dapat dijual dan menambah income keluarga. Salah satu kegiatan untuk mengisi potensi yang ada adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan sarung pantai dengan Teknik colet. dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi keluarga. Teknik colet sebagai salah satu metode pewarnaan kain tradisional, dipilih karena prosesnya yang sederhana namun menghasilkan produk yang bernilai tinggi. Pada pelatihan ini warga dilatih untuk menguasai Teknik dasar pewarnaan dari awal hingga akhir menjadi produk siap pakai dan layak jual.. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan perekonomian masyarakat Desa Sidoasri. Metode pelaksanaan menggunakan metode demontrasi lanngsung kepada peserta peltihan. Hasil pelatihan diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru bagi Masyarakat, sehingga dapat mendongkrak pendapatan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi. Warga Masyarakat juga dapat berinovasi dan memperluas akses pasar produk local, dan berkontribusi pada pengambangan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Keingesan Kembang Pesisi: Pembaruan Etnik Budaya Dan Moderenisasi Melalui Fashion Design Nurfadila, Rahma Nisa; Prahastuti, Endang; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
Corak Vol 13, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v13i2.13719

Abstract

This article explores the creation of a fashion work themed"Keingesan Kembang Pesisi" inspired by the beauty of coral reefs aroundLombok Island. This inspiration comes from the life of Sasak fishermen,which is interpreted through the use of Lombok woven fabric, jeans fabric,and synthetic leather fabric in a black and mangosteen red color palette.The creative process began with mind mapping, moodboard andstoryboard techniques to develop an in-depth and structured concept.Signature details of the collection include the selection of accessories suchas rattan hats and boots that add a touch of casualness and toughness tothe overall look. The fashion construction process includes patternmaking, fabric cutting and tailoring techniques that are meticulously doneto ensure high quality and aesthetics. In addition, creative fabric weavingand the application of "bourci" sequins provide extra detail and beauty,reinforcing the theme and meaning of this outfit. The end result is a fashionpiece that is not only aesthetically pleasing but also full of meaning andrelevance, elegantly blending tradition and modernity. It successfullyconveys the richness of Lombok's culture while showing resilience and elegance, reflecting the life and beauty of the sea and the cultural heritage of Sasak fishermen.ABSTRAKArtikel ini mengeksplorasi penciptaan karya busana bertema"Keingesan Kembang Pesisi," yang terinspirasi dari keindahan terumbukarang di sekitar Pulau Lombok. Inspirasi ini berasal dari kehidupannelayan suku Sasak, yang diinterpretasikan melalui penggunaan kaintenun Lombok, kain jeans, dan kain kulit sintetis dalam palet warna hitamdan merah manggis. Proses kreatif dimulai dengan teknik mind mapping,moodboard, dan storyboard untuk mengembangkan konsep secaramendalam dan terstruktur. Detail khas dari koleksi ini mencakuppemilihan aksesoris seperti topi rotan dan sepatu boots yangmenambahkan sentuhan kasual dan ketangguhan pada keseluruhantampilan. Proses konstruksi busana mencakup teknik pembuatan pola,pemotongan kain, dan penjahitan yang dilakukan dengan cermat untukmemastikan kualitas dan estetika yang tinggi. Selain itu, pembuatancreative fabric weaving dan pengaplikasian payet "bourci" memberikandetail dan keindahan ekstra, memperkuat tema serta makna busana ini.Hasil akhirnya adalah sebuah karya busana yang tidak hanya estetis tetapijuga penuh makna dan relevansi, memadukan tradisi dan modernitasdengan elegan. Busana ini berhasil menyampaikan kekayaan budayaLombok sekaligus memperlihatkan ketangguhan dan keanggunan,mencerminkan kehidupan dan keindahan laut serta warisan budayanelayan suku Sasak.
Studi Tentang Pengelolaan Program Sosial Pemberdayaan Warga Eks ODGJ Dengan Membuat Batik Ciprat Rahmadini Sukoco, Nur Aini; Aini, Nurul; Prahastuti, Endang; Nafiah, Annisau
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.1-10

Abstract

Salah satu desa di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yang bernama Desa Wonorejo merupakah salah satu desa yang memiliki program yang dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga nya terutama bagi warga yang memiliki gangguang jiwa atau warga eks ODGJ dengan membuat keterampilan batik ciprat yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan, kesehatan dan kesejahteraan para warga eks ODGJ. Dalam suatu kegiatan program pelatihan tentu akan ada manajemen perencanaan yang matang.  Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana pengelolaan program sosial pembuatan batik ciprat untuk memperdayakan warga eks ODGJ di Desa Wonorejo berdasarkan 3 aspek pengelolaan yaitu perencanaan, penggerakan, dan penilaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukan bahwa pengelolaan program sosial ini sudah efektif dilaksanakan sehingga program sudah berjalan hingga bertahun-tahun. Pengelolaan program yang sudah di buat mulai dari perencanaan hingga evaluasi ini menghasilkan dampak yang positif bagi warga eks ODGJ di Desa Wonorejo Singosari. Produktifitas para eks ODGJ akan meningkat dengan adanya program pemberdayaan dengan membuat batik ciprat. 
Dewi Saraswati as a Source of Inspiration for the Creation of the "Gantari" Ready to Wear Clothing Elsi Hayuning Trias; Hapsari Kusumawardani; Endang Prahastuti; Annisau Nafiah
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/baju.v6n1.p115-128

Abstract

The creation of this work is based on the existence of Dewi Saraswati as the goddess of science and art in Hindu beliefs as the main inspiration due to the researcher's interest in culture and history so that she intends to put it into a fashion work as a form of creativity in designing a fashion collection. The process of creating this fashion work is based on the practice-led research approach through the study of fashion design practice, focusing on Dewi Saraswati as the main inspiration for the fashion creation. The combination of dark and light colors from the bold lurik fabric motifs as well as the rustic theme reinforced by the addition of macrame shows the figure of the Goddess who is authentic, beautiful and close to nature. The name Gantari, which in Sanskrit means to shine, is a representation of Dewi Saraswati's role on earth, namely as a manifestation of Ida Sang Hyang Widi (God in Hinduism) to guide humans on earth who live in darkness due to ignorance and confusion before the existence of science. In addition, the addition of details in the form of embroidered puppets in the form of Dewi Saraswati became the main point of this Gantari dress. The method of creating this work was carried out through four stages including the pre-design stage, design, realization, and the last is the presentation stage. The result of Gantari's creation was two works of ready to wear deluxe fashion presented in the UM 2023 Fashion Education Grand Show with a cat walk fashion show presentation form.